Jumat, 31 Juli 2026

Menko Polkam Ajak Masyarakat Kalimantan Tengah Perkuat Literasi Digital Tangkal Hoaks

SIARAN PERS NO. 313/SP/HM.01.02/POLKAM/7/2026

Polkam, Kapuas – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, mengajak masyarakat untuk memperkuat literasi digital sebagai upaya menangkal hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian. Menurutnya, kemampuan memilah informasi yang benar menjadi kunci untuk menjaga persatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi di ruang digital.

Pesan tersebut disampaikan Menko Polkam saat menghadiri Silaturahmi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Tokoh Masyarakat Kalimantan Tengah di Kabupaten Kapuas, Jumat (31/7/2026). Ia menegaskan bahwa masyarakat perlu membiasakan diri memverifikasi setiap informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.

"Apabila hoaks, disinformasi, dan fitnah ini dibiarkan, maka anak-anak kita, generasi muda, pikirannya hanya akan dipenuhi hal-hal tersebut sehingga mereka menjadi pesimis melihat bangsa ini," ujar Menko Djamari.

Oleh karena itu, Menko Polkam mendorong pemerintah, termasuk pemerintah daerah, untuk aktif menyampaikan informasi yang akurat, faktual, dan tepat kepada masyarakat agar ruang digital tidak didominasi oleh narasi yang menyesatkan.

"Ruang digital harus kita isi dengan informasi-informasi yang benar. Pemerintah daerah harus menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat. Oleh karena itu, seluruh Forkopimda harus kompak. Jangan sampai karena kurangnya informasi, ruang digital justru dipenuhi fitnah dan kebencian," tegas Menko Djamari.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Djamari juga memperkenalkan buku Presiden Solusi: Arah Kebijakan Strategis Pemerintah yang memuat pendekatan pemerintahan berbasis penyelesaian masalah (Problem Solving Government) sebagai kerangka dalam menjawab berbagai persoalan strategis nasional. Buku tersebut menguraikan 108 persoalan strategis beserta langkah-langkah penyelesaiannya di berbagai sektor, serta menjadi referensi bagi kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam menyelaraskan arah pembangunan yang berorientasi pada penyelesaian persoalan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan bahwa keberagaman masyarakat Kalimantan Tengah merupakan kekuatan yang harus terus dijaga. Menurutnya, semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di daerah.

“Kami yakin, dengan semangat gotong royong, kita akan mampu mengatasi berbagai tantangan, seberat apa pun," ujar Agustiar.

Silaturahmi tersebut turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo, Pangdam XX/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan, Kabinda Kalimantan Tengah Marsma TNI Muhammad Nur, serta para bupati dan wali kota se-Provinsi Kalimantan Tengah.

 

*Humas Kemenko Polkam RI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kyai Asal Singaparna Menolak Hormat Hinomaru Bendera Matahari Jepang

Jika selama ini kita mengira pemberontakan pada Jepang Pertama kali dilakukan oleh Sudancho Supriyadi, anda salah ! Pemberontakan pada Jep...