Sabtu, 14 Februari 2026

Dulu Ditangkap Karena Demo '98, Kini Jadi Pimpinan Komisi III DPR! Inilah Profil Habiburokhman yang Jarang Diketahui Publik

Masa depan memang tidak ada yang tahu. Siapa sangka, pemuda yang dulu harus berhadapan dengan jeruji besi karena vokal melawan rezim Orde Baru, kini justru memegang palu pimpinan di salah satu komisi paling berkuasa di Republik Indonesia.

Ia adalah Habiburokhman, politikus kelahiran Metro, Lampung, yang resmi dilantik menjadi Ketua Komisi III DPR RI periode 2024–2029. Namun, di balik jas rapi dan jabatan menterengnya sekarang, tersimpan kisah panjang perjuangan yang penuh peluh dan air mata.

Pekik Perlawanan di Jalanan Lampung

Tahun 1998 adalah saksi bisu keberanian Habiburokhman. Saat masih menyandang status mahasiswa hukum di Universitas Lampung (Unila), ia bukan tipe mahasiswa yang hanya duduk manis di ruang kelas.

Sebagai pentolan aktivis, ia berada di garis depan massa yang menuntut reformasi dan mundurnya Presiden Soeharto. Karena sikap kritisnya yang tak bisa dibungkam, Habiburokhman sempat beberapa kali ditangkap dan ditahan oleh pihak berwajib. Baginya saat itu, risiko kehilangan kebebasan adalah harga yang pantas demi sebuah perubahan bangsa.

Pendekar Hukum bagi Rakyat Kecil

Setelah era Reformasi, semangat perlawanannya tidak padam, melainkan bertransformasi menjadi pembelaan hukum. Pada 2005, ia mendirikan Serikat Pengacara Rakyat (SPR).

Lewat wadah ini, Habiburokhman kerap meluncurkan gugatan Class Action melawan kebijakan yang dianggap merugikan rakyat. Ia dikenal sebagai advokat yang tak ragu pasang badan untuk urusan publik, meski di saat bersamaan ia juga membangun karier profesional yang sukses melalui kantor hukum Habiburokhman & Co di Menteng.

Tangan Dingin di Balik Kemenangan Tokoh Besar

Karier politiknya mulai melesat sejak bergabung dengan Partai Gerindra pada 2010. Tak butuh waktu lama bagi Prabowo Subianto untuk melihat bakatnya. Habiburokhman langsung dipercaya menduduki posisi strategis sebagai Ketua Bidang Advokasi.

Dunia politik Indonesia pun mencatat jejak "tangan dinginnya":

Ia adalah sosok di balik tim advokasi Jokowi-Ahok pada Pilkada DKI 2012.

Ia memimpin pergerakan hukum untuk pasangan Anies-Sandi di 2017.

Hingga akhirnya, ia menjadi tameng hukum utama bagi Prabowo Subianto dalam berbagai ajang Pilpres.

Menjadi Nakhoda Hukum dan Keamanan

Kini, gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Sebelas Maret (UNS) telah tersemat di namanya. Amanah yang ia emban pun tak main-main. Sebagai Ketua Komisi III, ia membawahi urusan Hukum, HAM, dan Keamanan.

Ia kini bermitra langsung dengan lembaga-lembaga raksasa seperti Polri, Kejaksaan Agung, hingga KPK. Dari seorang demonstran yang pernah diamankan petugas, kini ia menjadi sosok yang ikut menentukan arah kebijakan keamanan dan penegakan hukum di tanah air.

Kisah Habiburokhman adalah pengingat bahwa konsistensi dan pendidikan mampu membawa seseorang dari jalanan menuju puncak kekuasaan. Dari "musuh" aparat, kini menjadi mitra strategis negara.

 

 *Wikipedia

#DPRRI #KomisiIII #Aktivis98 #Reformasi98 #PolitikIndonesia


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Karangan Bunga Presiden Prabowo Hingga Kapolri Berjejer Di Rumah Duka Wakapolda Metro Jaya

Bojonegoro - Ayahanda Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono, S.I.K., M.H. meninggal dunia. Sejumlah karangan bunga dari be...