Sabtu, 14 Februari 2026

Simbol Keberanian Aktivis Reformasi: Kisah Yeni Rosa Damayanti, Dari Jeruji Penjara Hingga Pengasingan di Belanda.

Di era 90-an, ketika suara kritis sering kali dibungkam dengan kekerasan, muncul seorang mahasiswi yang dengan lantang menantang kekuasaan. Yeni Rosa Damayanti adalah sosok aktivis perempuan yang keberaniannya melegenda; ia tidak hanya berdemo di jalanan, tetapi berani menuntut pertanggungjawaban penguasa tertinggi negara di saat risiko yang dihadapinya adalah nyawa atau kebebasan.

Titik awal kariernya sebagai pejuang demokrasi dimulai dari bangku kuliah dan keterlibatannya dalam gerakan mahasiswa. Lahir pada tahun 1968, Yeni menempuh pendidikan di Fakultas Biologi Universitas Nasional (Unas), Jakarta. Ia mengawali pengabdiannya di dunia pergerakan melalui LSM PIJAR. Namanya mengguncang publik pada tahun 1993 ketika ia dengan berani menuntut MPR untuk menyeret Soeharto ke Sidang Istimewa. Akibat keberanian yang dianggap "terlalu maju" pada zamannya itu, Yeni harus mendekam di penjara selama satu tahun.

Titik balik yang menguji keteguhan imannya terhadap demokrasi terjadi saat ia dipaksa hidup dalam pengasingan di luar negeri. Setelah bebas dari penjara, ia melanjutkan studi ke Belanda untuk mendalami Women & Development Studies. Namun, aktivitasnya yang tak henti menyuarakan reformasi membuat pemerintah Orde Baru gerah; paspornya tidak diperpanjang oleh KBRI, membuatnya terdampar sebagai pelarian politik yang tidak bisa pulang ke tanah air. Baru setelah rezim Soeharto tumbang pada Mei 1998, ia mendapatkan haknya kembali dan pulang ke Indonesia disambut sebagai pahlawan oleh rekan-rekan seperjuangannya.

Kisah Yeni Rosa Damayanti adalah pengingat bahwa demokrasi yang kita nikmati hari ini dibayar dengan pengorbanan masa muda para aktivis. Dari seorang mahasiswi yang dipenjara karena prinsipnya, ia bertransformasi menjadi ikon perlawanan yang membuktikan bahwa kebenaran tidak bisa selamanya diasingkan./Pitluk

 

Sumber: Wikipedia Bahasa Indonesia - "Yeni Rosa Damayanti"

#Aktivis98 #Reformasi #SejarahIndonesia #LSMPIJAR #PejuangDemokrasi #TokohPerempuan #InspirasiAktivis #OrdeBaru #PergerakanMahasiswa


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Karangan Bunga Presiden Prabowo Hingga Kapolri Berjejer Di Rumah Duka Wakapolda Metro Jaya

Bojonegoro - Ayahanda Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono, S.I.K., M.H. meninggal dunia. Sejumlah karangan bunga dari be...