Sabtu, 17 Oktober 2026

Lee Kwan Yew : Kita Harus Ikuti Kemauan Presiden Suharto

Lee Kwan Yew itu terkenal Arogan, Gengsi nya sebagai penguasa politik sangat besar tapi ia harus "merendahkan" dirinya demi hubungan baik atau tak usah ke Jakarta! , " Kita harus ikuti kemauan Presiden Suharto" , ujar Lee Kwan Yew kepada anak buahnya saat menuju jakarta.

Entah apa yang ada dikepala Perdana Menteri Singapura saat menabur bunga di atas pusara makam Usman dan Harun, 2 prajurit KKO yang digantung sampai mati! Di negara yg ia pimpin.

Tapi itu terjadi ! dan itu cara pak Harto "membalas" Singapura atas perlakuan kedua Pahlawan kita.

Jadi ingat sekali saya cerita bapak, saat warga Jakarta menyemut dan berdesakan menyambut jenasah pahlawan kita, 2 “prajurit KKO“ kita yang sampai saat terakhir hidup mereka masih berdiri dengan sikap sempurna dengan memberi hormat pada para penghubung dari Indonesia yang meminta keringanan hukuman, tapi si Lee dengan berbagai alasan menolak! Memberi keringanan hukuman!.

Dalam buku "Soeharto, The Untold Stories", Ramly yang saat itu berpangkat Letnan Kolonel Angkatan Darat menceritakan, ia ditunjuk oleh Presiden Soeharto sebagai liasion officer yang mewakili pemerintah Indonesia. Saat itu RI belum punya hubungan diplomatik dengan Singapura.

Saat itu Soeharto merinci apa saja yang harus dilakukannya. Sebagai panglima tertinggi, Soeharto berusaha semaksimal mungkin membela kehormatan anak buahnya. Segala upaya dilakukan meski kedua anggota Korps Komando Operasi (KKO) itu akhirnya tetap dihukum gantung.

Pembelaan dan penghormatan kepada anak buah yang gugur sebagai bunga bangsa itu, kata Ramly, ditunjukkan Soeharto ketika PM Lee Kuan Yew ingin berkunjung ke Indonesia dua tahun setelah hukuman mati dilaksanakan.

"Pak Harto mempersilakan PM Lee datang dengan syarat harus meletakkan karangan bunga langsung di makam Usman dan Harun di Taman Makam Pahlawan Kalibata, bukan di tempat yang biasanya tamu negara meletakkan karangan bunga, di kaki tugu makam pahlawan," Ramly menuturkan.

Pemeritah Singapura awalnya mengajukan agar kunjungan Lee ke TMP Kalibata secara incognito dan tak boleh dihadiri wartawan tapi itu di tolak pak Harto dan tetap memberi syarat itu kunjungan bersifat Resmi dan terbuka!

Syarat itu, ujar dia, sungguh tidak lazim, namun entah dengan pertimbangan apa, PM Lee setuju meletakkan karangan bunga di makam Usman dan Harun. Baru setelah itu hubungan Jakarta-Singapura membaik. 

*Sumber : The Untold Story

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lee Kwan Yew : Kita Harus Ikuti Kemauan Presiden Suharto

Lee Kwan Yew itu terkenal Arogan, Gengsi nya sebagai penguasa politik sangat besar tapi ia harus "merendahkan" dirinya demi hubung...