Bhayangkara Indonesia News
Menjunjung Kebenaran, Keadilan Dan Kemanusiaan
Rabu, 28 Oktober 2026
Selasa, 27 Oktober 2026
BNN Perkuat Pengawasan Jalur Laut dan Kerja Sama Internasional Berantas Narkotika
Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) terus memperketat
pengawasan jalur masuk yang berpotensi digunakan untuk penyelundupan narkotika
ke Indonesia serta memperkuat kerja sama lintas instansi dan internasional guna
menekan peredaran gelap narkotika. Langkah strategis ini dinilai krusial
mengingat jaringan sindikat internasional masih kerap memanfaatkan jalur
perairan untuk menyelundupkan barang haram ke tanah air.
Hal tersebut diungkapkan (Plt.) Deputi Pemberantasan BNN RI,
Brigjen Pol. Drs. S. Adri Irniadi, S.I.K., M.H., dalam wawancara virtual pada
program NTV Dialog Prime yang membahas pengungkapan kasus penyelundupan
narkotika via laut, termasuk penggerebekan penyelundupan ketamine menggunakan
kapal tanker MT Global 168.
Menurut Brigjen Pol. Adri, Selat Malaka menjadi salah satu
wilayah perairan yang kerap menjadi jalur favorite bagi para penyelundup
narkotika terutama jaringan yang berasal dari kawasan _Golden Triangle_
(segitiga emas) di Asia Tenggara Posisi Geografis perairan tersebut yang
strategis, tingginya permintaan (_demand_) serta besarnya nilai jual narkotika
di Indonesia menjadi faktor utama yang mendorong para pelaku melancarkan
aksinya.
Selain ancaman penyelundupan dari luar negeri, BNN juga
mewaspadai ancaman dari dalam negeri, termasuk pengolahan sabu cair menjadi
sabu kristal (_crystal methamphetamine_). Baru-baru ini, BNN mengungkap
keberadaan laboratorium gelap ilegal (clandestine laboratory) di wilayah Aceh
dengan menyita sekitar 1,2 ton bahan baku sabu cair (liquid methamphetamine)
yang siap diproses lebih lanjut. Pengungkapan besar ini merupakan buah dari
investigasi mendalam serta pertukaran informasi intelijen dengan instansi
terkait dan mitra penegak hukum mancanegara.
Brigjen Pol. Adri menegaskan bahwa komitmen pemberantasan
narkotika dilakukan secara komprehensif—tidak hanya fokus memblokir pintu masuk
perbatasan, tetapi juga aktif mendeteksi dan mengantisipasi potensi produksi
domestik.
Dalam kesempatan wawancara tersebut, Adri juga menyampaikan atensi Kepala BNN RI (Kapolri) kepada seluruh jajaran untuk senantiasa tetap semangat serta meningkatkan kerja sama dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) terkait dalam memberantas penyelundupan dan peredaran gelap narkotika, baik yang berasal dari luar negeri maupun yang diproduksi di dalam negeri. Sebagai upaya melindungi masyarakat dan menyelamatkan generasi penerus bangsa dari ancaman bahaya narkotika.
Biro Humas dan Protokol BNN
Senin, 26 Oktober 2026
Tanggung Jawab Badan Intelijen Negara Dan Di Bawah Langsung Presiden
Intelijen diartikan dalam
Pasal 1 Angka 1 UU 17/2011 adalah pengetahuan, organisasi, dan kegiatan yang
terkait dengan perumusan kebijakan, strategi nasional, dan pengambilan
keputusan berdasarkan analisis dari informasi dan fakta yang terkumpul melalui
metode kerja untuk pendeteksian dan peringatan dini dalam rangka pencegahan,
penangkalan, dan penanggulangan setiap ancaman terhadap keamanan nasional. Dari
pengertian tersebut, keberadaan BIN dalam melakukan intelijen diarahkan untuk
pencegahan, penangkalan, dan penanggulangan setiap ancaman terhadap keamanan
nasional.
Secara kedudukannya, BIN
berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden sebagaimana dinyatakan
dalam Pasal 27 UU 17/2011. Adapun fungsi intelijen yang dilakukan oleh BIN
adalah fungsi penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan. Selain melaksanakan
fungsi intelijen, BIN juga menyelenggarakan fungsi koordinasi Intelijen Negara
sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 28 UU 1/2011. Selain menjalankan fungsinya,
BIN juga memiliki tugas yang diatur dalam Pasal 29 UU 1/2011 antara lain
sebagai berikut:
1. Melakukan pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional di
bidang Intelijen;
2. Menyampaikan produk Intelijen sebagai bahan pertimbangan
untuk menentukan kebijakan pemerintah;
3. Melakukan perencanaan dan pelaksanaan aktivitas
Intelijen;
4. Membuat rekomendasi yang berkaitan dengan orang dan/atau
lembaga asing; dan
5. Memberikan pertimbangan, saran, dan rekomendasi tentang
pengamanan penyelenggaraan pemerintahan.
Tugas yang dimiliki oleh
suatu lembaga atau badan tidak lengkap apabila tidak diberikan wewenang, begitu
pula dengan BIN yang memiliki wewenang sebagaimana diatur dalam Pasal 30 dan 31
UU 17/2011 sebagai berikut:
1. Menyusun rencana dan kebijakan nasional di bidang
intelijen secara menyeluruh;
2. Meminta bahan keterangan kepada kementerian, lembaga
pemerintah nonkementerian, dan/atau lembaga lain sesuai dengan kepentingan dan
prioritasnya;
3. Melakukan kerja sama dengan intelijen negara lain; dan
4. Membentuk satuan tugas.
5. Melakukan penyadapan, pemeriksaan aliran dana, dan
penggalian informasi terhadap sasaran yang terkait dengan:
6. Kegiatan yang mengancam kepentingan dan keamanan nasional
meliputi ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan,
dan sektor kehidupan masyarakat lainnya, termasuk pangan, energi, sumber daya
alam, dan lingkungan hidup; dan/atau
7. Kegiatan terorisme, separatisme, spionase, dan sabotase
yang mengancam keselamatan, keamanan, dan kedaulatan nasional, termasuk yang
sedang menjalani proses hukum.
Dilihat dari tugas dan
wewenang BIN dalam UU 17/2011, secara tidak langsung BIN dapat berhubungan
langsung dengan pemerintah. Hal ini dapat dilihat dari salah satu tugas yang
dimiliki BIN yang terdapat dalam Pasal 29 Huruf b UU 17/2011. Artinya, produk
atau informasi yang dimiliki oleh BIN dapat disampaikan kepada pemerintah
sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan pemerintah. Namun,
informasi BIN tidak serta merta juga dapat langsung dibuka agar dapat diakses
publik karena ada larangan yang diatur dalam Pasal 26 UU 17/2011 yang berbunyi:
Setiap Orang atau badan
hukum membuka dan/atau membocorkan Rahasia Intelijen
Selain itu, BIN juga
dapat memberikan pertimbangan, saran dan rekomendasi tentang pengamanan
penyelenggaraan pemerintahan. Ini yang memberikan dasar hukum terkait hubungan
BIN dengan lembaga pemerintahan. Adapun pertanggungjawaban BIN terkait Laporan
dan penyelenggara Intelijen Negara secara langsung disampaikan kepada Presiden
sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 42 UU 17/2011. Apabila merujuk keterangan
yang disampaikan oleh Mekopolhukam terkait dengan informasi yang didapatkan
dari BIN, maka hal tersebut dapat dikategorikan sebagai salah satu tugas yang
dijalankan oleh BIN. Oleh karena itu, informasi yang didapatkan dari BIN
dijadikan bahan pertimbangan bagi Menkopolhukam untuk menentukan setiap
keputusan dalam penanganan tindak pidana pencucian uang. Hal ini juga didukung
dengan wewenang BIN melakukan pemeriksaan aliran dana yang mengancam
kepentingan dan keamanan nasional.
Pernyataan Menkopolhukam
mengenai dugaan tindak pidana pencucian uang yang didapatkan dari informasi BIN
bukanlah suatu pelanggaran membocorkan rahasia intelijen sebagaimana dimaksud
Pasal 26 UU 17/2011. Sebab, dalam hal ini ada hubungan antara BIN dengan
Kementerian sebagai bentuk pelaksnaaan tugas pengamanan penyelenggaraan
pemerintahan. Namun, dalam UU 17/2011 mengatur ketentuan pidana bagi setiap
orang atau badan hukum yang membocorkan rahasia intelijen yang diatur dalam
Pasal 44 dan Pasal 45 yang berbunyi:
Pasal 44
Setiap Orang yang dengan
sengaja mencuri, membuka, dan/atau membocorkan Rahasia Intelijen sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 26 dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh)
tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta
rupiah).
Pasal 45
Setiap Orang yang karena
kelalaiannya mengakibatkan bocornya Rahasia Intelijen sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 26 dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun
dan/atau pidana denda paling banyak Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah).
Dengan demikian, secara
tidak langsung UU 17/2011 memberikan hubungan antara BIN dengan lembaga
pemerintahan dalam menjalankan tugas pengamanan penyelenggaraan pemerintahan
dalam hal ini Menkopolhukam. Hal ini juga didukung dengan fungsi, tugas dan
wewenang yang dimiliki BIN dalam rangka pengamanan pemerintahan. Atas dasar
tugas dan wewenang yang diberikan kepada BIN, secara tidak langsung hubungan
antara BIN dengan Menkopolhukam dapat terjalin.
*Universitas Medan Area
Minggu, 25 Oktober 2026
Molenvliet Batavia Kanal Kali Ciliwung Sepanjang Jalan Hayam Wuruk Gajah Mada
Batavia pada abad ke-17 merupakan dataran rendah
dikelilingi rawa yang sering meluap menjadi banjir pada musim hujan dan menjadi
sarang penyakit seperti malaria. Warga Tionghoa di sana pada saat itu dipimpin
oleh kapiten mereka, Phoa Beng Gan, bergotong royong membangun sebuah kanal
untuk mengalirkan air dari sana ke laut.
Sesuai dengan nama pembuatnya, saluran kanal ini diberi nama
Bingamvaart yang kemudian pada tahun 1661 diubah namanya menjadi Molenvliet.
Nama molenvliet berasal dari kata molen yang berarti 'kincir' dan vliet yang
berarti 'aliran'. Pada sisi kanan kanal, banyak terdapat industri penggilingan
gula, produksi arak, dan pabrik pembuatan mesiu yang dilengkapi dengan kincir
air. Oleh karena itu, kawasan ini disebut Molenvliet atau "Aliran
Kincir".
Dalam foto ini antara tahun 1920-1936 ketika warga Batavia
memanfaatkan molenvliet untuk mencuci pakaian bahkan mandi. Kali Ciliwung
merupakan anak sungai dari Sungai Ciliwung yang melintasi Gajah Mada Hayam
Wuruk hingga Glodok dan pasar ikan dan bermuara ke laut, sampai tahun 1960an
masih banyak yang menggunakan untuk mencuci dan mandi, meskipun tidak sejernih
dahulu dan sekarang terlihat tidak banyak sampah serta bersih, semoga Pemda DKI
Jakarta terus merawatnya.
*Tropen
Museum
Sabtu, 24 Oktober 2026
Gubernur Jawa Timur Perkuat Koordinasi Bersama Kapolda Jawa Timur : Untuk Memastikan Iklim Investasi Di Jawa Timur Tetap Kondusif
Surabaya
- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memperkuat koordinasi dengan
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono untuk menjaga keamanan dan
stabilitas daerah sekaligus menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Khofifah mengatakan, sinergi antara pemerintah
daerah dan kepolisian menjadi faktor penting dalam memberikan kepastian hukum
serta membangun kepercayaan investor terhadap Jawa Timur.
“Sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian
menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa iklim investasi di Jawa Timur
tetap kondusif sehingga dunia usaha berkembang dan manfaatnya dirasakan
masyarakat,” ujar Khofifah di Surabaya, Sabtu (24/10/2026).
Dalam pertemuan di Gedung Negara Grahadi,
Surabaya, Khofifah menegaskan bahwa keamanan dan stabilitas sosial memiliki
kaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi. Lingkungan usaha yang aman serta
penegakan hukum yang konsisten dinilai dapat memberikan kepastian bagi pelaku
usaha untuk mengembangkan bisnis dan memperluas investasi.
Investasi yang tumbuh diharapkan mampu membuka lebih banyak lapangan kerja, memperluas kesempatan usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan dukungan berbagai pihak, Jawa Timur diharapkan semakin kuat sebagai salah satu tujuan investasi strategis di Indonesia.
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, Khofifah menekankan pentingnya menjaga komunikasi terbuka dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk buruh dan mahasiswa.
Ia menilai penyampaian aspirasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati. Karena itu, ruang dialog perlu terus dibuka agar perbedaan pandangan dapat dibahas dan diselesaikan secara konstruktif.
“Kita perlu terus merawat komunikasi, membuka ruang dialog dan membangun saling pengertian. Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar, tetapi harus kita kelola bersama agar tetap berada dalam koridor hukum serta menjaga suasana yang teduh dan kondusif,” katanya.
Khofifah menambahkan, komunikasi yang baik dapat memperkuat kepercayaan sekaligus mencegah persoalan sosial berkembang menjadi konflik.
Pemerintah dan aparat keamanan diharapkan mengedepankan pendekatan dialogis, menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat, serta menangani setiap persoalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan demikian, stabilitas daerah dapat terjaga tanpa mengabaikan kebebasan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.
Khofifah berharap koordinasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Polda Jatim semakin solid dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, kepastian hukum, perlindungan hak masyarakat, dan keharmonisan sosial.
Menurutnya, keamanan yang terjaga dan komunikasi yang berkelanjutan menjadi modal penting untuk mendukung investasi, aktivitas pendidikan, serta kehidupan sosial yang harmonis.
Melalui sinergi tersebut, Jawa Timur diharapkan mampu mempertahankan stabilitas daerah sekaligus mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
TB/Red
Jumat, 23 Oktober 2026
Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Perkuat Perlindungan Pelajar Menuju Indonesia Emas 2045
Surabaya - Polda Jawa Timur meluncurkan program “Polisi Jogo
Sekolah” sebagai upaya memperkuat pencegahan perundungan (bullying), tawuran,
penyalahgunaan narkoba, serta berbagai pengaruh negatif yang dapat mengancam
masa depan pelajar.
Program ini mengedepankan pendekatan preemtif, persuasif, dan
humanis dengan menempatkan personel kepolisian sebagai mitra dan pendamping
dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.
Komitmen tersebut ditandai melalui Apel Satgas Preemptive Strike
Polisi Jogo Sekolah yang dipimpin Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko
Purwono di Lapangan Mapolda Jatim, Rabu (21/10/2026).
Program Polisi Jogo Sekolah sekaligus menjadi bagian dari
penguatan semangat Polisi Bersama Masyarakat melalui kolaborasi kepolisian,
pihak sekolah, orang tua, masyarakat, serta pemangku kepentingan terkait.
Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono menegaskan bahwa
pelajar merupakan elemen krusial dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Oleh karena itu, aspek perlindungan terhadap mereka wajib menjadi tanggung
jawab bersama.
“Generasi muda ini yang akan mengisi momentum Indonesia Emas 2045.
Kita harus menjaga mereka dari perundungan, tawuran, narkoba, serta pengaruh
negatif lainnya,” ujar Irjen Dekananto di Mapolda Jatim usai memimpin apel.
Kapolda Jatim juga menyoroti fenomena perundungan yang terkadang
dianggap sekadar gurauan, padahal dapat memberikan dampak serius bagi korban
dan dalam kondisi tertentu berpotensi masuk ke ranah hukum.
Melalui Polisi Jogo Sekolah, personel akan memberikan edukasi dan
pendampingan kepada para pelajar mengenai batasan dalam pergaulan, pentingnya
saling menghormati, serta konsekuensi hukum dari tindakan yang melanggar
aturan.
Dalam pelaksanaannya, Kapolda Jatim menginstruksikan seluruh
personel untuk mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis, layaknya
memperlakukan anak sendiri.
Personel juga diharapkan membangun komunikasi dengan siswa serta
berkoordinasi dengan pihak sekolah dan orang tua untuk mengenali sejak dini
berbagai faktor yang berpotensi memengaruhi keamanan, pergaulan, dan
perkembangan anak.
“Kami ingin polisi menjadi orang tua asuh sekaligus sahabat bagi
anak sekolah. Mereka harus merasa dekat, tidak takut, dan percaya bahwa
kepolisian hadir untuk melindungi,” tegas Irjen Dekananto.
Polda Jatim akan melakukan pemetaan sebagai dasar penempatan dan
pola pendampingan personel. Sekolah yang berdasarkan hasil pemetaan memerlukan
penguatan langkah pencegahan akan mendapatkan pendampingan secara lebih
intensif, termasuk terhadap potensi tawuran, perundungan maupun penyalahgunaan
narkoba.
Kapolda Jatim menekankan bahwa Polisi Jogo Sekolah tidak boleh
berhenti pada kegiatan seremonial. Pelaksanaan program akan dievaluasi secara
berkala berdasarkan efektivitas dan manfaat nyata yang dirasakan oleh pelajar,
sekolah, maupun masyarakat.
Program tersebut juga direncanakan diterapkan secara serentak oleh
seluruh Polres jajaran Polda Jatim.
Untuk mengoptimalkan pelaksanaannya, Polisi Jogo Sekolah akan
diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai unsur terkait, antara lain guru
Bimbingan Konseling (BK), kepala sekolah, wali kelas, orang tua, serta dinas
pendidikan.
Kolaborasi lintas sektor tersebut penting mengingat perkembangan
dan perilaku remaja tidak hanya dipengaruhi lingkungan sekolah, tetapi juga
keluarga, pergaulan, serta lingkungan sosial.
“Anak-anak kita memiliki masa depan panjang. Jangan sampai karena
kurang pemahaman, mereka terjerumus persoalan hukum. Ini yang kita cegah sejak
dini,” pungkas Irjen Dekananto.
*TB/ Red
Kamis, 22 Oktober 2026
Selasa, 20 Oktober 2026
BNNP DIY MUSNAHKAN 1.167 BERKAS ARSIP, WUJUDKAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG AKUNTABEL
Yogyakarta - Badan Narkotika
Nasional (BNN) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memusnahkan 1.167
berkas arsip yang telah memenuhi ketentuan retensi dan persyaratan pemusnahan,
Selasa (20/10), di kantor BNN Provinsi DIY. Kegiatan ini merupakan bagian dari
upaya mewujudkan tertib administrasi kearsipan sekaligus mendukung tata kelola
pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel sesuai ketentuan yang
berlaku.
Pemusnahan arsip dipimpin oleh
Kepala Bagian Umum BNN Provinsi DIY, David H. A. Hutapea, dengan disaksikan
oleh Kepala Bagian Tata Usaha Biro Umum Settama BNN, Engkos Kosidin, serta
perwakilan Inspektorat Utama, dan Deputi Bidang Hukum dan Kerja Sama BNN yang
mengikuti kegiatan secara daring. Pelaksanaan pemusnahan mengacu pada Jadwal
Retensi Arsip (JRA) BNN dan Surat Persetujuan Pemusnahan Arsip dari Kepala
Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Nomor B/KN.00.01/119/2026.
Dalam sambutannya, David
menegaskan bahwa pemusnahan arsip bukan sekadar mengurangi dokumen fisik,
melainkan bagian penting dari pengelolaan memori kolektif dan rekam jejak
kinerja lembaga.
"Pemusnahan arsip bukan
sekadar pengurangan dokumen fisik, melainkan bagian integral dari pengelolaan
arsip negara untuk mendukung akuntabilitas kinerja, pengambilan kebijakan,
serta pertanggungjawaban dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara," tegas David.
Sebanyak 1.167 berkas arsip yang
dimusnahkan terdiri atas 333 berkas milik BNN Provinsi DIY dan 834 berkas milik
BNN Kabupaten Sleman, yang mencakup arsip tahun 2010 serta periode 2014 hingga
2019. Pemusnahan dilakukan secara fisik melalui pencacahan di hadapan panitia
dan para saksi untuk memastikan proses berjalan sesuai ketentuan.
Sementara itu, Kepala Bagian
Tata Usaha Biro Umum Settama BNN, Engkos Kosidin, mengapresiasi BNN Provinsi
DIY dan jajaran atas pelaksanaan pemusnahan arsip secara mandiri. Menurutnya,
langkah tersebut menjadikan BNN Provinsi DIY sebagai pelopor sekaligus contoh
bagi satuan kerja BNN lainnya dalam melaksanakan penataan dan pemusnahan arsip
secara legal dan sesuai prosedur.
"BNN Provinsi DIY dan
jajaran menjadi contoh serta stimulus bagi BNN Provinsi lain di seluruh
Indonesia dalam hal penataan dan pemusnahan arsip yang legal dan sesuai
prosedur. Selain penataan fisik, penataan arsip digital dan migrasi sistem
kearsipan juga sangat penting untuk mendukung pencapaian indikator Reformasi
Birokrasi (RB) BNN," ujar Engkos.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan penandatanganan Berita Acara Pemusnahan Arsip oleh para saksi dan panitia penilai arsip sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan pemusnahan. Melalui langkah ini, BNN Provinsi DIY diharapkan dapat menjadi contoh bagi satuan kerja lainnya dalam mewujudkan pengelolaan arsip yang tertib, profesional, dan akuntabel.
BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN
Senin, 19 Oktober 2026
Menko Polkam Kunjungi Posko Karhutla Di Palembang
Palembang - Menteri Koordinator Bidang Politik dan
Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman
meninjau langsung posko operasi dan lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
di Kecamatan Sematang Borang, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Menko Polkam
menegaskan bahwa penanganan karhutla harus dilakukan secara masif, presisi, dan
terukur hingga api benar-benar padam.
Saat mengunjungi posko, Menko Polkam menerima pemaparan mengenai
perkembangan situasi dan pelaksanaan operasi pemadaman dari Danrem 044/Gapo
Brigjen TNI Khabib Mahfud selaku Komandan Satuan Tugas Darat (Dansatgasrat) Karhutla
Sumatera Selatan. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan efektivitas operasi
serta memperkuat koordinasi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan
karhutla.
Selanjutnya, Menko Polkam meninjau lokasi kebakaran sekaligus
menguji langsung efektivitas cairan pemadam bantuan dari Brasil melalui
penyemprotan manual pada titik api. Upaya ini menjadi bagian dari optimalisasi
pemadaman darat yang terus diperkuat melalui operasi pemadaman udara
menggunakan helikopter serta pengerahan personel gabungan.
Menko Polkam turut menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh personel gabungan dari TNI, Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, relawan, serta seluruh unsur yang terus berjuang di lapangan. Dedikasi dan kerja keras mereka menjadi bagian penting dalam melindungi masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, dan mencegah meluasnya dampak karhutla.
#MenkoPolkam #KemenkoPolkam #PenangananKarhutla #CegahKarhutla #TNIPolri
Minggu, 18 Oktober 2026
GELAR OPERASI GABUNGAN, BNN PASTIKAN PENYALAHGUNA NARKOTIKA 'MURNI' MENDAPATKAN REHABILITASI
Jakarta - Badan Narkotika
Nasional (BNN) bersama Bareskrim Polri menggelar operasi gabungan di empat
tempat hiburan malam di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Timur pada Sabtu (17/10).
Dari 328 pengunjung yang menjalani tes urine, 13 orang di antaranya terdeteksi
positif mengonsumsi narkotika. Delapan orang terindikasi menggunakan etomidate,
empat orang positif methamphetamine, dan satu orang positif THC.
Plt. Deputi Pemberantasan BNN
RI, Brigjen Pol Adri Irniadi, menjelaskan bahwa operasi gabungan ini merupakan
kelanjutan dari upaya pemberantasan narkotika yang dalam beberapa minggu
terakhir dilakukan oleh BNN Provinsi bersama Polda di sejumlah kawasan rawan
narkoba di Indonesia. Kali ini, operasi menyasar tempat hiburan malam sebagai
langkah untuk mengawasi potensi penyalahgunaan narkotika di ruang publik,
khususnya etomidate yang marak disalahgunakan melalui rokok elektrik atau vape
dan menjadi ancaman yang perlu diwaspadai karena berisiko membahayakan
kesehatan.
Sebagai tindak lanjut hasil
operasi, 13 orang yang terdeteksi positif berdasarkan hasil tes urine,
menjalani asesmen oleh Deputi Bidang Rehabilitasi BNN untuk menentukan bentuk
penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing. Hasil asesmen menunjukkan
bahwa seluruhnya berada dalam kategori penggunaan ringan. Lima orang
direkomendasikan menjalani intervensi singkat, tujuh orang mengikuti
rehabilitasi rawat jalan, sedangkan satu orang lainnya memerlukan asesmen
lanjutan untuk menentukan penanganan yang tepat.
Plt. Deputi Rehabilitasi BNN RI,
dr. Amrita Devi, menegaskan bahwa penanganan terhadap individu yang terindikasi
menggunakan narkotika perlu didasarkan pada hasil asesmen agar layanan yang
diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing. Pendekatan ini
menjadi bagian dari upaya BNN untuk memastikan penyalahguna narkotika
mendapatkan intervensi dan layanan rehabilitasi secara tepat, sehingga dapat
mencegah risiko penggunaan berlanjut sekaligus mendukung proses pemulihan.
Langkah ini mencerminkan
pendekatan humanis BNN yang tidak hanya berfokus pada pemberantasan peredaran
gelap narkotika, tetapi juga mengedepankan pemulihan bagi individu yang
membutuhkan layanan rehabilitasi. Melalui operasi bersama ini, sinergi BNN dan
Polri tidak hanya memperkuat upaya penindakan terhadap penyalahgunaan dan peredaran
gelap narkotika saja, tetapi juga memastikan bahwa upaya pemberantasan
narkotika dapat berjalan beriringan dengan langkah penyelamatan dan pemulihan
bagi korban penyalahgunaan narkotika.
BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN
Sabtu, 17 Oktober 2026
Lee Kwan Yew : Kita Harus Ikuti Kemauan Presiden Suharto
Lee Kwan Yew itu terkenal
Arogan, Gengsi nya sebagai penguasa politik sangat besar tapi ia harus
"merendahkan" dirinya demi hubungan baik atau tak usah ke Jakarta! , " Kita harus ikuti kemauan Presiden Suharto" , ujar Lee Kwan Yew kepada anak buahnya saat menuju jakarta.
Entah apa yang ada dikepala
Perdana Menteri Singapura saat menabur bunga di atas pusara makam Usman dan
Harun, 2 prajurit KKO yang digantung sampai mati! Di negara yg ia pimpin.
Tapi itu terjadi ! dan itu
cara pak Harto "membalas" Singapura atas perlakuan kedua Pahlawan
kita.
Jadi ingat sekali saya cerita
bapak, saat warga Jakarta menyemut dan berdesakan menyambut jenasah pahlawan
kita, 2 “prajurit KKO“ kita yang sampai saat terakhir hidup mereka masih
berdiri dengan sikap sempurna dengan memberi hormat pada para penghubung dari
Indonesia yang meminta keringanan hukuman, tapi si Lee dengan berbagai alasan
menolak! Memberi keringanan hukuman!.
Dalam buku "Soeharto, The
Untold Stories", Ramly yang saat itu berpangkat Letnan Kolonel Angkatan
Darat menceritakan, ia ditunjuk oleh Presiden Soeharto sebagai liasion officer yang
mewakili pemerintah Indonesia. Saat itu RI belum punya hubungan diplomatik
dengan Singapura.
Saat itu Soeharto merinci apa
saja yang harus dilakukannya. Sebagai panglima tertinggi, Soeharto berusaha
semaksimal mungkin membela kehormatan anak buahnya. Segala upaya dilakukan
meski kedua anggota Korps Komando Operasi (KKO) itu akhirnya tetap dihukum
gantung.
Pembelaan dan penghormatan
kepada anak buah yang gugur sebagai bunga bangsa itu, kata Ramly, ditunjukkan
Soeharto ketika PM Lee Kuan Yew ingin berkunjung ke Indonesia dua tahun setelah
hukuman mati dilaksanakan.
"Pak Harto mempersilakan PM
Lee datang dengan syarat harus meletakkan karangan bunga langsung di makam
Usman dan Harun di Taman Makam Pahlawan Kalibata, bukan di tempat yang biasanya
tamu negara meletakkan karangan bunga, di kaki tugu makam pahlawan," Ramly
menuturkan.
Pemeritah Singapura awalnya
mengajukan agar kunjungan Lee ke TMP Kalibata secara incognito dan tak boleh
dihadiri wartawan tapi itu di tolak pak Harto dan tetap memberi syarat itu
kunjungan bersifat Resmi dan terbuka!
Syarat itu, ujar dia, sungguh tidak lazim, namun entah dengan pertimbangan apa, PM Lee setuju meletakkan karangan bunga di makam Usman dan Harun. Baru setelah itu hubungan Jakarta-Singapura membaik.
*Sumber : The Untold Story
-
Menjunjung Kebenaran, Keadilan Dan Kemanusiaan The Partnership Building Of Polri PEMBINA Irjen.Pol. ( Purn ) DR. Asep J Ahmadi, ...
-
Gilimanuk - Suasana antrean pemudik di Terminal Cargo tampak lebih nyaman setelah Brimob Gilimanuk melakukan penyiraman area menggunakan mob...
















