Minggu, 25 Januari 2026

PANGLIMA SOEDIRMAN SAAT MENGUNJUNGI KAMP TAWANAN JEPANG DI MALANG DAN PARA PERWIRA JEPANG MEMBERI HORMAT PADA BEKAS MURID MEREKA DI PETA

Beliau tak perlu penerjemah karena bahasa Jepang pak Dirman cukup bagus

Panglima Besar TRI Jenderal Soedirman melaksanakan inspeksi tawanan Jepang di Kamp Pujon, Malang menjelang proses pengangkutan para tawanan menuju Pulau Galang, Juni 1946. Tampak para perwira Jepang berdiri dengan sikap sempurna sambil memberi salut. sekitar 35.000 personel militer Jepang termasuk beberapa jenderal & laksamana ditahan oleh pemerintah RI disejumlah kamp yang terletak di Pujon, Boyolali & Cirebon.

Misi pengangkutan & pengawalan tawanan Jepang dilaksanakan POPDA atau Panitia Oeroesan Pemoelangan Djepang dan Asing dibentuk pemerintah RI sebagai tindak lanjut dari Djokja Agreement antara RI & Inggris yang ditandatangani April 1946. Disepakati bahwa Inggris atas nama Sekutu mengakui wewenang RI untuk melucuti, mengumpulkan & mengangkut satuan-satuan angkatan darat Jepang maupun mengumpulkan, melindungi serta mengangkut para interniran Belanda dipedalaman Jawa. Untuk memperlancar misi kemanusiaan ini maka Inggris akan meminjamkan akomodasi kepada fihak RI berupa logistik, suku cadang kendaraan, truk angkut, dll. POPDA dipimpin oleh Mayjen Soedibjo, Inspektur Jenderal AD.

Misi Kemanusiaan yang dilaksanakan POPDA adalah tugas internasional pertama tentara Indonesia. sejak Juni 1946, POPDA mengangkut kurang lebih 28.000 POW Jepang dari kamp Pujon, Malang serta sekitar 7000 lainnya dari kamp- kamp tawanan di Tampir, Boyolali maupun Cirebon. untuk Cirebon & Boyolali, titik embarkasi di pelabuhan Tegal. untuk Pujon ditetapkan pelabuhan Gresik.

Keberhasilan ini membuat Soedirman di hormati warga Jepang sampai ia dibuat patung di Jepang.

*Beny Rusmawan

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DEDIKASIKAN DIRI DALAM PENGABDIAN DAN PENEGAKAN HUKUM, KEPALA BNN RI RESMI MENYANDANG GELAR DOKTOR KEHORMATAN

Jakarta - Sidang terbuka Senat Universitas Tarumanagara yang digelar pada Sabtu (31/1), di Auditorium Universitas Tarumanagara, Jakarta Ba...