Selasa, 13 Oktober 2026

Kemeko Polkam Terima Tim Ahli Karhutla Dari Brazil

Jakarta - Kemenko Polkam Jenderal (Purn.) Dudung Abdurachman menerima Tim Ahli Penanganan Kebakaran Hutan dari Brazil yang didampingi oleh Duta Besar Indonesia untuk Negara Brazil, Andhika Chrisnayudhanto, di Kantor Kemenko Polkam, Selasa (13/10/2026).

Pertemuan membahas potensi pemanfaatan teknologi cairan pemadam asal Brasil sebagai salah satu alternatif dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk upaya mempercepat pemadaman dan menghambat penyebaran api.

Pertemuan ini juga menjadi kesempatan untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman serta menjajaki penguatan kerja sama dalam penanggulangan karhutla.

*Kemenko Polkam RI

Senin, 12 Oktober 2026

Kapolda Jawa Timur Irjen.Pol. Dekananto : Pemberantasan Narkoba Salah Satu Prioritas Utama Di Wilayah Jawa Timur

Surabaya - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono mengatakan, pemberantasan peredaran obat keras menjadi salah satu prioritas dalam pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah Jawa Timur.

"Salah satu atensi saya adalah peredaran obat keras daftar G. Saya pastikan Jawa Timur harus bersih dari obat-obatan tersebut karena penyalahgunaannya dapat menjadi salah satu pemicu kenakalan remaja, tawuran, dan gangguan kamtibmas lainnya," kata Dekananto di Mapolda Jatim, Surabaya, Minggu (11/10/2026).

Menurutnya, penyalahgunaan obat keras perlu mendapat perhatian serius karena dapat berdampak buruk terhadap generasi muda dan berpotensi memicu berbagai persoalan sosial maupun gangguan kamtibmas.

Data Polda Jatim mencatat, Direktorat Reserse Narkoba bersama polres jajaran menyita sebanyak
1.079.746 butir obat keras dalam pengungkapan kasus narkoba selama Juli hingga September 2026.

Sebelumnya, dalam laporan pengungkapan kasus sepanjang semester pertama 2026 yang disampaikan pada Juni, Polda Jatim mencatat penyitaan sebanyak
3.653.382 butir obat keras berbahaya.

Dengan demikian, berdasarkan kedua laporan tersebut, total obat keras yang disita selama Januari hingga September 2026 mencapai
4.733.128 butir atau lebih dari 4,7 juta butir.

Jumlah tersebut menunjukkan besarnya tantangan dalam upaya menekan peredaran obat keras ilegal. Polda Jatim bersama jajaran berkomitmen melanjutkan penindakan untuk mencegah penyalahgunaan obat-obatan yang dapat membahayakan masyarakat.

Selain menekankan pemberantasan obat keras, Irjen.Pol. Dekananto juga berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian yang humanis, profesional, dan terbuka terhadap kritik masyarakat.

Ia mengajak masyarakat menyampaikan masukan apabila menemukan tindakan atau pelayanan kepolisian yang dinilai kurang tepat. Menurutnya, kritik tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja seluruh jajaran Polda Jatim.

"Apabila saya dan seluruh jajaran Polda Jawa Timur melakukan hal-hal yang kurang berkenan atau kurang tepat dalam bertindak, saya mohon dimaafkan dan diberikan koreksi. Kami akan merespons dan menindaklanjuti masukan tersebut," katanya.

Irjen.Pol. Dekananto juga menegaskan akan meneruskan program-program positif yang telah dijalankan Kapolda Jatim sebelumnya, Irjen Pol. Nanang Avianto, demi menjaga kesinambungan pelayanan dan pelaksanaan tugas kepolisian.

"Banyak hal positif yang sudah diperkuat dan ditinggalkan oleh Irjen Pol Nanang Avianto untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Jawa Timur. Tentu saya akan melanjutkan hal-hal positif tersebut," ujarnya.

Dekananto menilai keberhasilan pelaksanaan tugas kepolisian membutuhkan kekompakan seluruh personel serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, TNI, pemangku kepentingan, dan masyarakat.

Ia menyatakan siap menjalankan amanah sebagai Kapolda Jatim dengan mengedepankan semangat pengabdian, profesionalisme, serta pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Saya dan keluarga mohon diterima oleh seluruh warga Jawa Timur. Insyaallah, dari lubuk hati yang paling dalam, saya akan berusaha menjalankan amanah dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Jawa Timur," katanya.

Melalui penguatan penegakan hukum, peningkatan kualitas pelayanan, dan sinergi dengan masyarakat, Polda Jatim berharap situasi keamanan dan ketertiban di Jawa Timur tetap terjaga serta generasi muda terlindungi dari dampak penyalahgunaan obat keras.

*Red

 

Sabtu, 10 Oktober 2026

Menko Polkam Jenderal (Purn.) Dudung Abdurachman Menyambut Kedatangan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi

Jakarta -  Menko Polkam Jenderal (Purn.) Dudung Abdurachman menyambut kedatangan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (10/10/2026).

Kedatangan Presiden El-Sisi disambut dengan jajar kehormatan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), serta pertunjukan tarian Betawi dan musik gambang kromong sebagai bagian dari penyambutan kenegaraan.

Kunjungan ini merupakan kunjungan kenegaraan pertama Presiden El-Sisi ke Indonesia sekaligus kunjungan balasan setelah Presiden RI Prabowo Subianto berkunjung ke Mesir pada 2024 dan 2025.

 

*Kemenko Polkam RI

 

Jumat, 09 Oktober 2026

Selamat Bertugas Irjen Pol. Krisno Haloman Siregar, S.I.K., M.H. sebagai Deputi Bidang Hukum dan Kerja Sama BNN RI.

Keluarga besar Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) mengucapkan selamat dan sukses atas pelantikan Irjen Pol. Krisno Haloman Siregar, S.I.K., M.H. sebagai Deputi Bidang Hukum dan Kerja Sama BNN RI. Semoga di bawah kepemimpinan beliau, Deputi Bidang Hukum dan Kerja Sama BNN RI semakin progresif, akuntabel, dan memperkuat sinergi dalam Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) demi mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba).

#WarOnDrugsForHumanity

Biro Humas dan Protokol BNN

Rabu, 07 Oktober 2026

Menko Polkam Menghadiri Acara Taklimat Presiden Di Istana Negara

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman bersama Wamenko Polkam Letjen TNI (Purn.) Lodewijk F. Paulus menghadiri kegiatan di Istana Negara, Rabu (7/10/2026). Pada acara tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto mengumpulkan 800 perwira tinggi (Pati) TNI dan Polri di seluruh Indonesia. Presiden memberikan taklimat sekaligus menyampaikan gambaran kondisi yang dihadapi bangsa dan negara.

Taklimat tersebut menjadi ruang bagi jajaran pimpinan TNI-Polri untuk menyelaraskan pemahaman mengenai tantangan bangsa dan menjadikan arahan Presiden Prabowo sebagai pedoman pelaksanaan tugas di seluruh Indonesia.

"Beliau (Presiden) menyampaikan bahwa harus mempersiapkan secara profesional sistem perekrutan ke depan adalah tidak serta merta melihat tentang fisik tetapi intelektual. Jadi kalau misalnya mau masuk menjadi tentara atau polisi, berkacamata tidak apa-apa asalkan dia pinter," ujar Menko Polkam.

Dalam pengantarnya, Presiden RI Prabowo menyampaikan bahwa pada pertemuan ini ia ingin memberi gambaran tentang keadaan yang dihadapi sebagai bangsa dan negara. Termasuk juga dengan memberikan gambaran terkait perkembangan negara dan bangsa Indonesia.

"Sengaja saya mengundang para perwira tinggi menjelang pemerintahan yang saya pimpin dua tahun. Saya ingin memberi suatu gambaran keadaan yang kita hadapi sebagai bangsa dan sebagai negara," kata Presiden Prabowo dalam keterangan BPMI Setpres.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Adrianto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala Staf Kepresidenan Listyo Sigit Prabowo, Kepala BIN Muhammad Herindra, para purnawirawan dari TNI dan Polri, Sesmenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan, para Deputi dan Staf Ahli Kemenko Polkam.

*Kemenko Polkam RI

Selasa, 06 Oktober 2026

Sukarno Pilih Kuda Yang Sudah Tua : Yang Tua Paling Jinak

Dibalik sebuah Foto bersejarah pada Perayaan TNI Pertama 5 Oktober 1946

“Untuk pawai besok, berilah saya kuda yang paling lunak, paling tua, paling jinak dan hampir mendekati kematiannya….”

Bung Karno, 5 Oktober 1946

Pasti banyak yang pernah lihat photo si Bung naik kuda....Gagah ya

Tapi uniknya ini adakah

Pengalaman Pertama Bung Karno Naik Kuda 🙂

Kejadian menarik juga menimpa Bung Karno ketika tanggal 5 Oktober 1946, Angkatan Perang kita (sekarang TNI) hendak merayakan ulang tahun yang pertama. Dalam salah satu tata cara upacara militer yang sudah direncanakan semegah-megahnya untuk ukuran negara berusia satu tahun, Presiden Republik Indonesia Sukarno, harus melakukan inspeksi pasukan… naik kuda!.

Persoalannya adalah.…Bung Karno tidak pernah naik kuda. Pergaulan Bung Karno dengan seekor kuda pada masa-masa sebelumnya, tak lebih dari sekadar menepuk-nepuk kuduknya. Demi mengetahui hal itu, Fatmawati, istrinya, ikut cemas. “Jadi, bagaimana caranya,”, tanya Fatma. Bung Karno menjawab, “Pertama, aku hendak menghadapi kenyataan bahwa aku orang yang pelagak… Aku akan belajar naik kuda!”

Fatma belum hilang rasa cemasnya, “Kan pawainya besok?”, Lalu Bung Karno menjawab, “Ya, aku akan belajar dalam satu hari.”

Akhirnya, seorang perwira kavaleri tekun memberikan pelajaran berkuda kepada presidennya. Dan di akhir sesi latihan, kepada si perwira kavaleri itu, Bung Karno menyampaikan pesan dengan suara pelan… “Untuk pawai besok, berilah saya kuda yang paling lunak, paling tua, paling jinak dan hampir mendekati kematiannya….”

Tak bisa dimungkiri, Bung Karno sebenarnya memendam rasa cemas dan khawatir. Apa jadinya kalau dalam pawai inspeksi pasukan besok si kuda menjadi beringas dan tak terkendali? Bagaimana kalau ia kemudian terpental dari punggung kuda? Apa kata dunia?

Dan…perwira kavaleri itu menjawab, “Tidak Pak. Tidak pantas untuk Bapak. Kuda yang disediakan harus yang muda dan garang. Dia harus memperlihatkan semangat tempur yang menyala-nyala, dan kuda yang terbaik dari seluruh kelompok.”

Bung Karno yang pelagak, tak berkutik dengan jawaban perwira kavaleri. Rasa cemas ia pendam dalam hati….hingga, tibalah saat-saat yang dinanti. Terompet telah berbunyi, genderang berderam-deram, pasukan berdiri tegap, dan…..Presiden menaiki kudanya. Binatang itu berjalan mengikuti irama musik… dan…..menjadi liar. Bung Karno sedikit ciut, tapi ketika ia melihat pasukan yang berbaris rapi yang sedang ia inspeksi…..muncullah sifat pelagak nya. Sorak-sorai dan teriakan gembira dari rakyat yang berjejal-jejal di lapangan pawai menghidupkan semangat.

Suasana itu membuat Bung Karno tenang dan sadar…..hilang rasa cemas, dan muncul teori-teori berkuda yang telah diajarkan si perwira kavaleri kemarin. Maka, dengan sigap Bung Karno segera memainkan pegelangan, menguasai tunggangannya dengan baik. Bung Karno mengendalikan langkah kuda dengan begitu gagah, sehingga kuda berjalan dengan langkah tenang dan teratur seperti yang dikehendaki. Dan….kuda yang bagus itu tidak pernah menyadari bahwa tuannya lebih gentar menghadapi peristiwa itu daripada binatang itu sendiri.

*Bensur

Sabtu, 03 Oktober 2026

Presiden Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto dan Wahyu Hadiningrat sebagai Kapolri dan Wakapolri

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto melantik Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) dan Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (01/10/2026).

Pelantikan Suyudi Ario Seto dan Wahyu Hadiningrat berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 96/POLRI Tahun 2026 dan 97/POLRI Tahun 2026 Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia serta Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Suyudi turut mendapat kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Jenderal Polisi. Selanjutnya, Suyudi akan langsung bertugas sebagai Kapolri untuk menggantikan Kapolri sebelumnya, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Sumber: BPMI Setpres


 

Jumat, 02 Oktober 2026

Selamat atas dilantiknya Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., M.H., Dudung Abdurachman sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI.

Selamat atas dilantiknya Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., M.H., Dudung Abdurachman sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI.

Semoga amanah dalam mengemban tugas dan tanggung jawab, serta senantiasa diberikan kelancaran dalam memperkuat koordinasi di bidang politik dan keamanan demi menjaga stabilitas nasional dan mewujudkan Indonesia yang aman, damai, adil dan makmur.

 

Rabu, 30 September 2026

Anggota Koramil Mngamankan Pasukan Banteng Raider Tanpa Tembakan Setelah Peristiwa G 30 S/PKI

Kisah Pensiunan Peltu Adi Somad saat mengamankan anggota Banteng Raiders yang terlibat gerakan di Tambun Bekasi.

4 Oktober 1965//

Pelda Edi Somad baru saja tiba di kantor Koramil Tambun pagi itu, sepeda baru saja ia sandarkan belum sempat ia menuju ruang kerja.

"Pak, coba di cek di dekat sawah itu ada pasukan ga Jelas!...anggota terima laporan tadi pagi!", itu suara Komandan Koramil Tambun yang tiba tiba berdiri didepan pak Edi Somad muda.

"Siap pak..segera kerjakan!"

Keluar kembali lah pak Edi Somad menuju sebrang kantor Koramil.

Ya sebrang Koramil Tambun memang perkampungan penduduk yang masih di kelilingi sawah dan kebun. Pelda Edi Somad menggoes sepeda dinasnya dengan tanya berkecamuk....

"Pasukan apa? ada apa ko pasukan ada di sana?...pasukan mana itu?".

Pertanyaan yang ada di Kepala Edi Somad itu terus saja ada di kepala veteran pertempuran 45 ini.

Sampai tiba di lokasi dekat kampung....

"Angkat tangan!...turun kan senjata!", terdengar suara bentakan dari sekeliling Edi Somad yang masih mengayuh sepeda dinasnya.

Pak Edi Somad baru sadar ia di kepung ratusan pasukan berbaju loreng dengan senjata otamatis!

Tanpa pikir panjang pak Edi menurut perintah pasukan itu, saat itu memang pak Edi Somad hanya membawa senjata Laras panjang model lama.

Saat dilihatnya pasukan itu berjumlah ratusan dengan senjata lengkap namun terlihat oleh pak Edi Somad bahwa mereka kelelahan yang sangat tampak dari muka dan pakaian mereka yg lusuh.

Saat itu pak Edi bicara dari hati ke hati dengan para pasukan itu.

"Bapak bapak, kita sama sama prajurit bawahan, saya tahu bapak semua lelah dan belum makan, bagaimana kalo kita ke markas Koramil dulu nanti di sana kita sediakan makan dan tempat bapak bapak beristirahat", sembari membujuk m Edi Somad berujar ke pada pasukan. Tak ia kenal ini walau dalam hati pak Edi menghitung jika melawanpun percuma.

"Lah personil Koramil Tambun berapa sih terus senjata kita cuma karaben tua...mereka punya AK dan ada yg bawa bazoka..hahahaha", ujar pak Edi Somad pada saya....

Maka setelah di bujuk dan di yakinkan pasukan yang hampir berjumlah 600 orang itu mau datang ke kantor Koramil Tambun yang saat itu adalah gedung tua bekas Tuan Tanah Cina. Saat ini gedung Koramil Tambun itu dikenal sebagai gedung Juang Tambun.

Dan mujurnya lagi pasukan yang saat itu pak Edi Somad tak tahu pasukan apa, mereka mau menyerahkan senjata mereka dan di kumpulkan jadi satu lali di taruh dalam satu ruangan yang di kunci.

Saat pasukan yang belakangan di ketahui adalah pasukan Yon 454 dari Jawa Tengah ini sudah kumpul di Koramil maka anggota Koramil Tambun membantu menyiapkan makan dan tempat tidur buat mereka.

"Komandan nyuruh saya cari Beras, minyak atau lauk pauk dari pasar Tambun dan yang masak penduduk sekitar Koramil, rokok kita kumpulin dari pedagang buat pasukan itu", tutur pak Edi Somad lagi.

Sampai bis penjemput dari Kodam V datang untuk membawa pasukan ini ke Jakarta.

Jadi dengan demikian sangat besar jasa personil Koramil Tambun yang bisa "mengamankan" pasukan Benteng Raiders tanpa melepas tembakan sama sekali.

Seperti di kisahkan almarhum Pelda. Anumerta Edi Somad pada saya tahun 2018 silam

*Benrus

 

Kemeko Polkam Terima Tim Ahli Karhutla Dari Brazil

Jakarta - Kemenko Polkam Jenderal (Purn.) Dudung Abdurachman menerima Tim Ahli Penanganan Kebakaran Hutan dari Brazil yang didampingi oleh D...