Polkam, Kapuas – Menteri
Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn.)
Djamari Chaniago, mengajak masyarakat untuk memperkuat literasi digital sebagai
upaya menangkal hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian. Menurutnya, kemampuan
memilah informasi yang benar menjadi kunci untuk menjaga persatuan bangsa di
tengah derasnya arus informasi di ruang digital.
Pesan tersebut disampaikan Menko
Polkam saat menghadiri Silaturahmi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah
(Forkopimda) dan Tokoh Masyarakat Kalimantan Tengah di Kabupaten Kapuas, Jumat
(31/7/2026). Ia menegaskan bahwa masyarakat perlu membiasakan diri
memverifikasi setiap informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.
"Apabila hoaks,
disinformasi, dan fitnah ini dibiarkan, maka anak-anak kita, generasi muda,
pikirannya hanya akan dipenuhi hal-hal tersebut sehingga mereka menjadi pesimis
melihat bangsa ini," ujar Menko Djamari.
Oleh karena itu, Menko Polkam
mendorong pemerintah, termasuk pemerintah daerah, untuk aktif menyampaikan
informasi yang akurat, faktual, dan tepat kepada masyarakat agar ruang digital
tidak didominasi oleh narasi yang menyesatkan.
"Ruang digital harus kita
isi dengan informasi-informasi yang benar. Pemerintah daerah harus menyampaikan
informasi yang benar kepada masyarakat. Oleh karena itu, seluruh Forkopimda
harus kompak. Jangan sampai karena kurangnya informasi, ruang digital justru
dipenuhi fitnah dan kebencian," tegas Menko Djamari.
Dalam kesempatan tersebut, Menko
Djamari juga memperkenalkan buku Presiden Solusi: Arah Kebijakan Strategis
Pemerintah yang memuat pendekatan pemerintahan berbasis penyelesaian masalah
(Problem Solving Government) sebagai kerangka dalam menjawab berbagai persoalan
strategis nasional. Buku tersebut menguraikan 108 persoalan strategis beserta
langkah-langkah penyelesaiannya di berbagai sektor, serta menjadi referensi
bagi kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam menyelaraskan arah
pembangunan yang berorientasi pada penyelesaian persoalan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama,
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan bahwa keberagaman
masyarakat Kalimantan Tengah merupakan kekuatan yang harus terus dijaga.
Menurutnya, semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi modal penting dalam
menghadapi berbagai tantangan pembangunan di daerah.
“Kami yakin, dengan semangat
gotong royong, kita akan mampu mengatasi berbagai tantangan, seberat apa
pun," ujar Agustiar.
Silaturahmi tersebut turut
dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo, Pangdam XX/Tambun
Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan
Kurniawan, Kabinda Kalimantan Tengah Marsma TNI Muhammad Nur, serta para bupati
dan wali kota se-Provinsi Kalimantan Tengah.
*Humas Kemenko Polkam RI


Tidak ada komentar:
Posting Komentar