Bhayangkara Indonesia News
Menjunjung Kebenaran, Keadilan Dan Kemanusiaan
Senin, 01 Juni 2026
Sabtu, 30 Mei 2026
Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Sulawesi, Pacu Iklim Kompetisi
Kendari
- Kementerian Dalam Negeri menggelar acara Apresiasi Pemerintah Daerah
Berprestasi Tahun 2026 Regional Sulawesi di Hotel Claro, Kota Kendari, Sulawesi
Tenggara (Sultra), Jumat (29/5/2026). Kegiatan yang diselenggarakan bekerja
sama dengan Kompas.com tersebut memberikan penghargaan dalam empat kategori,
yakni penurunan tingkat pengangguran, creative financing, pengendalian inflasi,
serta penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting.
Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan, pemberian penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada pemerintah daerah (Pemda) yang menunjukkan kinerja terbaik dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Daerah yang berhasil meraih penghargaan memperoleh bantuan pemerintah sebesar Rp3 miliar untuk Terbaik I, Rp2 miliar untuk Terbaik II, dan Rp1 miliar untuk Terbaik III.
Ia
menegaskan, hasil penilaian dilakukan secara objektif dengan mengacu pada data
Badan Pusat Statistik (BPS) serta Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).
Mendagri menambahkan, kegiatan serupa juga akan digelar untuk regional
Jawa-Bali dan Papua. Ia berharap, ajang tersebut mampu memacu semangat
kompetisi antardaerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Acara
ini adalah salah satu upaya kita untuk memberikan award, untuk memotivasi
rekan-rekan kepala daerah. Yang kedua juga untuk membuktikan … bahwa banyak
kepala daerah juga baik,” tandas Mendagri.
Pada
kategori penurunan tingkat pengangguran, untuk tingkat kabupaten
penghargaan diberikan kepada Kabupaten Kolaka sebagai Terbaik I, Kabupaten
Konawe Kepulauan sebagai Terbaik II, dan Kabupaten Kolaka Utara sebagai Terbaik
III. Adapun pada tingkat kota, penghargaan diraih Kota Baubau sebagai Terbaik
I, Kota Kendari sebagai Terbaik II, dan Kota Parepare sebagai Terbaik III.
Sementara itu, untuk tingkat provinsi, penghargaan diberikan kepada Provinsi
Sulawesi Barat.
Di
kategori creative financing, untuk tingkat kabupaten penghargaan diberikan
kepada Kabupaten Wajo sebagai Terbaik I, Kabupaten Kolaka sebagai Terbaik II,
dan Kabupaten Mamasa sebagai Terbaik III. Pada tingkat kota, Kota Makassar
meraih penghargaan Terbaik I, disusul Kota Palu sebagai Terbaik II dan Kota
Manado sebagai Terbaik III. Sedangkan pada tingkat provinsi, penghargaan
diberikan kepada Provinsi Sulawesi Selatan sebagai Terbaik I dan Provinsi
Sulawesi Tenggara sebagai Terbaik II.
Selanjutnya,
pada kategori pengendalian inflasi, untuk tingkat kabupaten penghargaan diraih
Kabupaten Sigi sebagai Terbaik I, Kabupaten Polewali Mandar sebagai Terbaik II,
dan Kabupaten Takalar sebagai Terbaik III. Untuk tingkat kota, Kota Bitung
memperoleh penghargaan Terbaik I, Kota Palopo sebagai Terbaik II, dan Kota Palu
sebagai Terbaik III. Adapun pada tingkat provinsi, penghargaan diberikan kepada
Provinsi Gorontalo sebagai Terbaik I dan Provinsi Sulawesi Tengah sebagai
Terbaik II.
Sementara
itu, pada kategori penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting, untuk
tingkat kabupaten penghargaan diberikan kepada Kabupaten Sidenreng Rappang
sebagai Terbaik I, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur sebagai Terbaik II, dan
Kabupaten Gowa sebagai Terbaik III. Pada tingkat kota, Kota Tomohon berhasil
meraih penghargaan Terbaik I, diikuti Kota Manado sebagai Terbaik II dan Kota
Makassar sebagai Terbaik III. Sedangkan untuk tingkat provinsi, penghargaan
diraih Provinsi Sulawesi Utara.
Turut
hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan
Djamari Chaniago, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait,
Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, Wakil Menteri Dalam
Negeri Akhmad Wiyagus, serta para kepala daerah se-Regional Sulawesi.
*Sumber
: Kumparan
Jumat, 29 Mei 2026
Apresiasi Pemda Berprestasi di Region Sulawesi, Menko Polkam: Tingkatkan Kerjasama Untuk Kesejahteraan Rakyat
Polkam, Kendari - Menteri
Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.)
Djamari Chaniago menyampaikan apresiasi kepada para Pemerintah Daerah (Pemda)
baik itu tingkat Provinsi, Kota, maupun Kabupaten yang telah berhasil mendapatkan
penghargaan berprestasi di berbagai kategori untuk terus meningkatkan kerjasama
antar Forkopimda dalam mensejahterakan rakyat.
“Apa yang kita capai pada hari
ini adalah harus dijadikan titik awal. Kemudian yang belum mendapatkan, jangan
terlalu kecewa karena saya melihat angka-angkanya terlalu tipis tidak sampai
satu digit, artinya rata-rata kita berada di posisi yang baik,” jelas Menko
Polkam Djamari saat memberikan sambut dalam acara Apresiasi Pemerintah Daerah
Berprestasi Tahun 2026 Wilayah Sulawesi, Kendari, Jumat (29/5/2026).
Menurut Menko Polkam apa yang
telah dicapai oleh para Pemda malam ini merupakan hasil dari kerjasama antara
Forkopimda di lapangan yang menjalankan tugasnya dengan baik dalam mendukung
kesejahteraan rakyat. “Saya yakin apa yang dicapai oleh kita hari ini, malam
ini adalah hasil kerjasama kita Forkopimda di lapangan. Pada kesempatan inilah
maka saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh Forkopimda di regional
Sulawesi yang telah membawa masyarakat kita dalam keadaan tenang, aman, serta
meningkat keadaannya dibandingkan dengan sebelumnya,” ungkap Djamari.
Menko Polkam mengajak dan
mengingatkan kapada seluruh jajaran di daerah untuk meningkatkan kebersamaan
antar bagian. “Tidak ada pekerjaan yang bisa kita selesaikan oleh satu bagian
saja, kita harus mengerjakan bersama-sama, semua unsur yang ada di daerah harus
melakukannya bersama-sama. Saya garis bawahi, pekerjaan kita lakukan bersama
ujungnya adalah bagaimana mensejahterakan masyarakat kita,” tambahnya.
“Untuk itu, yang pasti dan harus
kita pegang, kita harus tetap tekad kita kuat, semangat kita selalu membara,
tidak pernah kenal lelah dan pantang menyerah, baru kita bisa mencapai apa yang
kita inginkan yaitu membahagiakan, mensejahterakan masyarakat kita. Ada salam
dari bapak Presiden Prabowo, menyampaikan kepada seluruh yang hadir di sini,
teruskan perjuangkan kita, yakini bahwa jalan kita sudah benar, tinggal kita
kesungguhkan untuk melakukannya bersama-sama,” ungkap Menko Polkam.
Selain Menko Polkam, hadir dalam
acara tersebut, Menteri Dalam Negeri Jenderal Pol (Purn.) Tito Karnavian
menyampaikan acara ini untuk memberikan penghargaan kepada kepala daerah yang
dinilai berhasil dalam berbagai sektor strategis, mulai dari penanganan
pengangguran hingga kemampuan mencari sumber pembiayaan daerah secara kreatif.
“Jadi acara ini memang merupakan
acara pemberian penghargaan bagi kepala daerah. Kepala daerah yang berprestasi
di empat bidang, yaitu mulai dari bidang penanganan pengangguran, kemiskinan,
dan stunting, kemudian pengendalian inflasi, dan satu lagi namanya creative
financing,” terang Mendagri.
Gubernur Sulawesi Tenggara,
Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka menyambut positif ajang apresiasi yang
digelar di Kendari ini. Andi berharap, kegiatan ini mampu memperkuat sinergi antara
pemerintah pusat dan Pemda dalam mendorong pemerataan pembangunan nasional.
Selain itu juga hadir Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. Dalam kegiatan yang dihadiri oleh seluruh kepala daerah di regional Sulawesi ini, turut mendampingi Menko Polkam yaitu para Deputi dan Staf Khusus Menko Polkam.
*Humas Kemenko Polkam RI
BNN SALURKAN 900 PAKET DAGING KURBAN UNTUK MASYARAKAT SEKITAR
Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN)
menyalurkan sebanyak 900 paket daging kurban kepada masyarakat sekitar
lingkungan BNN, Cawang, Jakarta Timur, pada Kamis (28/5). Penyaluran ini
merupakan tindak lanjut dari serah terima hewan kurban yang dilaksanakan sebelumnya
oleh Kepala BNN RI kepada Panitia Kurban Dewan Kemakmuran Masjid (DKM)
At-Taubah BNN RI pada Rabu (27/5).
Usai menerima tujuh ekor sapi
dan tujuh ekor kambing, BNN melaksanakan proses penyembelihan hewan kurban yang
dikelola oleh panitia kurban DKM Masjid At-Taubah secara terorganisir. Daging
kurban kemudian dikemas menjadi 900 paket, masing-masing berisi satu kilogram
daging, untuk didistribusikan kepada masyarakat dan pegawai yang telah terdata.
Seluruh proses dilakukan secara gotong royong oleh panitia kurban.
Penyerahan paket daging kurban berjalan tertib, aman, dan lancar. BNN berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar serta menjadi sarana mempererat tali silaturahmi dan memperkuat semangat kepedulian sosial di lingkungan kerja maupun masyarakat. Momentum Iduladha ini juga diharapkan dapat semakin menumbuhkan nilai kebersamaan dan solidaritas dalam kehidupan bermasyarakat.
BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN
Rabu, 27 Mei 2026
Patroli Blue Light Polda Metro Jaya : Cegah Begal Dan Pengamanan Idul Adha
Jakarta – Polda metro Jaya menyiapkan skema pengamanan menyeluruh untuk mengawal jalannya seluruh rangkaian Hari Raya Iduladha berjalan aman, tertib, dan kondusif," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta dilansir Antara, Selasa, 26 Mei 2026.
Budi menjelaskan bahwa ploting personel akan
disebar secara berlapis mulai dari malam takbiran, pelaksanaan salat Iduladha,
hingga proses penyembelihan dan pendistribusian daging hewan kurban ke
masyarakat.
Khusus untuk pengamanan salat Iduladha di Masjid
Istiqlal, Jakarta Pusat, pada Rabu, 27 Mei 2026, Polda Metro Jaya menyiagakan
sedikitnya 350 personel gabungan. Tim ini merupakan unsur terpadu yang terdiri
dari jajaran Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, Satpol PP, hingga
Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
Fokus pengamanan di masjid terbesar se-Asia
Tenggara itu meliputi pengaturan arus lalu lintas di jalur lingkar luar,
penjagaan area dalam dan luar masjid, pengawalan jalur kedatangan serta
kepulangan jemaah, hingga proses sterilisasi lokasi sebelum ibadah dimulai.
Tidak hanya di Istiqlal, personel juga dikerahkan
untuk menjaga sejumlah lokasi salat Iduladha tingkat wilayah dan titik
pemotongan hewan kurban berskala besar. Petugas Bhabinkamtibmas di tingkat
kelurahan pun diinstruksikan untuk aktif berkoordinasi dengan panitia kurban di
masjid-masjid lokal demi mencegah terjadinya kerumunan dan memastikan pembagian
daging berjalan tertib.
Guna mengantisipasi kerawanan tindak kriminalitas
di permukiman yang ditinggal warga selama masa libur panjang (long weekend),
Polda Metro Jaya turut mengintensifkan patroli lingkungan. Area pengawasan
diperluas mencakup jalur rawan kemacetan, pusat perbelanjaan, dan tempat wisata
utama di ibu kota.
?"Personel kami arahkan untuk bertugas
secara humanis, profesional, dan proporsional. Kami juga mengimbau masyarakat
tetap tertib, saling menghormati, serta mengikuti arahan petugas di
lapangan," tambah Budi.
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep
Edi Suheri menyampaikan ucapan selamat merayakan Hari Raya Iduladha kepada
seluruh masyarakat ibu kota dan sekitarnya. Ia berharap momentum hari besar
keagamaan ini dapat mempererat tali silaturahmi antarwarga.
?"Semoga semangat pengorbanan, keikhlasan,
dan kepedulian sosial memperkuat persaudaraan serta kebersamaan kita dalam
menjaga Jakarta tetap aman, nyaman, dan kondusif," ucap kapolda.
*Mas Datro
Selasa, 26 Mei 2026
Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Penyelesaian Konflik Sosial dan Pembangunan Rindam XXI/Radin Di Register 1 Way Pisang Lampung Selatan
Polkam, Jakarta - Kementerian
Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menyelenggarakan Rapat
Koordinasi guna membahas penyelesaian konflik sosial dan sinkronisasi rencana
pembangunan Rindam XXI/Radin Inten di wilayah Register 1 Way Pisang, Kabupaten
Lampung Selatan. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya memperkuat
koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam mendukung penyelesaian
permasalahan sosial serta percepatan pembangunan kawasan pertahanan di wilayah
dimaksud.
Rapat koordinasi tersebut
dipimpin oleh Laksma TNI Rudi Haryanto selaku Asisten Deputi Koordinasi Wilayah
Perbatasan dan Tata Ruang Pertahanan pada Kementerian Koordinator Bidang
Politik dan Keamanan. Dalam pelaksanaannya, rapat dihadiri oleh perwakilan
kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, serta unsur TNI guna membahas
langkah-langkah strategis dalam penyelesaian konflik sosial dan sinkronisasi
rencana pembangunan Rindam XXI/Radin Inten secara terpadu dan berkelanjutan.
“Kehadiran seluruh peserta rapat
menunjukkan komitmen dan keseriusan bersama dalam mendukung penyelesaian
konflik sosial serta sinkronisasi rencana pembangunan Rindam XXI/Radin Inten di
wilayah Register 1 Way Pisang, Kabupaten Lampung Selatan,” ujar Laksma TNI Rudi
saat memimpin rapat koordinasi di Jakarta, Selasa, (26/5/2026).
Dalam rapat tersebut disampaikan
bahwa pembangunan Resimen Induk Komando Daerah Militer (Rindam) XXI/Radin Inten
merupakan bagian dari penguatan struktur pertahanan negara sebagaimana
diamanatkan dalam Keputusan Kasad Nomor KEP/486/VIII/2025 tentang pembentukan
enam Kodam baru. Pembangunan Rindam tersebut direncanakan berlokasi di lahan
seluas kurang lebih 212 hektare di Desa Kemukus dan Desa Sri Pendowo, Kecamatan
Ketapang, yang berada di kawasan hutan produksi tetap Register 1 Way Pisang dan
dikelola oleh PT Penyelamat Alam Nusantara (PT PAN).
Sebagai penutup, Laksma TNI Rudi
Haryanto menegaskan pentingnya kesepahaman antarkementerian/lembaga mengenai
status penguasaan, penggunaan, dan dasar hukum atas lahan sengketa sebagai
langkah penting dalam mendukung penyelesaian permasalahan secara terpadu dan
berkelanjutan.
Kemenko Polkam akan terus
mengawal proses ini guna mendukung tersusunnya data dan informasi pertanahan
yang akurat, terverifikasi, dan terintegrasi sebagai dasar pengambilan
keputusan, sekaligus meningkatkan kepastian hukum bagi masyarakat dan TNI AD
sehingga potensi konflik sosial di lapangan dapat diminimalkan.
*Kemeko Polkam RI
Senin, 25 Mei 2026
Pengelolaaan Sampah Hewan Qurban Bukan Hanya soal Kebersihan
Pengelolaan limbah hewan kurban
bukan hanya soal kebersihan setelah penyembelihan, tetapi juga bagian penting
dari upaya menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah pencemaran.
Melalui Pergub DKI Jakarta No.
30 Tahun 2025 tentang perubahan atas Pergub No. 10 Tahun 2022 mengenai Pedoman
Penyelenggaraan Pemotongan Hewan Kurban, pengelolaan area pemotongan,
penanganan darah dan limbah cair, penggunaan septic tank, hingga pengelolaan
limbah padat diatur agar proses kurban dapat berjalan lebih higienis, aman, dan
tertib.
Mulai dari pemisahan area bersih
dan area limbah, penyediaan lubang penampungan darah, hingga larangan membuang
limbah langsung ke selokan umum, seluruhnya menjadi langkah penting untuk
meminimalkan dampak lingkungan selama pelaksanaan kurban.
#ecoqurban #jakartasadarsampah #jagajakarta #DKIJakarta
Minggu, 24 Mei 2026
Pembangunan Ekosistem dDgital di Ibu Kota Nusantara (IKN) Terus Diperkuat
Kemenko Polkam terus memperkuat
langkah menuju pemerintahan modern melalui pembangunan ekosistem digital di Ibu
Kota Nusantara (IKN). Melalui kunjungan kerja dan peninjauan langsung, Kemenko
Polkam bersama Otorita IKN, BSSN, operator telekomunikasi, dan para pemangku
kepentingan memastikan kesiapan infrastruktur telekomunikasi dan digital.
Deputi Bidang Koordinasi
Komunikasi dan Informasi Kemenko Polkam menegaskan komitmen Kemenko Polkam
untuk terus mendukung pembangunan IKN, khususnya dalam komunikasi publik dan
keamanan siber sebagai bagian dari ketahanan nasional di era digital.
Kepala OIKN Basuki Hadimuljono
menegaskan bahwa pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik,
tetapi juga pada penguatan ekosistem digital, keamanan siber, konektivitas, dan
kesiapan pelayanan pemerintahan modern berbasis smart city.
Pertemuan tersebut juga membahas
percepatan pembangunan jaringan fiber optic, Multi Utility Tunnel (MUT),
penguatan BTS, command center, data center, serta integrasi keamanan siber
nasional guna memastikan IKN memiliki sistem pemerintahan digital yang aman,
andal, dan berkelanjutan.
*Kemenko Polkam RI
Sabtu, 23 Mei 2026
Ada Tiga Keistimewaan Rokok Bagi Negara
Rokok boleh saja
dianggap kontroversial oleh sebagian masyarakat yang telah terpengaruh oleh kampanye
pengendalian tembakau. Namun bagi pemerintah dan masyarakat lainnya, rokok
memiliki keistimewaan yang tak bisa lagi dibantahkan. Keistimewaan tersebutlah
yang sampai hari ini rokok beserta aktivitas merokoknya masih dianggap legal,
bahkan dilindungi oleh Undang-Undang.
Bagi masyarakat
Indonesia, rokok yang memiliki keistimewaan tersebut adalah kretek yang
merupakan bagian dari warisan budaya bangsa Indonesia. Selain tentunya manfaat
sosial-budaya-ekonomi bagi masyarakat. Sedangkan keistimewaan rokok bagi negara,
sudah sejak dahulu sama-sama diketahui sebagai sektor strategis tulang punggung
negara dalam hal pendapatan negara yang sangat besar. Berikut adalah alasan
rokok menjadi istimewa bagi negara :
1. Pendapatan Negara dari Sektor Rokok Besar
Perlu diketahui
bahwa pendapatan negara dari sektor rokok didapat dari sektor pajak dan bea
cukai. Disana terdapat pungutan negara dari Cukai, Pajak Pertambahan Nilai
(PPN), Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Daerah Retribusi Daerah (PDRD). Belum
lagi dari hasil ekspor dan bea masuk sektor rokok yang nilainya juga besar.
Dan ketika berbicara pendapatan negara dari sektor
rokok, selama bertahun-tahun selalu mengalami kenaikan yang signifikan. Selain
karena memang negara menargetkannya naik, juga karena sektor rokok yang paling
realistis dan konsisten menyumbang untuk pendapatan negara. Bahkan meskipun
regulasinya banyak yang merugikan industri rokok karena alasan kesehatan, namun
berbicara angka yang disetor dari sektor rokok tahun ke tahunnya selalu
diandalkan negara untuk menyelamatkan kas negara.
Pada 2015 dan 2016 misalnya, pendapatan negara hanya
dari cukai rokok saja sudah sangat besar. Bahkan jika boleh dibandingkan dengan
sektor strategis lainnya, rokok selalu menjadi salah satu penyumbang terbesar
bagi pendapatan negara.
Mantan Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin
pernah mengatakan, industri rokok merupakan salah satu industri penyumbang
pendapatan negara terbesar. Bahkan, jika dibandingkan dengan minyak dan gas
bumi (migas), devisa negara dari industri rokok jauh lebih besar.
Terakhir pada 2016 lalu, pendapatan negara hanya
dari cukai rokok saja sebesar Rp 137 Triliun (Seratus Tiga Puluh Tujuh Triliun
Rupiah). Dari pajak pertambahan nilai berdasarkan golongan Sigaret Kretek Mesin
(SKM) jumlahnya hampir Rp 20 Triliun (Dua Puluh Triliun Rupiah). Belum lagi
jika dihitung dari golongan Sigaret Kretek Tangan (SKT), Sigaret Putih Mesin
(SPM), Cerutu, dan Hasil Tembakau lainnya.
Jika pendapatan negara dari tax amnesty yang dimulai dari Juli 2016
hingga akhir Maret 2017 realisasinya hanya sebesar Rp 127 Triliun, itupun
dengan setengah mati pemerintah menggenjot warga negaranya untuk mendaftar tax amnesty. Dibandingkan dengan setoran sektor
rokok, pemerintah tak repot-repot untuk mendapatkan setoran yang lebih besar
dari hasil tax amnesty. Hanya
menargetkan lebih besar, dan simsalabim sektor
rokok dengan konsisten menyelamatkan pendapatan negara.
2. Sektor Rokok Dikuasai oleh Negara
Seringkali kita lupa
bahwa industri rokok sebenarnya adalah industri yang dikuasai oleh negara.
Walaupun bukan dalam artian sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang
sebenarnya. Tapi jika kita jeli melihat skema yang berjalan di sektor rokok,
maka asumsi bahwa sektor rokok dikuasai oleh negara tidak dapat dipungkiri.
Lihat saja dari komponen pungutan negara terhadap rokok, berdasarkan Kepala Sub
Direktorat Industri Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kementerian
Perindustrian, bahwa satu batang rokok sekitar 70% sudah diberikan kepada
negara.
Jadi ketika perokok membeli sebatang rokok terdapat
komponen Cukai, PPN, dan PDRD yang menjadi pendapatan negara. Adapun persentase
dari setiap komponen tersebut pada tahun ini, yakni 57 persen untuk cukai
rokok berdasarkan Undang-Undang Cukai Nomor 39 Tahun 2007, PPN sebesar 9,1
persen, dan PDRD sebesar 10 persen.
Dari besarnya persentase negara mengambil keuntungan
dari sebatang rokok tersebut, kita dapat mengasumsikan bahwa sektor rokok
sejatinya dikuasai oleh negara. Sehingga meski secara kepemilikan sektor rokok
dimiliki oleh swasta, tapi pada praktek penguasaan keuntungannya dikuasai lebih
besar oleh negara.
Jika lagi-lagi kita cermat menghitung harga
sebungkus rokok tanpa pungutan negara yang begitu besar, harga jual rokok
sangatlah murah. Menjadi mahal karena pungutan negara yang sangat besar di
dalamnya. Jika tidak percaya, cobalah anda buktikan dengan membeli rokok
illegal. Bandingkan harganya yang sangat murah dengan rokok legal yang setiap
tahunnya mengalami kenaikan.
Maka jangan heran jika pemerintah selalu menyebut
bahwa sektor rokok adalah sektor strategis bagi negara. Karena dibalik dari
setoran sektor rokok yang sangat besar kepada negara, ternyata sektor rokok
sejatinya juga dikuasai oleh negara. Bisa dikatakan juga bahwa selama ini
industri rokok setingkat dengan BUMN yang nilai keuntungannya sebagian besar
untuk pemasukan kas negara.
3. Menyerap Tenaga Kerja yang Besar
Satu hal lagi yang
tidak bisa dipungkiri oleh siapapun mengenai keistimewaan sektor rokok dalam
menyerap tenaga kerja yang besar. Siapapun pemerintahannya, pasti mengakui
bahwa ada penyerapan tenaga kerja yang besar pada sektor rokok.
Jumlah tenaga kerja untuk industri rokok secara
keseluruhan melibatkan sebanyak 6,1 juta orang. Tentunya ini adalah angka
kasarnya saja yang kalau mau diteliti lebih lanjut dari hulu ke hilirnya kita
pasti akan menemukan angka yang lebih besar lagi jumlahnya. Dari hulu misalnya,
jumlah petani tembakau dan cengkeh saja, berdasarkan data Direktorat Jendral
Perkebunan, Kementerian Pertanian menunjukan jumlahnya sudah hampir 3 juta
Rumah Kepala Keluarga (KK).
Belum lagi berbicara di sektor pengolahannya,
sirkulasi, pedagangnya, hingga pekerja advertising dan
medianya. Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dakhiri pun menyebutkan bahwa jumlah
pekerja sektor rokok lebih dari enam juta. Dari pertanian tembakau sampai
industri rokok. Distribusi dan segala macamnya. Jumlah pekerja dalam industri
rokok, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) juga memperkirakan sekitar
6,1 juta orang pekerja di dalamnya.
Industri rokok yang juga disebut sebagai Industri
Hasil Tembakau (IHT) ini telah membentuk rangkaian lapisan pekerja, mulai dari
perkebunan dan pengolahan tembakau sampai industri rokok. Sebagian besar
pekerja terserap dalam industri kecil yang masih menggunakan tangan atau
sigaret kretek tangan (SKT). Lapisan ini masih ditopang dengan pekerja dagang
untuk memasarkan tembakau dan rokok baik untuk pasar domestik (domestic demand)
maupun pasar ekspor.
Maka tak heran jika pemerintah selalu menegaskan
apabila sektor rokok ini mati akan berdampak signifikan kepada ketenagakerjaan
di Indonesia. Dan penyerapan tenaga kerja yang besar inilah selalu menjadi
pertimbangan pemerintah dalam setiap perbincangan terkait sektor rokok.
Dari ketiga alasan tersebutlah yang menjadikan rokok
dipandang strategis dan istimewa bagi negara. Dapat kita bayangkan jika sektor
rokok ini mati diakibatkan oleh kampanye pengendalian tembakau yang semakin
hari makin massif, maka tiga hal keistimewaan rokok bagi negara akan hilang.
Mari kita lihat apakah negara berani kehilangan tiga hal yang istimewa dari
sektor rokok tersebut. Kalau berani silahkan ilegalkan rokok yang selama ini
sudah seperti industri plat merah bagi negara.
*Sumber : PSMB
– LT Jember
Jumat, 22 Mei 2026
Sampahmu Tanggung Jawabmu
Setiap hari kita buang sampah.
Tapi Sobat Jakarta pernah kepikir nggak, sampah itu ke mana?
Faktanya, hampir 90% sampah
Jakarta langsung dikirim ke satu tempat: Bantargebang. Nah sekarang, tempat itu
udah nggak sanggup nampung lagi.
Tapi kabar baiknya, solusinya
dimulai dari rumah masing-masing. Pilah sampah dari sumber, dan kita bisa
kurangi beban Bantargebang secara signifikan.
#dkijakarta #JagaJakarta #JakartaKotaGlobal #PilahSampah #Bantargebang
Rabu, 20 Mei 2026
KEPALA BNN RI HADIRI SIDANG PARIPURNA DPR BERSAMA JAJARAN KABINET MERAH PUTIH
Jakarta - Kepala Badan Narkotika
Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Suyudi Ario Seto, bersama sejumlah
menteri Kabinet Merah Putih menghadiri Rapat Paripurna DPR RI yang digelar di
Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu (20/5).
Dalam rapat tersebut, Presiden
Prabowo Subianto menyampaikan pidato terkait arah kebijakan ekonomi dan
pembangunan nasional ke depan. Presiden menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan
dan Belanja Negara (APBN) harus dimanfaatkan sebagai instrumen utama untuk
meningkatkan kesejahteraan rakyat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi
nasional.
Selain itu, Presiden Prabowo
memaparkan pokok-pokok kebijakan fiskal pemerintah yang difokuskan pada upaya
menjaga pertumbuhan ekonomi, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan
kualitas pelayanan publik. Pemerintah juga menaruh perhatian pada pengelolaan
sumber daya alam agar dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi
masyarakat.
Di hadapan para peserta sidang,
Presiden turut mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan dan sinergi
dalam menghadapi tantangan global yang terus berkembang. Menurutnya, kerja sama
antarinstansi dan dukungan seluruh pihak menjadi faktor penting dalam menjaga
stabilitas nasional dan keberlanjutan pembangunan.
Melalui rapat paripurna
tersebut, pemerintah menegaskan pentingnya kerja sama antarlembaga dalam
mendukung agenda pembangunan nasional. Kehadiran Kepala BNN RI, Suyudi Ario
Seto, bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih menjadi simbol kuatnya
koordinasi dan komitmen pemerintah dalam mendukung pelaksanaan program-program
prioritas nasional.
BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN
-
Menjunjung Kebenaran, Keadilan Dan Kemanusiaan The Partnership Building Of Divkum Polri PEMBINA Irjen.Pol. DR. Asep J Ahmadi, SH,...
-
Gilimanuk - Suasana antrean pemudik di Terminal Cargo tampak lebih nyaman setelah Brimob Gilimanuk melakukan penyiraman area menggunakan mob...
.png)











