Jakarta - Kepala BNN RI, Suyudi
Ario Seto, secara resmi memimpin pengukuhan Kelompok Ahli BNN Masa Bakti Tahun
2026–2027 yang digelar di Ruang Mohammad Hatta, Gedung Tan Satrisna BNN,
Cawang, Jakarta Timur, Senin (26/1).
Pengukuhan ini merupakan langkah
strategis BNN dalam memperkuat kapasitas intelektual dan kelembagaan guna
menghadapi ancaman narkotika yang bersifat extraordinary crime serta terus
berkembang seiring kemajuan teknologi dan dinamika global.
Dalam sambutannya, Kepala BNN RI
menegaskan bahwa pengukuhan Kelompok Ahli bukan sekadar seremonial pergantian
personel, melainkan bentuk konsolidasi intelektual dan strategis BNN dalam
merumuskan kebijakan yang berbasis sains, data, dan bukti (evidence-based
policy).
“Dalam menghadapi dinamika
ancaman narkotika yang semakin kompleks dan bergerak cepat, BNN membutuhkan
rekomendasi kebijakan yang berbasis sains, data, dan bukti agar strategi P4GN
dapat dijalankan secara efektif, efisien, dan akuntabel,” tegas Kepala BNN RI.
Kepala BNN RI juga mengapresiasi
kontribusi Kelompok Ahli Masa Bakti 2024–2026 yang telah memberikan fondasi
pemikiran penting bagi penguatan organisasi, sekaligus mengharapkan Kelompok
Ahli Masa Bakti 2026–2027 dapat berperan sebagai strategic think tank dalam
menjawab tantangan narkotika, termasuk fenomena New Psychoactive Substances
(NPS) dan modus kejahatan berbasis teknologi digital.
Adapun Kelompok Ahli BNN Masa
Bakti 2026–2027 terdiri atas para akademisi, praktisi, dan tokoh profesional
lintas disiplin ilmu, yaitu:
1. Drs. Ahwil Luthan, S.H.,
M.B.A., M.M. (Hubungan Luar Negeri)
2. Prof. Dr. Agus Surono,
S.H., M.H. (Hukum Pidana)
3. Dr. Devie Rahmawati,
CICS (Humas dan Komunikasi Sosial)
4. Prof. Dr. H. Ahmad
Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M.
(Hukum Perdata)
5. Prof. Dr. Ariawan
Gunadi, S.H., M.H. (Hukum Bisnis dan Ekonomi)
6. Dr. Haryono Kuswanto,
S.E., S.H., M.M., M.H., CLA., C.Med. (Hukum Pidana)
7. Prof. Dr. Yuddy
Chrisnandi, S.H., S.E., M.M. (Transformasi Kelembagaan, Reformasi Birokrasi,
dan Sumber Daya Manusia)
8. Adithya P. Winata
(Pemberdayaan Generasi Muda)
9. Choirul Anam, S.E.,
S.H., M.E., Ak., Ph.D., CA., ChFA., CIISA., CHRA., CSBA., CLA. (Keuangan dan
Ekonomi)
10. Enday Hidayat, S.H. (Sosial dan Pendidikan)
11. Prof. Drs. Adrianus Eliasta Meliala, M.Si., M.Sc., Ph.D.
(Kriminologi)
12. Prof. Dr. Achmad Tjachja Nugraha, S.P., M.P., PIA., CACP., CH.,
CHt. (Kelembagaan dan Tata Negara)
13. Prof. Apt. Dr. rer. nat. I Made Agus GelGel Wirasuta, M.Si. (Psikologi
Forensik dan Biofarmasi)
14. Sukmo Harsono, S.E., M.M. (Perencanaan dan Lembaga)
Melalui pengukuhan ini, BNN
menegaskan komitmen War on Drugs for Humanity, yakni pendekatan seimbang antara
penindakan tegas terhadap sindikat narkoba dan pendekatan humanis kepada korban
penyalahgunaan, dengan dukungan pemikiran dari berbagai bidang keahlian
Kelompok Ahli demi perlindungan masa depan generasi bangsa.
BINs
BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN

Tidak ada komentar:
Posting Komentar