Mengutip pepatah Romawi kuno
Mens Sana in Corpore Sano—jiwa yang sehat terdapat dalam tubuh yang
sehat-Kepala BNN RI menekankan bahwa kesehatan fisik dan mental merupakan
fondasi utama dalam membangun masa depan generasi muda.
“Narkoba merusak kesehatan, baik
fisik maupun mental, sekaligus menghancurkan masa depan,” tegasnya.
Menyinggung kembali adanya
peluang besar Indonesia meraih Indonesia Emas melalui fenomena Bonus Demografi,
Kepala BNN RI menyampaikan pentingnya peran generasi muda dalam membentengi
diri dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
“Bonus demografi akan menjadi
kekuatan besar jika dikelola dengan baik, salah satunya dengan memastikan
generasi muda menjauhi narkoba,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kepala BNN RI
mengungkapkan tantangan pemberantasan narkoba yang semakin kompleks, mulai dari
transformasi digital yang membuat jaringan narkotika kian canggih, tantangan
geografis Indonesia sebagai negara kepulauan, tekanan ekonomi, hingga kemudahan
akses informasi digital yang belum diimbangi literasi digital yang memadai.
Mengakhiri penyampaiannya,
Kepala BNN RI mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya dunia pendidikan,
orang tua, dan peserta didik, untuk aktif dalam upaya pencegahan narkoba sejak
dini serta berani melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di
lingkungan sekitar.
“Setiap pilihan hari ini
menentukan kualitas hidup di masa depan. Mari bersama-sama menciptakan
lingkungan yang bersih dan bebas dari narkoba,” pungkasnya.
BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN

Tidak ada komentar:
Posting Komentar