Polkam, Depok – Asisten Deputi
Koordinasi Penanganan Konflik dan Keamanan Transportasi pasa Deputi Bidang
Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kemenko Polkam, Brigjen Pol. Dr.
Yade Setiawan Ujung, menyatakan bahwa pemerintah mencatat keberhasilan dalam
penyelenggaraan pengamanan dan pelayanan transportasi selama arus mudik dan
balik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah Tahun 2026. Hal tersebut disampaikan dalam
Rapat Koordinasi Analisis dan Evaluasi Penyelenggaraan Keamanan dan Keselamatan
Transportasi Arus Mudik dan Balik Hari Raya Idul Fitri Tahun 2026 di The Margo
Hotel, Depok, Kamis (9/4/2026).
Menurut Ujung, capaian tersebut
sejalan dengan harapan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal
TNI (Purn.) Djamari Chaniago agar seluruh unsur pemerintahan memberikan
pelayanan terbaik kepada para penumpang dan pemudik, sekaligus menjamin
keamanan mereka sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat. Karena itu,
keberhasilan pengamanan Lebaran tahun ini merupakan hasil kerja bersama lintas
sektor yang patut diapresiasi.
Rapat koordinasi ini dihadiri
oleh perwakilan berbagai kementerian dan lembaga terkait, antara lain Astamaops
Polri, Asops Panglima TNI, Kepala Badan Kebijakan Transportasi Kementerian
Perhubungan, perwakilan Ketua Komite Nasional Keamanan Transportasi, Dirjen
Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan
Umum, Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Dirjen
Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Kakorlantas
Polri, PT ASDP Indonesia Ferry, serta unsur teknis lainnya yang terlibat
langsung dalam pengamanan dan pelayanan transportasi Lebaran 2026.
Secara umum, pelaksanaan arus
mudik dan balik tahun ini berjalan aman, lancar, dan terkendali meskipun
mobilitas masyarakat meningkat. Berdasarkan data Mobile Positioning Data (MPD),
total pergerakan masyarakat mencapai 147,55 juta orang. Kenaikan juga terjadi
pada penggunaan angkutan umum yang mencapai 23,54 juta penumpang, menunjukkan
meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik selama periode
Lebaran.
Dari aspek keamanan, capaian
positif ditunjukkan melalui keberhasilan Operasi Ketupat 2026 yang mampu
menekan berbagai indikator gangguan. Data menunjukkan penurunan angka gangguan
kamtibmas sebesar 19,5 persen, penurunan angka kejahatan sebesar 16,9 persen,
serta penurunan kecelakaan lalu lintas sebesar 5,31 persen dibandingkan tahun
sebelumnya. Selain itu, indeks kepuasan masyarakat juga meningkat menjadi 82,15
atau naik 4,38 persen dibandingkan tahun lalu.
Pemerintah juga dinilai berhasil
mengelola berbagai potensi kerawanan melalui langkah antisipatif dan respons
cepat di lapangan, termasuk penerapan rekayasa lalu lintas, penguatan
pengamanan objek vital, penyediaan layanan transportasi yang semakin baik,
serta koordinasi lintas sektor yang lebih solid.
"Beberapa catatan evaluasi
penyelenggaraan pelayanan keamanan transportasi di tahun 2026 yang lalu juga
menjadi atensi untuk langkah perbaikan strategis di masa yang akan datang
seperti kemacetan di tol MBZ, kemacetan di Pelabuhan Gilimanuk dan Merak,
kemacetan di jalur lintas Sumatera serta pelanggaran aturan pembatasan
kendaraan sumbu 3 ke atas," ungkap Ujung.
Ke depan, berbagai rekomendasi
strategis seperti peningkatan kapasitas infrastruktur transportasi,
optimalisasi manajemen lalu lintas, penguatan keselamatan, dan perbaikan
komunikasi publik akan terus didorong agar penyelenggaraan arus mudik dan balik
pada masa mendatang semakin aman, nyaman, dan berkualitas.
*Kemenko Polkam RI


Tidak ada komentar:
Posting Komentar