Jumat, 04 September 2026

Undercover


 Operasi penyamaran adalah alat investigasi khusus ketiga yang tercantum dalam Konvensi Kejahatan Terorganisasi. Operasi penyamaran terjadi ketika para penyelidik menyusup ke jaringan kriminal atau menyamar sebagai pelaku kejahatan untuk mengungkap aktivitas kejahatan terorganisasi. Operasi ini terjadi di banyak negara dengan berbagai jenis pengawasan. Isu-isu utama yang dihadapi oleh berbagai yurisdiksi tercantum di bawah ini:

·         Dalam kasus seperti apa dan dalam format apa operasi penyamaran diperbolehkan?

·         Apakah ada batasan pada jenis operasi penyamaran yang diperbolehkan?

·         Apa saja prasyarat untuk melakukan operasi penyamaran?

·         Apakah diperlukan otorisasi dari lembaga peradilan atau sumber independen lainnya?

·         Apakah ada pedoman untuk penggunaan petugas yang menyamar secara tepat?

Di sebagian besar yurisdiksi, petugas yang menyamar tidak diizinkan untuk mendorong tersangka melakukan kejahatan yang biasanya tidak akan mereka lakukan, baik sebagai agen provokator atau melalui jebakan (yaitu situasi di mana seorang agen atau pejabat mencetuskan ide kejahatan dan membujuk terdakwa untuk melakukannya; di beberapa yurisdiksi, hal ini digunakan sebagai pembelaan terhadap tuduhan pidana). Peran mereka biasanya adalah untuk menjadi bagian dari suatu kelompok kriminal yang sudah ada. Yurisdiksi berbeda-beda dalam hal pembatasan yang mereka terapkan pada operasi penyamaran, dengan sebagian besar hanya berfokus pada pelarangan agen yang menyamar untuk memberikan kesempatan untuk melakukan kejahatan, dan melakukan kejahatan itu sendiri.

Investigasi penyamaran jarang digunakan, lebih jarang daripada yang diperkirakan, karena lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan akses ke organisasi kriminal, dan bahaya bagi petugas yang menyamar jika identitasnya terungkap (Kowalczyk dan Sharps, 2017; Schmidt, 2009). Meskipun demikian, telah banyak kasus penting yang dikembangkan oleh agen penyamaran yang pekerjaannya menghasilkan banyak hukuman, sambil berhasil mempertahankan identitas penyamarannya tanpa terungkap (Cowan dan Century, 2003; Garcia dan Levin, 2009; Pistone, 1989; Wansley dengan Stowers, 1989).

Bahaya operasi penyamaran

Bahaya bagi agen yang menyamar sangat jelas, karena mereka adalah orang terakhir yang mengetahui kapan penyamaran mereka terbongkar, sehingga cedera serius atau kematian sulit diprediksi. Di Kota New York, hampir 200 petugas yang menyamar (dua pertiga dari seluruh pasukan penyamaran New York) dipindahkan ke tugas yang kurang berbahaya, menyusul pembunuhan dua detektif yang menyamar dan keluhan mengenai bahaya, peralatan yang ketinggalan zaman, dan dukungan yang tidak memadai bagi petugas yang terlibat dalam operasi penyamaran. Hal ini menunjukkan bahwa bahaya bagi petugas yang menyamar terletak pada status mereka yang tidak pasti di mata para penjahat dan polisi lainnya (McPhee, 2003; Schmidt, 2009).

Salah satu risiko yang disoroti oleh sebuah studi tentang topik ini adalah bahwa agen yang dipilih untuk tugas penyamaran cenderung merupakan petugas yang baru direkrut dan tidak berpengalaman, dan pengawasan terhadap agen-agen ini di lapangan mungkin tidak memadai. Wawancara dengan agen penyamaran menunjukkan bahwa agen-agen ini terkadang terpapar bahaya besar tanpa pengarahan atau persiapan yang memadai. Efektivitas dan konsekuensi operasi penyamaran memerlukan evaluasi sistematis. Dengan cara ini, biayanya - dengan kata lain waktu yang diinvestasikan, risiko bagi petugas, dan biaya finansial - dapat dinilai terhadap dampaknya pada operasi kejahatan terorganisir (Love, Vinson, Tolsma, Kaufmann, 2008; Marx, 1982; Miller, 1987).

Operasi jebakan adalah operasi penegakan hukum yang menipu yang dirancang untuk menangkap seseorang yang melakukan kejahatan. Operasi ini melibatkan lebih banyak petugas, dan umumnya merupakan investigasi jangka panjang dan mahal. Operasi ini melibatkan "kedok" yang menipu untuk kegiatan kriminal seperti pedagang barang curian, pedagang senjata, atau pencuci uang yang dirancang untuk menangkap mereka yang melakukan kejahatan. Operasi jebakan biasanya dirancang untuk menyusup ke pasar kriminal, tetapi ini membutuhkan banyak petugas yang menyamar dalam jangka waktu yang lama. Operasi jebakan yang berhasil dapat mengganggu seluruh pasar kriminal.

Penyamaran Sengaja Diungkapkan

Membuka kedok penyamaran seorang agen rahasia kadang sangat diperlukan ( Ian Fleming : James Bond ), mengapa hal ini perlu diungkapkan, saat kita menemui target yang memiliki kemampuan atau intelijen yang tinggi pihak lawan akan berpikir semakin pihak agen rahasia menutupi semakin pihak lawan akan memberikan informasi palsu. Membuka kedok penyamaran dapat dilakukan secara disengaja maupun tidak disengaja, disaat itulah agen rahasia baru akan masuk dana agen rahasia yang sudah membuka penyamarannya dapat mengintimidasi secara psikologi dengan membeberkan kekuatan kita kepada pihak lawan melalui kaki tangannya. Serangan psikis ini akan membuat kelompok lawan terpecah.

 

*UNDODC

Saat Sang Mahapatih Menerima Kesalahan

 

Karier cemerlang, pandangan hidup hanya untuk kebesaran Majapahit bahkan untuk tujuan tersebut Sang Mahapatih Gajahmada melakukan apa yang ia pikir terbaik bagi kerajaan Majapahit namun apa nyana malah perbuatan nya membuat sang Mahapatih terpuruk dan jatuh dalam kesalahan fatal bagi Sang Raja Hayam Wuruk.

Peristiwa Bubat atau perang Bubat adalah sebuah pil' pahit bagi Sang Mahapatih ini. Dalam peristiwa ini, karir dan kehormatan dirinya hancur walau hampir seluruh hidup dan pengabdian Gajah Mada untuk Majapahit. Namun hanya satu kesalahan' fatal yang mungkin maksud Gajah Mada baik untuk kejayaan Majapahit namun sejarah mencatat perbuatan Gajah Mada malah membuat sebuah persekutuan besar antara kerajaan ujung Barat dan ujung Timur pulau Jawa nyaris terjadi malah berujung gagal.

Pada tahun 1357, Maharaja dan rombongan kerajaan Sunda berangkat menuju Majapahit dalam rangka merayakan pernikahan putri kerajaan Sunda dengan Raja Majapahit yakni Prabu Hayam Wuruk.

Sebuah peristiwa yang tak lazim saat itu karena mempelai wanita harus datang kepada pihak pria. Namun raja Sunda yakni Linggabuana sudah menyetujui bahwasanya pernikahan akan diselenggarakan di Majapahit.

Sesampainya di wilayah Jawa Timur, Raja beserta rombongan dari Sunda membuka tenda di lapangan Bubat yang masih wilayah Majapahit, namun mereka tak menemukan adanya penyambutan apapun dari tuan rumah seperti layaknya tamu agung dari jauh.

Sedang dipihak Majapahit sendiri, sejatinya perkawinan ini ditolak salah satunya oleh Mahapatih Gajah Mada.

Dalam sumber serat Pararaton, menjelaskan bahwa Gajah Mada menolak diadakannya upacara perkawinan yang meriah. Sebaliknya, putri Sunda harus dijadikan persembahan untuk Prabu Hayam Wuruk untuk diperistri.

Pihak kerajaan Sunda mendengar hal tersebut menjadi murka maka mereka menolak dan lebih baik menggagalkan perkawinan tersebut. Bagi kerajaan Sunda ini merendahkan dan menghina kerajaan mereka.

Namun sebelum mereka kembali ke Barat, Gajah Mada dan pasukannya terlebih dulu menyerang rombongan tersebut di lapangan Bubat.

Walau memiliki kekuatan yang tak sebanding dengan pasukan Gajah Mada, rombongan Raja Sunda tetap melawan demi harga diri dan nama baik Sunda maka terjadilah apa yang kita kenal sebagai perang Bubat.

Mendengar penghinaan itu, Prabu Linggabuana menolak dan rela berperang untuk mempertahankan harkat dan martabat Sunda, hingga akhirnya meletus perang di lapangan Bubat, Majapahit. Pertempuran itu dikenal dengan Perang Bubat.

Semua rombongan dari kerajaan Sunda termasuk sang Raja Prabu Linggabuana tewas, sedang sang Putri Dyah Pitaloka yang akan dinikahkan dengan Prabu Hayam Wuruk melakukan bela pati' demi harga diri.

Kegagalan Hayam Wuruk untuk mempersunting putri Sunda, yang dimulai dari tindakan Gajah Mada, membuat hubungan kedua tokoh Raja dan Mahapatih ini renggang.

Gajah Mada, mahapatih yang paling disegani selanjutnya malah dianggap sebagai dalang gagalnya pernikahan dan cinta Hayam Wuruk dan orang yang paling dipersalahkan pasca peperangan Bubat tersebut.

Raja Hayam Wuruk yang sangat terpukul atas kejadian tersebut, mempertanyakan strategi Mahapatih Gajah Mada. Beberapa pejabat istana bahkan mengusulkan agar Gajah Mada ditangkap.

Gajah Mada meminta maaf pada sang Raja yang ia dulu jaga dengan nyawa sendiri dan siap menerima hukuman apapun sedang menurut beberapa serat, sang Prabu Hayam Wuruk tak bisa menyahut dan menjawab, bahkan konon Hayam Wuruk tak pernah menoleh pada Gajah Mada, orang yang dulu ia sangat hormati.

Lalu Maaf Gajah Mada kembali meminta maaf secara terbuka pada masyarakat Majapahit dalam pertemuan di Keraton Majapahit, Gajah Mada mengakui kesalahannya dan siap dihukum.

Earl Drake dalam bukunya "Gayatri Rajapatni: Perempuan di Balik Kejayaan Majapahit" mengisahkan bagaimana Gajah Mada menjadi buruan di istana Majapahit setelah peristiwa Bubat. Meskipun Raja Hayam Wuruk sebenarnya tidak ingin menangkap Mahapatih Gajah Mada, namun tekanan dari beberapa pejabat membuat situasi semakin rumit.

Serat Pararaton menyebut Gajah Mada diistirahatkan selama 11 bulan dari jabatannya sebagai mahapatih Majapahit setelah peristiwa Perang Bubat.

Hingga 11 bulan kedepan, jabatan Mahapatih kosong dan politik dalam kerajaan Majapahit guncang.

Ini menjadi pukulan telak bagi Hayam Wuruk dan juga Gajah Mada sendiri.

Selepas Gajah Mada tak menjadi Mahapatih, banyak kerajaan taklukkan melakukan pemberontakan dan lepas dari Majapahit.

Menurut Kitab Negarakertagama, pupuh 70:3, dikisahkan bahwa Gajah Mada yang telah berhenti dari jabatannya sebagai mahapatih, jatuh sakit sekitar tahun 1363 M. Gajah Mada dinyatakan wafat pada tahun 1364 M, tanpa takhta dan kekuasaan.

Peristiwa Perang Bubat menjadi titik balik dalam sejarah Majapahit, menunjukkan bahwa bahkan seorang Mahapatih sehebat Gajah Mada pun tidak luput dari kesalahan, dan tanggung jawab harus diemban ketika kesalahan tersebut terjadi. 

Dirangkum dari berbagai sumber

*Benrus


Rabu, 02 September 2026

Selamat Atas Kenaikan Pangkat Satu Tingkat Lebih Tinggi Irjen. Pol Dekananto Eko Purwono, SIK,MH


 

Jenderal Intelijen Polri Dengan Kemampuan Weruh Sak Durunge Winarah

Jakarta - Wakapolda Metro Jaya mendapat  promosi pecah bintang, dari bintang satu (Brigjen) menjadi bintang  dua ( Irjen).

Mantan Dirintelkam Polda Jatim itu, kini berpangkat Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, Rabu (2/9/2026).

Perwira tinggi Polri asal Bojonegoro, Jawa Timur ini menjabat Wakapolda Metro Jaya sejak 5 Agustus 2025, berdasarkan surat telegram rahasia bernomor ST/1764/VIII/KEP/2025.

Saat itu, jabatan Wakapolda Metro Jaya yang disandang Irjen Pol Dekananto – sapaan akrabnya, adalah menggantikan Brigjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, yang diangkat menjadi Kapolda Kalimantan Utara.

Rekam Jejak Irjen Pol Dekananto Eko Purwono

Irjen Pol Dekananto merupakan Jenderal Polisi Bintang Dua yang berpengalaman di bidang intelijen dan keamanan (Intelkam). Sebelum bertugas di ibu kota, Irjen Pol Dekananto menjabat sebagai Dirintelkam Polda Jatim.

 Salah satu terobosan dan prestasinya adalah keberhasilan memimpin pembongkaran tugu silat di Jatim untuk mencegah terjadinya bentrokan antar kelompok silat. Total ada 686 tugu silat yang dibongkar dan dialihfungsikan menjadi Tugu Pancasila. Tujuannya, adalah meredam eskalasi konflik antar perguruan pencak silat yang ada di sejumlah wilayah di Jawa Timur.

Keberhasilan itu, tidak lepas dari dukungan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jatim, yang sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran pada 26 Juni 2023 terkait penertiban tugu perguruan silat.

Selain itu, Irjen Dekananto juga mampu menjaga kondusifitas Jatim dan merangkul semua elemen serta menyatukan suporter bola di Jatim. Seperti mencegah meluasnya bentrokan peristiwa kanjuruhan.

 Setelah menjabat Dirintelkam Polda Jatim selama dua tahun, Irjen Pol Dekananto bertugas sebagai Dirintelkam Polda Metro Jaya tahun 2024. Saat menjabat Dirintelkam Polda Metro Jaya, Irjen Dekananto sukses menjaga dan mengelola situasi keamanan yang kondusif di Jakarta. 

Belum genap setahun menjadi Dirintelkam Polda Metro Jaya, kemudian Irjen Pol Dekananto diangkat sebagai Direktur Politik Baintelkam Polri menggantikan Brigjend Pol Deddy Kusuma Bakti tahun 2025. Posisi ini menempatkannya sebagai salah satu pejabat kunci dalam struktur intelijen keamanan nasional.

Setahun menduduki posisi Direktur Politik Baintelkam Polri, Irjen Dekananto dilantik sebagai Wakapolda Metro Jaya pada Agustus 2025. Jabatan Wakapolda Metro Jaya memiliki peran strategis membantu tugas Kapolda Metro Jaya.

Salah satu programnya adalah Jaga Jakarta On The Spot. Program Jaga Jakarta On The Spot menjadi salah satu upaya Polda Metro Jaya untuk hadir langsung di tengah masyarakat.

 "Melalui kegiatan ini kami ingin mendengar langsung masukan dari masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara Polri, TNI, dan warga dalam menjaga keamanan lingkungan," ujarnya belum lama ini.

Baru tujuh bulan menjabat Wakapolda Metro Jaya Irjen Pol Dekananto mendapatkan penghargaan Satya Lencana Wira Karya dari Presiden RI Prabowo Subianto. Penghargaan diberikan karena dinilai sebagai salah satu tokoh pendukung utama dalam menyukseskan program makan bergizi gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah.  

*Red/TB 

 

Selasa, 01 September 2026

UNGKAP 800 KILOGRAM KETAMINE HCL, BNN DORONG KETAMIN MASUK GOLONGAN NARKOTIKA

SIARAN PERS

Jakarta ( 1/9 )- Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama tim gabungan Polda Kepulauan Riau, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berhasil mengungkap penyelundupan narkotika dalam jumlah besar di wilayah perairan Natuna Utara, Kepulauan Riau. Pengungkapan tersebut merupakan hasil pengembangan informasi dan penyelidikan terhadap aktivitas kapal yang diduga berkaitan dengan jaringan peredaran gelap narkotika.

Salah satu kapal yang menjadi bagian dari pengembangan adalah Fuchangxing I. Pada 24 Agustus 2026, tim gabungan melakukan pemeriksaan terhadap kapal dan menemukan sekitar 800 kilogram barang yang berdasarkan pemeriksaan awal terindikasi mengandung Ketamine HCl. Barang tersebut ditemukan di bagian buritan kapal dan dikemas dalam 40 karung. Tim gabungan selanjutnya melakukan pemeriksaan dan pengujian laboratorium untuk memastikan kandungan serta status hukum barang bukti tersebut.

Selain temuan ketamin pada kapal Fuchangxing I, pengembangan kasus juga mengungkap dugaan keterkaitan dengan kapal MV Ashley. Tim gabungan telah mengamankan MV Ashley pada 25 Agustus 2026. Kapal tersebut selanjutnya dalam perjalanan menuju Dermaga Bea dan Cukai Batam, Tanjung Uncang, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Tim gabungan juga melakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap dokumen kapal, alat komunikasi, catatan perjalanan, serta bagian-bagian kapal yang berpotensi digunakan untuk menyembunyikan narkotika dan barang bukti lainnya.

Pemeriksaan terhadap Fuchangxing I dan MV Ashley dilakukan untuk mendalami kemungkinan adanya jaringan peredaran gelap narkotika internasional, termasuk hubungan antara kedua kapal serta pihak-pihak lain yang diduga terlibat.

Ditemukannya 800 kg ketamin ini menjadi alarm serius BNN menyusul maraknya peredaran ketamin lewat modus baru. Sepanjang tahun 2026, BNN telah menguji 1.434 sampel cairan vape, di mana 1.420 sampel (99%) di antaranya positif mengandung narkotika, termasuk ketamin.

Temuan pada sejumlah sampel cairan vape menunjukkan bahwa perangkat vape telah dimanfaatkan sebagai salah satu media dalam penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Modus ini semakin berkembang dengan ditemukannya ketamin dalam bentuk cair pada cartridge vape, termasuk yang dicampur dengan zat narkotika lainnya.

Rangkaian temuan tersebut memperkuat urgensi penguatan kebijakan terhadap ketamin, termasuk mendorong agar ketamin dapat masuk dalam penggolongan narkotika sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Langkah ini penting untuk memperkuat upaya pencegahan, pemberantasan, serta penanganan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap ketamin.

Temuan laboratorium kami yang menunjukkan 99% dari ribuan sampel cairan vape positif mengandung narkotika, termasuk ketamin, adalah ancaman nyata bagi generasi bangsa yang harus kita hadapi bersama secara tegas.

Oleh karena itu, BNN secara tegas mendesak agar ketamin segera dimasukkan ke dalam golongan narkotika dalam sistem hukum nasional kita. Celah regulasi ini selama kerap dimanfaatkan oleh para bandar untuk mengelabui penegak hukum.

Dengan penggolongan yang tegas sebagai narkotika, kita memiliki instrumen hukum yang lebih kuat untuk memberantas peredaran gelapnya, menutup ruang gerak sindikat, dan menyelamatkan masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkotika dalam bentuk apa pun."

BNN bersama tim gabungan terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap jaringan, menelusuri jalur distribusi, serta mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat. Seluruh proses penanganan perkara dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

#warondrugsforhumanity

BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN

 

Senin, 31 Agustus 2026

Presiden Prabowo Subianto Resmi Tutup Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama

Jombang - Presiden Prabowo Subianto secara resmi menutup Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/08/2026).

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengapresiasi pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang berlangsung sukses, rukun, dan damai. Presiden turut menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya K.H. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan K.H. Abdul Hakim Mahfudz sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031.

Pada acara penutupan ini, Presiden Prabowo menerima Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu). Kepala Negara menyebut penerimaan Kartanu dengan status sebagai “anggota seumur hidup” tersebut sebagai sebuah kehormatan sekaligus wujud pemenuhan janji kepada NU.

Prosesi penutupan acara dilakukan dengan pemukulan kentungan oleh Presiden, yang menjadi simbol berakhirnya rangkaian Muktamar ke-35 NU sekaligus menjadi penanda dimulainya amanah kepengurusan baru PBNU.

Sumber: BPMI Setpres

#KemensetnegRI

#RilisPresiden

Minggu, 30 Agustus 2026

Sinergi BNN Dan Bea Cukai

Sinergi menjaga perairan Indonesia dari jalur peredaran narkotika. Bersama, kita putus rantai kejahatan narkotika.

#WarOnDrugsForHumanity

Biro Humas dan Protokol BNN

Jumat, 28 Agustus 2026

Pesilat Subang Bikin Tentara Inggris Kewalahan di Kranji

Saat pesilat Subang merangsek tank Tentara Inggris di Stasiun Kranji!

Siang itu di dekat stasiun Kranji, pasukan tank kavaleri FAVO ke 11 tentara Inggris baru saja mulai memasuki wilayah stasiun Kranji.

4 tank Stuart mengawali Konvoi pasukan Inggris yang akan memberi pelajaran pada "Bekasi" .... Dibelakang sejumlah truk pengangkut pasukan masih jauh tertinggal.

Biasanya kendaraan lapis baja akan mendahului sekaligus menembak untuk membuka jalan.

Rombongan lapis baja Inggris ini berhenti dipalang pintu kereta sebelum stasiun Kranji karena ada sinyal yang menandakan kereta ada lewat.

Sembari menunggu para awak tank ini, santai saja tanpa memperdulikan sekitar mereka, tanpa disadari mereka bahwa sekelompok orang mengawasi gerak gerik tentara Inggris ini.

"Allah hu Akbar!".... Allah hu Akbar! "...Tiba tiba seruan takbir itu keras terdengar dan bersahutan. Diiringi oleh gerakan orang orang yang tiba tiba naik ke atas tank Inggris seraya mengeluarkan senjata tajam lalu menghujamkan senjata macam golok, keris dan sabit.

Lalu disusul ledakan granat yang dilemparkan mereka ke dalam tank.

Serdadu Inggris tidak siap!..

terkesima, gagap mereka mencoba melawan. Terjadi pertarungan satu lawan satu.

Tentu saja senjata api tidak bisa memainkan peran sama sekali dalam man to man fight ini, dan akhirnya setelah mencoba bertahan.... Konvoi ini mengundurkan diri kembali ke arah stasiun Cakung dengan kerugian besar.

Sedang para laki laki yang menyerang tiba tiba tentara Inggris itu mendapatkan sejumlah senjata api diantaranya 12 karaben dan 10 senapan mesin.

Mereka adalah pendekar silat Subang yang secara sukarela membantu perjuangan di Front Bekasi.

Pendekar silat Subang ini dipimpin oleh Raden Otje Poeradiredja menghadap komandan Resimen Tjikampek untuk meminta ijin berjuang di fornt terdepan. Dengan di bekali sedikit taktik militer oleh pak Moefreni Moe'min, mereka menunjukan "taji" nya dan yang menjadi korban adalah serdadu Inggris.

Dalam perang satu lawan satu ini, dipihak pesilat gugur 6 orang, sedang di pihak Inggris tidak bisa diketahui berapa korban mereka, namun bila dilihat hasil pertempuran itu.. bisa dibayangkan betapa Inggris ketemu batunya.

Pasukan Inggris dari Devisi kavaleri FAVO ke 11 mungkin "Jawara" perang kavaleri... Apa lagi sebagai pemenang perang dunia II, tapi di Kranji... menghadapi golok dan keris... tak pelak... Akan menjadi catatan tersendiri buat Inggris.

Sumber: buku Jakarta Karawang Bekasi diantara gejolak revolusi, perjuangan Moefreni Moe'min

Berani Jujur, Berani Lapor!

Membangun budaya integritas dimulai dari hal sederhana: jujur, transparan, dan tidak memberikan atau menerima imbalan dalam bentuk apa pun.

Dalam pelayanan publik, setiap proses memiliki ketentuan dan waktu layanan yang jelas. Begitu juga dengan layanan AMDAL di DLH DKI Jakarta yang kini dilakukan secara online, sehingga prosesnya lebih transparan dan dapat dipantau sesuai ketentuan.

Yuk, bersama wujudkan pelayanan publik yang berintegritas. Kalau mengetahui atau menemukan dugaan tindak pidana korupsi, jangan diam. Berani jujur, berani lapor!

#BeraniJujurBeraniLapor #JakartaBerintegritas #DKIJakarta #PariwaraAntikorupsi

 

Kamis, 27 Agustus 2026

Dalam Rangka HUT Kemerdekaan RI Ke - 81 Yon C Pelopor Brimob Polda Bali Bagikan Paket Sembako Kepada Ojol

Jembrana - Personel Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Bali menggelar aksi bakti sosial dengan membagikan paket sembako kepada para pengemudi ojek online (ojol). Aksi peduli ini menyasar para pengemudi ojol di seputaran Simpang Cekik hingga Pelabuhan Gilimanuk, Kelurahan Gilimanuk, Jembrana

Kegiatan tersebut dilaksanakan atas arahan langsung Danyon C Pelopor KOMPOL I Nyoman Purnayasa, Aksi sosial yang digelar dalam rangka merayakan di bulan Agustus HUT ke-81 Republik Indonesia ini berlangsung tertib dan penuh keakraban.

Dalam aksi tersebut, personel menyambangi deretan pengemudi ojol yang tengah menunggu pesanan untuk menyerahkan bantuan bahan pokok. Paket sembako yang dibagikan berisi beras, minyak goreng, gula, dan mie instan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menyiapkan jaring pengaman sosial sekaligus mengurangi beban ekonomi harian para pekerja sektor transportasi informal,” ungkap Purnayasa dalam keterangannya, Kamis (27/8).

Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi dan perhatian jajaran Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Bali, terhadap masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari aktivitas di jalanan.

Para pengemudi ojol menyambut bantuan tersebut dengan antusias dan mengapresiasi perhatian yang diberikan oleh personel kepolisian di lapangan.

Aksi berbagi ini ditutup dengan penyampaian pesan imbauan keselamatan berlalu lintas oleh personel Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Bali kepada para pengemudi sebelum mereka kembali melanjutkan aktivitasnya.

*Red/Onki


 

Rabu, 26 Agustus 2026

Presiden Prabowo Subianto Kunjungi Korban Gempa NTT

Nusa Tenggara Timur - Kunjungi NTT, Presiden Prabowo Tinjau Langsung Penanganan Dampak Gempa Bumi di Nagekeo

Presiden Prabowo Subianto tiba di Helipad Bataliyon Yonif TP 834/WM, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/08/2026), untuk meninjau secara langsung kondisi masyarakat terdampak bencana gempa bumi.

Di Nagekeo, Kepala Negara memimpin rapat bersama sejumlah pihak untuk menerima laporan langsung terkait perkembangan penanganan pascabencana. Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam upaya penanganan bencana ini.

Bagi Presiden Prabowo penanganan bencana tidak berhenti hanya pada pengiriman bantuan. Pemerintah terus memastikan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman, anak-anak kembali belajar, pelayanan kesehatan berjalan, aktivitas ekonomi kembali bergerak, serta rumah dan infrastruktur yang terdampak dapat segera dipulihkan.

Karena itu, pemerintah memastikan seluruh tahapan penanganan dilakukan secara terpadu, cepat, dan terukur. Penanganan darurat, evakuasi, distribusi logistik, pemenuhan kebutuhan dasar, pelayanan kesehatan, hingga tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi terus dikawal agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Usai memimpin rapat, Presiden mengunjungi posko pengungsian di Lapangan Berdikari. Dalam keterangannya, Presiden menyampaikan komitmen pemerintah untuk terus memantau dan mengambil langkah dalam penanganan bencana di NTT. Kepala Negara juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan waspada menghadapi kondisi pascabencana.

 

Sumber: BPMI Setpres

#KemensetnegRI

Undercover

  Operasi penyamaran adalah alat investigasi khusus ketiga yang tercantum dalam Konvensi Kejahatan Terorganisasi. Operasi penyamaran terjadi...