Bhayangkara Indonesia News
Menjunjung Kebenaran, Keadilan Dan Kemanusiaan
Jumat, 08 Mei 2026
Rabu, 06 Mei 2026
Resmikan Kantor Baru Kompolnas, Menko Polkam Tekankan Profesionalisme dan Integritas
Polkam, Jakarta – Menteri
Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.)
Djamari Chaniago menghadiri acara syukuran dan peresmian pemanfaatan kantor
baru Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) yang kini berada di Gedung Graha Sentana,
Pancoran, Jakarta Selatan, guna mendukung peningkatan tugas dan pelayanan
publik Kompolnas kepada masyarakat.
“Hari ini saya bersama Pak
Kapolri meresmikan penggunaan kantor baru untuk Kompolnas. Yang semula
Kompolnas berada di dekat Mabes Polri, sekarang pindah ke sini (Graha Sentana –
Pancoran). Tujuannya supaya masyarakat yang berkepentingan atau berhubungan
dengan Kompolnas dapat datang dengan lebih leluasa dan tidak perlu ragu-ragu
menyampaikan laporan terkait Polri,” jelas Menko Polkam kepada awak media dalam
acara syukuran kantor baru Kompolnas, Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Menko Polkam menjelaskan,
Kompolnas sebagai lembaga yang memiliki fungsi memberikan pertimbangan kepada
Presiden serta melakukan pengawasan terhadap kinerja Kepolisian Negara Republik
Indonesia dituntut untuk semakin profesional, independen, dan berintegritas.
Dalam konteks tersebut, penguatan kapasitas kelembagaan menjadi suatu
keniscayaan.
“Dengan lokasi dan penataan
ruangan yang sebaik ini, maka pelaksanaan tugas harus lebih baik dari
sebelumnya. Profesionalisme dan integritas harus selalu dijunjung tinggi. Kita
(Kemenko Polkam dan Kompolnas) adalah mitra kerja agar institusi Polri semakin
profesional dan dicintai rakyat. Integritas jangan diragukan, jaga baik-baik
itu. Kompolnas sebagai mitra untuk mengangkat citra institusi Kepolisian.
Jangan pernah menyerah, bosan, dan putus asa dalam melaksanakan tugas mulia
ini,” tegasnya.
Menko Polkam berharap kantor
baru ini menjadi pusat kerja yang produktif dan representatif serta mampu
mendukung peningkatan kinerja Kompolnas secara berkelanjutan. Kompolnas
berperan strategis membantu Presiden mewujudkan keadilan dan penegakan hukum
untuk melancarkan upaya pembangunan yang pada akhirnya bertujuan
menyejahterakan rakyat.
“Kita menyadari bahwa tantangan
bangsa ke depan semakin kompleks. Perkembangan teknologi, dinamika sosial,
serta meningkatnya ekspektasi publik terhadap pelayanan hukum menuntut
institusi kepolisian untuk terus berbenah. Dalam konteks ini, Kompolnas
memiliki peran penting untuk memastikan bahwa reformasi Polri berjalan secara
konsisten, profesional, dan berintegritas,” terangnya.
Pada kesempatan yang sama,
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyampaikan harapan bahwa dengan
adanya kantor baru, Kompolnas akan menjadi lebih efektif dalam memberikan saran
dan masukan untuk Polri. “Tentunya dengan keberadaan gedung yang baru ini akan
membuat Kompolnas semakin independen sebagai mitra strategis Polri untuk
memastikan institusi Polri benar-benar dapat melaksanakan tugasnya secara
profesional,” ungkap Kapolri.
Anggota Komisioner Kompolnas M.
Choirul Anam juga menyampaikan bahwa peresmian ini untuk menguatkan semangat
profesionalisme dan integritas. “Yang paling penting adalah semua orang
mengetahui bahwa kantor Kompolnas telah pindah dan kini memiliki kantor baru,
sehingga koordinasi dapat dilakukan dengan lebih cepat,” tambahnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh
Menteri PPPA Arifat Choiri Fauzi, Penasihat Khusus Presiden Bidang Kamtibmas
dan Reformasi Kepolisian Jenderal Pol. (Purn.) Ahmad Dofiri, Sesmenko Polkam
Letjen TNI Mochammad Hasan, Sekretaris Kompolnas Irjen Pol. (Purn.) Arief
Wicaksono Sudiutomo, serta para pejabat tinggi dari Kementerian/Lembaga terkait
lainnya.
*Humas Kemenko Polkam RI
Selasa, 05 Mei 2026
Pengawal Menyeret Bung karno Karena Ada Granat Tapi Bung Karno Protes " Jangan Cepat -cepat " ( Ada granat tapi si Bung masih santai )
Agen Polisi Sudiyo masih berdiri
dengan mata waspada di pintu mobil kepresidenan yang ditumpangi Bung Karno, ia
sesekali memandang sekelilingnya dengan waspada lalu menatap rekannya Agen
Polisi Oding Suhendar yang juga berdiri di sebelahnya. Bung Karno masih
berjalan perlahan-lahan keluar area Sekolah Cikini menuju mobil setelah
menghadiri undangan guru disana dimana putri Bung Karno sekolah di perguruan
tersebut.
Sesaat Bung Karno masuk mobil
dan terdengar aba-aba "Hormat grak!", tiba-tiba terdengar suara ledakan
memekakan telinga. Sigap Sudiyo dan Oding menarik badan Presiden Soekarno
dengan sedikit sentakan keras dan menyerat ke lokasi aman di sebrang sekolah
Perguruan Cikini.
Diingat benar oleh Sudiyo
bagaimana Bung Karno "protes" dengan berucap sambil berlari karena di
seret, "Yo, jangan cepat-cepat", sambil masih melindungi bung Karno
Sudiyo menjawab, “Pak, itu granat!”.
Oding Suhendar dan Sudiyo waktu
terjadinya pelemparan granat sedang berdiri di kanan kiri Bung Karno dan di
dekat pintu mobil Bung Karno, untuk membuka jalan dari desakan anak-anak
sekolah Cikini yang sedang mengantar Bung Karno ke mobilnya di depan sekolah
tersebut.
Ledakan granat pertama tepat di
samping Bung Karno. Secepat kilat Sudiyo dan Oding Suhendar merangkul dan
menarik Bung Karno dengan cara keras sekali dan dibawa lari dengan membungkuk
meninggalkan mobil dan menyeberang Jalan Cikini menuju rumah di depan sekolah
Cikini sebagai tempat penyelamatan Bung Karno.
Dibelakang mereka masih
terdengar bunyi ledakan-ledakan granat disertai teriakan dan tangis anak-anak
sekolah yang terluka oleh pecahan-pecahan granat tersebut. Ketika Bung Karno,
Sudiyo dan Oding Suhendar sudah sampai di seberang Jalan Cikini, terus masuk ke
dalam halaman rumah menuju serambi belakang rumah tersebut, untuk mencari
perlindungan bagi diri pribadi Bung Karno. Sudiyo segera mengambil kursi yang
ada di sekitar tempat tersebut dan diletakkan di depan lemari yang juga ada di
sekitar tempat tersebut untuk dapat dipergunakan melindungi Bung Karno untuk
sementara.
Selanjutnya Sudiyo memadamkan
semua lampu yang ada di sekitarnya. Sudiyo kemudian menyuruh Ramelan, yang
waktu itu sedang bertugas berpakaian dinas kebesaran memakai jas dan bertugas
duduk di dalam mobil Presiden dalam pengawalan tersebut, untuk meneliti dan
memeriksa pagar halaman rumah di bagian belakang, apakah ada kemungkinan Bung
Karno dapat lewat melalui pagar halaman tersebut untuk pergi ke lain tempat
yang lebih aman lagi.
Tiba-tiba Oding Suhendar sudah
menggeletak di samping Bung Karno. Rupanya Oding yang sudah tidak tahan lagi
karena luka-luka parah kena pecahan granat dan mengeluarkan darah
terus-menerus. Oding Suhendar berkata kepada Sudiyo, "Yo, jaga Bung Karno
baik-baik, saya sudah tidak tahan lagi!", sambil merobohkan badannya ke tanah.
Mendengar kata-kata Oding Suhendar itu, Bung Karno berkata, "Ding,
kuat-kuatkan, sebentar lagi akan mendapat bantuan.", sedang Oding mencoba
menahan sakit sambil menatap sang Presiden.
Tidak lama nyonya rumah
mendekati Oding Suhendar, tetapi dibentak oleh Sudiyo sambil mengacungkan laras
pistolnya dan berkata, "Jangan dekat-dekat, saya tembak kamu!", maaka
nyonya rumah ini berkata, "Tuan, saya menolong kawan Tuan yang pingsan
itu."
Selanjutnya, nyonya tersebut
mendekati Oding Suhendar dan membalut luka-lukanya dengan kain putih yang dia
sobek dari kain sepereinya untuk dapat menolong Oding Suhendar yang sudah
terlalu banyak mengeluarkan darah. Kemudian datang Ramelan dan melaporkan,
bahwa pagar halaman rumah tersebut terlalu tinggi dan tidak mungkin Bung Karno
dapat memanjat pagar tersebut.
Sampai kemudian Mangil
Martowidjoyo datang dan melihat kemeja Sudiyo penuh dengan darah, tetapi saya
tidak menemukan luka di badan Sudiyo serta tidak mengetahui darah siapa yang
banyak di kemejanya itu.
Saat berhadapan dengan Mangil,
Bung Karno bertanya, "Mangil. Apakah sudah datang bantuan?" lalu
dijawab Mangil, "Sudah, Pak."
Bung Karno kembali bertanya,
"Bagaimana anak-anak semua selamat?" dan kembali dijawab Mangil,
"Semua selamat dan sudah pulang kembali ke Istana."
Mangil meminta kepada Bung Karno
untuk pulang kembali ke Istana Merdeka dan Bung Karno menurut kemudian berdiri
dari tempat duduknya, memegangi pundak Mangil sembari berjalan menuju mobil
yang telah tersedia di Jalan Cikini. Sedan tersebut adalah sedan cadangan dalam
rombongan Presiden. Setelah Bung Karno masuk ke dalam mobil dan setelah
pengawal sudah siap maka Presiden terus berangkat menuju Istana Merdeka dengan
kecepatan tinggi.
Peristiwa Cikini terjadi tanggal
30 November 1957, sebuah upaya pembunuhan Presiden Soekarno oleh beberapa oknum
yang membuat belasan orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Ajun Komisaris
Polisi Mangil Martowidjoyo sendiri saat peristiwa penggranatan terhadap
Presiden Soekarno di sekolah Perguruan Cikini sedang ijin tak mengawal karena
mengantar anaknya sakit, namun belum selesai urusan dengan sakit sang anak, ia
dikabari tentang peristiwa di Cikini maka Mangil langsung menuju lokasi
kejadian.
Sekilas
peran Para Polisi Pengawal Presiden Republik Indonesia di masa Presiden
Soekarno.
Sumber
buku H. Mangil Martowidjoyo
Kesaksian
Tentang Bung Karno
1945
- 1967
Senin, 04 Mei 2026
Kurangi Beban TPST Bantar Gebang
Sobat Jakarta, kamu
bisa ikut berkontribusi untuk Jakarta dengan pilah sampah dari rumah lho.
Dengan begitu, kamu bisa membantu TPST
Bantar gebang untuk lebih mudah mengolah sampahnya. Lalu, gimana cara untuk olah
sampah dari rumah dan jenis-jenis sampahnya? Simak infografik ini ya.
Yuk, mulai pilah sampah dari rumah!
#dkijakarta #JagaJakarta
Sabtu, 02 Mei 2026
ANAK-ANAK RAMAIKAN PADEL TOURNAMENT PIALA BERSINAR 2026, WUJUD NYATA ANANDA BERSINA
Jakarta - Anak-anak menjadi
fokus utama dalam implementasi program unggulan Badan Narkotika Nasional (BNN),
ANANDA BERSINAR (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih
Narkotika), yang mengedepankan pembentukan karakter dan gaya hidup sehat sejak
dini sebagai upaya membentengi generasi muda dari pengaruh narkotika. Komitmen
ini tercermin pada hari pertama gelaran Padel Tournament Piala Bersinar 2026,
Jumat (1/5), yang dihelat BNN di Casa de Padel, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Dalam turnamen ini, BNN menghadirkan
Kategori Usia Dini yang terbagi dalam tiga kelas, yaitu Kelas Umur 12, Kelas
Umur 14, dan Kelas Umur 16. Masing-masing kelas diikuti oleh delapan pasangan
(pairing) yang tampil penuh semangat dan antusias sepanjang pertandingan.
Kehadiran anak-anak dalam
kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga sebagai
sarana pembelajaran nilai-nilai positif seperti disiplin, kerja sama, dan
sportivitas. Suasana pertandingan yang penuh keceriaan menunjukkan bahwa
olahraga dapat menjadi media yang efektif dalam mendukung tumbuh kembang anak
secara sehat dan seimbang.
Lebih dari itu, partisipasi
dalam kegiatan ini juga membuka peluang bagi anak-anak untuk mendapatkan
pembinaan lebih lanjut dari Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) sebagai bagian
dari pengembangan potensi olahraga sejak dini. Namun demikian, BNN menegaskan
bahwa esensi utama dari kegiatan ini adalah menghadirkan ruang yang aman,
positif, dan menyenangkan bagi anak untuk berkembang.
Melalui pendekatan ini, BNN
berharap pesan pencegahan narkotika dapat tersampaikan secara lebih efektif dan
mudah dipahami oleh anak-anak. Dengan demikian, ANANDA BERSINAR tidak hanya
menjadi program, tetapi juga gerakan bersama dalam membentuk generasi yang
sehat, berkarakter, dan bebas dari narkotika.
BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN
Jumat, 01 Mei 2026
Kemenko Polkam Perkuat SDM Siber di Poltek SSN Guna Dongkrak Skor GCI
SIARAN PERS NO.
146/SP/HM.01.02/POLKAM/5/2026
Polkam, Bogor - Kemenko Polkam
RI melalui Asisten Deputi Bidang Koordinasi Pencegahan dan Peningkatan
Kapasitas Keamanan Siber membahas peran Politeknik Sandi dan Siber Negara
(Poltek SSN) sebagai institusi pendidikan kedinasan yang strategis dalam mencetak
talenta unggul di bidang keamanan siber dan persandian pada (30/04/26) di
Ciseeng, Kabupaten Bogor.
Asisten Deputi Bidang Koordinasi
Pencegahan dan Peningkatan Kapasitas Keamanan Siber, Budi Eko Pratomo,
menegaskan bahwa pengembangan kapasitas SDM merupakan aspek fundamental dalam
membangun ketahanan siber nasional. Menurutnya, peningkatan kualitas SDM
menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan siber yang kian
kompleks.
“Hasil kunjungan ini diharapkan
dapat menjadi dasar dalam merumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih
komprehensif guna memperkuat kapasitas SDM keamanan siber nasional,” ujar Budi
Eko Pratomo.
Melalui diskusi, peninjauan
fasilitas, serta pendalaman kurikulum dan program pendidikan, Kemenko Polkam
menggali berbagai praktik terbaik sekaligus mengidentifikasi tantangan dalam
pemenuhan kebutuhan SDM keamanan siber, baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Transformasi digital yang
semakin masif menuntut kesiapan SDM yang kompeten dan adaptif untuk menghadapi
dinamika ancaman siber yang terus berkembang,” tambahnya.
Melalui sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan
pemangku kepentingan lainnya, Indonesia diharapkan dapat terus memperkuat
posisi dan daya saing dalam ekosistem keamanan siber global.
*Humas Kemenko Polkam
Rabu, 29 April 2026
Kemenko Polkam Dorong Penguatan Sistem Digital dan Literasi untuk Hadapi Disinformasi
Polkam, Yogyakarta – Pemerintah
melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam)
terus memperkuat tata kelola ruang digital nasional. Upaya ini dilakukan untuk
mengantisipasi penyebaran disinformasi, ujaran kebencian, serta dinamika
anonimitas di ruang digital yang berpotensi memengaruhi stabilitas nasional.
Demikian disampaikan oleh
Asisten Deputi Koordinasi Pelindungan Data dan Transaksi Elektronik Kemenko
Polkam, Yadi Syaiful Garyadi saat membuka “Rapat Koordinasi Penguatan Regulasi
Moderasi Konten Terkait Isu Disinformasi dan Ujaran Kebencian” di Yogyakarta,
pada Rabu (29/4/2026).
“Pemerintah menilai pendekatan
penanganan perlu bertransformasi, dari yang sebelumnya berfokus pada pemutusan
akses (takedown) konten, menjadi penguatan sistem yang menekankan akuntabilitas
platform digital serta peningkatan literasi masyarakat,” jelas Syaiful.
Ia menyampaikan bahwa
pengendalian anonimitas menjadi salah satu fokus utama dalam menciptakan ruang
digital yang lebih akuntabel.
“Kami mendorong pembatasan
jumlah akun berbasis NIK serta tengah mengembangkan uji coba verifikasi
biometrik yang ditargetkan dapat diterapkan dalam dua hingga tiga tahun ke
depan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Strategi
dan Kebijakan Pengaturan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital,
Muchtarul Huda, menegaskan pentingnya peningkatan akuntabilitas platform
digital global.
“Platform harus tunduk pada
regulasi nasional, termasuk kewajiban pemutusan akses konten secara cepat serta
kehadiran perwakilan lokal agar pengambilan keputusan lebih efektif,” tegasnya.
Dalam forum tersebut juga
ditegaskan bahwa penegakan hukum dilakukan secara terukur dengan mengedepankan
pendekatan preventif. Akademisi Universitas Gadjah Mada, Muhammad Fatahillah
Akbar, menekankan pentingnya literasi digital sebagai langkah awal penanganan
konten bermasalah.
“Hukum pidana merupakan ultimum
remedium. Penanganan harus diawali dengan penguatan literasi digital dan
mekanisme internal platform,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut,
pemerintah akan menyusun peta jalan nasional penanganan disinformasi yang lebih
komprehensif dan terintegrasi, serta menyelaraskannya dengan Undang-Undang
Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan Kitab Undang-Undang Hukum
Pidana (KUHP) baru guna menjaga keseimbangan antara keamanan nasional dan
perlindungan hak sipil.
*Humas Kemenko Polkam
Penyusunan Laporan CBMs, Indonesia Perkuat Transparansi dan Tata Kelola Keamanan Biologi
Polkam, Depok — Kementerian
Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI menegaskan komitmen Indonesia dalam
memperkuat transparansi dan akuntabilitas di bidang keamanan biologi melalui
penyelesaian draf Laporan _Confidence Building Measures (CBMs)_ Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Asisten
Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Multilateral Kemenko Polkam RI, Adi
Winarso, dalam rapat koordinasi Penyusunan Laporan _Confidence Building
Measures (CMBS)_ Konvensi Senjata Biologis (BWC) Indonesia di Depok, Jawa Barat,
Rabu (29/4/2026). Rakor ini merupakan pertemuan lanjutan yang diharapkan
menjadi tahapan akhir dari rangkaian panjang proses koordinasi lintas sektor
yang telah dimulai sejak awal tahun 2026.
“Pertemuan hari ini diharapkan
merupakan etape terakhir dari proses panjang yang telah kita lalui, mulai dari
identifikasi isu strategis pada Februari, pendalaman aspek implementasi bersama
UNODA di Bandung, hingga perumusan tata kelola nasional pada Maret lalu,” ujar
Adi Winarso.
Menurutnya, seluruh rangkaian tersebut
bermuara pada satu tanggung jawab utama, yakni menyelesaikan draf laporan CBMs
Indonesia secara komprehensif dan akurat. Laporan ini tidak hanya merupakan
kewajiban administratif kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tetapi juga
menjadi instrumen diplomasi strategis yang menunjukkan komitmen Indonesia
terhadap transparansi, tanggung jawab, serta pengendalian aktivitas biologis
secara ketat.
Adi Winarso juga menyoroti bahwa
sejak meratifikasi ketentuan terkait, Indonesia baru menyampaikan laporan CBMs
sebanyak empat kali. Oleh karena itu, momentum penyusunan laporan tahun ini
diharapkan menjadi tonggak penting untuk menghadirkan laporan yang lebih
berkualitas dan mencerminkan perkembangan fasilitas serta riset biologi
nasional secara utuh.
Rapat koordinasi ini melibatkan
berbagai kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Luar Negeri,
Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertahanan, Kementerian Pertanian,
Kementerian Lingkungan Hidup, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), unsur
intelijen (BAIS dan BIN), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta
perwakilan industri melalui Bio Farma dan para pakar dari Asosiasi Biorisk.
Keterlibatan lintas sektor ini mencerminkan kompleksitas serta pentingnya
penyusunan laporan CBMs secara terintegrasi.
Dalam kesempatan tersebut, Adi
Winarso menekankan pentingnya percepatan proses penyusunan. Ia mendorong
seluruh peserta untuk tidak lagi berada pada tataran diskusi konseptual,
melainkan langsung melakukan pengisian dan penyempurnaan formulir teknis CBMs.
“Kita harus memastikan bahwa seluruh data terkait fasilitas containment,
program perlindungan hayati, hingga kerja sama riset internasional telah
terkonsolidasi dengan baik,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Keamanan
dan Perdamaian Internasional Kementerian Luar Negeri, Riando Sembiring
menegaskan pentingnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam
implementasi Konvensi Senjata Biologi di tingkat nasional. Hal ini mengingat
pelaksanaan konvensi tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, khususnya
dalam penyusunan laporan _Confidence Building Measures (CBMs)_.
"Inisiatif penyusunan dan
penyampaian laporan CBMs menjadi langkah yang tepat waktu di tengah dinamika
global yang semakin menuntut transparansi dan kepercayaan antarnegara.
Indonesia sendiri tercatat baru empat kali menyampaikan laporan CBMs, dengan
laporan terakhir pada tahun 2015," katanya.
CBMs lahir sebagai respons atas
keterbatasan Konvensi Senjata Biologi yang belum memiliki mekanisme verifikasi
formal. Sejak disepakati pada tahun 1987, CBMs berfungsi sebagai instrumen
transparansi yang mencakup pelaporan terkait fasilitas laboratorium berisiko
tinggi, program biodefense, hingga produksi vaksin.
Draf laporan CBMs Indonesia yang
telah disusun, selanjutnya akan segera disampaikan kepada PBB melalui Perutusan
Tetap Republik Indonesia (PTRI) di Jenewa. Melalui penyusunan laporan ini,
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam
menjaga keamanan hayati global sekaligus memperkuat kepercayaan internasional
terhadap tata kelola biologi nasional.
*Humas Kemenko Polkam RI
Selasa, 28 April 2026
Kemenko Polkam Matangkan Posisi Nasional Menjelang Pertemuan Ke-2 International Migration Review Forum (IMRF) di PBB
Polkam, Bogor – Pemerintah
Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko
Polkam) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) strategis untuk memfinalisasi posisi
nasional dan persiapan delegasi Indonesia pada Pertemuan Ke-2 International
Migration Review Forum (IMRF) yang akan berlangsung di Markas Besar PBB, New
York, pada 5-8 Mei 2026.
Pertemuan ini merupakan langkah
krusial untuk mensinkronkan laporan implementasi nasional dengan strategi
diplomasi yang akan diusung Indonesia di panggung global.
“Rakor hari ini adalah tahap
finalisasi untuk memastikan bahwa Indonesia datang ke New York dengan satu
suara yang solid. Kita harus memastikan capaian-capaian nyata Indonesia dalam
melindungi pekerja migran terdokumentasi dengan baik dalam Voluntary National
Review (VNR) dan tersampaikan secara efektif dalam sidang-sidang pleno maupun
diskusi tematik,” ujar Asisten Deputi Kerja Sama Multilateral Kemenko Polkam,
Adi Winarso di Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).
Rakor ini menindaklanjuti rangkaian
koordinasi sebelumnya yang diprakarsai oleh Kementerian Luar Negeri pada
pertengahan April di Bogor dan koordinasi teknis bersama Kementerian
Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) pada 23 April lalu.
Fokus utama pembahasan mencakup
enam poin strategis:
1. Finalisasi posisi runding
Indonesia terhadap naskah Deklarasi Kemajuan (Progress Declaration).
2. Penyusunan elemen utama
Pernyataan Nasional (National Statement).
3. Persiapan intervensi pada
sesi Roundtable dan Policy Debate.
4. Kesiapan keterlibatan dalam
Informal Interactive Multistakeholders Hearing.
5. Rencana penyelenggaraan Side
Event mandiri oleh Pemerintah RI di New York sebagai sarana berbagi praktik
terbaik (best practices) tata kelola migrasi.
Dalam pertemuan tersebut, Adi
menekankan kepentingan utama Indonesia adalah terus mendorong penguatan
komitmen internasional dalam aspek perlindungan hak asasi migran, penurunan
biaya remitansi, serta penguatan kerja sama penanganan migrasi ireguler yang
aman, tertib, dan teratur sesuai mandat Global Compact for Migration (GCM).
“Migrasi internasional adalah
isu yang multidimensi. Oleh karena itu, sinergi antara K/L seperti Kemenlu,
KP2MI, Kemenaker, Kemendagri hingga unsur Polri dan kementerian teknis lainnya
sangat mutlak diperlukan agar profil Indonesia sebagai negara percontohan dalam
implementasi GCM tetap terjaga,” tambah Adi.
Sementara itu, Dirjen Kerja Sama
Multilateral Kementerian Luar Negeri menekankan pentingnya pertemuan ke-2 IMRF,
khususnya membahas terkait masalah imigrasi. Pasalnya, IMRF bukan hanya forum
bagi negara pengirim pekerja migran tetapi juga negara penerima imigran dan
pengungsi.
Dalam pertemuan tersebut,
masing-masing Kementerian dan Lembaga yang menangani masalah imigran turut
serta memberikan pandangan serta masukan, sehingga dapat dibahas dan
menghasilkan solusi bagi Indonesia dan negara penerima imigran dan pengungsi.
Pertemuan ini turut dihadiri
pejabat terkait dari Kemenko Kumham Imipas, Kemenko Pemmas, Kementerian
Imigrasi dan Pemasyarakatan, KP2MI, Kemnaker, Kemendagri, KKP, Bappenas, BRIN,
Bank Indonesia, dan Mabes Polri.
*Kemenko Polkam RI
Minggu, 26 April 2026
OPERASI RAHASIA KIRIM SENJATA KE PEJUANG ALZAJAIR TAHUN 1957
"Pak apakah tidak takut sangsi PBB jika ketahuan kita
menyelundupkan senjata ke Aljazair?".....
Tanya Goentoer Soekarno Poetra
Lalu Bung Karno menjawab.....
"Preeet!"......Suara kentut*t yang keras
Pada tahun 1957, Bung karno sengaja menyelundupkan senapan mesin
kepada Front Nasional Pembebasan Aljazair sebagai perlengkapan persenjataan
untuk melawan Prancis. Dalam proses penyelundupan, misi rahasia ini melibatkan
dua kapal selam yang dipesan Indonesia dari Uni Soviet.
Seperti diketahui, pada 1949 hingga 1958, Uni Soviet memang
memproduksi 236 kapal selam kelas Whiskey, yang 12 di antaranya dibuat untuk
Indonesia.
Apa yang dilakukan Bung Karno itu sempat ditanyakan oleh Guntur,
apakah tidak takut pada sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) karena
melanggar hukum internasional dengan menyelundupkan senjata untuk membantu
perjuangan kemerdekaan Aljazair. Atas pertanyaan itu, Bung Karno malah membalas
dengan suara kentut yang besar!.
Bung Karno menyatakan, kalau PBB berani menghukumnya karena
membantu negara lain lepas dari penjajahan, dia akan mengentutinya.
“Soal kemerdekaan, soal menghancurkan imperialisme, itu buatku
nomor satu,” kata Bung Karno.
*Sumber
buku Bung Karno Bapak ku, kawan ku, Guru ku karya Goentoer Soekarno Poetra
Sabtu, 25 April 2026
Komitmen BNN RI untuk meningkatkan Pemulihan Klien Narkoba
Komitmen BNN RI untuk meningkatkan Pemulihan Klien Narkoba:
Hasil Survei Kepuasan Masyarakat Triwulan I 2026
Memasuki tahun 2026, BNN tetap fokus untuk memberikan layanan
rehabilitasi yang aman, transparan, dan dapat diandalkan oleh masyarakat.
Melalui Survei Kepuasan Masyarakat (IKM) periode Januari–Maret
2026 yang melibatkan 1.738 responden di seluruh Indonesia, Kami bersyukur
menerima umpan balik yang sangat positif, dengan hasil sebagai berikut:
Layanan Rawat Jalan: 3.66 (91.50%) dengan predikat Sangat Baik
(A).
Layanan Rawat Inap: 3.76 (94.00%) dengan predikat Sangat Baik
(A).
Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan bahwa
upaya pelayanan yang Kami hadirkan dapat memenuhi harapan dan kebutuhan
masyarakat.
Kami mengucapkan
terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan semua pihak. Kami berkomitmen
untuk terus menjaga kualitas layanan ini demi tercapainya pemulihan yang
berkelanjutan.
BIRO HUMAS DAN
PROTOKOL BNN
-
Menjunjung Kebenaran, Keadilan Dan Kemanusiaan The Partnership Building Of Divkum Polri PEMBINA Irjen.Pol. DR. Asep J Ahmadi, SH,...
-
Gilimanuk - Suasana antrean pemudik di Terminal Cargo tampak lebih nyaman setelah Brimob Gilimanuk melakukan penyiraman area menggunakan mob...











.jpg)

