Tanggal 27 Oktober 1945, pagi pagi tentara Inggris melepas tembakan mortir kaliber besar pada beberapa titik di kota Surabaya...
Jam 9 pagi baru detik lewat
pertama saat tiba tiba di hadapan pak Jasin muncul dengan tergopoh Inspektur
muda polisi Soetrisno...
Setelah memberi hormat,
Soetrisno meminta izin untuk memeriksa pos Polisi yang ada di Blauran.
Pak Jasin memandang pada
Soetrisno sepintas sebelum menganggukan kepala tanda memberi izin....
Ya setalah perjanjian antara
Pihak tentara Inggris dan pihak pejuang Indonesia di Surabaya, keesokan hari
Inggris melanggar kesepakatan itu dengan menyita senjata para pejuang juga
menembak mati pejuang yg melawan...
Pihak pejuang Surabaya geram dan
balik melakukan perlawanan! Inggris lalu mulai menggunakan artileri mereka
untuk membom kota Surabaya. Seperti pagi itu, Wilayah Blauran memang ada basis
pejuang dan ada pos Polisi di sana kebetulan komadan pos itu Inspektur muda
polisi Soetrisno tadi...
Saat menjelang sore, pak Jasin
dilaporkan bahwa Inspektur muda polisi Soetrisno gugur sesaat baru tiba di pos
Polisi Blauran....
Ia gugur terkena ledakan mortir
yang meledak tepat didekat ia berdiri.
Salah satu anak buah pak Jasin
menyerahkan sepucuk surat yang katanya ditemukan dikantong polisi muda
Soetrisno tadi...
Saat membaca surat itu tak
terasa air mata pak Jasin mengembang menahan haru...rupanya anak buahnya itu
sudah mempersiapkan segala nya termasuk jika ia gugur dalam tugas....
"Jika saya tewas, tolong
perhatikan keluarga saya"
Soetrisno....
Pak Jasin menahan nafas sebelum
mengantongi surat polisi muda itu..
Dan Inspektur muda polisi
Soetrisno adalah anggota Tokubetsu Keisatsu yang awal awal gugur dalam rangka
pertempuran di Surabaya....
Sumber buku Memoar M. Jasin Sang Polisi Pejuang
Photo ini adalah saat Anggota
Polisi Istimewa yang menjaga sudut kota Surabaya dalam pertempuran November
1945.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar