Jumat, 25 September 2026

BNN PERKUAT SINERGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KAWASAN RAWAN NARKOBA LOMBOK TIMUR

Jakarta - Setelah sebelumnya memperkuat sinergi penanganan kawasan rawan narkoba melalui program pemberdayaan alternatif di Jawa Barat, Badan Narkotika Nasional (BNN) melanjutkan langkah serupa di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Upaya tersebut diwujudkan melalui Rapat Kerja Sinergi Stakeholder Kawasan Rawan Narkoba di Jerowaru yang digelar secara virtual dari Gedung Tan Satrisna BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (24/9), sebagai forum untuk menyamakan persepsi dan menyusun langkah bersama dalam memberdayakan masyarakat di kawasan rawan narkoba.

Direktur Pemberdayaan Alternatif Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN, Edi Swasono, menegaskan bahwa penanganan narkoba tidak cukup hanya melalui upaya penindakan, tetapi perlu diperkuat dengan pencegahan dan pemberdayaan masyarakat. Rapat kerja tersebut melibatkan unsur pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pemerintah desa, dunia usaha, akademisi, serta tokoh masyarakat, agama, dan pemuda. Berdasarkan pemetaan BNN, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada 2026 memiliki 104 kawasan rawan narkoba, terdiri atas 6 kawasan berstatus bahaya dan 98 berstatus waspada. Sementara itu, Kabupaten Lombok Timur memiliki 13 desa/kelurahan rawan narkoba, dengan rincian 1 berstatus bahaya dan 12 berstatus waspada.

Jerowaru menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian melalui program pemberdayaan alternatif dengan mengembangkan potensi lokal sebagai kegiatan ekonomi yang legal, produktif, dan berkelanjutan. Hasil pemetaan potensi di Lombok Timur mencakup budi daya ikan air tawar, perbengkelan dan pengelasan, pengelolaan wisata mangrove, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), antara lain pengolahan hasil laut, produk pertanian, kerajinan, kuliner lokal, dan produk wisata.

Program tersebut merupakan tindak lanjut pemetaan potensi sumber daya manusia dan alam yang dilaksanakan pada Februari 2026. Tahap berikutnya diarahkan pada pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Life Skill bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang kerja dan usaha mandiri. BNN juga mendorong penguatan pendampingan masyarakat, pengembangan kewirausahaan, pemasaran produk, dukungan sarana dan prasarana, serta penguatan regulasi daerah terkait Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Melalui sinergi lintas sektor tersebut, BNN berharap program pemberdayaan alternatif dapat berlanjut dari tahap pelatihan hingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kolaborasi dan komitmen bersama diharapkan mampu mendorong masyarakat Jerowaru semakin mandiri, produktif, dan sejahtera, sekaligus mewujudkan lingkungan yang sehat dan bersih dari narkoba.

#warondrugsforhumanity

BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN

 

Kamis, 24 September 2026

Kapal Induk Milik TNI AL Resmi Bernama KRI Sriwijaya - 100

Jakarta - Kapal induk eks Angkatan Laut Italia ITS Giuseppe Garibaldi akhirnya tiba di Indonesia dan bersandar di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat (18/9). Kedatangan kapal yang nantinya menjadi kapal induk pertama Indonesia ini menjadi perhatian karena untuk pertama kalinya TNI Angkatan Laut akan memiliki kapal dengan kemampuan mengoperasikan pesawat dan helikopter dari atas geladaknya.

Kapal tersebut sebelumnya direncanakan menggunakan nama KRI Gajah Mada. Namun, TNI AL kemudian memastikan kapal induk tersebut akan diberi nama KRI Sriwijaya. Proses serah terima sekaligus pergantian bendera dari Italia menjadi Indonesia dijadwalkan pada 24 September 2026.

Sebelum resmi menjadi KRI Sriwijaya, kapal ini masih berstatus ITS Giuseppe Garibaldi dengan nomor lambung C551. Kapal tersebut diberikan Pemerintah Italia kepada Indonesia melalui skema hibah antarpemerintah.

Kapal berangkat dari Taranto, Italia, pada 24 Agustus 2026 dan menempuh perjalanan sekitar 6.870 mil laut menuju Indonesia. Rute pelayaran melewati Terusan Suez, Laut Merah dan Samudra Hindia sebelum memasuki wilayah Indonesia melalui ALKI I. Saat tiba di perairan Indonesia, kapal dikawal oleh dua kapal perang TNI AL, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321.

Lantas, seperti apa spesifikasi kapal induk yang akan menjadi bagian dari armada TNI AL tersebut?

Dibangun sejak akhir 1970-an

Giuseppe Garibaldi merupakan kapal perang yang dibangun Italia di galangan Cantieri Navali di Monfalcone. Pembangunannya dimulai pada 20 Februari 1978 dan kapal diluncurkan pada 4 Juni 1983.

Kapal ini memiliki panjang 180,2 meter. Lebarnya mencapai 23,4 meter pada garis air dan 30,4 meter pada bagian dek penerbangan. Sementara itu, panjang dek penerbangannya mencapai 173,8 meter.

Untuk perpindahan atau displacement, Giuseppe Garibaldi tercatat sekitar 13.850 ton. Kapal memiliki sarat air 6,7 meter. Data tersebut berasal dari spesifikasi resmi Angkatan Laut Italia.

Dengan ukuran tersebut, kapal ini tergolong cukup besar untuk menjalankan berbagai misi di laut, mulai dari operasi militer hingga misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

Menggunakan empat turbin gas

Untuk bergerak, kapal menggunakan sistem Combined Gas and Gas (COGAG) dengan empat turbin gas FIAT/GE LM-2500.

Keempat turbin tersebut menghasilkan tenaga sekitar 60.400 kilowatt atau hampir 81 ribu tenaga kuda. Sistem penggeraknya terhubung ke dua poros dengan baling-baling fixed pitch.

Dengan mesin tersebut, kapal dapat mencapai kecepatan maksimum sekitar 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam.

Sementara untuk daya jelajah, Giuseppe Garibaldi memiliki jangkauan sekitar 7.000 mil laut.

Bisa membawa pesawat dan helikopter

Bagian yang paling menarik dari kapal ini tentu saja adalah kemampuan membawa wahana udara.

Menurut data resmi Marina Militare Italia, Giuseppe Garibaldi dirancang untuk mengoperasikan sejumlah helikopter, seperti EH101, SH90A dan AB212. Kapal tersebut juga sebelumnya mampu mengoperasikan pesawat tempur STOVL AV-8B Plus Harrier II.

Konfigurasi air wing dapat disesuaikan dengan kebutuhan misi. Data resmi Italia mencatat kapasitas sekitar 18 hingga 20 pesawat, tergantung jenis dan konfigurasi wahana yang dibawa.

Namun, setelah berada di Indonesia, pemanfaatannya akan disesuaikan dengan kebutuhan TNI. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan kapal tersebut dapat dioptimalkan untuk Operasi Militer Selain Perang atau OMSP, terutama dalam penanggulangan bencana alam dan distribusi logistik ke wilayah terpencil.

Saat meninjau kapal pada 18 September, Menhan juga melihat langsung kemampuan flight deck yang dapat mendukung mobilitas udara dan memungkinkan empat helikopter melakukan lepas landas secara bersamaan dengan memanfaatkan fitur ski-jump.

Punya sistem persenjataan

Sebagai kapal perang, Giuseppe Garibaldi tidak hanya mengandalkan wahana udara yang dibawanya.

Data Marina Militare mencatat kapal tersebut dilengkapi satu peluncur delapan sel untuk rudal antipesawat Aspide. Selain itu, terdapat tiga sistem senjata DARDO yang menggunakan meriam Breda 40/70.

Kapal juga dilengkapi sistem pertahanan aktif dan pasif untuk menghadapi berbagai ancaman.

Meski begitu, nantinya kapal akan menjalani pembenahan fisik dan mesin agar sesuai dengan kebutuhan operasional TNI AL. Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan proses tersebut dilakukan setelah kapal berada di Indonesia.

Mampu membawa ratusan personel

Dari sisi personel, Giuseppe Garibaldi dapat menampung sekitar 825 orang awak.

Jumlah tersebut mencakup personel yang diperlukan untuk mengoperasikan kapal beserta sistem pendukungnya. Kapal juga memiliki fasilitas komando dan pengendalian sehingga dapat berfungsi sebagai pusat koordinasi dalam sebuah operasi.

Kemampuan tersebut menjadi salah satu alasan kapal dapat dimanfaatkan bukan hanya untuk operasi pertahanan, tetapi juga untuk misi kemanusiaan.

Bisa menjadi kapal pendukung bencana

Menariknya, keberadaan KRI Sriwijaya nantinya tidak hanya diarahkan untuk kepentingan tempur.

Kementerian Pertahanan menyebut kapal tersebut akan dioptimalkan untuk OMSP, termasuk penanganan bencana alam dan distribusi logistik. Dengan dek penerbangan dan kapasitas angkut yang besar, kapal dapat menjadi salah satu sarana pendukung ketika terjadi bencana di wilayah kepulauan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Fungsi tersebut cukup relevan bagi Indonesia yang memiliki wilayah kepulauan luas dan kerap menghadapi bencana seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor hingga erupsi gunung berapi.

Dari Giuseppe Garibaldi menjadi KRI Sriwijaya

Setelah lebih dari empat dekade digunakan oleh Italia, kapal ini kini memasuki babak baru bersama Indonesia.

Kapal mulai dibangun pada 1978 dan resmi diluncurkan pada 1983. Setelah puluhan tahun digunakan Angkatan Laut Italia, kapal tersebut kemudian diberikan kepada Indonesia melalui skema hibah antarpemerintah. Komisi I DPR RI sebelumnya telah menyetujui penerimaan hibah satu unit kapal ITS Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Italia.

Kapal tiba di Tanjung Priok pada 18 September 2026. Namun, hingga 21 September 2026, kapal tersebut masih dalam proses menuju status resmi sebagai KRI. Serah terima dan pergantian bendera menjadi Merah Putih dijadwalkan berlangsung pada 24 September, sekaligus mengukuhkan nama KRI Sriwijaya.

Dengan panjang lebih dari 180 meter, bobot sekitar 13.850 ton, kecepatan maksimum 30 knot dan kemampuan mengoperasikan berbagai jenis pesawat maupun helikopter, KRI Sriwijaya akan menjadi kapal dengan kemampuan yang berbeda dibandingkan sebagian besar kapal perang yang selama ini dioperasikan TNI AL.

Kehadirannya juga membuka babak baru bagi kemampuan TNI AL dalam menjalankan operasi di wilayah laut Indonesia, termasuk ketika kapal perang tidak hanya dituntut untuk menjaga pertahanan, tetapi juga hadir membawa bantuan saat terjadi bencana.

Sumber : Antara

Rabu, 23 September 2026

Menko Polkam Bertemu PPAL ( Perhimpunan Purnawirawan Angkatan laut ) : Pengabdian Kepada Negara Tidak Berhenti Setelah Purnawirawan

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menegaskan bahwa pengabdian dan tanggung jawab kepada negara tidak berhenti setelah seorang prajurit menjadi purnawirawan.

Dalam pertemuan dengan Perhimpunan Purnawirawan TNI Angkatan Laut (PPAL) di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Rabu (23/9/2026), Menko Polkam menyampaikan bahwa nilai pengabdian tersebut telah melekat sejak seseorang pertama kali menjadi prajurit, sehingga pengalaman selama menjalankan tugas tetap menjadi bekal penting bagi para purnawirawan untuk terus memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.

Menko Polkam juga mengingatkan agar para purnawirawan tidak perlu merasa rendah diri setelah menyelesaikan masa dinas, sebab keberhasilan pelaksanaan tugas bukan semata hasil prajurit di lapangan, melainkan buah dari pembinaan, kepemimpinan, dan kepedulian pemimpin terhadap kondisi prajurit beserta keluarganya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum PPAL Laksamana TNI (Purn.) Yudo Margono, yang menjelaskan bahwa PPAL merupakan organisasi sosial di bawah pembinaan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL). Menko Polkam turut didampingi Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Letjen TNI (Purn.) Lodewijk F. Paulus, Sekretaris Kemenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan, serta para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kemenko Polkam.

 

#KemenkoPolkam

Selasa, 22 September 2026

BNN dan dan Australian Federal Police (AFP) Mengadakan MoU Tntang Kerja Sama Dalam Memerangi Peredaran Gelap Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Narkotika

Bali - Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Australian Federal Police (AFP) sepakat melanjutkan kemitraan dalam menghadapi ancaman narkotika lintas negara. Kesepakatan tersebut diwujudkan melalui penandatanganan perpanjangan Memorandum of Understanding (MoU) tentang kerja sama dalam memerangi peredaran gelap narkotika, psikotropika, dan prekursor narkotika oleh Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto dan Komisioner AFP Krissy Barret, di Bali, Selasa (22/9).

Sesuai Paragraf 11 MoU, kedua institusi menyepakati perpanjangan masa berlaku kerja sama selama lima tahun sejak berakhirnya MoU yang saat ini berjalan, hingga 25 November 2031. Perpanjangan ini menjadi landasan bagi BNN dan AFP untuk melanjutkan serta memperkuat kolaborasi yang telah terjalin dalam menghadapi jaringan peredaran gelap narkotika.

Ancaman narkotika yang semakin kompleks dan tidak mengenal batas negara membutuhkan respons penegakan hukum yang adaptif dan terkoordinasi. Perkembangan modus operandi, pemanfaatan teknologi, serta penggunaan berbagai jalur lintas negara oleh jaringan kejahatan terorganisasi menjadi tantangan yang perlu dihadapi melalui kerja sama yang erat antarlembaga.

Dalam sambutannya Kepala BNN RI menyoroti perkembangan modus kejahatan narkotika yang memanfaatkan rokok elektronik atau vape sebagai sarana konsumsi zat narkotika.

Salah satu temuan yang menjadi perhatian BNN adalah adanya indikasi kuncup bunga ganja (cannabis bud) diproses menjadi ekstrak THC cair untuk kemudian dimasukkan ke dalam cartridge vape. Modus ini menunjukkan bagaimana jaringan narkotika terus beradaptasi dengan memanfaatkan produk yang semakin dekat dengan gaya hidup masyarakat urban.

BNN memandang perkembangan tersebut perlu diantisipasi melalui penguatan regulasi dan pengawasan terhadap vape, guna mencegah produk tersebut dimanfaatkan sebagai sarana penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.

Dalam upaya memperkuat kebijakan tersebut, BNN juga melihat pentingnya mempelajari pengalaman negara lain, termasuk Australia, yang memiliki regulasi dan praktik penegakan hukum terkait e-cigarettes dan vape. Pertukaran informasi dan best practices dengan Australia diharapkan dapat mendukung Indonesia dalam menghadapi potensi penyalahgunaan vape sebagai bagian dari modus baru kejahatan narkotika.

Dalam kemitraan tersebut, BNN dan AFP akan terus memperkuat pertukaran informasi dan intelijen, koordinasi dalam mendukung penegakan hukum, serta pengembangan kapasitas dan kompetensi personel. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat upaya kedua negara dalam mengungkap dan memutus jaringan peredaran gelap narkotika.

BNN berkomitmen memperluas dan memperkuat jejaring kerja sama internasional sebagai bagian dari upaya melindungi masyarakat dari ancaman narkotika. Kemitraan dengan AFP juga menjadi bagian dari langkah BNN untuk memastikan penanganan ancaman narkotika lintas negara dapat dilakukan secara lebih terarah, responsif, dan berkelanjutan.

BNN mengajak seluruh pihak, baik lembaga pemerintah, aparat penegak hukum, mitra internasional, maupun masyarakat, untuk memperkuat kewaspadaan dan mengambil peran dalam mencegah serta memberantas peredaran gelap narkotika. Dengan sinergi yang kuat, upaya menghadapi ancaman narkotika lintas negara dapat dilakukan secara bersama untuk melindungi masyarakat dan mewujudkan Indonesia BERSINAR (bersih narkoba).

#warondrugsforhumanity

BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN

Senin, 21 September 2026

Menko Polkam Menghadiri Apresiasi dan Penganugerahan Pemerintah Daerah Berprestasi Batch II Wilayah Sulawesi

Jakarta -  Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago berharap hadiah yang diterima oleh para pemerintah daerah berprestasi untuk dapat ditingkatkan. Menurutnya hal tersebut sesuai dengan Asta Cita Presiden RI, di mana setiap program yang dilakukan ujungnya adalah untuk kepentingan rakyat.

Menko Polkam juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi erat di tingkat daerah dalam merealisasikan program-program strategis nasional demi kesejahteraan masyarakat. Dalam sambutannya, disampaikan penghargaan tinggi dari Presiden Republik Indonesia kepada Menteri Dalam Negeri beserta seluruh jajaran pemerintah daerah, termasuk para bupati dan kepala daerah. Langkah dan kerja keras yang ditunjukkan oleh para pemimpin daerah dinilai sebagai wujud nyata dari implementasi program Asta Cita.Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menghadiri Apresiasi dan Penganugerahan Pemerintah Daerah Berprestasi Batch II Wilayah Sulawesi di Makassar, Jumat (18/9/2026). Menko Polkam menegaskan bahwa berbagai capaian pemerintah daerah merupakan wujud nyata implementasi Asta Cita, dengan tujuan akhir menghadirkan pelayanan yang semakin baik serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menko Polkam mengajak seluruh kepala daerah untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan seluruh unsur di daerah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai sendiri, melainkan membutuhkan kebersamaan, persatuan, dan soliditas antara pemerintah daerah, Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat. Kekompakan kepala daerah dengan wakil kepala daerah juga menjadi bagian penting dalam memastikan program pembangunan berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian turut mendorong pemerintah daerah memperkuat kebijakan yang berdampak langsung terhadap kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat, termasuk melalui pengelolaan sampah dan program Indonesia Asri. Menko Polkam berharap capaian daerah-daerah berprestasi dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menghadirkan pembangunan yang manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

#MenkoPolkam

#KemenkoPolkam


 

Jumat, 18 September 2026

A.W.V. HINNE, “SHERLOCK HOLMES” DARI HINDIA BELANDA

Polisi kolonial yang memburu Si Pitung, mengungkap misteri pembunuhan, dan menjadi legenda Batavia

---
Pada awal abad ke-20, nama Adolf Wilhelm Verbond Hinne begitu dikenal di Batavia. Selama lebih dari dua puluh tahun bertugas sebagai polisi, ia terlibat dalam sejumlah operasi penangkapan dan penyelidikan kriminal yang menghebohkan masyarakat.

Salah satu yang paling terkenal adalah perburuan Si Pitung, jago Betawi yang namanya telah menjadi legenda. Namun, kisah Hinne tidak berhenti di sana. Ia juga terlibat dalam penyelidikan kematian seorang perempuan bernama Fatimah, yang kemudian menginspirasi cerita detektif berbahasa Melayu.

Bagaimana perjalanan seorang polisi hingga dijuluki “Sherlock Holmes dari Hindia Belanda”?

---

Adolf Wilhelm Verbond Hinne lahir di Borneo pada 1852.

Sebelum menjadi polisi, ia telah menjalani berbagai pekerjaan dalam pemerintahan kolonial. Ia pernah bertugas di kantor Keresidenan Padang, Sumatra Barat, menjadi kepala kantor pos di Ternate, dan bekerja sebagai penjaga hutan di Jawa Tengah.

Pengalaman tersebut membawanya ke Batavia.

Menurut Margreet van Till dalam Batavia Kala Malam: Polisi, Bandit, dan Senjata Api, karier Hinne di kepolisian Batavia dimulai sekitar 1887 sebagai onderschout di kawasan Tanah Abang.

Dari sinilah namanya mulai dikenal dalam dunia kepolisian kolonial.

---

Pada masa itu, Batavia berkembang sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan. Namun, keamanan kota dan wilayah sekitarnya juga menjadi persoalan penting bagi pemerintah kolonial.

Hinne dikenal sebagai polisi yang berani menghadapi para jago dan kelompok perampok.

Ketika bertugas sebagai schout di Diestpoort, kawasan yang saat itu dikenal sebagai Glodokplein, ia disebut aktif menangani gangguan keamanan.

Pada 26 Maret 1903, surat kabar Java Bode memberitakan bahwa Hinne bersama satu kesatuan khusus diperintahkan untuk membersihkan wilayah Ommelanden daerah di luar tembok kota Batavia—dari gerombolan perampok.

Keberaniannya membuat nama Hinne semakin menonjol.

Tetapi peristiwa yang paling mengangkat namanya adalah penangkapan seorang tokoh yang telah lama diburu.

Namanya: Si Pitung.

---

Si Pitung merupakan salah satu tokoh paling terkenal dalam cerita rakyat Betawi.

Dalam berbagai kisah yang berkembang di masyarakat, ia digambarkan sebagai jago yang berhadapan dengan para tuan tanah dan kekuasaan kolonial. Namun, cerita rakyat tentang dirinya memiliki berbagai versi, sehingga perlu dibedakan dari catatan sejarah mengenai penangkapannya.

---

Pada 1893, menurut kisah yang dicatat Margreet van Till, Hinne memperoleh informasi bahwa Si Pitung berada di Kampung Bambu, kawasan antara Tanjung Priok dan Meester Cornelis.

Hinne segera bergerak bersama para pembantunya.

Namun, di tengah perjalanan, ia menerima kabar baru. Si Pitung telah menuju kawasan perkuburan di Tanah Abang. Hinne pun mengubah arah pengejaran.

---

Sesampainya di kawasan perkuburan, Hinne dan para pembantunya melakukan pengepungan.

Dua orang pembantunya kemudian memberi tanda bahwa Si Pitung berada di antara makam-makam.

Dalam catatan yang dikutip van Till, Si Pitung mengenakan celana pendek dan membawa sarung revolver bermotif.

Ketegangan meningkat. Baku tembak akhirnya terjadi. Tembakan demi tembakan diarahkan kepada Si Pitung hingga ia tewas.

Perburuan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat Batavia berakhir di kawasan perkuburan Tanah Abang.

Keberhasilan tersebut membuat Hinne menerima banyak pujian dan kemudian diangkat menjadi schout dengan wilayah tugas yang mencakup seluruh Keresidenan Batavia.

---

Kematian Si Pitung kemudian berkembang menjadi bagian penting dari cerita rakyat Betawi.

Dalam berbagai versi yang beredar, muncul kisah mengenai kesaktian, jimat, dan peluru emas.

Namun, unsur-unsur tersebut tidak semuanya dapat dibuktikan sebagai fakta sejarah.

Catatan yang dirujuk dalam kajian van Till menyebut bahwa Si Pitung tewas dalam penyergapan dan baku tembak dengan Hinne beserta para pembantunya.

Sementara itu, cerita tentang kesaktian Si Pitung terus hidup dalam ingatan masyarakat.

Di satu sisi, arsip kolonial mencatat operasi penangkapan.

Di sisi lain, masyarakat Betawi mewariskan kisah tentang seorang jago yang kemudian menjadi legenda.

Dua sisi inilah yang membuat kisah Si Pitung tetap menarik untuk dibaca hingga sekarang.

---

Jika penangkapan Si Pitung mengangkat nama Hinne sebagai polisi pemberani, kasus Fatimah memperlihatkan sisi lain dari perjalanan kariernya.

Fatimah adalah seorang perempuan yang ditemukan tewas dan dirampok di tanah milik seorang tuan tanah Arab.

Ketika Hinne tiba di lokasi kejadian, rumah korban telah digeledah atas inisiatif kontrolir kepolisian W.H.L. Johan. Namun, tidak ditemukan bukti yang dapat menjelaskan kematian tersebut.

Kasus itu kemudian berkembang menjadi penyelidikan yang rumit.

---

Sekitar seminggu kemudian, Hinne menemukan lima orang yang dicurigai terlibat dalam kasus tersebut. Salah satunya adalah kontrolir kepolisian Johan.

Penyelidikan lanjutan menemukan bahwa sejumlah barang bukti diduga telah dihancurkan oleh bawahan Johan.

Temuan tersebut memperuncing perselisihan antara Hinne dan Johan. Di tengah perkara yang semakin rumit, Hinne terus melakukan penyelidikan.

Menurut Margreet van Till, dalam kasus Fatimah, Hinne dipandang oleh publik sebagai satu-satunya pejabat polisi yang jujur.

Perkara tersebut semakin memperkuat citranya sebagai polisi yang berani mengungkap kebenaran.

---

Nama Hinne semakin terkenal setelah surat kabar Bataviaasch Handelsblad menerbitkan cerita bersambung pada 1913 dengan judul:
“De Indische Sherlock Holmes”
Artinya, Sherlock Holmes dari Hindia.

Julukan itu muncul karena kisah-kisahnya dalam menangani berbagai kasus kriminal dianggap menarik dan penuh strategi.

Salah satu cerita mengisahkan operasi penangkapan Gantang. Dalam operasi tersebut, Hinne disebut menyamar dengan mengenakan pakaian seperti kusir sado. Gantang berhasil ditangkap, tetapi kemudian melarikan diri dari penjara.

Cerita seperti ini membuat sosok Hinne semakin dekat dengan gambaran seorang detektif dalam cerita fiksi: berani, cerdik, menggunakan penyamaran, dan mengandalkan informasi untuk memecahkan kasus.

Namun, Hinne tetap merupakan tokoh nyata dalam sejarah kepolisian kolonial. Julukan tersebut merupakan bagian dari popularitasnya di tengah masyarakat dan pemberitaan surat kabar.

---

Pada 1911, Hinne memperoleh kenaikan pangkat sebagai asisten kepala komisaris. Setelah puluhan tahun bertugas, ia telah menjadi salah satu sosok yang dikenal dalam kepolisian Batavia.

Namun, kariernya tidak sampai pada jabatan tertinggi sebagai kepala komisaris kepolisian.

Margreet van Till menyebut sejumlah kemungkinan yang memengaruhi hal tersebut, di antaranya faktor usia, latar belakang Hindia, dan kurangnya pengetahuan teknis.

Di balik keberaniannya sebagai polisi, Hinne juga mengalami peristiwa tragis.

Seorang bawahannya meninggal secara tidak sengaja ketika tengah membersihkan senjata Hinne dan pelatuknya tertarik.

Peristiwa tersebut memberikan dampak besar terhadap kondisi psikologisnya. Hinne kemudian mengajukan pensiun setelah menerima bintang tanda jasa kedua.

Kisah ini memperlihatkan bahwa kehidupan seorang pejabat yang dikenal berani pun tidak selalu berjalan tanpa kehilangan dan tekanan.

---

A.W.V. Hinne meninggal pada 1915. Namun, namanya tidak ikut hilang bersama berakhirnya masa tugasnya.

Pada 1932, kisah-kisah mengenai sepak terjangnya sebagai polisi Batavia disiarkan melalui Nederlands-Indische Radio Omroep Maatschappij atau NIROM.

Cerita tentang dirinya terus berkembang dalam budaya populer. Salah satunya adalah cerita detektif berbahasa Melayu berjudul Fatima karya F. Wiggers.

Dalam cerita fiksi tersebut, Hinne digambarkan sebagai detektif yang memecahkan misteri pembunuhan Fatima dan mengungkap pelakunya.

Dengan demikian, Hinne bukan hanya dikenang sebagai polisi kolonial, tetapi juga sebagai tokoh yang menginspirasi cerita detektif di Hindia Belanda.

---

A.W.V. Hinne menjalani perjalanan panjang dalam sejarah Batavia.

Ia memulai karier dari berbagai pekerjaan pemerintahan, kemudian menjadi polisi yang dikenal karena keterlibatannya dalam perburuan Si Pitung dan penyelidikan kasus Fatimah.

Namanya semakin populer setelah kisah-kisahnya diangkat menjadi cerita bersambung berjudul De Indische Sherlock Holmes.

Namun, sejarah Hinne juga mengingatkan kita bahwa sebuah kisah dapat berkembang melalui berbagai bentuk: arsip, surat kabar, cerita detektif, dan ingatan masyarakat.

Ada peristiwa yang tercatat, ada kisah yang dituturkan, dan ada legenda yang diwariskan.

Di antara semuanya, nama Hinne tetap menjadi bagian dari sejarah Batavia kota yang menyimpan kisah tentang kekuasaan, kejahatan, keberanian, dan kehidupan manusia pada masa Hindia Belanda.


---

Sumber :
* Historiaid - “A.W.V. Hinne, Sherlock Holmes dari Hindia Belanda.” Amanda Rachmadita, 12 Desember 2022.
* Margreet van Till, Batavia Kala Malam: Polisi, Bandit, dan Senjata Api.
* Margreet van Till & David McKay, Banditry in West Java, 1869–1942.

Rabu, 16 September 2026

Sampah Tidak Harus Berakhir Menjadi Sampah

 

Sampah nggak selalu harus berakhir jadi sampah.

Lewat ekonomi sirkular, material yang masih bernilai bisa dimanfaatkan kembali, diolah, dan dikembalikan ke dalam siklus pemanfaatan selama mungkin.

Dari memilah sampah di rumah, menyalurkannya ke bank sampah, hingga pengolahan organik seperti maggot BSF, setiap langkah membantu mengurangi sampah sekaligus membuka manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Yuk, mulai pertahankan nilai material dari sumbernya.

 

#JakartaSadarSampah #EkonomiSirkular #JagaJakarta #DKIJakarta


Selasa, 15 September 2026

KEPALA BNN RI TERIMA AUDIENSI PUTERI ANAK DAN REMAJA DKI JAKARTA, DORONG GENERASI MUDA JADI AGEN PERUBAHAN

Jakarta - Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, didampingi para Pejabat Tinggi Madya dan Pratama BNN RI, menerima audiensi Puteri Anak dan Remaja DKI Jakarta di Gedung Tan Satrisna BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (15/9). Audiensi ini menjadi momentum untuk memberikan wawasan kepada generasi muda mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika sekaligus mendorong peran mereka sebagai agen perubahan.

Kepala BNN RI menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa. Karena itu, prestasi dan potensi yang dimiliki harus diiringi karakter, kepedulian, serta kemampuan menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkotika. Generasi muda diharapkan mampu menjadi pribadi yang bermanfaat dan berkontribusi bagi masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa lingkungan pergaulan menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi seseorang. Tidak semua teman mengajak kepada kebaikan, sehingga setiap individu harus memiliki prinsip dan kemampuan untuk menjaga diri. Menurutnya, pertahanan yang paling kuat berasal dari diri sendiri melalui pemahaman, nilai moral, dan landasan agama yang baik.

“Yang Kita butuhkan bukan hanya tahu dan paham, tetapi mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, kemudian mengambil keputusan yang benar,” ujar Kepala BNN RI.

Kepala BNN RI menekankan bahwa pemahaman mengenai bahaya narkotika harus membuat generasi muda mampu bersikap dan mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi berbagai bentuk pengaruh di lingkungannya.

Lebih lanjut, Kepala BNN RI menjelaskan bahwa perkembangan narkotika dan modus penyalahgunaannya semakin kompleks. Narkotika dapat hadir dalam berbagai bentuk dan bahkan disamarkan atau dicampurkan ke dalam makanan maupun minuman. Kondisi tersebut menuntut masyarakat, khususnya generasi muda, untuk meningkatkan literasi dan kewaspadaan agar tidak mudah terpapar.

Ia juga mengajak para peserta untuk membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada lingkungan sekitarnya. Menurutnya, ilmu yang bermanfaat tidak boleh berhenti pada diri sendiri, tetapi harus diteruskan kepada teman, keluarga, dan masyarakat. Dengan demikian, generasi muda dapat turut memperluas edukasi dan membangun lingkungan yang lebih kuat dalam menghadapi ancaman narkotika.

Sementara itu, Regional Director Puteri Anak dan Remaja Indonesia, Sri Sintawati, menjelaskan bahwa audiensi tersebut merupakan bagian dari persiapan peserta untuk mengikuti kompetisi tingkat nasional. Para peserta nantinya akan berkompetisi dengan perwakilan dari sekitar 25 provinsi di Indonesia. Audiensi dengan berbagai lembaga menjadi salah satu upaya untuk membekali peserta dengan literasi dan wawasan sebelum mengikuti kompetisi.

Sri menambahkan, para peserta akan menjalani karantina selama lima hari dengan berbagai rangkaian kegiatan dan tes, termasuk debat. Materi debat nantinya salah satunya bersumber dari literasi dan wawasan yang diperoleh selama proses pembekalan.

Melalui audiensi tersebut, BNN mendorong Puteri Anak dan Remaja DKI Jakarta untuk tidak hanya berprestasi dalam kompetisi, tetapi juga menjadi teladan dan agen perubahan dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dan disebarluaskan kepada teman sebaya serta masyarakat sebagai bagian dari gerakan bersama mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, berkarakter, dan bersih dari narkotika.

#warondrugsforhumanity

BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN

 

Senin, 14 September 2026

Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago didampingi Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, Melepas Misi Port Visit 2026

Jakarta - Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago didampingi Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, melepas Misi Port Visit 2026 KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 yang membawa misi kesehatan, kemanusiaan, dan diplomasi Indonesia di kawasan Pasifik dan Oseania. Menko Polkam menegaskan bahwa kehadiran Indonesia melalui Kapal Bantu Rumah Sakit TNI AL tersebut bukan untuk menunjukkan kekuatan, melainkan menghadirkan kepedulian dan manfaat nyata bagi masyarakat. ( 14/9 )

Mengusung tema Health, Humanity, and Diplomacy dengan semangat Bridging Nations, Serving Humanity, misi ini menjadi bagian dari diplomasi Indonesia untuk membangun kepercayaan dan mempererat persahabatan dengan negara-negara Pasifik Selatan. Melalui pelayanan kesehatan, kegiatan kemanusiaan, dan interaksi dengan masyarakat, Indonesia ingin menunjukkan bahwa diplomasi juga diwujudkan melalui kepedulian dan pelayanan kepada sesama.

Kepada seluruh personel, Menko Polkam berpesan agar menjaga kehormatan Indonesia dan menunjukkan kepedulian kepada masyarakat di setiap negara tujuan. “Tunjukkan bahwa kita peduli kepada mereka dan berkeinginan memiliki hubungan yang erat dengan negara-negara di Pasifik Selatan,” tegas Menko Polkam.

#KemenkoPolkam

#MenkoPolkam

#PortVisit2026

 

BNN PERKUAT SINERGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KAWASAN RAWAN NARKOBA LOMBOK TIMUR

Jakarta - Setelah sebelumnya memperkuat sinergi penanganan kawasan rawan narkoba melalui program pemberdayaan alternatif di Jawa Barat, Bada...