Selasa, 06 Oktober 2026

Sukarno Pilih Kuda Yang Sudah Tua : Yang Tua Paling Jinak

Dibalik sebuah Foto bersejarah pada Perayaan TNI Pertama 5 Oktober 1946

“Untuk pawai besok, berilah saya kuda yang paling lunak, paling tua, paling jinak dan hampir mendekati kematiannya….”

Bung Karno, 5 Oktober 1946

Pasti banyak yang pernah lihat photo si Bung naik kuda....Gagah ya

Tapi uniknya ini adakah

Pengalaman Pertama Bung Karno Naik Kuda 🙂

Kejadian menarik juga menimpa Bung Karno ketika tanggal 5 Oktober 1946, Angkatan Perang kita (sekarang TNI) hendak merayakan ulang tahun yang pertama. Dalam salah satu tata cara upacara militer yang sudah direncanakan semegah-megahnya untuk ukuran negara berusia satu tahun, Presiden Republik Indonesia Sukarno, harus melakukan inspeksi pasukan… naik kuda!.

Persoalannya adalah.…Bung Karno tidak pernah naik kuda. Pergaulan Bung Karno dengan seekor kuda pada masa-masa sebelumnya, tak lebih dari sekadar menepuk-nepuk kuduknya. Demi mengetahui hal itu, Fatmawati, istrinya, ikut cemas. “Jadi, bagaimana caranya,”, tanya Fatma. Bung Karno menjawab, “Pertama, aku hendak menghadapi kenyataan bahwa aku orang yang pelagak… Aku akan belajar naik kuda!”

Fatma belum hilang rasa cemasnya, “Kan pawainya besok?”, Lalu Bung Karno menjawab, “Ya, aku akan belajar dalam satu hari.”

Akhirnya, seorang perwira kavaleri tekun memberikan pelajaran berkuda kepada presidennya. Dan di akhir sesi latihan, kepada si perwira kavaleri itu, Bung Karno menyampaikan pesan dengan suara pelan… “Untuk pawai besok, berilah saya kuda yang paling lunak, paling tua, paling jinak dan hampir mendekati kematiannya….”

Tak bisa dimungkiri, Bung Karno sebenarnya memendam rasa cemas dan khawatir. Apa jadinya kalau dalam pawai inspeksi pasukan besok si kuda menjadi beringas dan tak terkendali? Bagaimana kalau ia kemudian terpental dari punggung kuda? Apa kata dunia?

Dan…perwira kavaleri itu menjawab, “Tidak Pak. Tidak pantas untuk Bapak. Kuda yang disediakan harus yang muda dan garang. Dia harus memperlihatkan semangat tempur yang menyala-nyala, dan kuda yang terbaik dari seluruh kelompok.”

Bung Karno yang pelagak, tak berkutik dengan jawaban perwira kavaleri. Rasa cemas ia pendam dalam hati….hingga, tibalah saat-saat yang dinanti. Terompet telah berbunyi, genderang berderam-deram, pasukan berdiri tegap, dan…..Presiden menaiki kudanya. Binatang itu berjalan mengikuti irama musik… dan…..menjadi liar. Bung Karno sedikit ciut, tapi ketika ia melihat pasukan yang berbaris rapi yang sedang ia inspeksi…..muncullah sifat pelagak nya. Sorak-sorai dan teriakan gembira dari rakyat yang berjejal-jejal di lapangan pawai menghidupkan semangat.

Suasana itu membuat Bung Karno tenang dan sadar…..hilang rasa cemas, dan muncul teori-teori berkuda yang telah diajarkan si perwira kavaleri kemarin. Maka, dengan sigap Bung Karno segera memainkan pegelangan, menguasai tunggangannya dengan baik. Bung Karno mengendalikan langkah kuda dengan begitu gagah, sehingga kuda berjalan dengan langkah tenang dan teratur seperti yang dikehendaki. Dan….kuda yang bagus itu tidak pernah menyadari bahwa tuannya lebih gentar menghadapi peristiwa itu daripada binatang itu sendiri.

*Bensur

Sabtu, 03 Oktober 2026

Presiden Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto dan Wahyu Hadiningrat sebagai Kapolri dan Wakapolri

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto melantik Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) dan Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (01/10/2026).

Pelantikan Suyudi Ario Seto dan Wahyu Hadiningrat berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 96/POLRI Tahun 2026 dan 97/POLRI Tahun 2026 Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia serta Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Suyudi turut mendapat kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Jenderal Polisi. Selanjutnya, Suyudi akan langsung bertugas sebagai Kapolri untuk menggantikan Kapolri sebelumnya, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Sumber: BPMI Setpres


 

Jumat, 02 Oktober 2026

Selamat atas dilantiknya Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., M.H., Dudung Abdurachman sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI.

Selamat atas dilantiknya Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., M.H., Dudung Abdurachman sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI.

Semoga amanah dalam mengemban tugas dan tanggung jawab, serta senantiasa diberikan kelancaran dalam memperkuat koordinasi di bidang politik dan keamanan demi menjaga stabilitas nasional dan mewujudkan Indonesia yang aman, damai, adil dan makmur.

 

Rabu, 30 September 2026

Anggota Koramil Mngamankan Pasukan Banteng Raider Tanpa Tembakan Setelah Peristiwa G 30 S/PKI

Kisah Pensiunan Peltu Adi Somad saat mengamankan anggota Banteng Raiders yang terlibat gerakan di Tambun Bekasi.

4 Oktober 1965//

Pelda Edi Somad baru saja tiba di kantor Koramil Tambun pagi itu, sepeda baru saja ia sandarkan belum sempat ia menuju ruang kerja.

"Pak, coba di cek di dekat sawah itu ada pasukan ga Jelas!...anggota terima laporan tadi pagi!", itu suara Komandan Koramil Tambun yang tiba tiba berdiri didepan pak Edi Somad muda.

"Siap pak..segera kerjakan!"

Keluar kembali lah pak Edi Somad menuju sebrang kantor Koramil.

Ya sebrang Koramil Tambun memang perkampungan penduduk yang masih di kelilingi sawah dan kebun. Pelda Edi Somad menggoes sepeda dinasnya dengan tanya berkecamuk....

"Pasukan apa? ada apa ko pasukan ada di sana?...pasukan mana itu?".

Pertanyaan yang ada di Kepala Edi Somad itu terus saja ada di kepala veteran pertempuran 45 ini.

Sampai tiba di lokasi dekat kampung....

"Angkat tangan!...turun kan senjata!", terdengar suara bentakan dari sekeliling Edi Somad yang masih mengayuh sepeda dinasnya.

Pak Edi Somad baru sadar ia di kepung ratusan pasukan berbaju loreng dengan senjata otamatis!

Tanpa pikir panjang pak Edi menurut perintah pasukan itu, saat itu memang pak Edi Somad hanya membawa senjata Laras panjang model lama.

Saat dilihatnya pasukan itu berjumlah ratusan dengan senjata lengkap namun terlihat oleh pak Edi Somad bahwa mereka kelelahan yang sangat tampak dari muka dan pakaian mereka yg lusuh.

Saat itu pak Edi bicara dari hati ke hati dengan para pasukan itu.

"Bapak bapak, kita sama sama prajurit bawahan, saya tahu bapak semua lelah dan belum makan, bagaimana kalo kita ke markas Koramil dulu nanti di sana kita sediakan makan dan tempat bapak bapak beristirahat", sembari membujuk m Edi Somad berujar ke pada pasukan. Tak ia kenal ini walau dalam hati pak Edi menghitung jika melawanpun percuma.

"Lah personil Koramil Tambun berapa sih terus senjata kita cuma karaben tua...mereka punya AK dan ada yg bawa bazoka..hahahaha", ujar pak Edi Somad pada saya....

Maka setelah di bujuk dan di yakinkan pasukan yang hampir berjumlah 600 orang itu mau datang ke kantor Koramil Tambun yang saat itu adalah gedung tua bekas Tuan Tanah Cina. Saat ini gedung Koramil Tambun itu dikenal sebagai gedung Juang Tambun.

Dan mujurnya lagi pasukan yang saat itu pak Edi Somad tak tahu pasukan apa, mereka mau menyerahkan senjata mereka dan di kumpulkan jadi satu lali di taruh dalam satu ruangan yang di kunci.

Saat pasukan yang belakangan di ketahui adalah pasukan Yon 454 dari Jawa Tengah ini sudah kumpul di Koramil maka anggota Koramil Tambun membantu menyiapkan makan dan tempat tidur buat mereka.

"Komandan nyuruh saya cari Beras, minyak atau lauk pauk dari pasar Tambun dan yang masak penduduk sekitar Koramil, rokok kita kumpulin dari pedagang buat pasukan itu", tutur pak Edi Somad lagi.

Sampai bis penjemput dari Kodam V datang untuk membawa pasukan ini ke Jakarta.

Jadi dengan demikian sangat besar jasa personil Koramil Tambun yang bisa "mengamankan" pasukan Benteng Raiders tanpa melepas tembakan sama sekali.

Seperti di kisahkan almarhum Pelda. Anumerta Edi Somad pada saya tahun 2018 silam

*Benrus

 

Selasa, 29 September 2026

Pemerintah Akan Tindak Tegas Kejahatan Karhutla

Jakarta - Pemerintah melalui Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap karhutla dilakukan secara tegas, cepat dan terpadu. Hingga saat ini, Bareskrim Polri menyatakan terdapat 245 laporan polisi, 96 korporasi yang diproses, dan 196 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Penanganan tidak hanya menyasar pelaku pelanggaran di lapangan, tetapi juga korporasi pengelola lahan. (29/9)

Karo Humas, Data, dan Informasi Kemenko Polkam Brigjen TNI Honi Havana menyampaikan arahan Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago selaku Ketua Pengarah Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla, agar proses hukum dilakukan secara tegas, cepat, dan tidak berlarut-larut. Kebakaran yang berulang di lokasi yang sama harus didalami untuk memastikan pertanggungjawaban perorangan maupun korporasi. Penegakan hukum dilakukan secara berlapis melalui instrumen pidana, perdata, dan sanksi administratif guna memberikan efek jera dan mencegah karhutla berulang.

Dari sisi penegakan hukum, Kementerian Kehutanan memproses 46 subjek hukum secara pidana di 10 provinsi dan menjatuhkan sanksi administratif kepada 26 subjek hukum. Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup telah mengawasi dan menyegel 57 badan usaha yang terkait dengan sekitar 34.636 hektare lahan terbakar. ATR/BPN berkomitmen melakukan verifikasi terhadap konsesi dan area terbakar sebagai dasar penerapan sanksi administratif terhadap HGU sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemerintah bersama seluruh unsur terkait terus mengoptimalkan pemadaman, mitigasi dampak, dan penegakan hukum terpadu. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan karhutla dapat ditangani secara efektif, masyarakat terlindungi, serta pelanggaran pembakaran hutan dan lahan dapat dicegah agar tidak kembali terjadi.

 

#KemenkoPolkam

#DeskKarhutla

Senin, 28 September 2026

Sebagai bentuk transparansi kinerja, Kemenko Polkam mengumumkan Laporan Pagu Realisasi Belanja yang dapat dilihat secara lengkap pada link https://ppid.polkam.go.id/informasi-berkala/

Kemenko Polkam berkomitmen mendukung penanganan permasalahan di bidang politik dan keamanan dalam rangka memperkuat stabilitas polkam, serta mendorong transformasi pelayanan publik, dan tata kelola pemerintahan yang baik.

Untuk mengetahui Ringkasan Program Strategis Kemenko Polkam, silakan scan barcode di atas.

#KemenkoPolkam


 

Minggu, 27 September 2026

Kapolri Hadiri Ngaji Kebangsaan Di Rembang

Rembang - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menghadiri ‘Ngaji Kebangsaan’ bersama KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di i Pondok Pesantren LP3IA Narukan, Kragan, Kabupaten Rembang, Sabtu (26/9). Kegiatan tersebut diikuti secara hybrid oleh sekitar 700 peserta secara langsung, terdiri dari 300 santri dan 400 personel Polri dari sejumlah wilayah sekitar Rembang. Secara daring, kegiatan diikuti 41.449 personel Polri dari 36 Polda dan 517 Polres jajaran.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menekankan pentingnya menjaga sinergi antara ulama dan umara dalam dalam menjaga persatuan serta membangun Indonesia. “Ulama adalah ibarat lentera yang menerangi dalam kegelapan, menunjukkan jalan, sekaligus memberikan doa agar Polri senantiasa diberikan perlindungan dalam menghadapi berbagai tantangan dan bahaya, serta tetap mampu menjaga kepercayaan masyarakat,” tutur Kapolri.

*Mas Polri

Sabtu, 26 September 2026

Presiden Prabowo Dorong Pengelolaan Gambut Berbasis Sains, Libatkan Ilmuwan hingga Masyarakat Desa

Jakartra - Presiden Prabowo Subianto berdiskusi bersama para sejumlah akademisi dan pakar membahas pengelolaan serta penanganan lahan gambut di Indonesia. Dalam diskusi yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (24/09/2026), pembahasan terkait dengan strategi berbasis riset dalam mencegah dan menangani kebakaran gambut.

Dalam keterangannya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan bahwa pelibatan para ilmuwan merupakan bagian dari upaya memperkuat kebijakan pengelolaan gambut berbasis pengetahuan dan hasil penelitian. Pada pertemuan tersebut, Presiden Prabowo memutuskan pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN). 

"Bapak Presiden menyetujui karena berdasarkan pengalaman para ilmuwan ini ternyata memang keberadaan badan tersebut sangat penting. Data-data, kemudian izin-izin pengelolaan-pengelolaan yang dilakukan oleh satu lembaga itu akan sangat memudahkan, termasuk pada akhirnya untuk berbagai pencegahan dan lain-lainnya itu akan dapat dilakukan dengan mudah," jelasnya. 

Presiden Prabowo, kata Mendiktisaintek, turut mengarahkan agar badan tersebut diperkuat dengan dukungan para ilmuwan dan saintis. Pengelolaan gambut akan didukung pemetaan yang lebih komprehensif untuk mengidentifikasi karakteristik dan potensi lahan, termasuk menentukan kawasan yang sesuai untuk budidaya tanaman, perikanan, maupun pemanfaatan lainnya. 

"Kemudian juga tadi disampaikan berbagai pengetahuan dan praktek-praktek baik kearifan lokal itu Bapak Presiden menyampaikan agar bisa digunakan sebagai referensi utama untuk nantinya bagaimana pengelolaan dan penanganan lahan gambut itu bisa dilakukan secara optimal," katanya.

Dalam penanganan kebakaran, Presiden turut mendorong penguatan kembali pendekatan berbasis desa dan masyarakat melalui masyarakat peduli api (MPA). Berdasarkan laporan hasil kajian yang disampaikan para ahli, masyarakat yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian memiliki peran penting dalam melakukan respons awal secara cepat dan efektif. 

"Tadi juga beberapa praktek baik disampaikan oleh para ilmuwan seperti membangun pompa yang cepat, bagaimana hitungan ketika penanganan dilakukan melalui udara dan sebagainya yang semuanya Bapak Presiden sangat menyambut baik agar hal-hal tadi bisa nantinya dijadikan sebagai referensi sekali lagi untuk badan yang akan segera dibentuk," lanjut Brian. 

Aspek edukasi turut menjadi perhatian, termasuk melalui sekolah dan pengembangan kurikulum mengenai pentingnya menjaga lahan gambut serta mencegah kebakaran. Lebih lanjut, menurut Brian, Presiden meminta agar riset, penelitian, dan kajian mengenai gambut terus dilanjutkan untuk mendukung pengelolaan lahan gambut Indonesia secara optimal. 

"Intinya ke depan lahan gambut di Indonesia yang jumlahnya lebih dari 33 juta hektare itu bisa dioptimalkan, bisa dimanfaatkan. Di satu sisi dia memproduksi sesuatu yang cocok tetapi di sisi lain yang jauh lebih penting adalah dengan adanya pengelolaan maka pencegahan itu bisa dilakukan dengan lebih baik," tandasnya.

(BPMI Setpres)

Jumat, 25 September 2026

BNN PERKUAT SINERGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KAWASAN RAWAN NARKOBA LOMBOK TIMUR

Jakarta - Setelah sebelumnya memperkuat sinergi penanganan kawasan rawan narkoba melalui program pemberdayaan alternatif di Jawa Barat, Badan Narkotika Nasional (BNN) melanjutkan langkah serupa di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Upaya tersebut diwujudkan melalui Rapat Kerja Sinergi Stakeholder Kawasan Rawan Narkoba di Jerowaru yang digelar secara virtual dari Gedung Tan Satrisna BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (24/9), sebagai forum untuk menyamakan persepsi dan menyusun langkah bersama dalam memberdayakan masyarakat di kawasan rawan narkoba.

Direktur Pemberdayaan Alternatif Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN, Edi Swasono, menegaskan bahwa penanganan narkoba tidak cukup hanya melalui upaya penindakan, tetapi perlu diperkuat dengan pencegahan dan pemberdayaan masyarakat. Rapat kerja tersebut melibatkan unsur pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pemerintah desa, dunia usaha, akademisi, serta tokoh masyarakat, agama, dan pemuda. Berdasarkan pemetaan BNN, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada 2026 memiliki 104 kawasan rawan narkoba, terdiri atas 6 kawasan berstatus bahaya dan 98 berstatus waspada. Sementara itu, Kabupaten Lombok Timur memiliki 13 desa/kelurahan rawan narkoba, dengan rincian 1 berstatus bahaya dan 12 berstatus waspada.

Jerowaru menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian melalui program pemberdayaan alternatif dengan mengembangkan potensi lokal sebagai kegiatan ekonomi yang legal, produktif, dan berkelanjutan. Hasil pemetaan potensi di Lombok Timur mencakup budi daya ikan air tawar, perbengkelan dan pengelasan, pengelolaan wisata mangrove, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), antara lain pengolahan hasil laut, produk pertanian, kerajinan, kuliner lokal, dan produk wisata.

Program tersebut merupakan tindak lanjut pemetaan potensi sumber daya manusia dan alam yang dilaksanakan pada Februari 2026. Tahap berikutnya diarahkan pada pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Life Skill bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang kerja dan usaha mandiri. BNN juga mendorong penguatan pendampingan masyarakat, pengembangan kewirausahaan, pemasaran produk, dukungan sarana dan prasarana, serta penguatan regulasi daerah terkait Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Melalui sinergi lintas sektor tersebut, BNN berharap program pemberdayaan alternatif dapat berlanjut dari tahap pelatihan hingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kolaborasi dan komitmen bersama diharapkan mampu mendorong masyarakat Jerowaru semakin mandiri, produktif, dan sejahtera, sekaligus mewujudkan lingkungan yang sehat dan bersih dari narkoba.

#warondrugsforhumanity

BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN

 

Sukarno Pilih Kuda Yang Sudah Tua : Yang Tua Paling Jinak

Dibalik sebuah Foto bersejarah pada Perayaan TNI Pertama 5 Oktober 1946 “Untuk pawai besok, berilah saya kuda yang paling lunak, paling tu...