Rabu, 13 Mei 2026

Gerakkan Pilah Sampah

Jakarta - Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi mengatakan, gerakan memilah sampah dari rumah menjadi langkah paling penting untuk menekan timbulan sampah Jakarta yang setiap harinya terus meningkat.

Ia menyampaikan, hampir separuh sampah Jakarta merupakan sampah organik, sementara lainnya masih memiliki potensi untuk didaur ulang. Mayoritas timbulan sampah tersebut berasal dari rumah tangga.

Menurut Dudi, apabila masyarakat mulai membiasakan memilah sampah sejak dari sumber, maka hampir semua sampah sebenarnya dapat diselesaikan di tingkat hulu. Dengan begitu, hanya sedikit sampah residu yang perlu diproses lebih lanjut di fasilitas pengolahan akhir.

“Melalui Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber, kami ingin mengajak seluruh masyarakat melihat bahwa pilah sampah bukan lagi sekadar pilihan, tetapi kebutuhan bersama untuk menyelamatkan Jakarta dari darurat sampah,” ujarnya, Senin (11/5).

Ia menjelaskan, Kelurahan Rorotan dan beberapa daerah lainnya telah mulai menerapkan sistem pemilahan sampah dan akan menjadi model yang direplikasi ke berbagai wilayah di Jakarta.

“Langkah tersebut penting mengingat TPST Bantargebang hanya akan menerima sampah residu mulai 1 Agustus 2026, dan ditargetkan tidak lagi menerima sampah pada 2027,” katanya.

Sekadar informasi, kegiatan deklarasi ‘Jaga Jakarta Bersih, Pilah Sampah’ dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri dan Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta serta beberapa pejabat tinggi negara lainnya. Berbagai aktivasi edukatif dan interaktif disiapkan untuk mendekatkan budaya pilah sampah kepada masyarakat.

Warga mengikuti aktivasi menabung sampah anorganik yang mendorong masyarakat mulai memilah sampah dari rumah sekaligus memahami bahwa sampah juga memiliki nilai ekonomi.

Sejumlah kolaborator yang tergabung dalam Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) Lingkungan Hidup Klaster Persampahan seperti Rekosistem, Plasticpay, Paragon Technology & Innovation, dan Rumah Sosial Kutub, dan lainnya juga turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Selain penayangan video edukasi pemilahan sampah, kegiatan ini juga diisi deklarasi ‘Jaga Jakarta Bersih, Pilah Sampah’ sebagai simbol komitmen bersama seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Jakarta.

Selain itu, ratusan petugas berkampanye dan menyuluh pemilahan sampah. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta juga mengerahkan 200 petugas kebersihan beserta sarana dan prasarana pendukung di sepanjang Jalan HR Rasuna Said.

Fasilitas yang disiagakan meliputi tiga unit road sweeper, dua truk anorganik, dua truk compactor listrik, 100 dust bin, tiga tong sulo, 1.000 kantong plastik, lima bus toilet, dua tangki air kotor, dan dua tangki air bersih guna memastikan kawasan kegiatan tetap bersih, nyaman, dan tertata.

“Gerakan memilah sampah organik, anorganik, B3 rumah tangga, dan residu dari sumber merupakan langkah sederhana, tetapi dampaknya sangat besar bagi masa depan Jakarta yang lebih bersih dan berkelanjutan,” tandas Dudi.

#jagajakarta#lingkunganhidup

 

Selasa, 12 Mei 2026

Gagalkan Penyelundupan Lebih dari Rp14 Triliun, Menko Polkam Apresiasi TNI AL

                                                                            SIARAN PERS NO. 165/SP/HM.01.02/POLKAM/5/2026

Polkam, Jakarta - Menteri Kooordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago mengaku bangga dan mengapresiasi jajaran Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI) TNI Angkatan Laut yang dalam 17 bulan terakhir berhasil menggagalkan banyak kasus penyelundupan. Melalui berbagai operasi penegakan hukum dan keamanan laut, selama rentang tahun 2025 nilai kerugian negara yang diselamatkan mencapai Rp14,75 triliun. Sementara di lima bulan pertama 2026, nilai kerugian negara yang diselamatkan sebanyak Rp112,9 miliar.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada TNI AL yang sudah berupaya sejauh ini. Saya berharap jangan puas dengan hal yang sudah kita capai, jangan lelah untuk melakukan tugas-tugas seperti ini, dan jangan bosan untuk tetap melakukan ini, karena ini harapan bangsa yang ditetapkan kepada kita," kata Menko Polkam dalan konferensi pers yang digelar di Markas Koarmada RI, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Keberhasilan berbagai operasi ini, ujar Djamari Chaniago, merupakan bukti nyata kehadiran negara untuk menyelamatkan sumber daya alam yang dimiliki bangsa ini. Menurutnya, dengan sumber daya alam yang sangat kaya, maka ancaman terhadap sumber daya Indonesia pun menjadi tinggi.

"Negara kita ini negara yang sangat kaya, baik sumber daya alam strategis maupun yang biasa. Maka TNI Angkatan Laut sebagai bagian dari alat negara, hadir dalam upaya untuk mengamankan SDA agar tidak digunakan untuk kepentingan pribadi, untuk kepentingan kelompok tertentu, bahkan untuk orang lain di luar negeri kita," ucap Menko Polkam.

Selain menyelamatkan SDA Indonesia yang hendak diselundupkan ke luar negeri, beragam operasi yang digelar TNI AL juga berimbas pada penyelamatan sumber daya manusia Indonesia di dalam negeri. Pasalnya, terdapat pula operasi-operasi yang menggagalkan penyelundupan Narkoba ke wilayah Indonesia. Berdasarkan perhitungan, upaya penggagalan penyelundupan Narkoba selama 2025 menyelamatkan 24,5 juta jiwa dari paparan barang haram tersebut. Sementara di lima bulan pertama 2026, jumlah yang diselamatkan di angka 6.715 jiwa.

"Sudah banyak tindakan yang dilakukan. Juga alat negara yang lain misalnya Kepolisian, banyak melakukan pencegahan kejahatan seperti Narkotika yang sangat besar dan sangat menghancurkan anak-anak kita," kata Menko Polkam.

Berbagai penindakan yang dilakukan aparat-aparat negara, kata Menko Polkam, merupakan pesan dari pemerintah baik untuk dunia maupun untuk masyarakat Indonesia sendiri, bahwa Indonesia siap menjaga sumber daya yang dimiliki.

"Bahwa kekayaan yang kita miliki harus dirasakan oleh masyarakat kita sendiri, segala macam hal yang sangat membahayakan bangsa ini juga harus kita batasi," ujar Menko Polkam.

Djamari Chaniago juga berpesan pada TNI AL untuk tetap menjalin kerja sama yang baik dengan instansi lain. Pasalnya, perang terhadap penyelundupan sumber daya alam maupun Narkoba, merupakan tugas yang sangat berat. Dengan demikian, butuh sinergi yang baik di antara lembaga-lembaga negara yang berwenang, juga dengan unsur lain yang berkaitan.

"Jangan lupa bekerja sama dengan instansi-instansi lain, karena tidak mungkin upaya semacam ini dilakukan oleh Angkatan Laut saja, oleh satu bagian dari kita saja, termasuk kita bekerja sama dengan media agar bisa menyampaikan informasi kepada masyarakat," kata Menko Djamari.

Berbagai upaya pelindungan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dilakukan negara, kata Djamari, hanya berujung pada satu tujuan dan cita-cita. "Ujung dari apa yang kita lakukan adalah masyarakat kita yang sejahtera," kata Menko Polkam.

Panglima Koarmada RI, Laksamana Madya TNI Denih Hendrata mengatakan, keberhasilan jajarannya menggelar berbagai operasi penegakan hukum dan keamanan laut, tak lepas dari bantuan berbagai pihak. Dia berharap, sinergi dengan berbagai lembaga negara bisa tetap terjaga untuk menghadapi tugas-tugas operasi selanjutnya.

"Keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi yang solid antara TNI AL, Bea Cukai, Polri, Bais TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, serta masyarakat. Sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut, kami akan terus meningkatkan kesiapsiagaan operasi, deteksi dini, pencegahan, dan penindakan tegas terhadap setiap bentuk pelanggaran hukum dan kejahatan maritim," kata Pangkoarmada RI.

Dari berbagai operasi yang berlangsung di rentang 17 bulan terakhir tersebut, pengungkapan terbaru adalah digagalkannya pengiriman pasir timah ilegal. Dalam penindakan tersebut, dua truk bermuatan 16 ton pasir timah berhasil diamankan.

Dalam konferensi pers ini, Menko Polkam Djamari Chaniago didampingi sejumlah pejabat internal Kemenko Polkam. Mereka antara lain Deputi III dan IV kemenko Polkam, juga staf khusus Menko Polkam.

Sementara perwakilan lembaga yang turut hadir dalam konferensi pers antara lain Wakil Komandan Kodaeral III, Brigjen TNI (Mar) Dian Suryansyah; akademisi Prof. DR. Achmad Tjahja Nugraha; Direktur Pencegahan, Intelijen, dan Penanganan Pengaduan pada Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementeriam ESDM, Yuli Sulistiyohadi; perwakilan Bareskrim Polri; dan perwakilan Bais TNI.

 

*Kemenko Polkam RI

Senin, 11 Mei 2026

Pimpin Rapat Misi Pemeliharaan Perdamaian di Sentul, Menko Polkam Tekankan Peningkatan Disiplin dan Kualitas Latihan untuk Jaga Keselamatan Prajurit

SIARAN PERS NO. 164/SP/HM.01.02/POLKAM/5/2026

Polkam, Sentul - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menekankan dilaksanakannya peningkatan kualitas latihan dan disiplin dalam penyiapan dan pelaksanaan tugas pasukan perdamaian TNI yang akan diberangkatkan ke wilayah misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hal tersebut disampaikannya saat Rapat Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian dilanjutkan dengan memberikan arahan kepada 742 prajurit Satgas Kontingen Garuda (Satgas Konga) UNIFIL yang akan berangkat ke Lebanon pada akhir Mei mendatang di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Jawa Barat, Senin (11/5/2026).

Sebagai Pengarah Tim Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian (TKMPP), Menko Djamari menyampaikan pengalamannya saat ditugaskan dalam misi perdamaian di UNEF II (Sinai) pada sekitar tahun 1974. Dikatakannya bahwa pada misi tersebut dan selama 63 tahun terlibat dalam PKO, Pasukan Pemeliharaan Perdamaian Indonesia selalu diapresiasi sebagai salah satu pasukan terbaik di PBB.

Pada kesempatan itu, Menko Djamari menekankan bahwa keterampilan, kemampuan, dan kedisiplinan merupakan hal utama dalam menjalankan misi perdamaian ini. Karenanya, latihan adalah kesejahteraan paling utama bagi para prajurit. Dengan latihan yang optimal, tugas dan sasaran dapat dicapai dengan efektif sebagai kebahagiaan terbesar bagi setiap prajurit.

"Latihan yang keras adalah bentuk kesejahteraan yang diberikan kepada para prajurit. Karena dengan latihan keras dan disiplin maka prajurit kita bisa melaksanakan tugas dengan baik, pada saat dia melaksanakan tugas dengan baik maka itulah kebanggaan untuk mereka sehingga akan dapat kehormatan, promosi, bahkan bangsanya akan memberikan apresiasi," kata Menko Djamari.

Menko Polkam juga menyampaikan keinginan kuat Presiden Prabowo untuk meningkatkan reputasi Indonesia melalui capaian yang optimal dari Pasukan Pemeliharaan Perdamaian yang disiapkan di PMPP TNI, di antaranya dengan peningkatan jumlah pasukan dan duduknya Perwira TNI sebagai Force Commander.

Di tempat terpisah saat memberikan arahan kepada para prajurit, Menko Polkam Djamari Chaniago menyampaikan salam dan perhatian Presiden kepada seluruh prajurit yang akan menjalankan misi perdamaian dunia. Ia menekankan bahwa tugas yang diemban para prajurit merupakan amanat konstitusi untuk turut menjaga ketertiban dunia sekaligus membawa kehormatan bangsa Indonesia di kancah internasional.

“Kalian sekarang mengemban tugas negara untuk turut serta menciptakan perdamaian dunia. Di pundak kalian ada bendera Merah Putih dan baret biru PBB. Betapa besar kepercayaan dan harapan bangsa ini kepada kalian,” ujar Djamari Chaniago.

Ia juga mengingatkan seluruh prajurit agar senantiasa menjunjung tinggi disiplin dan mematuhi seluruh aturan selama bertugas di daerah operasi. Menurutnya, setiap tindakan prajurit akan berdampak langsung terhadap nama baik Indonesia di mata dunia.

“Jangan sekali-kali lengah. Ketidakpatuhan bukan hanya berdampak pada keselamatan, tetapi juga pada nama baik bangsa. Beban itu ada di pundak kalian,” tegasnya.

Menutup arahannya, Menko Polkam menekankan bahwa dalam pelaksanaan tugas, para prajurit dituntut untuk siap berkorban demi tugas mulia yang diamanatkan negara.

“Saya ucapkan selamat bertugas, pasang di benakmu bahwa dalam tugas negara ini menuntut adanya pengorbanan. Katakan bahwa saya tidak mau mati tanpa saya tahu untuk apa saya mati. Artinya, pahami tujuan pengorbananmu adalah untuk bangsa Indonesia dan korbankan apa pun untuk tujuan itu," tegas Menko Polkam berapi-api.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam sambutannya menyampaikan bahwa rakor ini sangat baik dan penting khususnya terkait perkembangan situasi prajurit yang sedang bertugas dalam misi perdamaian. Menurutnya, rakor ini tidak boleh hanya menjadi rutinitas di tengah perkembangan geopolitik yang dinamis dan medan penugasan yang penuh dengan tekanan.

"Kemenlu akan terus melaksanakan upaya-upaya koordinasi dan kerja sama untuk meningkatkan misi perdamaian sebagai bagian dari amanat konstitusi dan reputasi negara," kata Sugiono.

Kepada para prajurit, Sugiono juga berpesan agar menyiapkan dan melaksanakan tugas dengan baik, ikhlas, dan dengan penuh semangat serta keyakinan, bahwa yang dikerjakan dapat membawa nama baik bangsa dan negara di mata dunia serta akan mengangkat reputasi Indonesia di dunia internasional.

"Tempat kalian ditugaskan adalah tempat yang tidak damai sama sekali dan penuh dengan risiko. Artinya, kemampuan dan keterampilanmu sebagai prajurit harus disiapkan dan digunakan dengan sebaik-baiknya," kata Menlu Sugiono sembari meyakinkan para prajurit bahwa apa yang akan dikerjakan akan bermanfaat untuk membawa nama baik bagi bangsa dan negara Indonesia.

Pada kunjungan kerja tersebut, Menko Polkam dan Menlu didampingi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Febrian Alphyanto Ruddyard, Sesmenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan, Wakabin Komjen Pol Imam Sugianto, Dirjen Strahan Kemhan Letjen TNI Agus Widodo, Komandan PMPP TNI Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan, Kadiv Hubungan Internasional Polri Irjen Pol. Amur Chandra, perwakilan Kementerian Hukum, perwakilan Kementerian Keuangan, Deputi II Kemenko Polkam Muhammad K. Koba, dan para Deputi Polkam serta para pejabat lainnya.

 

*Kemenko Polkam RI

Sabtu, 09 Mei 2026

KEPALA BNN RI HADIRI PEMBUKAAN RAKENIS RESKRIM POLRI 2026

Jakarta - Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, menghadiri pembukaan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Reserse Kriminal (Reskrim) Polri Tahun 2026 yang digelar di Gedung Serbaguna Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, pada Kamis (7/5).

Kegiatan Rakernis Reskrim Polri Tahun 2026 tersebut secara resmi dibuka oleh Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dalam pelaksanaannya, Rakernis mengusung tema “Reskrim Polri yang Presisi Mendukung dan Menyukseskan Rencana Kerja Pemerintah 2026” sebagai bentuk komitmen Polri dalam memperkuat profesionalisme dan efektivitas penegakan hukum.

Rakernis Reskrim Polri 2026 turut dihadiri oleh jajaran pejabat utama Polri, para direktur reserse kriminal dari seluruh Indonesia, serta perwakilan kementerian dan lembaga terkait, di antaranya Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid; Kepala BSSN, Nugroho Sulistyo Budi; Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Asep N. Mulyana; serta Kepala PPATK yang diwakili oleh Sekretaris Utama, Paul Albert Teddy Benhard Sianipar.

Kehadiran Kepala BNN RI dalam kegiatan ini menjadi wujud penguatan sinergi antara BNN dan Polri, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan kejahatan transnasional dan tindak pidana narkotika yang semakin kompleks.

Melalui forum strategis tersebut, diharapkan koordinasi dan kolaborasi antar aparat penegak hukum dapat terus ditingkatkan, baik dalam aspek pencegahan, penindakan, maupun pertukaran informasi guna mendukung terciptanya stabilitas keamanan nasional serta keberhasilan program pemerintah tahun 2026.

 

#warondrugsforhumanity

BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN

Rabu, 06 Mei 2026

Resmikan Kantor Baru Kompolnas, Menko Polkam Tekankan Profesionalisme dan Integritas

SIARAN PERS NO. 151/SP/HM.01.02/POLKAM/5/2026

Polkam, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menghadiri acara syukuran dan peresmian pemanfaatan kantor baru Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) yang kini berada di Gedung Graha Sentana, Pancoran, Jakarta Selatan, guna mendukung peningkatan tugas dan pelayanan publik Kompolnas kepada masyarakat.

“Hari ini saya bersama Pak Kapolri meresmikan penggunaan kantor baru untuk Kompolnas. Yang semula Kompolnas berada di dekat Mabes Polri, sekarang pindah ke sini (Graha Sentana – Pancoran). Tujuannya supaya masyarakat yang berkepentingan atau berhubungan dengan Kompolnas dapat datang dengan lebih leluasa dan tidak perlu ragu-ragu menyampaikan laporan terkait Polri,” jelas Menko Polkam kepada awak media dalam acara syukuran kantor baru Kompolnas, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Menko Polkam menjelaskan, Kompolnas sebagai lembaga yang memiliki fungsi memberikan pertimbangan kepada Presiden serta melakukan pengawasan terhadap kinerja Kepolisian Negara Republik Indonesia dituntut untuk semakin profesional, independen, dan berintegritas. Dalam konteks tersebut, penguatan kapasitas kelembagaan menjadi suatu keniscayaan.

“Dengan lokasi dan penataan ruangan yang sebaik ini, maka pelaksanaan tugas harus lebih baik dari sebelumnya. Profesionalisme dan integritas harus selalu dijunjung tinggi. Kita (Kemenko Polkam dan Kompolnas) adalah mitra kerja agar institusi Polri semakin profesional dan dicintai rakyat. Integritas jangan diragukan, jaga baik-baik itu. Kompolnas sebagai mitra untuk mengangkat citra institusi Kepolisian. Jangan pernah menyerah, bosan, dan putus asa dalam melaksanakan tugas mulia ini,” tegasnya.

Menko Polkam berharap kantor baru ini menjadi pusat kerja yang produktif dan representatif serta mampu mendukung peningkatan kinerja Kompolnas secara berkelanjutan. Kompolnas berperan strategis membantu Presiden mewujudkan keadilan dan penegakan hukum untuk melancarkan upaya pembangunan yang pada akhirnya bertujuan menyejahterakan rakyat.

“Kita menyadari bahwa tantangan bangsa ke depan semakin kompleks. Perkembangan teknologi, dinamika sosial, serta meningkatnya ekspektasi publik terhadap pelayanan hukum menuntut institusi kepolisian untuk terus berbenah. Dalam konteks ini, Kompolnas memiliki peran penting untuk memastikan bahwa reformasi Polri berjalan secara konsisten, profesional, dan berintegritas,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyampaikan harapan bahwa dengan adanya kantor baru, Kompolnas akan menjadi lebih efektif dalam memberikan saran dan masukan untuk Polri. “Tentunya dengan keberadaan gedung yang baru ini akan membuat Kompolnas semakin independen sebagai mitra strategis Polri untuk memastikan institusi Polri benar-benar dapat melaksanakan tugasnya secara profesional,” ungkap Kapolri.

Anggota Komisioner Kompolnas M. Choirul Anam juga menyampaikan bahwa peresmian ini untuk menguatkan semangat profesionalisme dan integritas. “Yang paling penting adalah semua orang mengetahui bahwa kantor Kompolnas telah pindah dan kini memiliki kantor baru, sehingga koordinasi dapat dilakukan dengan lebih cepat,” tambahnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Menteri PPPA Arifat Choiri Fauzi, Penasihat Khusus Presiden Bidang Kamtibmas dan Reformasi Kepolisian Jenderal Pol. (Purn.) Ahmad Dofiri, Sesmenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan, Sekretaris Kompolnas Irjen Pol. (Purn.) Arief Wicaksono Sudiutomo, serta para pejabat tinggi dari Kementerian/Lembaga terkait lainnya.

 

*Humas Kemenko Polkam RI 


 

Selasa, 05 Mei 2026

Pengawal Menyeret Bung karno Karena Ada Granat Tapi Bung Karno Protes " Jangan Cepat -cepat " ( Ada granat tapi si Bung masih santai )

Agen Polisi Sudiyo masih berdiri dengan mata waspada di pintu mobil kepresidenan yang ditumpangi Bung Karno, ia sesekali memandang sekelilingnya dengan waspada lalu menatap rekannya Agen Polisi Oding Suhendar yang juga berdiri di sebelahnya. Bung Karno masih berjalan perlahan-lahan keluar area Sekolah Cikini menuju mobil setelah menghadiri undangan guru disana dimana putri Bung Karno sekolah di perguruan tersebut.

Sesaat Bung Karno masuk mobil dan terdengar aba-aba "Hormat grak!", tiba-tiba terdengar suara ledakan memekakan telinga. Sigap Sudiyo dan Oding menarik badan Presiden Soekarno dengan sedikit sentakan keras dan menyerat ke lokasi aman di sebrang sekolah Perguruan Cikini.

Diingat benar oleh Sudiyo bagaimana Bung Karno "protes" dengan berucap sambil berlari karena di seret, "Yo, jangan cepat-cepat", sambil masih melindungi bung Karno Sudiyo menjawab, “Pak, itu granat!”.

Oding Suhendar dan Sudiyo waktu terjadinya pelemparan granat sedang berdiri di kanan kiri Bung Karno dan di dekat pintu mobil Bung Karno, untuk membuka jalan dari desakan anak-anak sekolah Cikini yang sedang mengantar Bung Karno ke mobilnya di depan sekolah tersebut.

Ledakan granat pertama tepat di samping Bung Karno. Secepat kilat Sudiyo dan Oding Suhendar merangkul dan menarik Bung Karno dengan cara keras sekali dan dibawa lari dengan membungkuk meninggalkan mobil dan menyeberang Jalan Cikini menuju rumah di depan sekolah Cikini sebagai tempat penyelamatan Bung Karno.

Dibelakang mereka masih terdengar bunyi ledakan-ledakan granat disertai teriakan dan tangis anak-anak sekolah yang terluka oleh pecahan-pecahan granat tersebut. Ketika Bung Karno, Sudiyo dan Oding Suhendar sudah sampai di seberang Jalan Cikini, terus masuk ke dalam halaman rumah menuju serambi belakang rumah tersebut, untuk mencari perlindungan bagi diri pribadi Bung Karno. Sudiyo segera mengambil kursi yang ada di sekitar tempat tersebut dan diletakkan di depan lemari yang juga ada di sekitar tempat tersebut untuk dapat dipergunakan melindungi Bung Karno untuk sementara.

Selanjutnya Sudiyo memadamkan semua lampu yang ada di sekitarnya. Sudiyo kemudian menyuruh Ramelan, yang waktu itu sedang bertugas berpakaian dinas kebesaran memakai jas dan bertugas duduk di dalam mobil Presiden dalam pengawalan tersebut, untuk meneliti dan memeriksa pagar halaman rumah di bagian belakang, apakah ada kemungkinan Bung Karno dapat lewat melalui pagar halaman tersebut untuk pergi ke lain tempat yang lebih aman lagi.

Tiba-tiba Oding Suhendar sudah menggeletak di samping Bung Karno. Rupanya Oding yang sudah tidak tahan lagi karena luka-luka parah kena pecahan granat dan mengeluarkan darah terus-menerus. Oding Suhendar berkata kepada Sudiyo, "Yo, jaga Bung Karno baik-baik, saya sudah tidak tahan lagi!", sambil merobohkan badannya ke tanah. Mendengar kata-kata Oding Suhendar itu, Bung Karno berkata, "Ding, kuat-kuatkan, sebentar lagi akan mendapat bantuan.", sedang Oding mencoba menahan sakit sambil menatap sang Presiden.

Tidak lama nyonya rumah mendekati Oding Suhendar, tetapi dibentak oleh Sudiyo sambil mengacungkan laras pistolnya dan berkata, "Jangan dekat-dekat, saya tembak kamu!", maaka nyonya rumah ini berkata, "Tuan, saya menolong kawan Tuan yang pingsan itu."

Selanjutnya, nyonya tersebut mendekati Oding Suhendar dan membalut luka-lukanya dengan kain putih yang dia sobek dari kain sepereinya untuk dapat menolong Oding Suhendar yang sudah terlalu banyak mengeluarkan darah. Kemudian datang Ramelan dan melaporkan, bahwa pagar halaman rumah tersebut terlalu tinggi dan tidak mungkin Bung Karno dapat memanjat pagar tersebut.

Sampai kemudian Mangil Martowidjoyo datang dan melihat kemeja Sudiyo penuh dengan darah, tetapi saya tidak menemukan luka di badan Sudiyo serta tidak mengetahui darah siapa yang banyak di kemejanya itu.

Saat berhadapan dengan Mangil, Bung Karno bertanya, "Mangil. Apakah sudah datang bantuan?" lalu dijawab Mangil, "Sudah, Pak."

Bung Karno kembali bertanya, "Bagaimana anak-anak semua selamat?" dan kembali dijawab Mangil, "Semua selamat dan sudah pulang kembali ke Istana."

Mangil meminta kepada Bung Karno untuk pulang kembali ke Istana Merdeka dan Bung Karno menurut kemudian berdiri dari tempat duduknya, memegangi pundak Mangil sembari berjalan menuju mobil yang telah tersedia di Jalan Cikini. Sedan tersebut adalah sedan cadangan dalam rombongan Presiden. Setelah Bung Karno masuk ke dalam mobil dan setelah pengawal sudah siap maka Presiden terus berangkat menuju Istana Merdeka dengan kecepatan tinggi.

Peristiwa Cikini terjadi tanggal 30 November 1957, sebuah upaya pembunuhan Presiden Soekarno oleh beberapa oknum yang membuat belasan orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Ajun Komisaris Polisi Mangil Martowidjoyo sendiri saat peristiwa penggranatan terhadap Presiden Soekarno di sekolah Perguruan Cikini sedang ijin tak mengawal karena mengantar anaknya sakit, namun belum selesai urusan dengan sakit sang anak, ia dikabari tentang peristiwa di Cikini maka Mangil langsung menuju lokasi kejadian.

 

Sekilas peran Para Polisi Pengawal Presiden Republik Indonesia di masa Presiden Soekarno.

Sumber buku H. Mangil Martowidjoyo

Kesaksian Tentang Bung Karno

1945 - 1967



 

Senin, 04 Mei 2026

Kurangi Beban TPST Bantar Gebang

Sobat Jakarta, kamu bisa ikut berkontribusi untuk Jakarta dengan pilah sampah dari rumah lho.

Dengan begitu, kamu bisa membantu TPST Bantar gebang untuk lebih mudah mengolah sampahnya. Lalu, gimana cara untuk olah sampah dari rumah dan jenis-jenis sampahnya? Simak infografik ini ya.

Yuk, mulai pilah sampah dari rumah!


#dkijakarta
 #JagaJakarta

 

Sabtu, 02 Mei 2026

ANAK-ANAK RAMAIKAN PADEL TOURNAMENT PIALA BERSINAR 2026, WUJUD NYATA ANANDA BERSINA

Jakarta - Anak-anak menjadi fokus utama dalam implementasi program unggulan Badan Narkotika Nasional (BNN), ANANDA BERSINAR (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika), yang mengedepankan pembentukan karakter dan gaya hidup sehat sejak dini sebagai upaya membentengi generasi muda dari pengaruh narkotika. Komitmen ini tercermin pada hari pertama gelaran Padel Tournament Piala Bersinar 2026, Jumat (1/5), yang dihelat BNN di Casa de Padel, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Dalam turnamen ini, BNN menghadirkan Kategori Usia Dini yang terbagi dalam tiga kelas, yaitu Kelas Umur 12, Kelas Umur 14, dan Kelas Umur 16. Masing-masing kelas diikuti oleh delapan pasangan (pairing) yang tampil penuh semangat dan antusias sepanjang pertandingan.

Kehadiran anak-anak dalam kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran nilai-nilai positif seperti disiplin, kerja sama, dan sportivitas. Suasana pertandingan yang penuh keceriaan menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi media yang efektif dalam mendukung tumbuh kembang anak secara sehat dan seimbang.

Lebih dari itu, partisipasi dalam kegiatan ini juga membuka peluang bagi anak-anak untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut dari Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) sebagai bagian dari pengembangan potensi olahraga sejak dini. Namun demikian, BNN menegaskan bahwa esensi utama dari kegiatan ini adalah menghadirkan ruang yang aman, positif, dan menyenangkan bagi anak untuk berkembang.

Melalui pendekatan ini, BNN berharap pesan pencegahan narkotika dapat tersampaikan secara lebih efektif dan mudah dipahami oleh anak-anak. Dengan demikian, ANANDA BERSINAR tidak hanya menjadi program, tetapi juga gerakan bersama dalam membentuk generasi yang sehat, berkarakter, dan bebas dari narkotika.

#warondrugsforhumanity

BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN


 

Jumat, 01 Mei 2026

Kemenko Polkam Perkuat SDM Siber di Poltek SSN Guna Dongkrak Skor GCI

                                                              SIARAN PERS NO. 146/SP/HM.01.02/POLKAM/5/2026

Polkam, Bogor - Kemenko Polkam RI melalui Asisten Deputi Bidang Koordinasi Pencegahan dan Peningkatan Kapasitas Keamanan Siber membahas peran Politeknik Sandi dan Siber Negara (Poltek SSN) sebagai institusi pendidikan kedinasan yang strategis dalam mencetak talenta unggul di bidang keamanan siber dan persandian pada (30/04/26) di Ciseeng, Kabupaten Bogor.

Asisten Deputi Bidang Koordinasi Pencegahan dan Peningkatan Kapasitas Keamanan Siber, Budi Eko Pratomo, menegaskan bahwa pengembangan kapasitas SDM merupakan aspek fundamental dalam membangun ketahanan siber nasional. Menurutnya, peningkatan kualitas SDM menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan siber yang kian kompleks.

“Hasil kunjungan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam merumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih komprehensif guna memperkuat kapasitas SDM keamanan siber nasional,” ujar Budi Eko Pratomo.

Melalui diskusi, peninjauan fasilitas, serta pendalaman kurikulum dan program pendidikan, Kemenko Polkam menggali berbagai praktik terbaik sekaligus mengidentifikasi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan SDM keamanan siber, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Transformasi digital yang semakin masif menuntut kesiapan SDM yang kompeten dan adaptif untuk menghadapi dinamika ancaman siber yang terus berkembang,” tambahnya.

Melalui sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya, Indonesia diharapkan dapat terus memperkuat posisi dan daya saing dalam ekosistem keamanan siber global.

*Humas Kemenko Polkam 

 

Rabu, 29 April 2026

Kemenko Polkam Dorong Penguatan Sistem Digital dan Literasi untuk Hadapi Disinformasi

                                                      SIARAN PERS NO. 143/SP/HM.01.02/POLKAM/4/2026

Polkam, Yogyakarta – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) terus memperkuat tata kelola ruang digital nasional. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran disinformasi, ujaran kebencian, serta dinamika anonimitas di ruang digital yang berpotensi memengaruhi stabilitas nasional.

Demikian disampaikan oleh Asisten Deputi Koordinasi Pelindungan Data dan Transaksi Elektronik Kemenko Polkam, Yadi Syaiful Garyadi saat membuka “Rapat Koordinasi Penguatan Regulasi Moderasi Konten Terkait Isu Disinformasi dan Ujaran Kebencian” di Yogyakarta, pada Rabu (29/4/2026).

“Pemerintah menilai pendekatan penanganan perlu bertransformasi, dari yang sebelumnya berfokus pada pemutusan akses (takedown) konten, menjadi penguatan sistem yang menekankan akuntabilitas platform digital serta peningkatan literasi masyarakat,” jelas Syaiful.

Ia menyampaikan bahwa pengendalian anonimitas menjadi salah satu fokus utama dalam menciptakan ruang digital yang lebih akuntabel.

“Kami mendorong pembatasan jumlah akun berbasis NIK serta tengah mengembangkan uji coba verifikasi biometrik yang ditargetkan dapat diterapkan dalam dua hingga tiga tahun ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Strategi dan Kebijakan Pengaturan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Muchtarul Huda, menegaskan pentingnya peningkatan akuntabilitas platform digital global.

“Platform harus tunduk pada regulasi nasional, termasuk kewajiban pemutusan akses konten secara cepat serta kehadiran perwakilan lokal agar pengambilan keputusan lebih efektif,” tegasnya.

Dalam forum tersebut juga ditegaskan bahwa penegakan hukum dilakukan secara terukur dengan mengedepankan pendekatan preventif. Akademisi Universitas Gadjah Mada, Muhammad Fatahillah Akbar, menekankan pentingnya literasi digital sebagai langkah awal penanganan konten bermasalah.

“Hukum pidana merupakan ultimum remedium. Penanganan harus diawali dengan penguatan literasi digital dan mekanisme internal platform,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah akan menyusun peta jalan nasional penanganan disinformasi yang lebih komprehensif dan terintegrasi, serta menyelaraskannya dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru guna menjaga keseimbangan antara keamanan nasional dan perlindungan hak sipil.

 

*Humas Kemenko Polkam

Gerakkan Pilah Sampah

Jakarta - Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi mengatakan, gerakan memilah sampah dari rumah menjadi langkah paling penti...