Sabtu, 28 Februari 2026

Hoegeng Tolak Scooter Dari Dealer

Belajar jadi anak pejabat seperti Aditya Soetanto Hoegeng

Sebagai pemuda yang baru tumbuh, Aditya tentu pingin seperti pemuda lain yang punya motor scuter yang kala itu terkenal scuter merk Lambretta.

Ayah Aditya kala itu adalah Kapolri Hoegeng Imam Santoso.

Didit nama panggilan putra Kapolri saat itu sudah melihat ada kiriman dari dealer 2 motor scuter yang masih dibungkus plastik sampai di rumah dinas.

Walau terkejut tak urung hatinya senang juga dan berharap bisa memakai satu dari dua motor tersebut.

“Semoga Papi tidak menolak. Mungkin kalau motor boleh. Daripada tidak dapat mobil, Lambretta pun lumayan,” pikir Didit saat itu.

Sorenya, Didit melihat ayahnya Hoegeng pulang dari kantor, dan melihat dua kiriman dari dealer dan Hoegeng pun langsung memanggil ajudannya.

Sambil melirik jam tangan, dilihatnya masih menunjukan pukul 16.00, ia memerintahkan ajudannya untuk mengembalikan dua motor tersebut karena kantor dealernya masih buka.

“Ini masih jam 16.00, masih ada orang di kantornya. Tolong motor ini dikembalikan lagi ke pengirimnya.”

Didit yang mendengar perintah ayahnya, hanya diam, selain sedih dia hanya bisa bergumam dalam hati “Ya, pahit lagi”.

Belajar dari pengalaman putra polisi paling jujur di Indonesia, mungkin kejadian seperti anak pejabat Kemenkeu tak akan terjadi seperti saat ini.

 

Sumber buku : Hoegeng Polisi dan Mentri Teladan karya Suhartono

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hoegeng Tolak Scooter Dari Dealer

Belajar jadi anak pejabat seperti Aditya Soetanto Hoegeng Sebagai pemuda yang baru tumbuh, Aditya tentu pingin seperti pemuda lain yang puny...