Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan keseriusannya melawan para produsen dan pengedar rokok ilegal hingga pengemplang pajak. Dia pun menggandeng Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago.
Purbaya mengaku sudah bertemu dengan Djamari
Chaniago guna membicarakan mengenai penindakan segala bentuk bekingan bagi
individu atau badan usaha yang menghambat penerimaan negara.
"Kami melakukan kerja sama untuk memperkuat
enforcement pemeriksaan pajak di lapangan. Kalau kata orang 'saya di lapangan
selalu ada beking'. Tadi saya sudah ketemu Menkopolkam berdiskusi dan setuju
melakukan kerja sama," kata Purbaya setelah Konferensi Pers KSSK, (29/1/2026).
Purbaya menceritakan bahwa Menkopolhukam
memberikan persetujuan untuk melibatkan aparat penegak hukum, baik TNI dan
Polri, saat melakukan penggerebekan atau penindakan pelaku rokok ilegal.
"Kita akan melibatkan aparat penegak hukum,
polisi, tentara, dan lain-lain supaya backing-backing itu kabur," tegasnya.
Dengan begitu, ia mengaku dapat jaminan
efektivitas penindakan dari dampak keterlibatan 'bekingan' pengedar hingga
produsen rokok ilegal, walaupun ia tak menyebut dari mana saja bekingan para
produsen dan pengedar rokok ilegal itu.
Adapun, skema kerjasama ini nantinya dari Menko
Polkam bakal mengerahkan TNI-Polri dan aparat keamanan lainnya untuk mengejar
dan menghadapi pihak-pihak serta bekingannya yang menghambat penerimaan negara.
Tahap awal, Purbaya akan fokus mengejar rokok ilegal dahulu. Ini akan berjalan
bulan depan.
"Kami akan melibatkan polisi, tentara, dan
lain-lain supaya beking itu kabur. Utamanya kami kejar di rokok ilegal dulu.
Mungkin sebulan ke depan akan jalan itu," ujarnya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar