Minggu, 09 Agustus 2026

OVERSTEE IGNATIUS SLAMET RIYADI

Slamet Riyadi Komandan Divisi Panembahan Senopati Solo yang memimpin Serangan Umum Kota Solo.

Serangan besar besaran ke dalam kota Solo selama 4 hari 4 malam ini meruntuhkan ego dan "pd" tentara Belanda bahkan hingga ke komadan Brigade mereka!

Tentara Belanda di Solo tak akan menyangka mereka di kunci dan tak bisa begerak dalam pertempuran besar selama hampir seminggu.

Dalam catatan komadan Brigade Belanda Kolonel Van Ohl, bahkan mereka berfikir pemimpin dan pengatur serangan adalah lulusan sebuah akademi militer! karena saking cedik dan rapinya serangan mereka ke dalam kota Solo.

Saat upacara serah terima kota Solo dari pihak Belanda ke TNI, Kolonel Van Ohl terhenyak karena ia tak menyangka sang inpirator dan pemimpin serangan pada pasukan nya masih sangat muda bahkan seusia anaknya.

Tampak Overste Slamet Riyadi saat upacara serah terima kota Solo dari Tentara Kerajaan Belanda ke Tentara Nasional Indonesia tanggal 12 November 1949.

 

*Memperingati Serangan Umum Kota Solo 7 - 10 Agustus 1949 


 

Transformasi Pengelolaan Sampah Jakarta di TPST Bantargebang

Jakarta - 7 Agustus 2026 TPST Bantargebang menerima kunjungan Wamenko Bidang Pangan RI Bapak Hanif Faisol Nurofiq dan jajaran. Kunjungan ini bukan sekedar pemantauan biasa, melainkan langkah untuk menyelaraskan visi besar mengenai pengelolaan sampah Jakarta.

Didampingi oleh Kepala Unit Pengelola Sampah Terpadu Agung Pujo Winarko, ada beberapa hal yang menjadi concern kunjungan hari ini yaitu beliau mengapresiasi implementasi kebijakan bahwa sejak 1 Agustus 2026 TPST Bantargebang hanya menerima sampah residu, sebagai langkah penting menuju pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. selanjutnya pengelolaan sampah dikaitkan dengan ketahanan pangan, pesan utama yang diangkat adalah bahwa pengelolaan sampah bukan semata isu lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan ketahanan pangan melalui pemanfaatan sampah organik menjadi kompos, energi, atau produk bernilai tambah.

Hal ini sejalan dengan agenda Kemenko Pangan dalam mendorong ekonomi sirkular. Kemudian beliau menyampaikan perlunya dorongan penguatan pemilahan sampah dari sumber, penekanan pada pentingnya masyarakat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha melakukan pemilahan sampah sejak rumah tangga agar volume residu yang masuk ke Bantargebang terus berkurang. Terakhir beliau memberikan dukungan terhadap transformasi pengelolaan TPST Bantargebang dari sistem open dumping menuju controlled landfill serta pengolahan yang lebih modern, termasuk pengembangan waste-to-energy dan teknologi pengolahan lainnya.

Komitmen dan dukungan penuh dari pemerintah pusat menjadi energi positif dalam transformasi TPST Bantargebang.

#JagaJakartaPilahSampah

#TPSTBantargebang

 

Sabtu, 08 Agustus 2026

Mengenang Serangan Umum Solo 7 -10 Agustus 1949

 

Pada tanggal 7 Agustus 1949 sewaktu kawan - kawan sibuk bertempur dengan tentara Belanda di dalam kota Solo, di rumah kamituwo dan terletak di dekat pos Polisi Belanda AP ataun Algemene Politi Kebakramat pada jam 15.00 diadakan perundingan antara 2 orang anak TGP atau Tentara Genie Pelajar yakni Soetojo dan Soemarno dengan 2 orang Polisi Belanda yang akan menyerah kepada TNI.

Kekuatan pos Polisi Belanda tersebut terdiri dari 10 orang Polisi dari suku Jawa dan 2 orang Belanda, bersenjatakan 2 brengun, 2 stengun, dan 10 pucuk senapan. Dalam pembicaraan tersebut telah disepakati bahwa pada tanggal 10 Agustus 1949 jam 19.00 pasukan TGP pura - pura akan menyerang pos Polisi Belanda AP tersebut, dan mereka seakan - akan melawan tetapi sesungguhnya akan membunuh 2 orang Belanda yang ikut dalam pos penjagaan.

Maka pada tanggal 10 Agustus 1949 sesuai dengan rencana. Pasukan TGP Solo menyerang' pos Polisi Belanda tersebut. Pasukan TGP mengepung pos Polisi Belanda dari semua sisi depan pos mereka, bahkan beberapa anak anak TGP naik ke pohon mencari ruang tembak.

Lalu, serangan di mulai..!

Semua senjata manyalak ke arah pos Polisi Belanda tersebut bahkan anak anak TGP merayap beringsut mendekati pagar pos musuh seakan melempar granat. Sedang dari pihak musuh sesekali terdengar suara balasan tembakan.

Walau bising suara peluru dan ledakan granat namun unik nya tak satupun peluru anak anak TGP mengenai para musuh mereka!, ya serangan itu serangan pura pura!, seperti kesepakatan yang mereka buat beberapa hari sebelumnya.

Di dalam pos Polisi Belanda, rupanya anggota polisi asal pribumi memang membunuh dua anggota polisi mereka yang asli Belanda. Lalu setelah pertempuran setengah jam berhenti dan semua polisi Belanda tadi menyerah.

Anak anak TGP Solo berhasil membawa 10 orang Polisi AP dengan senjata senjatanya, yakni 2 brengun beserta 2 reserve loopnya, 2 stengun, 9 senapan mouser, 1 senapan LE, beberapa houderbak dan ratusan peluru serta satu set pemancar Radio.

Sekelumit perjuangan Para Tentara Pelajar di Solo saat Serangan Umum kota Solo Agustus 1949.

 

*Sumber : Buku Pertempuran Empat Hari di Solo dan sekitarnya


Antusias Masyarakat Mencapai ratusan Ribu Untuk Berpartisipasi Dalam " war " Undangan HUT RI Ke - 81 Di Istana

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengajak masyarakat untuk terus memanfaatkan kesempatan mengikuti war undangan Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang masih dibuka hingga Jumat, 7 Agustus 2026. Masyarakat juga diimbau mengikuti seluruh ketentuan pendaftaran agar proses berjalan tertib dan lancar.
Dalam keterangan tertulisnya, Mensesneg pun menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme masyarakat. Pada hari pertama pelaksanaan war undangan, ratusan ribu peserta dari 36 provinsi di Indonesia serta 14 negara ikut berpartisipasi. Tingginya minat tersebut mencerminkan semangat kebangsaan dan antusiasme masyarakat untuk menyaksikan secara langsung Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka.

#KemensetnegRI

#HUT81RI
#KitaIndonesia

Jumat, 07 Agustus 2026

SAAT PARA PEMIMPIN INDONESIA MENUJU DALAT

Sebelum subuh lapangan terbang Kemayoran tiba tiba ramai, Dokter Radjiman memakai beskap Jawa lengkap dengan keris yang terakhir muncul di lapangan udara itu..

Bung Karno dan Bung Hatta sudah menunggu di loby dengan bebapa perwira Jepang, Saat Dokter Radjiman datang mereka tampak mengantuk terlihat dari raut muka mereka.

Ya pagi buta tanggal 9 Agustus 1945, para "pemimpin" Indonesia itu di perintahkan menghadap Panglima Tertinggi Tentara Kekaisaran Jepang se Asia Tenggara yakni Pangeran Marsekal Hisaichi Terauchi yang bermarkas di Dalat Indochina.

Penerbang yang sangat di rahasiakan bahkan tidak boleh memberitahu keluarga dekat, Bung Hatta dan Bung Karno sendiri baru tahu akan terbang ke Dalat sehari sebelumnya dan Dokter Radjiman bahkan baru tahu ketika ia sampai di Kemayoran pagi itu.

Soeharto sebagai dokter pribadi Bung Karno rupanya tak termasuk yg di ajak Jepang terbang ke Dalat maka ia sebagai dokter pribadi Bung Karno sebenarnya penumpang gelap dalam penerbangan itu hingga ia sempat di usir pihak Jepang namun ia ngotot harus ikut Karena harus mendampingi Bung Karno itu pun baru pagi itu ia tahu akan terbang ke mana...

"Dek Har kita menuju Dalat Indochina menemui Marsekal Tarauchi".....

Sang dokter pribadi Bung Karno itu terkesiap! Ia Kaget tapi sudah terlambat untuk menolak..

Dalam pesawat itu hanya ada mereka berempat, di pihak Jepang ada 5 orang yakni pilot dan co pilot serta satu teknisi pesawat. Perwira Jepang yang ikut adalah Letkol Nomura dari Gunseikenbun Jakarta dan penterjemah kolonel Sunkichiro Miyoshi.

Penerbang itu harus singgah dulu ke Singapura yang oleh Jepang di beri nama Syonanto dan setelah setengah hari baru penerbangan di lanjut menuju Dalat.

Pertemuan dengan Marsekal Tarauchi yang pada akhirnya membelokan sejarah kemerdekaan Indonesia, di pertemuan itu Marsekal yang masih sepupu Kaisar Hirohito mempersilahkan Indonesia untuk merdeka...

*Sumber buku Saksi Sejarah dr. Soeharto 

Kamis, 06 Agustus 2026

SIAP HADAPI SINDIKAT NARKOTIKA, BNN TUTUP PELATIHAN RPE DENGAN SIMULASI OPERASI TAKTIS

Depok - Aksi kejar-kejaran dan baku tembak mewarnai upaya Tim Direktorat Penindakan dan Pengejaran (Dakjar) Deputi Bidang Pemberantasan BNN melumpuhkan sindikat peredaran gelap narkotika yang diduga mengendalikan peredaran narkotika jenis sabu. Dalam hitungan detik, tim bergerak cepat mengepung kendaraan yang dikendarai terduga pelaku. Setelah pelaku berhasil diamankan, petugas melakukan pengembangan dengan menggerebek sebuah gudang yang diduga menjadi lokasi penyimpanan sekaligus pusat distribusi narkotika. Saat penggerebekan berlangsung, para pelaku melakukan perlawanan hingga terjadi baku tembak. Berkat tindakan yang cepat dan terukur, situasi berhasil dikendalikan, sementara para tersangka beserta barang bukti berhasil diamankan.

Rangkaian aksi penuh ketegangan tersebut ditampilkan dalam simulasi Raid Planning Execution (RPE) sebagai puncak penutupan Pelatihan Peningkatan Kemampuan RPE Direktorat Dakjar Deputi Bidang Pemberantasan BNN di Lapangan Tembak Hoegeng Iman Santoso, Markas Komando Korps Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Rabu (5/8). Simulasi tersebut menjadi ajang implementasi kemampuan peserta setelah mengikuti pelatihan intensif selama tiga hari, sejak Senin (3/8), mulai dari menyusun rencana operasi, mengambil keputusan secara cepat, membangun koordinasi antartim, hingga mengeksekusi penindakan secara presisi dengan tetap mengedepankan keselamatan personel, masyarakat, dan kepatuhan terhadap prosedur.

Simulasi tersebut tidak hanya menjadi penutup rangkaian pelatihan, tetapi juga menjadi gambaran nyata atas kemampuan yang harus dimiliki setiap personel bidang Pemberantasan dalam menghadapi operasi berisiko tinggi. Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, dalam amanatnya pada upacara penutupan menegaskan bahwa profesionalisme, kedisiplinan, dan kesiapan personel merupakan fondasi utama dalam mewujudkan operasi pemberantasan narkotika yang efektif, terukur, dan sesuai dengan prosedur.

"Kita harus mengedepankan prinsip zero error dalam setiap operasi untuk mencegah jatuhnya korban jiwa, baik dari anggota Kita sendiri maupun masyarakat. Karena itu, Saya mengajak seluruh personel untuk terus berlatih dengan sungguh-sungguh, mengasah kemampuan teknis, memperkuat fisik dan mental, serta tidak pernah merasa puas dengan kemampuan yang dimiliki. Ingat, tantangan yang akan Kita hadapi di lapangan jauh lebih berat daripada apa yang Kita jalani dalam latihan ini," tegas Kepala BNN RI.

Pada kesempatan tersebut, Kepala BNN RI juga menyerahkan penghargaan kepada tim terbaik kategori RPE dan Handling Suspect, serta kepada tiga peserta dengan keterampilan menembak perorangan terbaik, yakni Kompol Muhammad Nur Hamid Amaruddin, Brigadir Polisi Diah Ayuningrum, dan Ajun Inspektur Polisi Dua Ibnu Muttaqien. Pemberian penghargaan tersebut menjadi penutup rangkaian pelatihan sekaligus bentuk apresiasi atas dedikasi dan kompetensi para peserta, dengan harapan seluruh personel Direktorat Dakjar terus mengasah kemampuan, menjaga profesionalisme, dan senantiasa siap menghadapi berbagai tantangan operasi pemberantasan narkotika di lapangan.

#warondrugsforhumanity

BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN

Rabu, 05 Agustus 2026

Menko Polkam: Pemerintah Solid dan bersinergi Menjaga Stabilitas Keamanan Nasional

SIARAN PERS NO. 317/SP/HM.01.02/POLKAM/8/2026

Polkam, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menegaskan bahwa pemerintah bersama seluruh unsur terkait terus bersinergi menjamin stabilitas keamanan nasional tetap terpelihara dengan baik. Pemerintah juga berkomitmen penuh memastikan seluruh program pembangunan dan program-program pemerintah dapat terus berjalan sesuai harapan masyarakat.

“Situasi di dalam negeri hingga saat ini tetap aman dan terkendali. Berbagai perkembangan yang terjadi masih berada dalam kendali pemerintah. Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN, beserta seluruh unsur terkait terus memantau situasi secara intensif dan melakukan berbagai langkah antisipatif terhadap setiap perkembangan yang muncul,” ujar Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Konferensi pers tersebut turut dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto, Jaksa Agung ST Burhanuddin, dan Kepala BIN Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra. Hadir pula Wamenko Polkam Letjen TNI (Purn.) Lodewijk F. Paulus, Sesmenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan, serta para pejabat tinggi di lingkungan Kemenko Polkam.

Namun demikian, Menko Polkam menyoroti semakin banyaknya informasi yang beredar di media sosial dan berpotensi mengganggu ketenangan masyarakat. Berbagai bentuk hoaks, disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian masih terus beredar. “Saya ingin pada kesempatan ini, kami bersepakat untuk menyampaikan kepada masyarakat supaya tidak terganggu dengan masalah itu. Kami telah menangani semuanya dengan sangat serius,” kata Djamari.

Menko Polkam juga menegaskan bahwa kondisi masyarakat saat ini tidak seperti yang digambarkan dalam berbagai narasi di media sosial. Menurutnya, aktivitas masyarakat tetap berjalan normal. Di Jakarta maupun berbagai daerah lainnya, kehidupan masyarakat berlangsung seperti biasa. Tidak terjadi kondisi sebagaimana yang digambarkan atau diperkirakan dalam berbagai informasi menyesatkan tersebut.

“Saya sampaikan bahwa masyarakat kita sudah punya kemampuan untuk menghadapi hal semacam itu, menyaring informasi hoaks. Tapi kami akan menjaga supaya masyarakat kita dalam keadaan tenang, aman, dan sepenuhnya terkendali,” kata Menko Polkam Djamari.

Menanggapi pertanyaan wartawan mengenai beredarnya sejumlah konten dan video di media sosial yang berisi ajakan melakukan unjuk rasa pada bulan Agustus serta konten yang memprediksi Indonesia akan mengalami kerusuhan, Menko Polkam menegaskan bahwa informasi dan video-video yang menggambarkan seolah-olah akan terjadi kerusuhan tersebut tidak benar. Aparat keamanan bersama unsur intelijen saat ini juga tengah menelusuri akun-akun yang menyebarkan konten tersebut.

“Video-video itu tidak benar. Ada akun-akun yang menyebarkan informasi tersebut dan saat ini sedang ditelusuri oleh Kepolisian bersama unsur intelijen. Apabila dalam penelusuran ditemukan adanya indikasi tindak pidana, tentu akan ditindak secara tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Menko Polkam.

Terkait pemasangan pagar atau pembatas di sejumlah pusat perbelanjaan yang dikaitkan dengan kekhawatiran akan terjadinya kerusuhan, Menko Polkam mengatakan bahwa persoalan tersebut telah direspons dan akan diselesaikan oleh kepala daerah bersama pihak-pihak terkait. Pemerintah ingin memastikan aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan ekonomi dan perdagangan, tetap dapat berlangsung secara normal dan aman.

Menko Polkam menegaskan bahwa pemerintah tidak melarang masyarakat menyampaikan aspirasi melalui aksi unjuk rasa. Menyampaikan pendapat dan kritik merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Menurutnya, kritik justru diperlukan sepanjang disampaikan secara bertanggung jawab dan tidak melanggar hukum.

“Aksi unjuk rasa tidak ada larangan. Yang dilarang adalah tindakan-tindakan anarkis yang mengganggu keamanan, ketertiban, dan kepentingan masyarakat. Kritik itu perlu, bahkan sangat menyegarkan dalam kehidupan demokrasi. Presiden Prabowo juga tidak pernah melarang masyarakat menyampaikan kritik,” tegas Djamari.

Karena itu, Menko Polkam mengajak masyarakat untuk menyampaikan pendapat, aspirasi, maupun kritik secara bebas dan bertanggung jawab. Kebebasan menyampaikan pendapat harus tetap menghormati hak masyarakat lainnya serta tidak diwujudkan melalui tindakan anarkis, perusakan fasilitas umum, ataupun tindakan yang mengganggu aktivitas dan kepentingan rakyat.

“Silakan menyampaikan pendapat, aspirasi, maupun kritik secara bebas dan bertanggung jawab. Jangan sampai penyampaian aspirasi justru mengganggu kepentingan rakyat, merugikan masyarakat, atau menimbulkan tindakan yang melanggar hukum. Mari kita bersama-sama menjaga agar demokrasi tetap berjalan dengan baik, sementara keamanan dan ketertiban masyarakat juga tetap terpelihara,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Menko Polkam juga mengajak seluruh insan pers untuk berperan aktif menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat. Menurutnya, peran media sangat penting dalam menjaga ketenangan bangsa. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dan media.

“Mari bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap berita-berita hoaks yang beredar di media sosial. Informasi semacam itu tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat mencemari cara berpikir publik dengan disinformasi, fitnah, dan kebencian,” kata Menko Polkam Djamari Chaniago.

Menko Polkam mengingatkan bahwa apabila penyebaran berita hoaks terus dibiarkan, hal tersebut dapat memunculkan sikap pesimistis terhadap masa depan bangsa. Padahal, kenyataan yang terjadi tidak demikian. Karena itu, Menko Polkam mengajak seluruh pihak untuk terus membangun optimisme dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai bentuk informasi yang menyesatkan.

“Pemerintah akan terus memantau perkembangan yang ada. Apabila ditemukan tindakan yang memenuhi unsur tindak pidana, kami telah berkoordinasi dengan Kapolri dan Jaksa Agung untuk mengambil langkah penegakan hukum,” kata Menko Polkam.

“Kami tidak akan membiarkan pelanggaran seperti itu berlangsung terus-menerus. Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas, terukur, dan tanpa kompromi apabila tindakan tersebut mengganggu kepentingan masyarakat luas,” pungkasnya.

 

*Humas Kemenko Polkam RI

Senin, 03 Agustus 2026

Pelaku ( Usaha ) Buang Sampah Ilegal Tidak lagi Di Toleransi

 

Pelaku pembuangan dan penimbunan sampah ilegal tidak lagi ditoleransi. Menyusul temuan kasus penumpukan sampah ilegal di Penjaringan, Pemprov DKI Jakarta memperkuat penegakan hukum terhadap penyedia jasa angkut sampah, perusahaan, dan pengelola kawasan yang tidak menjalankan kewajiban pengelolaan sampah sesuai ketentuan.

Berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 102 Tahun 2021, pelanggaran dapat dikenai teguran tertulis secara bertahap, publikasi ketidakpatuhan melalui kanal resmi pemerintah, hingga pembekuan sementara dan pencabutan izin usaha berdasarkan rekomendasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola pengelolaan sampah yang lebih tertib, adil, dan bertanggung jawab, sehingga beban akibat pelanggaran tidak lagi ditanggung oleh pemerintah maupun masyarakat.

#JakartaSadarSampah #PenegakanHukum #BuangSampahIlegal #JagaJakarta #DKIJakarta

Minggu, 02 Agustus 2026

Silaturahmi di Kalsel, Menko Polkam Ingatkan Pemimpin Daerah Jaga Kejujuran dan Amanah Rakyat

SIARAN PERS NO. 315/SP/HM.01.02/POLKAM/8/2026

Polkam, Banjarbaru – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, mengingatkan seluruh kepala daerah dan penyelenggara pemerintahan untuk senantiasa memegang teguh kejujuran serta menjaga amanah yang telah diberikan rakyat. Menurutnya, jabatan merupakan bentuk kepercayaan yang harus dipertanggungjawabkan melalui pengabdian kepada masyarakat, bukan disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.

Hal tersebut disampaikan Menko Polkam saat bersilaturahmi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh masyarakat se-Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (1/8/2026).

"Saya ingin mengingatkan pada kesempatan ini, sadarlah kita. Kita dulu meminta suara kepada rakyat kita, tolong pilih saya, tolong percayai saya, tapi saat menjabat, berkhianat kepada pemilihnya, berkhianat kepada bangsa ini," tegas Menko Djamari.

Ia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto juga menaruh perhatian serius terhadap pentingnya integritas para pemimpin daerah. Presiden, kata Menko Polkam, menitipkan pesan agar seluruh pejabat yang dipilih rakyat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan menjadikan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.

"Bapak Presiden menyampaikan pada saya, tolong sampaikan bahwa kita adalah orang-orang yang dipercaya oleh rakyat untuk mengabdi. Pada dasarnya, memang kepala daerah yang hadir di sini dipilih masyarakat untuk mengabdi," ujarnya.

Lebih lanjut, Menko Djamari mengingatkan bahwa kejujuran akan selalu menjadi landasan utama dalam kepemimpinan. Meski kebohongan dapat menyebar lebih cepat, pada akhirnya kebenaran akan tetap menjadi pijakan yang membawa kepercayaan masyarakat.

"Ada kalimat yang perlu kita ingat, kebohongan akan bergulir lebih cepat, tetapi kebenaran dan kejujuran yakin akan sampai ke tujuan. Saya menyampaikan kalimat ini untuk mengingatkan kita bahwa berbaktilah untuk kepentingan rakyat," katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk mendukung dan menjalankan setiap kebijakan pemerintah pusat demi kemajuan daerah dan bangsa. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menko Polkam beserta rombongan di Kalimantan Selatan.

"Kami semua di sini siap menjalankan perintah dari Bapak untuk mengabdi kepada Banua Kalimantan Selatan tercinta dan mengabdi kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Hasnuryadi.

Silaturahmi turut dihadiri Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Supian H.K., perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, BMKG, BNPB, Basarnas, serta bupati, wali kota, tokoh agama, dan akademisi se-Kalimantan Selatan. Sementara itu, Menko Polkam didampingi Sesmenko Polkam, para deputi, staf ahli, dan staf khusus.

*Kemenko Polkam RI

 

Giat Tim SAR Batalyon C Pelopor : Pencarian Korban Tenggelam Di pantai Medewi

Bali -  Giat Tim SAR Batalyon C Pelopor melaksanakan Pencarian Korban Tenggelan di Pantai Medewi Br. Pesinggahan, Ds. Medewi, Kec. Pekutatan, Kab. Jembrana sbb :

‎I. WAKTU PELAKSANAAN

‎     Hari : Sabtu dan minggu

‎     Tgl   : 1 dan 2 Agustus 2026

‎     Pkl   : 08.30 Wita s.d selesai

‎II. DASAR

‎1. Undang-undang Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia;

‎2. Undang-undang Nomor 29 tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan;

‎3. Peraturan Kapolri Nomor 25 tahun 2011 tentang S.A.R Polri;

‎III. PERSONIL

‎Personel

‎-  Tim SAR Batalyon C Pelopor

‎IV. LOKASI

‎- Pantai Medewi Br. Pesinggahan, Ds. Medewi, Kec. Pekutatan, Kab. Jembrana

‎V. KRONOLOGI

Pada hari Santu tanggal 1 Agustus 2026 ‎informasi ada salah satu warga yang berprofesi sebagai nelayan mengalami musibah saat melaut dimana kejadian tersebut diketahui terjadi pada hari ini Sabtu tanggal 1 Agustus 2026 sekira pukul 00.30 wita. Data lengkap sebagai berikut:

Tempat Kejadian

- Laut pantai Medewi yang beralamat di Br. Pesinggahan, Ds. Medewi, Kec. Pekutatan. Kab. Jembrana .

Saksi-saksi :

- HADRIMAN, Yehsumbul, Laki, Islam,  Nelayan, Alamat. Br. Yehsumbul, Ds. Medewi Kec. Pekutatan, Kab. Jembrana.

Korban

- ASMURI, 43 th, Medewi, 17-10-1982, laki laki, Nelayan, Br. Pesinggahan, Ds. Medewi, Kec. Pekutatan, Kab. Jembrana

Uraian singkat kejadian:

- Pada hari Jumat tanggal 31 Juli 2026 sekitar 23.00 wita salah satu warga nelayan akan melakukan kegiatan melaut an. ASMUNI. Selanjutnya menurut keterangan saksi sekitar pada hari Sabtu tanggal 1 Agustus 2026 pukul 00.30 wita saksi yang pada saat  itu sedang di tengah laut dikagetkan karena perahunya ditabrak oleh perahu nelayan lain dan setelah di cek ternyata perahu tersebut tidak berisi orang. Selanjutnya atas kejadian tersebut menginformasikan kepada warga nelayan. Upaya yang dilakukan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pekutatan serta melakukan koordinasi dengan SAR Jembrana.

‎V. PELAKSANAAN.

- Pukul 08.00 Tim SAR Batalyon C Pelopor menerima APP sebelum melaksanakan pencarian dpp Wadanki 2 IPDA I Putu Oko Yudo Wibowo selanjutnya 10.8 lokasi kejadi di Pantai Medewi.

- ‎Pukul 09.00 wita Tim SAR gabungan melaksanakan kegiatan penyisiran di sepanjang pesisir Pantai Medewi

- Pukul 12.00 wita Tim SAR gabungan melaksanakan istirahat makan siang

- Pukul 13.00 wita Tim SAR gabungan kembali melaksanakan penyisiran di sepanjang pesisir Pantai Medewi

- Pukul 16.21 wita Tim SAR gabungan memberikan informasi kepada keluarga korban untuk korban belum di temukan dan untuk pencarian hari ini di hentikan dan dilanjuktan besok pagi

- Pukul 16.40 wita Tim SAR gabungan melaksanakan Apel Konsolidasi dan Tim SAR Batalyon C Pelopor selanjutnya balik kanan Mako Gilimanuk

‎VII. HASIL/KESIMPULAN.

‎1. Kegiatan pencarian hari ini dihentikan dan dilanjutkan besok pagi untuk korban belum ditemukan

‎2. Dokumentasi terlampir

‎*Brimob Polda Bali Sat Brimob Yon C Pelopor/Onki

 

Sabtu, 01 Agustus 2026

Kyai Asal Singaparna Menolak Hormat Hinomaru Bendera Matahari Jepang


Jika selama ini kita mengira pemberontakan pada Jepang Pertama kali dilakukan oleh Sudancho Supriyadi, anda salah !

Pemberontakan pada Jepang itu dilakukan oleh Kyai muda asal Singaparna Zaenal Mustofa.

Saat ditangkap dan dijatuhi hukum pancung oleh Jepang, selain dianggap tak mau minta maaf dan menyembah ke Bendera Hinomaru maka berita hukuman itu sampai didengar oleh Kyai Haji Hasyim Asy'ari

Namun Kyai Haji Hasyim Asy’ari diam saja, padahal sebagai ketua umum Masyumi dan Shumumbhu ( kantor urusan Agama), bisa saja Kyai Asal Jombang ini meminta agar Kyai muda asal Singaparna ini dibebaskan.

Tapi yg tidak di ketahui orang adalah bahwa diam nya Kyai Haji Hasyim Asy’ari justru karena ia setuju tindakan Kyai muda yang saat di tangkap baru berusia 26 tahun itu.

Jika Kyai Haji Hasyim Asy’ari memohon keringanan hukuman agar Kyai Haji Zainal Mustofa tak di Pacung Jepang, maka Kyai Zainal Mustofa harus meminta maaf pada Jepang dan itu tidak mungkin...karena bagi kedua ulama ini mereka sudah paham apa itu jihad fi Sabilillah.

Nah yang jarang di sadari orang Indonesia adalah bila menyebut Pemberontakan pada Jepang pasti menyebut "Supriyadi".

Padahal Pemberontakan terorganisir pertama pada pemerintah militer Jepang itu dilakukan di Tasikmalaya !

Supriyadi melakukan Pemberontakan bulan februari 1945 sedang Kyai Haji Zainal Mustofa melakukan Pemberontakan pada bulan Februari 1944!

Saat di tangkap tgl 25 Februari 1944, beserta 26 santri nya di jebloskan ke penjara Cipinang lalu tanggal 25 Oktober Kyai muda ini beserta santri yg terlibat Pemberontakan di hukum Pacung di pinggir laut Ancol.

Makam beliau sampai tahun 1970 baru di ketahui ada di everveld Ancol dan baru tahun 1973 malam beliau dan ke 21 santri nya di pindahkan ke Taman Makam Pahlawan di Tasikmalaya.

*Benrus

OVERSTEE IGNATIUS SLAMET RIYADI

Slamet Riyadi Komandan Divisi Panembahan Senopati Solo yang memimpin Serangan Umum Kota Solo. Serangan besar besaran ke dalam kota Solo ...