Jika selama ini kita mengira
pemberontakan pada Jepang Pertama kali dilakukan oleh Sudancho Supriyadi, anda
salah !
Pemberontakan pada Jepang itu
dilakukan oleh Kyai muda asal Singaparna Zaenal Mustofa.
Saat ditangkap dan dijatuhi
hukum pancung oleh Jepang, selain dianggap tak mau minta maaf dan menyembah ke
Bendera Hinomaru maka berita hukuman itu sampai didengar oleh Kyai Haji Hasyim
Asy'ari
Namun Kyai Haji Hasyim Asy’ari
diam saja, padahal sebagai ketua umum Masyumi dan Shumumbhu ( kantor urusan
Agama), bisa saja Kyai Asal Jombang ini meminta agar Kyai muda asal Singaparna
ini dibebaskan.
Tapi yg tidak di ketahui orang
adalah bahwa diam nya Kyai Haji Hasyim Asy’ari justru karena ia setuju tindakan
Kyai muda yang saat di tangkap baru berusia 26 tahun itu.
Jika Kyai Haji Hasyim Asy’ari
memohon keringanan hukuman agar Kyai Haji Zainal Mustofa tak di Pacung Jepang,
maka Kyai Zainal Mustofa harus meminta maaf pada Jepang dan itu tidak
mungkin...karena bagi kedua ulama ini mereka sudah paham apa itu jihad fi
Sabilillah.
Nah yang jarang di sadari orang
Indonesia adalah bila menyebut Pemberontakan pada Jepang pasti menyebut
"Supriyadi".
Padahal Pemberontakan
terorganisir pertama pada pemerintah militer Jepang itu dilakukan di
Tasikmalaya !
Supriyadi melakukan
Pemberontakan bulan februari 1945 sedang Kyai Haji Zainal Mustofa melakukan
Pemberontakan pada bulan Februari 1944!
Saat di tangkap tgl 25 Februari
1944, beserta 26 santri nya di jebloskan ke penjara Cipinang lalu tanggal 25
Oktober Kyai muda ini beserta santri yg terlibat Pemberontakan di hukum Pacung
di pinggir laut Ancol.
Makam beliau sampai tahun 1970 baru di ketahui ada di everveld Ancol dan baru tahun 1973 malam beliau dan ke 21 santri nya di pindahkan ke Taman Makam Pahlawan di Tasikmalaya.
*Benrus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar