Bayangkan menjadi prajurit di
Kekaisaran Asyur lebih dari 2.700 tahun lalu. Dalam relief batu yang ditemukan
di kota kuno Nineveh, terlihat beberapa prajurit menyeberangi sungai sambil
membawa kantung kulit hewan yang telah diisi udara. Sekilas, benda ini tampak
seperti cikal bakal alat selam modern, sehingga sering disebut sebagai
"tabung penyelam" tertua di dunia. Relief tersebut dibuat pada abad
ke-8 SM dan menjadi salah satu gambaran paling menarik tentang teknologi
militer Asyur yang sangat maju pada masanya.
Namun, para arkeolog meyakini
bahwa kantung kulit itu kemungkinan besar bukan alat pernapasan bawah air seperti
tabung oksigen modern. Sebagian besar peneliti berpendapat bahwa kantung
tersebut berfungsi sebagai pelampung untuk membantu prajurit dan pengintai
menyeberangi sungai besar seperti Sungai Tigris dan Efrat. Dengan memegang atau
mengikat kantung berisi udara itu ke tubuh, mereka dapat mengapung sambil
membawa senjata dan perlengkapan perang.
Meski demikian, beberapa figur
pada relief memang digambarkan dengan posisi seolah-olah bernapas melalui ujung
kantung saat berada di dalam air. Hal ini memunculkan perdebatan panjang di
kalangan sejarawan. Jika benar digunakan untuk menghirup udara, maka ini akan
menjadi salah satu contoh paling awal pemanfaatan cadangan udara portabel dalam
sejarah manusia. Namun hingga kini belum ada bukti yang cukup untuk memastikan
bahwa alat tersebut benar-benar berfungsi sebagai sistem pernapasan bawah air.
Relief bersejarah ini berasal
dari kota kuno Nineveh dan saat ini disimpan di British Museum. Terlepas dari
perdebatan mengenai fungsinya, ukiran tersebut menunjukkan kecerdikan bangsa
Asyur dalam mengatasi rintangan alam dan menjalankan operasi militer lintas
sungai jauh sebelum munculnya teknologi penyelaman modern.
Sumber: British Museum;
penelitian arkeologi tentang relief Asyur dari Nineveh dan teknologi militer
Kekaisaran Asyur abad ke-8 SM.
*Ancient History









.png)


