Kamis, 27 Agustus 2026

Dalam Rangka HUT Kemerdekaan RI Ke - 81 Yon C Pelopor Brimob Polda Bali Bagikan Paket Sembako Kepada Ojol

Jembrana - Personel Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Bali menggelar aksi bakti sosial dengan membagikan paket sembako kepada para pengemudi ojek online (ojol). Aksi peduli ini menyasar para pengemudi ojol di seputaran Simpang Cekik hingga Pelabuhan Gilimanuk, Kelurahan Gilimanuk, Jembrana

Kegiatan tersebut dilaksanakan atas arahan langsung Danyon C Pelopor KOMPOL I Nyoman Purnayasa, Aksi sosial yang digelar dalam rangka merayakan di bulan Agustus HUT ke-81 Republik Indonesia ini berlangsung tertib dan penuh keakraban.

Dalam aksi tersebut, personel menyambangi deretan pengemudi ojol yang tengah menunggu pesanan untuk menyerahkan bantuan bahan pokok. Paket sembako yang dibagikan berisi beras, minyak goreng, gula, dan mie instan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menyiapkan jaring pengaman sosial sekaligus mengurangi beban ekonomi harian para pekerja sektor transportasi informal,” ungkap Purnayasa dalam keterangannya, Kamis (27/8).

Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi dan perhatian jajaran Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Bali, terhadap masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari aktivitas di jalanan.

Para pengemudi ojol menyambut bantuan tersebut dengan antusias dan mengapresiasi perhatian yang diberikan oleh personel kepolisian di lapangan.

Aksi berbagi ini ditutup dengan penyampaian pesan imbauan keselamatan berlalu lintas oleh personel Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Bali kepada para pengemudi sebelum mereka kembali melanjutkan aktivitasnya.

*Red/Onki


 

Rabu, 26 Agustus 2026

Presiden Prabowo Subianto Kunjungi Korban Gempa NTT

Nusa Tenggara Timur - Kunjungi NTT, Presiden Prabowo Tinjau Langsung Penanganan Dampak Gempa Bumi di Nagekeo

Presiden Prabowo Subianto tiba di Helipad Bataliyon Yonif TP 834/WM, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/08/2026), untuk meninjau secara langsung kondisi masyarakat terdampak bencana gempa bumi.

Di Nagekeo, Kepala Negara memimpin rapat bersama sejumlah pihak untuk menerima laporan langsung terkait perkembangan penanganan pascabencana. Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam upaya penanganan bencana ini.

Bagi Presiden Prabowo penanganan bencana tidak berhenti hanya pada pengiriman bantuan. Pemerintah terus memastikan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman, anak-anak kembali belajar, pelayanan kesehatan berjalan, aktivitas ekonomi kembali bergerak, serta rumah dan infrastruktur yang terdampak dapat segera dipulihkan.

Karena itu, pemerintah memastikan seluruh tahapan penanganan dilakukan secara terpadu, cepat, dan terukur. Penanganan darurat, evakuasi, distribusi logistik, pemenuhan kebutuhan dasar, pelayanan kesehatan, hingga tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi terus dikawal agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Usai memimpin rapat, Presiden mengunjungi posko pengungsian di Lapangan Berdikari. Dalam keterangannya, Presiden menyampaikan komitmen pemerintah untuk terus memantau dan mengambil langkah dalam penanganan bencana di NTT. Kepala Negara juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan waspada menghadapi kondisi pascabencana.

 

Sumber: BPMI Setpres

#KemensetnegRI

Selasa, 25 Agustus 2026

Pura Maospahit Peninggalan Kerajaan Majapahit

Pura Maospahit merupakan satu-satunya pura di Bali yang dibangun dengan menggunakan konsep Panca Mandala. Tidak seperti kebanyakan umat Hindu Bali yang menyusun dengan tempat yang paling suci di dalam (jero) ke arah gunung, konsep Panca Mandala menempatkan area yang paling suci jero di pusat kompleks candi. Bentuk susunan ini mirip dengan kuil-kuil kuno dari Majapahit atau Kraton istana Jawa kuno. Pura Maospahit dikelilingi oleh lima mandala atau halaman (panca mandala secara harfiah berarti "lima mandala"). Mandala pertama terletak di sebelah barat kuil utama, akses ke mandala ini ditandai dengan gerbang bata merah Kori Agung yang menghadap Jalan Sutomo, dikenal sebagai Candi Kusuma. Sebuah bale kulkul (drum tower) terletak di mandala pertama. Mandala kedua di selatan kuil utama ditandai dengan gerbang kori agung yang disebut sebagai Candi Renggat, yang menyediakan akses ke mandala kedua.

Mandala ketiga, yang dikenal sebagai jaba sisi terletak di sebelah barat kuil dan dapat diakses melalui sebuah gerbang yang dikenal sebagai Candi Rebah. Mandala ketiga adalah di mana dapur kompleks candi ini berada, yang digunakan untuk mempersiapkan persembahan ke kuil.

Mandala keempat dikenal sebagai jaba tengah atau madya mandala, dapat diakses melalui sebuah gerbang Candi Bentar melalui sisi timur dari halaman mandala ketiga. Mandala keempat digunakan untuk menampilkan kesenian sakral yang hanya ditampilkan selama festival di Pura Maospahit. Mandala keempat adalah di mana beberapa bale berada misalnya bale pesucianbale tajuk, dan bale sumanggen.

Mandala kelima dikenal sebagai jero atau utamaning mandala ("mandala utama") adalah pusat mandala yang paling suci di mana candi utama berada: candi bata merah Candi Raras Maospahit dan Candi Raras Majapahit. Masing-masing kuil yang didedikasikan untuk Ratu Ayu Mas Maospahit dan Ida Bhatara Lingsir Sakti. pelinggih kuil Lainnya sama dibangun dengan bata merah dan atap yang dihiasi utamaning mandala, masing-masing didedikasikan kepada dewa lokal

*Wk

Presiden Prabowo Subianto Menhadiri Peletakan Batu Pertama Proyek PLTS

Bali ( Jembrana ) - Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek raksasa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali. Proyek yang memanfaatkan lahan seluas 320 hektar ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan energi nasional sekaligus mendongkrak citra pariwisata Bali di mata dunia.

Prabowo beserta rombongan tiba di Monumen Lintas Laut pukul 15.15 WITA dan langsung menuju ruang istirahat. Prabowo kemudian melakukan peninjauan di lokasi groundbreaking didampingi jajaran menteri dan pejabat daerah. Sekitar pukul 16.30 WITA, Presiden beserta rombongan bertolak menuju Lapangan Gilimanuk untuk selanjutnya lepas landas menggunakan helikopter.

Usai acara, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa Bali menjadi titik awal (launching) komitmen nasional dalam penerapan program PLTS 100 Gigawatt. Untuk tahap awal di Bali, target yang diaplikasikan mencapai 1.000 Megawatt-peak (MWp) atau 1 GWp yang dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS) sebesar 3,3 Gigawatt-hour

Tim liputan Biro Bali

“Dengan adanya program ini, maka sistem kelistrikan Bali ini bergeser, yang tadinya ada faktor penggunaan BBM yang impor digantikan dengan energi dari domestik. Dari energi yang mahal menjadi energi murah, dari energi fosil menjadi energi baru terbarukan,” kata Darmawan kepada wartawan, Selasa (25/8).

Darmawan menambahkan, langkah ini sejalan dengan program Gubernur Bali I Wayan Koster terkait Bali Mandiri Energi dan Bali Energi Bersih. Penandatanganan kerja sama antara Pemprov Bali, Kementerian ESDM, dan PLN menjadi simbol bahwa pariwisata Bali akan tumbuh beriringan dengan pasokan energi hijau yang andal dan ekonomis.

Proyek di Gilimanuk ini diposisikan sebagai tahap awal dengan kapasitas 300 MWp dan dukungan BESS sebesar 1.000 Megawatt-hour (MWh). Penggunaan teknologi BESS memungkinkan energi matahari yang diserap pada pukul 10.00-14.00 WITA disimpan untuk menyuplai listrik pada sore, malam, hingga pagi hari, sehingga menekan konsumsi BBM secara signifikan. Selain Gilimanuk, potensi pemanfaatan lahan kering lainnya di Buleleng dan Karangasem saat ini tengah disurvei.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia atas pengalokasian proyek energi bersih tersebut di wilayahnya. Menurutnya, program ini menjadi momentum tepat untuk merealisasikan Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih.

“Manfaat daripada PLTS ini tidak saja untuk memenuhi kebutuhan energi, tapi juga meningkatkan citra pariwisata Bali. Karena Bali merupakan daerah wisata utama dunia yang perlu didukung dengan ekosistem lingkungan yang bersih,” ujar Koster.

Koster juga menegaskan kesiapan pemerintah daerah dalam memfasilitasi pelepasan lahan negara non-produktif untuk mendukung proyek strategis ini. Selain memperkuat sektor pariwisata, pengoperasian PLTS ini diproyeksikan dapat menghentikan ketergantungan pada BBM impor di Bali yang pemakainnya mencapai 500.000 kiloliter per tahun.

*Red

 

Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW


 

Senin, 24 Agustus 2026

Masa Bersiap

Keadaan sebelum Tentara Sekutu dan Belanda datang ke Indonesia

Masa bersiap adalah sebuah istilah media massa tahun 1945-1947 untuk sebuah periode dalam masa perang Kemerdekaan Republik Indonesia atau peralihan kekuasaan antara Tentara Kekaisaran Jepang di satu pihak ke Tentara Sekutu atau Republik Indonesia di sisi lain.

Dalam catatan Wartawan Rosihan Anwar saat itu tiap kampung di Jakarta jika ada orang asing tak di kenal masuk ke kampung maka akan terdengar teriakan " Bersiap! "....

Jadi saat itu sedang terjadi vakum atau kekosongan kekuasaan di Hindia Belanda terutama di Jawa dan Sumatera.

Karena kekosongan kekuasaan itu banyak terjadi pembunuhan atas nama semangat tapi kadang di dasari kepentingan pribadi. Dalam beberapa kasus bahkan banyak orang orang tak bersalah dari berbagai etnik Tionghoa, asing, timur jauh bahkan orang bekas tentara AL Jerman di bunuh oleh para pemuda hanya karena mereka orang asing. Sedang pembunuhan pada orang Tionghoa malahan di dasari karena mereka di anggap antek Belanda walau tak semua seperti itu dan kasus pembunuhan orang orang Tionghoa itu di sebut " Gedoran cina " dan tercatat terjadi di Medan dan Tangerang.

Pembunuhan pada orang Manado, Ambon dan indo Belanda terjadi di mana mana. Itu sebab beberapa golongan etnis itu membentuk wadah pertahanan sendiri semacam KRIS bagi orang Menado atau poh an tui bagi orng Tionghoa.

Dalam photo ini adalah kondisi kota Bogor di bulan juli 1945 saat masa bersiap!

^Benrus

 

Minggu, 23 Agustus 2026

Menko Polkam RI Berikan Kuliah Umum Perwira Siswa Dikreg LXVIII SeskoAD

Bandung - Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago mengajak para Perwira Siswa Dikreg LXVIII SeskoAD mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang berintegritas, adaptif, antisipatif, serta mampu memberikan keteladanan dan menjunjung keadilan bagi rakyat. Pesan tersebut disampaikan saat memberikan pembekalan pada Kuliah Umum Pasis Dikreg LXVIII SeskoAD TA 2026 di Bandung (20/8/2026).

Menko Polkam menegaskan bahwa integritas, moralitas, kapabilitas, kejujuran, dan disiplin harus menjadi fondasi kepemimpinan. Pesan tersebut diperkuat dengan membacakan Gurindam Dua Belas Pasal 12 karya Raja Ali Haji, salah satunya berbunyi, “Hukum adil atas rakyat, tanda raja beroleh ‘inayat.” Nilai tersebut menjadi pengingat agar para perwira senantiasa berpihak pada kebenaran, menegakkan keadilan, dan mengutamakan kepentingan rakyat dalam menjalankan amanah.

Menghadapi perubahan karakter ancaman, Menko Polkam juga mengingatkan pentingnya penguasaan ruang digital sebagai medan strategis saat ini. Para perwira harus mampu meningkatkan literasi digital dan keamanan siber, menangkal hoaks dan konten manipulatif, serta menjaga informasi strategis. Dengan profesionalisme, integritas, kemampuan beradaptasi, dan keteladanan, para Pasis SeskoAD diharapkan menjadi pemimpin TNI sekaligus bagian dari kepemimpinan nasional masa depan.

#KemenkoPolkam

#MenkoPolkam

Rabu, 19 Agustus 2026

Kemenko Polkam-Perpusnas RI Perkuat Sinergi Pengembangan Perpustakaan

SIARAN PERS NO. 340/SP/HM.01.02/POLKAM/8/2026

Polkam, Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) bersama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) memperkuat kerja sama di bidang perpustakaan melalui penandatanganan Kesepahaman Bersama. Kerja sama tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan informasi, pengelolaan pengetahuan, serta pengembangan sumber daya perpustakaan di lingkungan kedua institusi, di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Kesepahaman Bersama tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Kemenko Polkam (Sesmenko Polkam) Letjen TNI Mochammad Hasan dan Sekretaris Utama Perpusnas RI Dr. Joko Santoso, M.Hum.

Dalam kesempatan tersebut, Sesmenko Polkam menyampaikan bahwa perpustakaan memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia yang unggul, berpengetahuan, dan berdaya saing. “Bagi Kemenko Polkam, keberadaan perpustakaan tidak hanya menjadi sarana penyedia bahan bacaan, tetapi juga bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kementerian,” ujar Sesmenko Hasan.

Menurutnya, kerja sama Kemenko Polkam dan Perpusnas RI yang telah terjalin melalui Nota Kesepahaman sejak 24 Oktober 2023 telah memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan tata kelola perpustakaan dan layanan informasi di lingkungan Kemenko Polkam. Kerja sama tersebut menjadi semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan terhadap informasi yang akurat, relevan, dan mudah diakses untuk mendukung pelaksanaan tugas kementerian.

“Ketersediaan bahan pustaka, kemudahan akses informasi, serta pengelolaan pengetahuan yang baik dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas kajian dan analisis dalam penyusunan rekomendasi kebijakan di bidang politik dan keamanan,” tambah Sesmenko Hasan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Perpusnas RI atas sinergi yang telah terbangun selama ini. Menurutnya, penguatan kemitraan kedua institusi diharapkan semakin meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan, memperluas akses terhadap sumber informasi, serta membangun ekosistem pengetahuan yang mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan secara lebih optimal.

Sementara itu, Sekretaris Utama Perpusnas RI Dr. Joko Santoso, M.Hum. menjelaskan bahwa Perpusnas RI terus memperkuat perannya dalam menghimpun, mengelola, melestarikan, dan menyediakan sumber pengetahuan bagi masyarakat maupun instansi pemerintah. “Sejumlah program strategis yang dikembangkan meliputi penguatan budaya baca dan kecakapan literasi, transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, literasi digital, serta pelestarian dan pemanfaatan naskah Nusantara,” jelasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Deputi, Staf Ahli, dan Kepala Biro di lingkungan Kemenko Polkam. Dari Perpusnas RI hadir Plt. Kepala Biro Hukum, Organisasi, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat; Kepala Biro Sumber Daya Umum dan Manusia; Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan; Kepala Pusat Bibliografi dan Pengolahan Bahan Pustaka; serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

*Humas Kemenko Polkam RI

Tentara India Membelot Bela Republik

Indonesia baru merdeka beberapa bulan, kondisi Jakarta bagai daerah tak bertuan!

Sejak kedatangan tentara Inggris di Jakarta Oktober 1945, Inggris sebagai merasa memegang kendali atas Jakarta dengan menguasai daerah daerah penting dan strategis di Jakarta.

Kedatangan Tentara Inggris yang belakangan diketahui di boncengi NICA atau pemeritahan peralihan Sipil Hindia Belanda malah membuat kondisi Jakarta makin panas!

Di tiap pojok kota terjadi bentrok antara "bule" sebutan para pemuda militan Jakarta untuk semua tentara pendatang.. Baik Belanda atau Inggris.

Dan tiap wilayah kota sudah bagai daerah wild west... Tiap pojok Jakarta sudah memeliki "penguasa-penguasa" lokal yang tiap saat bisa bergerak menyerang bule bule yg terlihat. Begitu juga sebaliknya.. Tentara Inggris dan NICA akan membalas serangan para pemuda militan Jakarta dengan cara memeriksa kampung dan menahan pemuda yg mereka temui.

Jakarta bagai neraka diam! sampai sampai pihak Sekutu membuat aturan jam malam saat itu di Jakarta saking rawan dan mencekamnya situasi.

Di antara serdadu Inggris yang ditugaskan di Jakarta, terdapat anggota British India Division yang anggota nya ada yang beragama Islam, pada waktu senggang mereka sering berkunjung ke tabib Sher seorang tabib kawan dekat dari dokter Soeharto yang juga dokter pribadi Bung Karno.

Kejadian yang tak akan dilupakan oleh sang Tabib ini adalah ketika Bung Karno nyaris tewas di tangan tentara Belanda yang baru dibebaskan dari kamp tawanan Jepang dan kembali di beri senjata lalu menjadi kesatuan yang di bentuk oleh NICA.

Sore itu bulan Desember 1945, Bung Karno baru saja keluar dari tempat praktek dokter Soeharto di jalan kramat raya.

Rupanya di jalan Kramat Raya itu tentara Belanda sedang mencari Bung Karno untuk di bunuh, karena mobil Bung Karno sudah mereka hapal jadilah mobil tersebut di kepung tentara Belanda yang dengan bringas merangsek mendekati mobil pribadi presiden Indonesia pertama itu.

Keributan makin ramai, orang banyak tak ada yg berani bertindak karena tentara Belanda bersenjata lengkap.

Bung Karno hanya ditemani supir pribadi, di dalam mobil tak berani keluar dan hanya bisa pasrah....terjebak!...

Keributan langsung menyebar, kebetulan tempat praktek saya di Jalan Senen Raya terusan dari Kramat Raya sehingga lokasi kejadian di mana Bung Karno terjebak tidak terlalu jauh dari tempat praktek saya.

Sejumlah prajurit dan perwira muslim yang kebetulan sedang mampir ke tempat praktek saya, saya ajak keluar dan memberi tahu keadaan genting tersebut.

Sigap para prajurit dan perwira Inggris dari Devisi India ini mendekati lokasi dimana Bung Karno terkepung!

Saya ikuti para tentara asal India ini, dari dekat saya melihat Bung Karno tetap bertahan dalam mobil.

Walau dikepung oleh pasukan NICA bersenjata lengkap dan memaksa Bung Karno keluar dari mobil. Bung Karno tetap menolak keluar, mobilnya sudah mulai dirusak pasukan NICA sembari berteriak " Soekarno musuh, dia harus kami tangkap!" seraya mulai memecah kaca mobil.

Pasukan Inggris asal India melihat ulah para serdadu NICA, seorang perwira Asal India tiba tiba memerintah anak buah mengambil gerakan menyebar dan mengokang senjata mereka serta mulai membidik ke arah para serdadu NICA Belanda.

Seorang Perwira muslim India lalu berteriak dengan lantang...

"Panglima Sekutu berpendapat, dia Presiden Republik Indonesia, segera lepaskan atau kalian semua kita tembak di sini!!"....

Seraya mengacungkan senjatanya yang sudah siap tembak.

Pasukan NICA melihat seriusnya niat para tentara Inggris asal India ini mundur... seraya bersungut sungut dan sumpah serapah!

Dr Soeharto yang sejak tadi sudah keluar dari tempat prakteknya dan hanya berani dipinggir, akhirnya membimbing Presiden Soekarno keluar dari dalam mobil, lalu membawa Bung Karno ke tempat praktek nya tidak lama kemudian dengan mobilnya, dokter itu mengantar Bung Karno kembali ke rumah di Pegangsaan Timoer lewat jalan kampung di belakang.

Mobil Bung Karno sendiri

rusak harus di bawa ke bengkel, dokter Soeharto menitipkan mobil tersebut pada saya, 3 minggu setelah mobil tersebut selesai diperbaiki saya mengantar mobil tersebut pada sang empunya, namun saat saya sampai ke sana Bung Karno dan keluarga sudah tak ada dan rumah Bung Karno sudah kosong karena mereka semua sudah pindah ke Jogjakarta.

Sumber buku Kesaksian dr. Soeharto

Minggu, 16 Agustus 2026

Pray For NTT

Keluarga Besar Kemenko Polkam turut berdukacita atas musibah gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) 

Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melindungi dan menguatkan saudara-saudari kita yang terdampak, serta memberikan ketabahan bagi keluarga yang tengah menghadapi musibah ini.

Mari bersatu dalam doa dan aksi nyata untuk membantu saudara-saudara kita yang sangat membutuhkan bantuan di NTT. Bersama, kita kuatkan solidaritas dan kepedulian untuk mereka yang sedang menghadapi masa sulit.

#KemenkoPolkam

#PrayforNTT

Dalam Rangka HUT Kemerdekaan RI Ke - 81 Yon C Pelopor Brimob Polda Bali Bagikan Paket Sembako Kepada Ojol

Jembrana - Personel Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Bali menggelar aksi bakti sosial dengan membagikan paket sembako kepada para pengemud...