Beliau tak perlu penerjemah
karena bahasa Jepang pak Dirman cukup bagus
Panglima Besar TRI Jenderal
Soedirman melaksanakan inspeksi tawanan Jepang di Kamp Pujon, Malang menjelang
proses pengangkutan para tawanan menuju Pulau Galang, Juni 1946. Tampak para
perwira Jepang berdiri dengan sikap sempurna sambil memberi salut. sekitar
35.000 personel militer Jepang termasuk beberapa jenderal & laksamana
ditahan oleh pemerintah RI disejumlah kamp yang terletak di Pujon, Boyolali
& Cirebon.
Misi pengangkutan &
pengawalan tawanan Jepang dilaksanakan POPDA atau Panitia Oeroesan Pemoelangan
Djepang dan Asing dibentuk pemerintah RI sebagai tindak lanjut dari Djokja
Agreement antara RI & Inggris yang ditandatangani April 1946. Disepakati
bahwa Inggris atas nama Sekutu mengakui wewenang RI untuk melucuti,
mengumpulkan & mengangkut satuan-satuan angkatan darat Jepang maupun
mengumpulkan, melindungi serta mengangkut para interniran Belanda dipedalaman
Jawa. Untuk memperlancar misi kemanusiaan ini maka Inggris akan meminjamkan
akomodasi kepada fihak RI berupa logistik, suku cadang kendaraan, truk angkut,
dll. POPDA dipimpin oleh Mayjen Soedibjo, Inspektur Jenderal AD.
Misi Kemanusiaan yang
dilaksanakan POPDA adalah tugas internasional pertama tentara Indonesia. sejak
Juni 1946, POPDA mengangkut kurang lebih 28.000 POW Jepang dari kamp Pujon,
Malang serta sekitar 7000 lainnya dari kamp- kamp tawanan di Tampir, Boyolali
maupun Cirebon. untuk Cirebon & Boyolali, titik embarkasi di pelabuhan
Tegal. untuk Pujon ditetapkan pelabuhan Gresik.
Keberhasilan ini membuat
Soedirman di hormati warga Jepang sampai ia dibuat patung di Jepang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar