Polkam, Sentul - Menteri
Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.)
Djamari Chaniago menekankan dilaksanakannya peningkatan kualitas latihan dan
disiplin dalam penyiapan dan pelaksanaan tugas pasukan perdamaian TNI yang akan
diberangkatkan ke wilayah misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hal tersebut
disampaikannya saat Rapat Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian dilanjutkan
dengan memberikan arahan kepada 742 prajurit Satgas Kontingen Garuda (Satgas
Konga) UNIFIL yang akan berangkat ke Lebanon pada akhir Mei mendatang di Pusat
Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Jawa Barat, Senin (11/5/2026).
Sebagai Pengarah Tim Koordinasi
Misi Pemeliharaan Perdamaian (TKMPP), Menko Djamari menyampaikan pengalamannya
saat ditugaskan dalam misi perdamaian di UNEF II (Sinai) pada sekitar tahun
1974. Dikatakannya bahwa pada misi tersebut dan selama 63 tahun terlibat dalam
PKO, Pasukan Pemeliharaan Perdamaian Indonesia selalu diapresiasi sebagai salah
satu pasukan terbaik di PBB.
Pada kesempatan itu, Menko
Djamari menekankan bahwa keterampilan, kemampuan, dan kedisiplinan merupakan
hal utama dalam menjalankan misi perdamaian ini. Karenanya, latihan adalah
kesejahteraan paling utama bagi para prajurit. Dengan latihan yang optimal,
tugas dan sasaran dapat dicapai dengan efektif sebagai kebahagiaan terbesar
bagi setiap prajurit.
"Latihan yang keras adalah
bentuk kesejahteraan yang diberikan kepada para prajurit. Karena dengan latihan
keras dan disiplin maka prajurit kita bisa melaksanakan tugas dengan baik, pada
saat dia melaksanakan tugas dengan baik maka itulah kebanggaan untuk mereka
sehingga akan dapat kehormatan, promosi, bahkan bangsanya akan memberikan
apresiasi," kata Menko Djamari.
Menko Polkam juga menyampaikan
keinginan kuat Presiden Prabowo untuk meningkatkan reputasi Indonesia melalui
capaian yang optimal dari Pasukan Pemeliharaan Perdamaian yang disiapkan di
PMPP TNI, di antaranya dengan peningkatan jumlah pasukan dan duduknya Perwira
TNI sebagai Force Commander.
Di tempat terpisah saat
memberikan arahan kepada para prajurit, Menko Polkam Djamari Chaniago
menyampaikan salam dan perhatian Presiden kepada seluruh prajurit yang akan
menjalankan misi perdamaian dunia. Ia menekankan bahwa tugas yang diemban para
prajurit merupakan amanat konstitusi untuk turut menjaga ketertiban dunia
sekaligus membawa kehormatan bangsa Indonesia di kancah internasional.
“Kalian sekarang mengemban tugas
negara untuk turut serta menciptakan perdamaian dunia. Di pundak kalian ada
bendera Merah Putih dan baret biru PBB. Betapa besar kepercayaan dan harapan
bangsa ini kepada kalian,” ujar Djamari Chaniago.
Ia juga mengingatkan seluruh
prajurit agar senantiasa menjunjung tinggi disiplin dan mematuhi seluruh aturan
selama bertugas di daerah operasi. Menurutnya, setiap tindakan prajurit akan
berdampak langsung terhadap nama baik Indonesia di mata dunia.
“Jangan sekali-kali lengah.
Ketidakpatuhan bukan hanya berdampak pada keselamatan, tetapi juga pada nama
baik bangsa. Beban itu ada di pundak kalian,” tegasnya.
Menutup arahannya, Menko Polkam
menekankan bahwa dalam pelaksanaan tugas, para prajurit dituntut untuk siap
berkorban demi tugas mulia yang diamanatkan negara.
“Saya ucapkan selamat bertugas,
pasang di benakmu bahwa dalam tugas negara ini menuntut adanya pengorbanan.
Katakan bahwa saya tidak mau mati tanpa saya tahu untuk apa saya mati. Artinya,
pahami tujuan pengorbananmu adalah untuk bangsa Indonesia dan korbankan apa pun
untuk tujuan itu," tegas Menko Polkam berapi-api.
Sementara itu, Menteri Luar
Negeri RI Sugiono dalam sambutannya menyampaikan bahwa rakor ini sangat baik
dan penting khususnya terkait perkembangan situasi prajurit yang sedang
bertugas dalam misi perdamaian. Menurutnya, rakor ini tidak boleh hanya menjadi
rutinitas di tengah perkembangan geopolitik yang dinamis dan medan penugasan
yang penuh dengan tekanan.
"Kemenlu akan terus
melaksanakan upaya-upaya koordinasi dan kerja sama untuk meningkatkan misi
perdamaian sebagai bagian dari amanat konstitusi dan reputasi negara,"
kata Sugiono.
Kepada para prajurit, Sugiono
juga berpesan agar menyiapkan dan melaksanakan tugas dengan baik, ikhlas, dan
dengan penuh semangat serta keyakinan, bahwa yang dikerjakan dapat membawa nama
baik bangsa dan negara di mata dunia serta akan mengangkat reputasi Indonesia
di dunia internasional.
"Tempat kalian ditugaskan
adalah tempat yang tidak damai sama sekali dan penuh dengan risiko. Artinya,
kemampuan dan keterampilanmu sebagai prajurit harus disiapkan dan digunakan
dengan sebaik-baiknya," kata Menlu Sugiono sembari meyakinkan para
prajurit bahwa apa yang akan dikerjakan akan bermanfaat untuk membawa nama baik
bagi bangsa dan negara Indonesia.
Pada kunjungan kerja tersebut,
Menko Polkam dan Menlu didampingi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI
(Purn.) Dudung Abdurachman, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional
(PPN) Febrian Alphyanto Ruddyard, Sesmenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan,
Wakabin Komjen Pol Imam Sugianto, Dirjen Strahan Kemhan Letjen TNI Agus Widodo,
Komandan PMPP TNI Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan, Kadiv Hubungan
Internasional Polri Irjen Pol. Amur Chandra, perwakilan Kementerian Hukum,
perwakilan Kementerian Keuangan, Deputi II Kemenko Polkam Muhammad K. Koba, dan
para Deputi Polkam serta para pejabat lainnya.
*Kemenko Polkam RI












