Rabu, 30 September 2026

Anggota Koramil Mngamankan Pasukan Banteng Raider Tanpa Tembakan Setelah Peristiwa G 30 S/PKI

Kisah Pensiunan Peltu Adi Somad saat mengamankan anggota Banteng Raiders yang terlibat gerakan di Tambun Bekasi.

4 Oktober 1965//

Pelda Edi Somad baru saja tiba di kantor Koramil Tambun pagi itu, sepeda baru saja ia sandarkan belum sempat ia menuju ruang kerja.

"Pak, coba di cek di dekat sawah itu ada pasukan ga Jelas!...anggota terima laporan tadi pagi!", itu suara Komandan Koramil Tambun yang tiba tiba berdiri didepan pak Edi Somad muda.

"Siap pak..segera kerjakan!"

Keluar kembali lah pak Edi Somad menuju sebrang kantor Koramil.

Ya sebrang Koramil Tambun memang perkampungan penduduk yang masih di kelilingi sawah dan kebun. Pelda Edi Somad menggoes sepeda dinasnya dengan tanya berkecamuk....

"Pasukan apa? ada apa ko pasukan ada di sana?...pasukan mana itu?".

Pertanyaan yang ada di Kepala Edi Somad itu terus saja ada di kepala veteran pertempuran 45 ini.

Sampai tiba di lokasi dekat kampung....

"Angkat tangan!...turun kan senjata!", terdengar suara bentakan dari sekeliling Edi Somad yang masih mengayuh sepeda dinasnya.

Pak Edi Somad baru sadar ia di kepung ratusan pasukan berbaju loreng dengan senjata otamatis!

Tanpa pikir panjang pak Edi menurut perintah pasukan itu, saat itu memang pak Edi Somad hanya membawa senjata Laras panjang model lama.

Saat dilihatnya pasukan itu berjumlah ratusan dengan senjata lengkap namun terlihat oleh pak Edi Somad bahwa mereka kelelahan yang sangat tampak dari muka dan pakaian mereka yg lusuh.

Saat itu pak Edi bicara dari hati ke hati dengan para pasukan itu.

"Bapak bapak, kita sama sama prajurit bawahan, saya tahu bapak semua lelah dan belum makan, bagaimana kalo kita ke markas Koramil dulu nanti di sana kita sediakan makan dan tempat bapak bapak beristirahat", sembari membujuk m Edi Somad berujar ke pada pasukan. Tak ia kenal ini walau dalam hati pak Edi menghitung jika melawanpun percuma.

"Lah personil Koramil Tambun berapa sih terus senjata kita cuma karaben tua...mereka punya AK dan ada yg bawa bazoka..hahahaha", ujar pak Edi Somad pada saya....

Maka setelah di bujuk dan di yakinkan pasukan yang hampir berjumlah 600 orang itu mau datang ke kantor Koramil Tambun yang saat itu adalah gedung tua bekas Tuan Tanah Cina. Saat ini gedung Koramil Tambun itu dikenal sebagai gedung Juang Tambun.

Dan mujurnya lagi pasukan yang saat itu pak Edi Somad tak tahu pasukan apa, mereka mau menyerahkan senjata mereka dan di kumpulkan jadi satu lali di taruh dalam satu ruangan yang di kunci.

Saat pasukan yang belakangan di ketahui adalah pasukan Yon 454 dari Jawa Tengah ini sudah kumpul di Koramil maka anggota Koramil Tambun membantu menyiapkan makan dan tempat tidur buat mereka.

"Komandan nyuruh saya cari Beras, minyak atau lauk pauk dari pasar Tambun dan yang masak penduduk sekitar Koramil, rokok kita kumpulin dari pedagang buat pasukan itu", tutur pak Edi Somad lagi.

Sampai bis penjemput dari Kodam V datang untuk membawa pasukan ini ke Jakarta.

Jadi dengan demikian sangat besar jasa personil Koramil Tambun yang bisa "mengamankan" pasukan Benteng Raiders tanpa melepas tembakan sama sekali.

Seperti di kisahkan almarhum Pelda. Anumerta Edi Somad pada saya tahun 2018 silam

*Benrus

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selamat Hari Kesaktian Pancasila