Jumat, 09 Oktober 2026

Selamat Bertugas Irjen Pol. Krisno Haloman Siregar, S.I.K., M.H. sebagai Deputi Bidang Hukum dan Kerja Sama BNN RI.

Keluarga besar Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) mengucapkan selamat dan sukses atas pelantikan Irjen Pol. Krisno Haloman Siregar, S.I.K., M.H. sebagai Deputi Bidang Hukum dan Kerja Sama BNN RI. Semoga di bawah kepemimpinan beliau, Deputi Bidang Hukum dan Kerja Sama BNN RI semakin progresif, akuntabel, dan memperkuat sinergi dalam Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) demi mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba).

#WarOnDrugsForHumanity

Biro Humas dan Protokol BNN

Rabu, 07 Oktober 2026

Menko Polkam Menghadiri Acara Taklimat Presiden Di Istana Negara

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman bersama Wamenko Polkam Letjen TNI (Purn.) Lodewijk F. Paulus menghadiri kegiatan di Istana Negara, Rabu (7/10/2026). Pada acara tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto mengumpulkan 800 perwira tinggi (Pati) TNI dan Polri di seluruh Indonesia. Presiden memberikan taklimat sekaligus menyampaikan gambaran kondisi yang dihadapi bangsa dan negara.

Taklimat tersebut menjadi ruang bagi jajaran pimpinan TNI-Polri untuk menyelaraskan pemahaman mengenai tantangan bangsa dan menjadikan arahan Presiden Prabowo sebagai pedoman pelaksanaan tugas di seluruh Indonesia.

"Beliau (Presiden) menyampaikan bahwa harus mempersiapkan secara profesional sistem perekrutan ke depan adalah tidak serta merta melihat tentang fisik tetapi intelektual. Jadi kalau misalnya mau masuk menjadi tentara atau polisi, berkacamata tidak apa-apa asalkan dia pinter," ujar Menko Polkam.

Dalam pengantarnya, Presiden RI Prabowo menyampaikan bahwa pada pertemuan ini ia ingin memberi gambaran tentang keadaan yang dihadapi sebagai bangsa dan negara. Termasuk juga dengan memberikan gambaran terkait perkembangan negara dan bangsa Indonesia.

"Sengaja saya mengundang para perwira tinggi menjelang pemerintahan yang saya pimpin dua tahun. Saya ingin memberi suatu gambaran keadaan yang kita hadapi sebagai bangsa dan sebagai negara," kata Presiden Prabowo dalam keterangan BPMI Setpres.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Adrianto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala Staf Kepresidenan Listyo Sigit Prabowo, Kepala BIN Muhammad Herindra, para purnawirawan dari TNI dan Polri, Sesmenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan, para Deputi dan Staf Ahli Kemenko Polkam.

*Kemenko Polkam RI

Selasa, 06 Oktober 2026

Sukarno Pilih Kuda Yang Sudah Tua : Yang Tua Paling Jinak

Dibalik sebuah Foto bersejarah pada Perayaan TNI Pertama 5 Oktober 1946

“Untuk pawai besok, berilah saya kuda yang paling lunak, paling tua, paling jinak dan hampir mendekati kematiannya….”

Bung Karno, 5 Oktober 1946

Pasti banyak yang pernah lihat photo si Bung naik kuda....Gagah ya

Tapi uniknya ini adakah

Pengalaman Pertama Bung Karno Naik Kuda 🙂

Kejadian menarik juga menimpa Bung Karno ketika tanggal 5 Oktober 1946, Angkatan Perang kita (sekarang TNI) hendak merayakan ulang tahun yang pertama. Dalam salah satu tata cara upacara militer yang sudah direncanakan semegah-megahnya untuk ukuran negara berusia satu tahun, Presiden Republik Indonesia Sukarno, harus melakukan inspeksi pasukan… naik kuda!.

Persoalannya adalah.…Bung Karno tidak pernah naik kuda. Pergaulan Bung Karno dengan seekor kuda pada masa-masa sebelumnya, tak lebih dari sekadar menepuk-nepuk kuduknya. Demi mengetahui hal itu, Fatmawati, istrinya, ikut cemas. “Jadi, bagaimana caranya,”, tanya Fatma. Bung Karno menjawab, “Pertama, aku hendak menghadapi kenyataan bahwa aku orang yang pelagak… Aku akan belajar naik kuda!”

Fatma belum hilang rasa cemasnya, “Kan pawainya besok?”, Lalu Bung Karno menjawab, “Ya, aku akan belajar dalam satu hari.”

Akhirnya, seorang perwira kavaleri tekun memberikan pelajaran berkuda kepada presidennya. Dan di akhir sesi latihan, kepada si perwira kavaleri itu, Bung Karno menyampaikan pesan dengan suara pelan… “Untuk pawai besok, berilah saya kuda yang paling lunak, paling tua, paling jinak dan hampir mendekati kematiannya….”

Tak bisa dimungkiri, Bung Karno sebenarnya memendam rasa cemas dan khawatir. Apa jadinya kalau dalam pawai inspeksi pasukan besok si kuda menjadi beringas dan tak terkendali? Bagaimana kalau ia kemudian terpental dari punggung kuda? Apa kata dunia?

Dan…perwira kavaleri itu menjawab, “Tidak Pak. Tidak pantas untuk Bapak. Kuda yang disediakan harus yang muda dan garang. Dia harus memperlihatkan semangat tempur yang menyala-nyala, dan kuda yang terbaik dari seluruh kelompok.”

Bung Karno yang pelagak, tak berkutik dengan jawaban perwira kavaleri. Rasa cemas ia pendam dalam hati….hingga, tibalah saat-saat yang dinanti. Terompet telah berbunyi, genderang berderam-deram, pasukan berdiri tegap, dan…..Presiden menaiki kudanya. Binatang itu berjalan mengikuti irama musik… dan…..menjadi liar. Bung Karno sedikit ciut, tapi ketika ia melihat pasukan yang berbaris rapi yang sedang ia inspeksi…..muncullah sifat pelagak nya. Sorak-sorai dan teriakan gembira dari rakyat yang berjejal-jejal di lapangan pawai menghidupkan semangat.

Suasana itu membuat Bung Karno tenang dan sadar…..hilang rasa cemas, dan muncul teori-teori berkuda yang telah diajarkan si perwira kavaleri kemarin. Maka, dengan sigap Bung Karno segera memainkan pegelangan, menguasai tunggangannya dengan baik. Bung Karno mengendalikan langkah kuda dengan begitu gagah, sehingga kuda berjalan dengan langkah tenang dan teratur seperti yang dikehendaki. Dan….kuda yang bagus itu tidak pernah menyadari bahwa tuannya lebih gentar menghadapi peristiwa itu daripada binatang itu sendiri.

*Bensur

Sabtu, 03 Oktober 2026

Presiden Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto dan Wahyu Hadiningrat sebagai Kapolri dan Wakapolri

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto melantik Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) dan Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (01/10/2026).

Pelantikan Suyudi Ario Seto dan Wahyu Hadiningrat berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 96/POLRI Tahun 2026 dan 97/POLRI Tahun 2026 Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia serta Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Suyudi turut mendapat kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Jenderal Polisi. Selanjutnya, Suyudi akan langsung bertugas sebagai Kapolri untuk menggantikan Kapolri sebelumnya, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Sumber: BPMI Setpres


 

Jumat, 02 Oktober 2026

Selamat atas dilantiknya Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., M.H., Dudung Abdurachman sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI.

Selamat atas dilantiknya Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., M.H., Dudung Abdurachman sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI.

Semoga amanah dalam mengemban tugas dan tanggung jawab, serta senantiasa diberikan kelancaran dalam memperkuat koordinasi di bidang politik dan keamanan demi menjaga stabilitas nasional dan mewujudkan Indonesia yang aman, damai, adil dan makmur.

 

Rabu, 30 September 2026

Anggota Koramil Mngamankan Pasukan Banteng Raider Tanpa Tembakan Setelah Peristiwa G 30 S/PKI

Kisah Pensiunan Peltu Adi Somad saat mengamankan anggota Banteng Raiders yang terlibat gerakan di Tambun Bekasi.

4 Oktober 1965//

Pelda Edi Somad baru saja tiba di kantor Koramil Tambun pagi itu, sepeda baru saja ia sandarkan belum sempat ia menuju ruang kerja.

"Pak, coba di cek di dekat sawah itu ada pasukan ga Jelas!...anggota terima laporan tadi pagi!", itu suara Komandan Koramil Tambun yang tiba tiba berdiri didepan pak Edi Somad muda.

"Siap pak..segera kerjakan!"

Keluar kembali lah pak Edi Somad menuju sebrang kantor Koramil.

Ya sebrang Koramil Tambun memang perkampungan penduduk yang masih di kelilingi sawah dan kebun. Pelda Edi Somad menggoes sepeda dinasnya dengan tanya berkecamuk....

"Pasukan apa? ada apa ko pasukan ada di sana?...pasukan mana itu?".

Pertanyaan yang ada di Kepala Edi Somad itu terus saja ada di kepala veteran pertempuran 45 ini.

Sampai tiba di lokasi dekat kampung....

"Angkat tangan!...turun kan senjata!", terdengar suara bentakan dari sekeliling Edi Somad yang masih mengayuh sepeda dinasnya.

Pak Edi Somad baru sadar ia di kepung ratusan pasukan berbaju loreng dengan senjata otamatis!

Tanpa pikir panjang pak Edi menurut perintah pasukan itu, saat itu memang pak Edi Somad hanya membawa senjata Laras panjang model lama.

Saat dilihatnya pasukan itu berjumlah ratusan dengan senjata lengkap namun terlihat oleh pak Edi Somad bahwa mereka kelelahan yang sangat tampak dari muka dan pakaian mereka yg lusuh.

Saat itu pak Edi bicara dari hati ke hati dengan para pasukan itu.

"Bapak bapak, kita sama sama prajurit bawahan, saya tahu bapak semua lelah dan belum makan, bagaimana kalo kita ke markas Koramil dulu nanti di sana kita sediakan makan dan tempat bapak bapak beristirahat", sembari membujuk m Edi Somad berujar ke pada pasukan. Tak ia kenal ini walau dalam hati pak Edi menghitung jika melawanpun percuma.

"Lah personil Koramil Tambun berapa sih terus senjata kita cuma karaben tua...mereka punya AK dan ada yg bawa bazoka..hahahaha", ujar pak Edi Somad pada saya....

Maka setelah di bujuk dan di yakinkan pasukan yang hampir berjumlah 600 orang itu mau datang ke kantor Koramil Tambun yang saat itu adalah gedung tua bekas Tuan Tanah Cina. Saat ini gedung Koramil Tambun itu dikenal sebagai gedung Juang Tambun.

Dan mujurnya lagi pasukan yang saat itu pak Edi Somad tak tahu pasukan apa, mereka mau menyerahkan senjata mereka dan di kumpulkan jadi satu lali di taruh dalam satu ruangan yang di kunci.

Saat pasukan yang belakangan di ketahui adalah pasukan Yon 454 dari Jawa Tengah ini sudah kumpul di Koramil maka anggota Koramil Tambun membantu menyiapkan makan dan tempat tidur buat mereka.

"Komandan nyuruh saya cari Beras, minyak atau lauk pauk dari pasar Tambun dan yang masak penduduk sekitar Koramil, rokok kita kumpulin dari pedagang buat pasukan itu", tutur pak Edi Somad lagi.

Sampai bis penjemput dari Kodam V datang untuk membawa pasukan ini ke Jakarta.

Jadi dengan demikian sangat besar jasa personil Koramil Tambun yang bisa "mengamankan" pasukan Benteng Raiders tanpa melepas tembakan sama sekali.

Seperti di kisahkan almarhum Pelda. Anumerta Edi Somad pada saya tahun 2018 silam

*Benrus

 

Selasa, 29 September 2026

Pemerintah Akan Tindak Tegas Kejahatan Karhutla

Jakarta - Pemerintah melalui Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap karhutla dilakukan secara tegas, cepat dan terpadu. Hingga saat ini, Bareskrim Polri menyatakan terdapat 245 laporan polisi, 96 korporasi yang diproses, dan 196 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Penanganan tidak hanya menyasar pelaku pelanggaran di lapangan, tetapi juga korporasi pengelola lahan. (29/9)

Karo Humas, Data, dan Informasi Kemenko Polkam Brigjen TNI Honi Havana menyampaikan arahan Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago selaku Ketua Pengarah Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla, agar proses hukum dilakukan secara tegas, cepat, dan tidak berlarut-larut. Kebakaran yang berulang di lokasi yang sama harus didalami untuk memastikan pertanggungjawaban perorangan maupun korporasi. Penegakan hukum dilakukan secara berlapis melalui instrumen pidana, perdata, dan sanksi administratif guna memberikan efek jera dan mencegah karhutla berulang.

Dari sisi penegakan hukum, Kementerian Kehutanan memproses 46 subjek hukum secara pidana di 10 provinsi dan menjatuhkan sanksi administratif kepada 26 subjek hukum. Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup telah mengawasi dan menyegel 57 badan usaha yang terkait dengan sekitar 34.636 hektare lahan terbakar. ATR/BPN berkomitmen melakukan verifikasi terhadap konsesi dan area terbakar sebagai dasar penerapan sanksi administratif terhadap HGU sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemerintah bersama seluruh unsur terkait terus mengoptimalkan pemadaman, mitigasi dampak, dan penegakan hukum terpadu. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan karhutla dapat ditangani secara efektif, masyarakat terlindungi, serta pelanggaran pembakaran hutan dan lahan dapat dicegah agar tidak kembali terjadi.

 

#KemenkoPolkam

#DeskKarhutla

Senin, 28 September 2026

Sebagai bentuk transparansi kinerja, Kemenko Polkam mengumumkan Laporan Pagu Realisasi Belanja yang dapat dilihat secara lengkap pada link https://ppid.polkam.go.id/informasi-berkala/

Kemenko Polkam berkomitmen mendukung penanganan permasalahan di bidang politik dan keamanan dalam rangka memperkuat stabilitas polkam, serta mendorong transformasi pelayanan publik, dan tata kelola pemerintahan yang baik.

Untuk mengetahui Ringkasan Program Strategis Kemenko Polkam, silakan scan barcode di atas.

#KemenkoPolkam


 

Minggu, 27 September 2026

Kapolri Hadiri Ngaji Kebangsaan Di Rembang

Rembang - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menghadiri ‘Ngaji Kebangsaan’ bersama KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di i Pondok Pesantren LP3IA Narukan, Kragan, Kabupaten Rembang, Sabtu (26/9). Kegiatan tersebut diikuti secara hybrid oleh sekitar 700 peserta secara langsung, terdiri dari 300 santri dan 400 personel Polri dari sejumlah wilayah sekitar Rembang. Secara daring, kegiatan diikuti 41.449 personel Polri dari 36 Polda dan 517 Polres jajaran.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menekankan pentingnya menjaga sinergi antara ulama dan umara dalam dalam menjaga persatuan serta membangun Indonesia. “Ulama adalah ibarat lentera yang menerangi dalam kegelapan, menunjukkan jalan, sekaligus memberikan doa agar Polri senantiasa diberikan perlindungan dalam menghadapi berbagai tantangan dan bahaya, serta tetap mampu menjaga kepercayaan masyarakat,” tutur Kapolri.

*Mas Polri

Selamat Bertugas Irjen Pol. Krisno Haloman Siregar, S.I.K., M.H. sebagai Deputi Bidang Hukum dan Kerja Sama BNN RI.

Keluarga besar Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) mengucapkan selamat dan sukses atas pelantikan Irjen Pol. Krisno Haloman...