Berbeda dengan negara lain yang cenderung
memiliki budaya yang homogen, Indonesia kaya akan benda warisan budaya. Potensi
geografis Indonesia yang tediri dari negara kepulauan menjadikan budaya satu
dengan lainnya memiliki kekhasan. Namun semenjak era kolonialisme di Nusantara,
banyak terjadi pemindahtanganan benda bersejarah tersebut. Baik yang dibawa
secara pribadi oleh para kolektor bangsa lain, atau pengambilan paksa dari
proses penyitaan saat penjajahan.
Akibatnya banyak benda bersejarah Indonesia yang tersebar
diberbagai negara. Benda-benda tersebut tersimpan dengan baik di museum-museum
negara lain. Beberapa diantaranya Tropen Museum, Belanda; Metropolitan Museum
of Art, Amerika Serikat; National Museet, Denmark; Muse Du Quai Branly,
Perancis; Missionarry Ethnological Museum, Vatikan; Museum Fur
Volkerkunde, Jerman; Museum of Crystal, Rusia; Museo de Musica Etnica de
Barranda, Spanyol.
Banyaknya benda bersejarah Indonesia yang berada di museum luar negeri
menjadi kebanggaan tersendiri. Karena masyarakat dunia bisa mengenal Indonesia
dari koleksi-koleksi Indonesia yang dipamerkan di museum-museum tersebut. Namun
disisi lain Pemerintah Indonesia hingga kini terus melakukan komunikasi intens
dengan pihak museum luar negeri untuk mendatangkan kembali benda bersejarah
tersebut, yang notabene merupakan hak milik bangsa Indonesia seutuhnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar