Masih ada juga yang tanya kenapa
kita sebut Belanda itu Kompeni, itu sebenarnya pengetahuan dasar.
Kita tahu Kompeni itu artinya
kongsi dagang atau perusahaan.
Lalu apa beda perang antara
Sultan Agung Hanyokrokusumo dengan perang Diponegoro?
Kedua nya sama sama perang
dengan Belanda.
Bedanya adalah Sultan Agung
Hanyokrokusumo berperang dengan "Satpam" perusahaan karena sang
Sultan menyerang Perusahaan Dagang asal Belanda yakni VOC atau Vereenigde
Oostindische Compagnie, yang dalam bahasa Indonesia berarti Perusahaan Hindia
Timur Belanda.
VOC adalah kongsi Dagang atau
Perusahaan Hindia Timur Belanda (Vereenigde Oostindische Compagnie atau
disingkat VOC) yang didirikan pada tanggal 20 Maret 1602.
Sebuah persekutuan dagang asal
Belanda yang memiliki monopoli untuk aktivitas perdagangan di Asia. Disebut
Hindia Timur karena ada pula Geoctroyeerde Westindische Compagnie yang
merupakan persekutuan dagang untuk kawasan Hindia Barat.
Perusahaan ini dianggap sebagai
perusahaan multinasional pertama di dunia sekaligus merupakan perusahaan
pertama yang mengeluarkan sistem pembagian saham.
VOC di beri hak istimewa dalam
mengambil keputusan yang dianggap perlu tanpa harus melalui persetujuan negara.
VOC bisa memutuskan berperang
dengan lawan dagang nya atau dengan pimpinan lokal yang di anggap membangkang
VOC.
VOC bangkrut karena korup dan
ditutup pada tahun 1799 nah semenjak itu negara Belanda lah yang mengambil alih
tanah jajahan... Itu sebab nya orang inlander biasa memanggil Belanda dengan
Kompeni.
Sedang pangeran Diponegoro sudah
berperang dengan "Negara" Belanda dan saat itu Pangeran Diponegoro
berperang sebagai "Pribadi" melawan 3 Negara sekaligus! yakni Negera
Belanda, Ngayogyakarto Hadiningrat dan Keraton Mangkunegaran Solo.
Saat Perang jawa di mulai, Cucu
Sultan Agung ini sudah berperang dengan negara Kerajaan Belanda plus negara
Sekutu nya.
Itu beda nya.
Secara keseluruhan kedua tokoh
cucu dan eyang ini adalah inisiator pemberani yang menentang kekuasaan hegemoni
Barat dengan cara masing-masing tentu disesuaikan dengan masa saat mereka
hidup.
Sultan Agung seperti tahu kelak
bangsanya akan menghadapi "Belanda" dalam waktu lama dan keberanian
dirinya dengan menyerang Belanda di Batavia walau ia tahu tak serangan tersebut
tak akan mengusir orang asing itu pergi tapi ia menunjukkan bahwa perlawanan
sudah ia mulai dari awal dengan gagah.
Sedang Diponegoro melakukan sesuatu yang ia yakini benar sesuai haknya. Ia sendiri tak pernah menyangka parang yang ia sulut akan berlangsung lama namun ia sudah memberi pelajaran pada orang asing bahwa ia dan sang Moyang dan juga banyak orang Jawa lain tak mudah hanya menunduk dan menerima ! Bahwa mereka bisa melawan !
201Tahun Perang Jawa
20 Juli 1825 - 20 Juli 2026









.jpg)

