Di era 90-an, ketika suara
kritis sering kali dibungkam dengan kekerasan, muncul seorang mahasiswi yang
dengan lantang menantang kekuasaan. Yeni Rosa Damayanti adalah sosok aktivis perempuan
yang keberaniannya melegenda; ia tidak hanya berdemo di jalanan, tetapi berani
menuntut pertanggungjawaban penguasa tertinggi negara di saat risiko yang
dihadapinya adalah nyawa atau kebebasan.
Titik awal kariernya sebagai
pejuang demokrasi dimulai dari bangku kuliah dan keterlibatannya dalam gerakan
mahasiswa. Lahir pada tahun 1968, Yeni menempuh pendidikan di Fakultas Biologi
Universitas Nasional (Unas), Jakarta. Ia mengawali pengabdiannya di dunia
pergerakan melalui LSM PIJAR. Namanya mengguncang publik pada tahun 1993 ketika
ia dengan berani menuntut MPR untuk menyeret Soeharto ke Sidang Istimewa.
Akibat keberanian yang dianggap "terlalu maju" pada zamannya itu,
Yeni harus mendekam di penjara selama satu tahun.
Titik balik yang menguji
keteguhan imannya terhadap demokrasi terjadi saat ia dipaksa hidup dalam
pengasingan di luar negeri. Setelah bebas dari penjara, ia melanjutkan studi ke
Belanda untuk mendalami Women & Development Studies. Namun, aktivitasnya
yang tak henti menyuarakan reformasi membuat pemerintah Orde Baru gerah;
paspornya tidak diperpanjang oleh KBRI, membuatnya terdampar sebagai pelarian
politik yang tidak bisa pulang ke tanah air. Baru setelah rezim Soeharto
tumbang pada Mei 1998, ia mendapatkan haknya kembali dan pulang ke Indonesia
disambut sebagai pahlawan oleh rekan-rekan seperjuangannya.
Kisah Yeni Rosa Damayanti adalah
pengingat bahwa demokrasi yang kita nikmati hari ini dibayar dengan pengorbanan
masa muda para aktivis. Dari seorang mahasiswi yang dipenjara karena prinsipnya,
ia bertransformasi menjadi ikon perlawanan yang membuktikan bahwa kebenaran
tidak bisa selamanya diasingkan./Pitluk
Sumber: Wikipedia Bahasa Indonesia - "Yeni Rosa
Damayanti"
#Aktivis98 #Reformasi #SejarahIndonesia #LSMPIJAR #PejuangDemokrasi #TokohPerempuan #InspirasiAktivis #OrdeBaru #PergerakanMahasiswa
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar