Sabtu, 31 Januari 2026

DEDIKASIKAN DIRI DALAM PENGABDIAN DAN PENEGAKAN HUKUM, KEPALA BNN RI RESMI MENYANDANG GELAR DOKTOR KEHORMATAN

Jakarta - Sidang terbuka Senat Universitas Tarumanagara yang digelar pada Sabtu (31/1), di Auditorium Universitas Tarumanagara, Jakarta Barat, secara resmi mengukuhkan Kepala BNN RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., dalam gelar Doktor Kehormatan (Doctor Honoris Causa) Bidang Ilmu Hukum.

Penganugerahan gelar tersebut merupakan bentuk penghargaan akademik tertinggi atas kontribusi, pemikiran, dan pengabdian yang konsisten dalam pengembangan dan penegakan hukum, khususnya melalui penguatan kebijakan nasional serta praktik hukum yang berkeadilan dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Rektor Universitas Tarumanagara, Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M., dalam pembacaan pertanggungjawaban akademik menyampaikan bahwa kompetensi Promovendus, Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto, telah melalui proses kajian, seleksi, dan penilaian akademik yang ketat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ia menegaskan bahwa penganugerahan gelar tersebut didasarkan pada jasa dan kontribusi Promovendus yang signifikan dalam pengembangan ilmu hukum pidana khusus, dampak nyata terhadap perlindungan masyarakat, serta integritas akademik, moral, dan etika yang selaras dengan nilai-nilai luhur perguruan tinggi.

"Promovendus memiliki jasa-jasa yang luar biasa dalam bidang ilmu hukum pidana khusus yang meliputi tindak pidana narkotika, kejahatan siber, tindak pidana perdagangan orang, serta tindak pidana transnasional. Selain itu, peran Promovendus selama berkarier di Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Badan Narkotika Nasional telah memberikan dampak nyata terhadap perkembangan hukum pidana dan perlindungan masyarakat dari kejahatan," ujar Prof. Amad Sudiro.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto selaku Promovendus menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Narkoba, Keamanan, dan Masa Depan Indonesia dalam Perspektif Ilmu Hukum” yang menegaskan keterkaitan erat antara permasalahan narkotika, keamanan nasional, dan masa depan bangsa. Mengawali orasinya, Ia merefleksikan sejumlah tragedi internasional dalam penegakan hukum narkoba di berbagai negara sebagai gambaran kuat hubungan yang tidak terpisahkan antara narkotika dan keamanan suatu negara.

"Begitu gamblangnya hubungan tersebut, sehingga secara sederhana bisa Kita katakan, perkembangan narkoba di suatu negara berbanding terbalik dengan tingkat keamanan di negara itu. Semakin pesat perkembangan narkoba, semakin tidak aman negara tersebut," imbuh Komjen Pol Dr. (H.C) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si.

Berangkat dari pemahaman tersebut, Ia menegaskan bahwa penanganan permasalahan narkotika tidak dapat dilakukan secara parsial atau semata-mata represif, melainkan membutuhkan pendekatan yang komprehensif, terintegrasi, dan berkeadilan. Jenderal Bintang Tiga tersebut menekankan pentingnya keseimbangan antara penegakan hukum yang tegas terhadap jaringan peredaran gelap narkotika dengan pendekatan humanis melalui upaya pencegahan dan rehabilitasi bagi penyalah guna, sebagaimana terus diimplementasikan dalam kebijakan dan strategi nasional P4GN di bawah kepemimpinannya sebagai Kepala BNN RI.

Menutup orasi ilmiahnya, Kepala BNN RI mengajak seluruh elemen bangsa untuk merapatkan barisan dan mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing dalam upaya bersama melawan narkotika, demi menyelamatkan generasi penerus, menjaga ketahanan nasional, serta mengamankan masa depan Indonesia. Seruan tersebut ditegaskan melalui semangat “War on Drugs for Humanity", perang melawan narkotika demi kemanusiaan.

 

BINs

#warondrugsforhumanity

BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN

Jumat, 30 Januari 2026

Keterbukaan Informasi Publik Tak Boleh Surut, Pemerintah Bahas Langkah Bersama Wujudkan IKIP 2026

SIARAN PERS NO. 21/SP/HM.01.02/POLKAM/1/2026

Polkam, Jakarta— Pelaksanaan pengukuran Indeks Keterbukaan Informasi Publik (IKIP) memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem keterbukaan informasi di Indonesia, karena keterbukaan informasi publik merupakan salah satu pilar utama negara demokrasi, yang menjamin terbukanya akses masyarakat terhadap data dan informasi pemerintah.

Demikian disampaikan oleh Asisten Deputi Koordinasi Pengelolaan Komunikasi dan Informasi Publik, Agung Pratistho, saat membuka “Rapat Koordinasi membahas Pelaksanaan Pengukuran Indeks Keterbukaan Informasi Publik (IKIP) Tahun 2026” di Jakarta pada Jumat (30/1/2026).

"Keterbukaan informasi publik juga mencakup transparansi dalam kebijakan, statistik, serta pengelolaan anggaran publik yang menjadi dasar terwujudnya pemerintahan yang terbuka dan akuntabel," ujarnya.

Pelaksanaan rapat ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi lintas kementerian/lembaga guna menjamin keberlanjutan kegiatan pengukuran IKIP 2026 yang memiliki posisi penting dalam sistem perencanaan dan evaluasi pembangunan nasional.

“Rapat ini juga menegaskan komitmen bersama untuk tetap menjaga keberlanjutan pelaksanaan IKIP sebagai bagian penting dari implementasi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik,” tegas Agung.

Melalui sinergi lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, IKIP diharapkan tetap menjadi instrumen strategis dalam mendorong transparansi, akuntabilitas, serta partisipasi publik dalam tata kelola pemerintahan di Indonesia.

Rapat dihadiri oleh Komisioner Komisi Informasi Pusat, Sekretaris Deputi Bidkoor Poldagri Kemenko Polkam, Direktur Informasi Publik dan Kepala Biro Humas Kementerian Komdigi, Sekretaris Komisi Informasi Pusat, Perencana Ahli Madya Bappenas, serta Pranata Humas Ahli Madya Kementerian Dalam Negeri.

 

*Kemenko Polkam RI/BINs

Rabu, 28 Januari 2026

Indonesia–Australia Perkuat Kerja Sama Keamanan melalui MCM

SIARAN PERS NO. 15/SP/HM.01.02/POLKAM/1/2026

Jakarta – Indonesia dan Australia sepakat memperkuat kerja sama keamanan melalui Pertemuan ke-11 Australia–Indonesia Ministerial Council Meeting on Law and Security (MCM) yang digelar di Kedutaan Besar Australia, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Pertemuan yang dipimpin bersama oleh Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago dan Mendagri Australia Tony Burke MP ini membahas berbagai isu keamanan prioritas kedua negara serta dampaknya terhadap stabilitas kawasan.

Isu yang dibahas meliputi keamanan domestik dan regional, kontra-terorisme, keamanan maritim, migrasi ilegal, keamanan siber dan perlindungan infrastruktur kritikal, serta kejahatan transnasional, termasuk peredaran gelap narkoba.

Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan bahwa kerja sama keamanan Indonesia–Australia memiliki arti strategis, tidak hanya bagi kedua negara, tetapi juga bagi stabilitas kawasan.

“Kerja sama ini merupakan kepentingan bersama Indonesia dan Australia dan berdampak bagi stabilitas regional. Karena itu, penguatan kerja sama harus terus ditingkatkan,” ujar Menko Polkam.

Menko Polkam juga menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat kerja sama dalam penanganan isu pelayaran, penangkapan ikan ilegal, penyelundupan manusia dan narkoba, serta berbagai pelanggaran di ruang siber. Pertemuan MCM selanjutnya akan dilaksanakan di Indonesia.

Sementara itu, Mendagri Australia Tony Burke MP menyatakan bahwa meningkatnya berbagai ancaman global menuntut Indonesia dan Australia untuk terus memperdalam kerja sama keamanan.

“Apa yang telah kita lakukan sejauh ini sudah baik, namun belum cukup. Kita perlu melakukan lebih banyak langkah konkret untuk memastikan keamanan masyarakat di kedua negara,” kata Tony Burke.

Pertemuan ditutup dengan adopsi Joint Communique yang memuat hasil pembahasan serta langkah tindak lanjut guna memperkuat kerja sama keamanan ke depan.

Delegasi Indonesia antara lain terdiri dari Sekretaris Kemenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan, Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kemenko Polkam Dubes Mohammad K. Koba, serta perwakilan kementerian dan lembaga terkait, yaitu Kemlu, Kemenimipas, Kemenkomdigi, KPPPA, KKP, Polri, BIN, BSSN, BNN, BNPT, Bakamla, PPATK, LPSK, dan KBRI Canberra.

Delegasi Australia dihadiri Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier, Acting Head of National Security Ciara Spencer, serta perwakilan Australian Border Force (ABF), Australian Federal Police (AFP), dan unsur terkait lainnya.

 

*Humas Kemeko Polkam RI/BINs

 

Selasa, 27 Januari 2026

Menko Polkam Tekankan Pentingnya Kewaspadaan Menjaga Ruang Siber

SIARAN PERS NO. 13/SP/HM.01.02/POLKAM/1/2026

Polkam, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsigaan untuk menjaga ruang siber. Diakui bahwa ruang siber di Indonesia masih sangat terbuka sehingga rawan terhadap ancaman siber.

“Kita sadari bahwa banyak ruang di negeri kita yang masih sangat rawan terhadap ancaman siber. Oleh karena itu, pertajam institusi kita, pertajam intuisi kita terkait ancaman siber ini,” kata Menko Polkam Djamari Chaniago saat memimpin Rapat Internal Staf membahas Meningkatkan Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Keamanan Siber dalam menyikapi Dinamika Geopolitik dan Geostrategi Global di kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Menko Polkam menyampaikan pentingnya upaya pengamanan ruang siber dari unit kerja masing-masing. Ia meminta agar seluruh pegawai di Kemenko Polkam untuk disiplin dan membiasakan diri mengikuti prosedur dalam rangka mengamankan perangkat eletronik dan sistem informasi yang digunakan, baik untuk kepentingan dinas maupun keperluan pribadi.

"Kita harus disiplin dalam prosedur penggunaan komputer dan sistem informasi yang kita miliki saat ini," kata Menko Polkam.

“Jangan sampai ganguan siber terjadi di institusi kita. Kita juga harus mampu mengajak institusi yang ada di negeri kita untuk menjaga agar tidak terjadi kebocoran (ruang siber),” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letnan Jenderal TNI (Purn.) Nugroho Sulistyo Budi, sebagai narasumber dalam RIS menyampaikan mengenai ruang siber yang digunakan dalam operasi khusus pada perang antara Ukraina dan Rusia. Hal serupa juga terjadi di Venezuela dan Iran. “Rata-rata perang siber ini sarana yang digunakan adalah media, tujuan akhirnya adalah untuk menciptakan delegitimasi pemerintahan dan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah yang saat ini menjabat sehingga mendorong terjadinya revolusi,” katanya.

Oleh karenanya, Presiden RI telah menginstruksikan BSSN membentuk Tim Tanggap Insiden Siber. Tim ini menjadi garda terdepan melakukan deteksi dini, respon cepat, dan mitigasi terhadap insiden siber.

Rapat ini dihadiri oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Letjen TNI (Purn.) Lodewijk F. Paulus, Sesmenko Polkam Mochammad Hasan, seluruh pejabat utama di Kemenko Polkam dan pejabat dari BSSN.

 

*Humas Kemenko Polkam RI/ BINs

 

Senin, 26 Januari 2026

KEPALA BNN RI KUKUHKAN KELOMPOK AHLI MASA BAKTI 2026-2027

Jakarta - Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, secara resmi memimpin pengukuhan Kelompok Ahli BNN Masa Bakti Tahun 2026–2027 yang digelar di Ruang Mohammad Hatta, Gedung Tan Satrisna BNN, Cawang, Jakarta Timur, Senin (26/1).

Pengukuhan ini merupakan langkah strategis BNN dalam memperkuat kapasitas intelektual dan kelembagaan guna menghadapi ancaman narkotika yang bersifat extraordinary crime serta terus berkembang seiring kemajuan teknologi dan dinamika global.

Dalam sambutannya, Kepala BNN RI menegaskan bahwa pengukuhan Kelompok Ahli bukan sekadar seremonial pergantian personel, melainkan bentuk konsolidasi intelektual dan strategis BNN dalam merumuskan kebijakan yang berbasis sains, data, dan bukti (evidence-based policy).

“Dalam menghadapi dinamika ancaman narkotika yang semakin kompleks dan bergerak cepat, BNN membutuhkan rekomendasi kebijakan yang berbasis sains, data, dan bukti agar strategi P4GN dapat dijalankan secara efektif, efisien, dan akuntabel,” tegas Kepala BNN RI.

Kepala BNN RI juga mengapresiasi kontribusi Kelompok Ahli Masa Bakti 2024–2026 yang telah memberikan fondasi pemikiran penting bagi penguatan organisasi, sekaligus mengharapkan Kelompok Ahli Masa Bakti 2026–2027 dapat berperan sebagai strategic think tank dalam menjawab tantangan narkotika, termasuk fenomena New Psychoactive Substances (NPS) dan modus kejahatan berbasis teknologi digital.

Adapun Kelompok Ahli BNN Masa Bakti 2026–2027 terdiri atas para akademisi, praktisi, dan tokoh profesional lintas disiplin ilmu, yaitu:

1. Drs. Ahwil Luthan, S.H., M.B.A., M.M. (Hubungan Luar Negeri)

2. Prof. Dr. Agus Surono, S.H., M.H. (Hukum Pidana)

3. Dr. Devie Rahmawati, CICS (Humas dan Komunikasi Sosial)

4. Prof. Dr. H. Ahmad Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M. (Hukum Perdata)

5. Prof. Dr. Ariawan Gunadi, S.H., M.H. (Hukum Bisnis dan Ekonomi)

6. Dr. Haryono Kuswanto, S.E., S.H., M.M., M.H., CLA., C.Med. (Hukum Pidana)

7. Prof. Dr. Yuddy Chrisnandi, S.H., S.E., M.M. (Transformasi Kelembagaan, Reformasi Birokrasi, dan Sumber Daya Manusia)

8. Adithya P. Winata (Pemberdayaan Generasi Muda)

9. Choirul Anam, S.E., S.H., M.E., Ak., Ph.D., CA., ChFA., CIISA., CHRA., CSBA., CLA. (Keuangan dan Ekonomi)

10. Enday Hidayat, S.H. (Sosial dan Pendidikan)

11. Prof. Drs. Adrianus Eliasta Meliala, M.Si., M.Sc., Ph.D. (Kriminologi)

12. Prof. Dr. Achmad Tjachja Nugraha, S.P., M.P., PIA., CACP., CH., CHt. (Kelembagaan dan Tata Negara)

13. Prof. Apt. Dr. rer. nat. I Made Agus GelGel Wirasuta, M.Si. (Psikologi Forensik dan Biofarmasi)

14. Sukmo Harsono, S.E., M.M. (Perencanaan dan Lembaga)

Melalui pengukuhan ini, BNN menegaskan komitmen War on Drugs for Humanity, yakni pendekatan seimbang antara penindakan tegas terhadap sindikat narkoba dan pendekatan humanis kepada korban penyalahgunaan, dengan dukungan pemikiran dari berbagai bidang keahlian Kelompok Ahli demi perlindungan masa depan generasi bangsa.


BINs

#warondrugsforhumanity

BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN

Minggu, 25 Januari 2026

Memahami Intelijen Media Sosial: Mengapa Berinvestasi Sekarang?


Bayangkan Anda mengelola akun media sosial merek Anda, tetapi Anda melihat penurunan jumlah tayangan postingan. Meskipun telah mencoba setiap tren baru, memposting konten berkualitas tinggi, dan bahkan mempekerjakan tim kreatif, postingan Anda masih perlu mengejar targetnya.  

Dan kemudian Anda menemukan sesuatu yang mengubah permainan Anda — kecerdasan media sosial! Dan penemuan ini membantu merek Anda untuk membuat keputusan yang lebih tepat, meningkatkan hubungan pelanggan, dan tetap unggul dari pesaing.  

Kecerdasan media sosial memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti untuk mengambil keputusan yang tepat dan berdampak. Studi menunjukkan bahwa sekitar 80% konsumen membuat keputusan pembelian berdasarkan postingan teman mereka di media sosial. Jadi, jika Anda adalah merek yang mencoba tumbuh dan menentukan posisi Anda di pasar, Anda harus menggunakan kecerdasan media sosial untuk menyesuaikan konten sosial Anda sehingga lebih banyak teman yang membagikan postingan Anda. 

Dalam artikel ini, kita akan mendefinisikan intelijen media sosial dan manfaatnya. Kita juga akan menjelaskan cara mengumpulkan intelijen media sosial dan alat-alat penting untuk membantu Anda dalam prosesnya.  

Apa itu intelijen media sosial?  

Intelijen media sosial adalah penggunaan data dari platform media sosial, seperti Facebook, X (sebelumnya Twitter), dan Instagram, untuk mendapatkan wawasan yang dapat ditindaklanjuti tentang opini publik, perilaku pelanggan, tren pasar, dan aktivitas pesaing.  
 
Pada intinya, intelijen media sosial melibatkan empat komponen utama: 

·         Pemantauan: Alat intelijen media sosial dapat membantu Anda terus melacak apa yang dikatakan tentang merek Anda di media sosial. Anda dapat memantau penyebutan, kata kunci, atau tren di media sosial secara online untuk membuat keputusan yang lebih tepat. 

·         Pengumpulan data: Alat intelijen media sosial mengumpulkan data dari berbagai platform media sosial. Mulai dari profil pengguna dan unggahan hingga suka, berbagi, dan komentar, alat-alat ini mengumpulkan semua yang dibutuhkan merek Anda untuk meningkatkan jangkauan media sosialnya. 

·         Analisis data : Ini melibatkan pemisahan data yang terkumpul dan pengelompokannya ke dalam kategori sehingga dapat digunakan untuk mengidentifikasi pola, tren, dan sentimen. Alat intelijen media sosial dapat menguraikan data yang terkumpul menjadi wawasan yang bermakna.

·         Wawasan yang dapat ditindaklanjuti: Ini melibatkan transformasi temuan media sosial menjadi strategi praktis yang dapat membantu merek Anda berkembang. Baik itu meningkatkan layanan pelanggan atau meluncurkan kampanye pemasaran digital baru, intelijen media sosial membantu menciptakan cetak biru untuk kesuksesan bisnis.  

Bacaan Terkait: Intelijen Bisnis Media Sosial: Cara Menggunakannya 

Apa perbedaan antara intelijen media sosial, mendengarkan media sosial, dan pemantauan media sosial? 

Intelijen media sosial, mendengarkan media sosial , dan pemantauan media sosial mungkin terdengar mirip, tetapi ada beberapa perbedaan yang jelas di antara ketiganya. Berikut beberapa perbedaan utamanya:     

 

Intelijen media sosial 

Pemantauan media sosial 

Pemantauan media sosial 

Definisi 

Merujuk pada keseluruhan proses pengumpulan dan analisis data media sosial untuk menarik kesimpulan yang dapat ditindaklanjuti. 

Mencakup praktik yang lebih luas dalam menganalisis percakapan seputar merek, industri, atau topik tertentu. 

Melacak penyebutan merek, produk, dan layanan Anda atau kata kunci spesifik domain di media sosial dan menemukan percakapan terkait. 

Tujuan 

Membantu Anda membuat keputusan bisnis yang tepat mengenai pengembangan produk, segmentasi pasar, analisis kompetitif, dan banyak lagi. 

Membantu dalam mengumpulkan informasi tentang perilaku pelanggan di media sosial dan mengidentifikasi peluang. 

Ini digunakan untuk identifikasi penyebutan merek secara real-time, pertanyaan pelanggan, dan kebutuhan manajemen krisis media sosial . 

Fokus 

Dapatkan wawasan bisnis yang dapat ditindaklanjuti dengan menganalisis data media sosial dan data dari sumber lain secara cermat. 

Pahami tren keseluruhan, wawasan pelanggan, dan sentimen dalam industri ini. 

Lacak penyebutan terkait merek secara real-time untuk membantu perusahaan Anda memberikan respons segera. 

Contoh 

Sebuah merek fesyen dapat menggunakan intelijen media sosial untuk menganalisis strategi pesaingnya, seperti penawaran terbatas waktu atau kolaborasi dengan influencer. 

Produsen otomotif dapat mengukur minat konsumen (seperti preferensi terhadap fitur-fitur tertentu seperti mobil otonom) dengan menggunakan pemantauan media sosial sebelum mengembangkan mobil baru. 

Agen perjalanan dapat memantau penyebutan pembatalan atau penundaan penerbangan dari maskapai tertentu untuk memberi tahu pelanggannya. 

Untuk apa intelijen media sosial digunakan?  

Meskipun intelijen media sosial dapat digunakan untuk berbagai alasan, pada intinya, ada empat kegunaan penting: 

Aplikasi bisnis

Intelijen media sosial membantu bisnis melakukan riset pasar. Perusahaan dapat memahami sentimen, preferensi, dan perilaku konsumen untuk menyempurnakan pengembangan produk dan strategi pemasaran. Mereka juga dapat mengelola reputasi merek dengan mengidentifikasi potensi krisis, mengukur sentimen merek, dan mengambil tindakan korektif. 

Keamanan dan penegakan hukum

Intelijen media sosial membantu lembaga keamanan dan penegak hukum dalam mengidentifikasi potensi ancaman, seperti serangan siber atau kerusuhan sosial, dengan memantau percakapan daring. Hal ini juga membantu menganalisis data media sosial untuk memprediksi titik rawan kejahatan dan mengalokasikan sumber daya secara efektif (seperti personel dan peralatan). 

Kebijakan publik dan tata kelola 

Intelijen media sosial membantu pemerintah memperkirakan opini publik tentang kebijakan dan inisiatif. Hal ini juga dapat memberikan wawasan tentang reaksi publik selama krisis untuk membantu mengembangkan strategi respons yang tepat. Pemerintah dapat mengidentifikasi isu-isu yang muncul dan kekhawatiran publik untuk merumuskan kebijakan yang lebih baik.  

Pertimbangan etis 

Intelijen media sosial membantu organisasi mengidentifikasi dan melawan penyebaran informasi palsu melalui penggunaan data yang bertanggung jawab dan etis. Hal ini dapat membantu merek tetap relevan dan tidak terpengaruh oleh bias media sosial. 

Manfaat menggunakan kecerdasan media sosial 

Analisis media sosial dapat membantu merek berkembang pesat jika digunakan dengan benar. Dengan memanfaatkan sejumlah besar data yang dihasilkan di platform media sosial secara tepat, bisnis dapat memperoleh wawasan berharga tentang perilaku pelanggan, tren pasar, dan persepsi merek. Berikut adalah manfaat utamanya:  

·         Mengumpulkan wawasan yang jujur: Media sosial adalah sumber yang sangat baik untuk mendapatkan umpan balik pelanggan yang tidak disaring . Bagaimana caranya? Dengan mendengarkan percakapan dan melacak interaksi, Anda dapat memperoleh wawasan tentang bagaimana pelanggan memandang produk Anda, dan kendala apa pun yang mereka hadapi. Misalnya, pengecer pakaian dapat menggunakan informasi media sosial untuk mengumpulkan umpan balik yang jujur ​​tentang topik terkait produk, seperti keragaman ukuran atau penggunaan bahan ramah lingkungan. 

·         Memahami pelanggan Anda: Terdapat lebih dari 5 miliar pengguna media sosial di seluruh dunia. Intelijen media sosial dapat membantu Anda memanfaatkan data ini untuk menganalisis demografi, minat, dan perilaku daring. Hal ini memungkinkan Anda untuk memahami kebutuhan dan kesukaan pelanggan Anda, yang pada gilirannya dapat membantu Anda menganalisis target audiens Anda secara tepat. 

Mengelola krisis secara efektif: Unggahan media sosial seringkali memicu komentar negatif dari pengguna. Namun, ada cara untuk mengatasinya. Dengan menggunakan social listening , merek dapat mengidentifikasi insiden yang tidak diinginkan dan mengatasi masalah sebelum memburuk. Lihat bagaimana Microsoft menangani keluhan pengguna ketika menghadapi pemadaman global. CEO Satya Nadella segera memposting tanggapan di X (sebelumnya Twitter) untuk meyakinkan pelanggan bahwa Microsoft sedang berupaya menyelesaikan masalah tersebut dengan cepat.  

*Satya Nadella

DEDIKASIKAN DIRI DALAM PENGABDIAN DAN PENEGAKAN HUKUM, KEPALA BNN RI RESMI MENYANDANG GELAR DOKTOR KEHORMATAN

Jakarta - Sidang terbuka Senat Universitas Tarumanagara yang digelar pada Sabtu (31/1), di Auditorium Universitas Tarumanagara, Jakarta Ba...