Perjalanan pulang ke kampung
halaman menjelang hari raya identik dengan Indonesia. Setiap tahun jutaan orang
meninggalkan kota-kota besar menuju daerah asal untuk berkumpul dengan
keluarga. Pola mobilitas serupa ternyata muncul di sejumlah negara lain. Momentum
keagamaan atau festival tradisional sering memicu arus perjalanan besar dalam
waktu singkat.
Mudik Chun Yun
China memiliki salah satu mobilitas pulang kampung
terbesar di dunia saat perayaan Tahun Baru Imlek. Periode ini dikenal sebagai
Chunyun, musim perjalanan yang berlangsung beberapa minggu di sekitar
pergantian tahun lunar. Jutaan pekerja migran yang bekerja di kota besar
kembali ke daerah asal.
Perayaan Imlek sendiri berlangsung selama 15 hari
dan berakhir dengan festival Cap Go Meh. Rumah-rumah dihias dengan lentera
merah dan gulungan kaligrafi yang dipercaya membawa keberuntungan. Barongsai,
pembagian angpao, serta jamuan keluarga menjadi bagian penting dari rangkaian
perayaan.
Arus perjalanan saat Imlek melibatkan hampir
seluruh moda transportasi. Kereta cepat, pesawat, hingga jalan tol mengalami
lonjakan penumpang. Mobilitas ini sering dianggap sebagai migrasi tahunan
terbesar di dunia.
China juga memiliki populasi Muslim sekitar 18
juta orang. Komunitas tersebut banyak berada di wilayah Xinjiang dan Yunnan.
Meski perayaan Idul Fitri tetap dijalankan, skala perjalanan terbesar tetap
terjadi pada periode Imlek.
*CNBC

Tidak ada komentar:
Posting Komentar