Jumat, 20 Maret 2026

Chun Yun Mudik Gaya China Saat Imlek


Perjalanan pulang ke kampung halaman menjelang hari raya identik dengan Indonesia. Setiap tahun jutaan orang meninggalkan kota-kota besar menuju daerah asal untuk berkumpul dengan keluarga. Pola mobilitas serupa ternyata muncul di sejumlah negara lain. Momentum keagamaan atau festival tradisional sering memicu arus perjalanan besar dalam waktu singkat.

Mudik Chun Yun

China memiliki salah satu mobilitas pulang kampung terbesar di dunia saat perayaan Tahun Baru Imlek. Periode ini dikenal sebagai Chunyun, musim perjalanan yang berlangsung beberapa minggu di sekitar pergantian tahun lunar. Jutaan pekerja migran yang bekerja di kota besar kembali ke daerah asal.

Perayaan Imlek sendiri berlangsung selama 15 hari dan berakhir dengan festival Cap Go Meh. Rumah-rumah dihias dengan lentera merah dan gulungan kaligrafi yang dipercaya membawa keberuntungan. Barongsai, pembagian angpao, serta jamuan keluarga menjadi bagian penting dari rangkaian perayaan.

Arus perjalanan saat Imlek melibatkan hampir seluruh moda transportasi. Kereta cepat, pesawat, hingga jalan tol mengalami lonjakan penumpang. Mobilitas ini sering dianggap sebagai migrasi tahunan terbesar di dunia.

China juga memiliki populasi Muslim sekitar 18 juta orang. Komunitas tersebut banyak berada di wilayah Xinjiang dan Yunnan. Meski perayaan Idul Fitri tetap dijalankan, skala perjalanan terbesar tetap terjadi pada periode Imlek.




*CNBC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Chun Yun Mudik Gaya China Saat Imlek

Perjalanan pulang ke kampung halaman menjelang hari raya identik dengan Indonesia. Setiap tahun jutaan orang meninggalkan kota-kota besar me...