Bhayangkara Indonesia News
Menjunjung Kebenaran, Keadilan Dan Kemanusiaan
Senin, 05 Oktober 2026
Sabtu, 03 Oktober 2026
Presiden Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto dan Wahyu Hadiningrat sebagai Kapolri dan Wakapolri
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto
melantik Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian
Negara Republik Indonesia (Kapolri) dan Komisaris Jenderal Polisi Wahyu
Hadiningrat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia
(Wakapolri) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (01/10/2026).
Pelantikan Suyudi Ario Seto dan
Wahyu Hadiningrat berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor
96/POLRI Tahun 2026 dan 97/POLRI Tahun 2026 Tentang Pemberhentian dan
Pengangkatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia serta Wakil Kepala
Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Suyudi turut mendapat kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Jenderal Polisi. Selanjutnya, Suyudi akan langsung bertugas sebagai Kapolri untuk menggantikan Kapolri sebelumnya, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.
Sumber: BPMI Setpres
Jumat, 02 Oktober 2026
Selamat atas dilantiknya Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., M.H., Dudung Abdurachman sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI.
Selamat atas dilantiknya Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung
Abdurachman, S.E., M.M., M.H., Dudung Abdurachman
sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI.
Semoga amanah dalam mengemban tugas dan tanggung jawab, serta
senantiasa diberikan kelancaran dalam memperkuat koordinasi di bidang politik
dan keamanan demi menjaga stabilitas nasional dan mewujudkan Indonesia yang
aman, damai, adil dan makmur.
Kamis, 01 Oktober 2026
Rabu, 30 September 2026
Anggota Koramil Mngamankan Pasukan Banteng Raider Tanpa Tembakan Setelah Peristiwa G 30 S/PKI
Kisah Pensiunan Peltu
Adi Somad saat mengamankan anggota Banteng Raiders yang terlibat gerakan di
Tambun Bekasi.
4 Oktober 1965//
Pelda Edi Somad baru
saja tiba di kantor Koramil Tambun pagi itu, sepeda baru saja ia sandarkan
belum sempat ia menuju ruang kerja.
"Pak, coba di cek
di dekat sawah itu ada pasukan ga Jelas!...anggota terima laporan tadi
pagi!", itu suara Komandan Koramil Tambun yang tiba tiba berdiri didepan
pak Edi Somad muda.
"Siap pak..segera
kerjakan!"
Keluar kembali lah pak
Edi Somad menuju sebrang kantor Koramil.
Ya sebrang Koramil
Tambun memang perkampungan penduduk yang masih di kelilingi sawah dan kebun.
Pelda Edi Somad menggoes sepeda dinasnya dengan tanya berkecamuk....
"Pasukan apa? ada
apa ko pasukan ada di sana?...pasukan mana itu?".
Pertanyaan yang ada di
Kepala Edi Somad itu terus saja ada di kepala veteran pertempuran 45 ini.
Sampai tiba di lokasi
dekat kampung....
"Angkat
tangan!...turun kan senjata!", terdengar suara bentakan dari sekeliling
Edi Somad yang masih mengayuh sepeda dinasnya.
Pak Edi Somad baru
sadar ia di kepung ratusan pasukan berbaju loreng dengan senjata otamatis!
Tanpa pikir panjang pak
Edi menurut perintah pasukan itu, saat itu memang pak Edi Somad hanya membawa
senjata Laras panjang model lama.
Saat dilihatnya pasukan
itu berjumlah ratusan dengan senjata lengkap namun terlihat oleh pak Edi Somad
bahwa mereka kelelahan yang sangat tampak dari muka dan pakaian mereka yg
lusuh.
Saat itu pak Edi bicara
dari hati ke hati dengan para pasukan itu.
"Bapak bapak, kita
sama sama prajurit bawahan, saya tahu bapak semua lelah dan belum makan,
bagaimana kalo kita ke markas Koramil dulu nanti di sana kita sediakan makan
dan tempat bapak bapak beristirahat", sembari membujuk m Edi Somad berujar
ke pada pasukan. Tak ia kenal ini walau dalam hati pak Edi menghitung jika
melawanpun percuma.
"Lah personil
Koramil Tambun berapa sih terus senjata kita cuma karaben tua...mereka punya AK
dan ada yg bawa bazoka..hahahaha", ujar pak Edi Somad pada saya....
Maka setelah di bujuk
dan di yakinkan pasukan yang hampir berjumlah 600 orang itu mau datang ke
kantor Koramil Tambun yang saat itu adalah gedung tua bekas Tuan Tanah Cina.
Saat ini gedung Koramil Tambun itu dikenal sebagai gedung Juang Tambun.
Dan mujurnya lagi
pasukan yang saat itu pak Edi Somad tak tahu pasukan apa, mereka mau
menyerahkan senjata mereka dan di kumpulkan jadi satu lali di taruh dalam satu
ruangan yang di kunci.
Saat pasukan yang
belakangan di ketahui adalah pasukan Yon 454 dari Jawa Tengah ini sudah kumpul
di Koramil maka anggota Koramil Tambun membantu menyiapkan makan dan tempat
tidur buat mereka.
"Komandan nyuruh
saya cari Beras, minyak atau lauk pauk dari pasar Tambun dan yang masak
penduduk sekitar Koramil, rokok kita kumpulin dari pedagang buat pasukan
itu", tutur pak Edi Somad lagi.
Sampai bis penjemput
dari Kodam V datang untuk membawa pasukan ini ke Jakarta.
Jadi dengan demikian sangat besar jasa personil Koramil Tambun yang bisa "mengamankan" pasukan Benteng Raiders tanpa melepas tembakan sama sekali.
Seperti di kisahkan almarhum Pelda. Anumerta Edi Somad pada saya
tahun 2018 silam
*Benrus
Selasa, 29 September 2026
Pemerintah Akan Tindak Tegas Kejahatan Karhutla
Jakarta - Pemerintah melalui
Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla menegaskan bahwa penegakan hukum
terhadap karhutla dilakukan secara tegas, cepat dan terpadu. Hingga saat ini,
Bareskrim Polri menyatakan terdapat 245 laporan polisi, 96 korporasi yang
diproses, dan 196 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Penanganan tidak
hanya menyasar pelaku pelanggaran di lapangan, tetapi juga korporasi pengelola
lahan. (29/9)
Karo Humas, Data, dan Informasi
Kemenko Polkam Brigjen TNI Honi Havana menyampaikan arahan Menko Polkam Jenderal
TNI (Purn.) Djamari Chaniago selaku Ketua Pengarah Desk Koordinasi
Penanggulangan Karhutla, agar proses hukum dilakukan secara tegas, cepat, dan
tidak berlarut-larut. Kebakaran yang berulang di lokasi yang sama harus
didalami untuk memastikan pertanggungjawaban perorangan maupun korporasi.
Penegakan hukum dilakukan secara berlapis melalui instrumen pidana, perdata,
dan sanksi administratif guna memberikan efek jera dan mencegah karhutla
berulang.
Dari sisi penegakan hukum,
Kementerian Kehutanan memproses 46 subjek hukum secara pidana di 10 provinsi
dan menjatuhkan sanksi administratif kepada 26 subjek hukum. Sementara itu,
Kementerian Lingkungan Hidup telah mengawasi dan menyegel 57 badan usaha yang
terkait dengan sekitar 34.636 hektare lahan terbakar. ATR/BPN berkomitmen
melakukan verifikasi terhadap konsesi dan area terbakar sebagai dasar penerapan
sanksi administratif terhadap HGU sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemerintah bersama seluruh unsur
terkait terus mengoptimalkan pemadaman, mitigasi dampak, dan penegakan hukum
terpadu. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan karhutla dapat ditangani
secara efektif, masyarakat terlindungi, serta pelanggaran pembakaran hutan dan
lahan dapat dicegah agar tidak kembali terjadi.
Senin, 28 September 2026
Sebagai bentuk transparansi kinerja, Kemenko Polkam mengumumkan Laporan Pagu Realisasi Belanja yang dapat dilihat secara lengkap pada link https://ppid.polkam.go.id/informasi-berkala/
Kemenko
Polkam berkomitmen mendukung penanganan permasalahan di bidang politik dan
keamanan dalam rangka memperkuat stabilitas polkam, serta mendorong
transformasi pelayanan publik, dan tata kelola pemerintahan yang baik.
Untuk mengetahui Ringkasan Program Strategis
Kemenko Polkam, silakan scan barcode di atas.
#KemenkoPolkam
Minggu, 27 September 2026
Kapolri Hadiri Ngaji Kebangsaan Di Rembang
Rembang - Kapolri Jenderal
Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.,
menghadiri ‘Ngaji Kebangsaan’ bersama KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha
di i Pondok Pesantren LP3IA Narukan, Kragan, Kabupaten Rembang, Sabtu (26/9).
Kegiatan tersebut diikuti secara hybrid oleh sekitar 700 peserta secara
langsung, terdiri dari 300 santri dan 400 personel Polri dari sejumlah wilayah
sekitar Rembang. Secara daring, kegiatan diikuti 41.449 personel Polri dari 36
Polda dan 517 Polres jajaran.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menekankan pentingnya menjaga sinergi antara ulama dan umara dalam dalam menjaga persatuan serta membangun Indonesia. “Ulama adalah ibarat lentera yang menerangi dalam kegelapan, menunjukkan jalan, sekaligus memberikan doa agar Polri senantiasa diberikan perlindungan dalam menghadapi berbagai tantangan dan bahaya, serta tetap mampu menjaga kepercayaan masyarakat,” tutur Kapolri.
*Mas Polri
Sabtu, 26 September 2026
Presiden Prabowo Dorong Pengelolaan Gambut Berbasis Sains, Libatkan Ilmuwan hingga Masyarakat Desa
Jakartra - Presiden Prabowo
Subianto berdiskusi bersama para sejumlah akademisi dan pakar membahas
pengelolaan serta penanganan lahan gambut di Indonesia. Dalam diskusi yang
berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (24/09/2026), pembahasan
terkait dengan strategi berbasis riset dalam mencegah dan menangani kebakaran
gambut.
Dalam keterangannya,
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian
Yuliarto menyampaikan bahwa pelibatan para ilmuwan merupakan bagian dari upaya
memperkuat kebijakan pengelolaan gambut berbasis pengetahuan dan hasil
penelitian. Pada pertemuan tersebut, Presiden Prabowo memutuskan pembentukan
Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN).
"Bapak Presiden
menyetujui karena berdasarkan pengalaman para ilmuwan ini ternyata memang
keberadaan badan tersebut sangat penting. Data-data, kemudian izin-izin
pengelolaan-pengelolaan yang dilakukan oleh satu lembaga itu akan sangat
memudahkan, termasuk pada akhirnya untuk berbagai pencegahan dan lain-lainnya
itu akan dapat dilakukan dengan mudah," jelasnya.
Presiden Prabowo, kata
Mendiktisaintek, turut mengarahkan agar badan tersebut diperkuat dengan
dukungan para ilmuwan dan saintis. Pengelolaan gambut akan didukung pemetaan
yang lebih komprehensif untuk mengidentifikasi karakteristik dan potensi lahan,
termasuk menentukan kawasan yang sesuai untuk budidaya tanaman, perikanan,
maupun pemanfaatan lainnya.
"Kemudian juga tadi
disampaikan berbagai pengetahuan dan praktek-praktek baik kearifan lokal itu
Bapak Presiden menyampaikan agar bisa digunakan sebagai referensi utama untuk
nantinya bagaimana pengelolaan dan penanganan lahan gambut itu bisa dilakukan
secara optimal," katanya.
Dalam penanganan
kebakaran, Presiden turut mendorong penguatan kembali pendekatan berbasis desa
dan masyarakat melalui masyarakat peduli api (MPA). Berdasarkan laporan hasil
kajian yang disampaikan para ahli, masyarakat yang berada paling dekat dengan
lokasi kejadian memiliki peran penting dalam melakukan respons awal secara
cepat dan efektif.
"Tadi juga beberapa
praktek baik disampaikan oleh para ilmuwan seperti membangun pompa yang cepat,
bagaimana hitungan ketika penanganan dilakukan melalui udara dan sebagainya
yang semuanya Bapak Presiden sangat menyambut baik agar hal-hal tadi bisa
nantinya dijadikan sebagai referensi sekali lagi untuk badan yang akan segera
dibentuk," lanjut Brian.
Aspek edukasi turut
menjadi perhatian, termasuk melalui sekolah dan pengembangan kurikulum mengenai
pentingnya menjaga lahan gambut serta mencegah kebakaran. Lebih lanjut, menurut
Brian, Presiden meminta agar riset, penelitian, dan kajian mengenai gambut
terus dilanjutkan untuk mendukung pengelolaan lahan gambut Indonesia secara
optimal.
"Intinya ke depan
lahan gambut di Indonesia yang jumlahnya lebih dari 33 juta hektare itu bisa
dioptimalkan, bisa dimanfaatkan. Di satu sisi dia memproduksi sesuatu yang
cocok tetapi di sisi lain yang jauh lebih penting adalah dengan adanya
pengelolaan maka pencegahan itu bisa dilakukan dengan lebih baik,"
tandasnya.
(BPMI Setpres)
Jumat, 25 September 2026
BNN PERKUAT SINERGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KAWASAN RAWAN NARKOBA LOMBOK TIMUR
Jakarta - Setelah sebelumnya
memperkuat sinergi penanganan kawasan rawan narkoba melalui program
pemberdayaan alternatif di Jawa Barat, Badan Narkotika Nasional (BNN)
melanjutkan langkah serupa di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Upaya
tersebut diwujudkan melalui Rapat Kerja Sinergi Stakeholder Kawasan Rawan
Narkoba di Jerowaru yang digelar secara virtual dari Gedung Tan Satrisna BNN,
Cawang, Jakarta Timur, Kamis (24/9), sebagai forum untuk menyamakan persepsi
dan menyusun langkah bersama dalam memberdayakan masyarakat di kawasan rawan
narkoba.
Direktur Pemberdayaan Alternatif
Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN, Edi Swasono, menegaskan bahwa
penanganan narkoba tidak cukup hanya melalui upaya penindakan, tetapi perlu
diperkuat dengan pencegahan dan pemberdayaan masyarakat. Rapat kerja tersebut
melibatkan unsur pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pemerintah desa,
dunia usaha, akademisi, serta tokoh masyarakat, agama, dan pemuda. Berdasarkan
pemetaan BNN, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada 2026 memiliki 104 kawasan rawan
narkoba, terdiri atas 6 kawasan berstatus bahaya dan 98 berstatus waspada.
Sementara itu, Kabupaten Lombok Timur memiliki 13 desa/kelurahan rawan narkoba,
dengan rincian 1 berstatus bahaya dan 12 berstatus waspada.
Jerowaru menjadi salah satu
wilayah yang mendapat perhatian melalui program pemberdayaan alternatif dengan
mengembangkan potensi lokal sebagai kegiatan ekonomi yang legal, produktif, dan
berkelanjutan. Hasil pemetaan potensi di Lombok Timur mencakup budi daya ikan
air tawar, perbengkelan dan pengelasan, pengelolaan wisata mangrove, serta
pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), antara lain pengolahan
hasil laut, produk pertanian, kerajinan, kuliner lokal, dan produk wisata.
Program tersebut merupakan
tindak lanjut pemetaan potensi sumber daya manusia dan alam yang dilaksanakan
pada Februari 2026. Tahap berikutnya diarahkan pada pelaksanaan Bimbingan
Teknis (Bimtek) Life Skill bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan
sekaligus membuka peluang kerja dan usaha mandiri. BNN juga mendorong penguatan
pendampingan masyarakat, pengembangan kewirausahaan, pemasaran produk, dukungan
sarana dan prasarana, serta penguatan regulasi daerah terkait Pencegahan dan
Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Melalui sinergi lintas sektor tersebut, BNN berharap program pemberdayaan alternatif dapat berlanjut dari tahap pelatihan hingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kolaborasi dan komitmen bersama diharapkan mampu mendorong masyarakat Jerowaru semakin mandiri, produktif, dan sejahtera, sekaligus mewujudkan lingkungan yang sehat dan bersih dari narkoba.
BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN
Kamis, 24 September 2026
Kapal Induk Milik TNI AL Resmi Bernama KRI Sriwijaya - 100
Jakarta - Kapal induk eks
Angkatan Laut Italia ITS Giuseppe Garibaldi akhirnya tiba di Indonesia dan
bersandar di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat
(18/9). Kedatangan kapal yang nantinya menjadi kapal induk pertama Indonesia
ini menjadi perhatian karena untuk pertama kalinya TNI Angkatan Laut akan
memiliki kapal dengan kemampuan mengoperasikan pesawat dan helikopter dari atas
geladaknya.
Kapal tersebut sebelumnya
direncanakan menggunakan nama KRI Gajah Mada. Namun, TNI AL kemudian memastikan
kapal induk tersebut akan diberi nama KRI Sriwijaya. Proses serah terima
sekaligus pergantian bendera dari Italia menjadi Indonesia dijadwalkan pada 24
September 2026.
Sebelum resmi menjadi KRI
Sriwijaya, kapal ini masih berstatus ITS Giuseppe Garibaldi dengan nomor
lambung C551. Kapal tersebut diberikan Pemerintah Italia kepada Indonesia
melalui skema hibah antarpemerintah.
Kapal
berangkat dari Taranto, Italia, pada 24 Agustus 2026 dan menempuh perjalanan
sekitar 6.870 mil laut menuju Indonesia. Rute pelayaran melewati Terusan Suez,
Laut Merah dan Samudra Hindia sebelum memasuki wilayah Indonesia melalui ALKI
I. Saat tiba di perairan Indonesia, kapal dikawal oleh dua kapal perang TNI AL,
yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321.
Lantas, seperti apa spesifikasi kapal induk yang akan menjadi bagian dari
armada TNI AL tersebut?
Dibangun
sejak akhir 1970-an
Giuseppe Garibaldi merupakan
kapal perang yang dibangun Italia di galangan Cantieri Navali di Monfalcone.
Pembangunannya dimulai pada 20 Februari 1978 dan kapal diluncurkan pada 4 Juni
1983.
Kapal ini memiliki panjang 180,2
meter. Lebarnya mencapai 23,4 meter pada garis air dan 30,4 meter pada bagian
dek penerbangan. Sementara itu, panjang dek penerbangannya mencapai 173,8
meter.
Untuk perpindahan atau
displacement, Giuseppe Garibaldi tercatat sekitar 13.850 ton. Kapal memiliki
sarat air 6,7 meter. Data tersebut berasal dari spesifikasi resmi Angkatan Laut
Italia.
Dengan ukuran tersebut, kapal ini tergolong cukup besar untuk menjalankan
berbagai misi di laut, mulai dari operasi militer hingga misi kemanusiaan dan
penanggulangan bencana.
Menggunakan
empat turbin gas
Untuk bergerak, kapal menggunakan
sistem Combined Gas and Gas (COGAG) dengan empat turbin gas FIAT/GE LM-2500.
Keempat turbin tersebut
menghasilkan tenaga sekitar 60.400 kilowatt atau hampir 81 ribu tenaga kuda.
Sistem penggeraknya terhubung ke dua poros dengan baling-baling fixed pitch.
Dengan mesin tersebut, kapal
dapat mencapai kecepatan maksimum sekitar 30 knot atau sekitar 56 kilometer per
jam.
Sementara untuk daya jelajah,
Giuseppe Garibaldi memiliki jangkauan sekitar 7.000 mil laut.
Bisa membawa pesawat dan helikopter
Bagian yang paling menarik dari
kapal ini tentu saja adalah kemampuan membawa wahana udara.
Menurut data resmi Marina
Militare Italia, Giuseppe Garibaldi dirancang untuk mengoperasikan sejumlah
helikopter, seperti EH101, SH90A dan AB212. Kapal tersebut juga sebelumnya
mampu mengoperasikan pesawat tempur STOVL AV-8B Plus Harrier II.
Konfigurasi air wing dapat
disesuaikan dengan kebutuhan misi. Data resmi Italia mencatat kapasitas sekitar
18 hingga 20 pesawat, tergantung jenis dan konfigurasi wahana yang dibawa.
Namun, setelah berada di Indonesia, pemanfaatannya akan disesuaikan dengan kebutuhan
TNI. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan kapal tersebut dapat
dioptimalkan untuk Operasi Militer Selain Perang atau OMSP, terutama dalam
penanggulangan bencana alam dan distribusi logistik ke wilayah terpencil.
Saat meninjau kapal pada 18
September, Menhan juga melihat langsung kemampuan flight deck yang dapat
mendukung mobilitas udara dan memungkinkan empat helikopter melakukan lepas
landas secara bersamaan dengan memanfaatkan fitur ski-jump.
Punya
sistem persenjataan
Sebagai kapal perang, Giuseppe
Garibaldi tidak hanya mengandalkan wahana udara yang dibawanya.
Data Marina Militare mencatat
kapal tersebut dilengkapi satu peluncur delapan sel untuk rudal antipesawat
Aspide. Selain itu, terdapat tiga sistem senjata DARDO yang menggunakan meriam
Breda 40/70.
Kapal juga dilengkapi sistem
pertahanan aktif dan pasif untuk menghadapi berbagai ancaman.
Meski begitu, nantinya kapal akan
menjalani pembenahan fisik dan mesin agar sesuai dengan kebutuhan operasional
TNI AL. Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan
proses tersebut dilakukan setelah kapal berada di Indonesia.
Mampu
membawa ratusan personel
Dari sisi personel, Giuseppe
Garibaldi dapat menampung sekitar 825 orang awak.
Jumlah tersebut mencakup personel
yang diperlukan untuk mengoperasikan kapal beserta sistem pendukungnya. Kapal
juga memiliki fasilitas komando dan pengendalian sehingga dapat berfungsi
sebagai pusat koordinasi dalam sebuah operasi.
Kemampuan tersebut menjadi salah
satu alasan kapal dapat dimanfaatkan bukan hanya untuk operasi pertahanan,
tetapi juga untuk misi kemanusiaan.
Bisa
menjadi kapal pendukung bencana
Menariknya, keberadaan KRI
Sriwijaya nantinya tidak hanya diarahkan untuk kepentingan tempur.
Kementerian Pertahanan menyebut
kapal tersebut akan dioptimalkan untuk OMSP, termasuk penanganan bencana alam
dan distribusi logistik. Dengan dek penerbangan dan kapasitas angkut yang
besar, kapal dapat menjadi salah satu sarana pendukung ketika terjadi bencana
di wilayah kepulauan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Fungsi tersebut cukup relevan
bagi Indonesia yang memiliki wilayah kepulauan luas dan kerap menghadapi
bencana seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor hingga erupsi gunung berapi.
Dari
Giuseppe Garibaldi menjadi KRI Sriwijaya
Setelah lebih dari empat dekade
digunakan oleh Italia, kapal ini kini memasuki babak baru bersama Indonesia.
Kapal mulai dibangun pada 1978
dan resmi diluncurkan pada 1983. Setelah puluhan tahun digunakan Angkatan Laut
Italia, kapal tersebut kemudian diberikan kepada Indonesia melalui skema hibah
antarpemerintah. Komisi I DPR RI sebelumnya telah menyetujui penerimaan hibah
satu unit kapal ITS Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Italia.
Kapal tiba di Tanjung Priok pada
18 September 2026. Namun, hingga 21 September 2026, kapal tersebut masih dalam
proses menuju status resmi sebagai KRI. Serah terima dan pergantian bendera
menjadi Merah Putih dijadwalkan berlangsung pada 24 September, sekaligus
mengukuhkan nama KRI Sriwijaya.
Dengan panjang lebih dari 180
meter, bobot sekitar 13.850 ton, kecepatan maksimum 30 knot dan kemampuan
mengoperasikan berbagai jenis pesawat maupun helikopter, KRI Sriwijaya akan
menjadi kapal dengan kemampuan yang berbeda dibandingkan sebagian besar kapal
perang yang selama ini dioperasikan TNI AL.
Kehadirannya juga membuka babak
baru bagi kemampuan TNI AL dalam menjalankan operasi di wilayah laut Indonesia,
termasuk ketika kapal perang tidak hanya dituntut untuk menjaga pertahanan,
tetapi juga hadir membawa bantuan saat terjadi bencana.
Sumber : Antara
-
Menjunjung Kebenaran, Keadilan Dan Kemanusiaan The Partnership Building Of Divkum Polri PEMBINA Irjen.Pol. ( Purn )DR. Asep J Ahm...
-
Gilimanuk - Suasana antrean pemudik di Terminal Cargo tampak lebih nyaman setelah Brimob Gilimanuk melakukan penyiraman area menggunakan mob...












