Sabtu, 24 Januari 2026

Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945 , Kuli Priok Adu Jotos Dengan Tentara Belanda Demi Tegak Bendera Merah Putih

Minggu kedua bulan Oktober 1945 adalah kontak fisik pertama antara NICA dan pribumi.

Di mulai dari Pintu Tiga pelabuhan Tanjung Priok. Dari truk yang mereka tumpangi serombongan NICA mengarahkan tomy gunnya ke arah pemuda-pemuda yang sedang bergerombol di situ, sambil mengancam para pemuda itu bahwa hidup mereka tinggal sehari lagi.

Meski hati dongkol, tapi para pemuda masih bisa menahan diri, namun pada petang hari kira-kira pukul 19.00 mereka kembali dengan maksud untuk mencapai bendera Merah Putih yang sedang berkibar.

Para pemuda pelabuhan Tanjungpriok tak bisa tinggal diam, mereka yang rata rata adalah kuli angkut di pelabuhan itu marah melihat NICA mencoba menurunkan bendera Merah Putih, terjadi adu jotos sengit di depan pintu pelabuhan Tanjungpriok itu.

Sesudah lewat pertengkaran sengit, maksud para serdadu NICA bisa digagalkan.

Kemudian dua jam kemudian serombongan kelasi Belanda yang terdiri dari sebelas orang terlihat mendekati POS I pelabuhan.

Rombongan itu berhasil menurunkan Sang Merah Putih dan dibawanya ke Kapal Perang mereka yang sedang bersandar, melihat hal demikian maka pemuda pemuda di wilayah pelabuhan dengan serentak maju, merebut bendera yang nyaris saja di bakar para serdadu NICA.

 

Sumber: buku samudra Merah putih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DEDIKASIKAN DIRI DALAM PENGABDIAN DAN PENEGAKAN HUKUM, KEPALA BNN RI RESMI MENYANDANG GELAR DOKTOR KEHORMATAN

Jakarta - Sidang terbuka Senat Universitas Tarumanagara yang digelar pada Sabtu (31/1), di Auditorium Universitas Tarumanagara, Jakarta Ba...