Lee Kwan Yew itu terkenal
Arogan, Gengsi nya sebagai penguasa politik sangat besar tapi ia harus
"merendahkan" dirinya demi hubungan baik atau tak usah ke Jakarta! , " Kita harus ikuti kemauan Presiden Suharto" , ujar Lee Kwan Yew kepada anak buahnya saat menuju jakarta.
Entah apa yang ada dikepala
Perdana Menteri Singapura saat menabur bunga di atas pusara makam Usman dan
Harun, 2 prajurit KKO yang digantung sampai mati! Di negara yg ia pimpin.
Tapi itu terjadi ! dan itu
cara pak Harto "membalas" Singapura atas perlakuan kedua Pahlawan
kita.
Jadi ingat sekali saya cerita
bapak, saat warga Jakarta menyemut dan berdesakan menyambut jenasah pahlawan
kita, 2 “prajurit KKO“ kita yang sampai saat terakhir hidup mereka masih
berdiri dengan sikap sempurna dengan memberi hormat pada para penghubung dari
Indonesia yang meminta keringanan hukuman, tapi si Lee dengan berbagai alasan
menolak! Memberi keringanan hukuman!.
Dalam buku "Soeharto, The
Untold Stories", Ramly yang saat itu berpangkat Letnan Kolonel Angkatan
Darat menceritakan, ia ditunjuk oleh Presiden Soeharto sebagai liasion officer yang
mewakili pemerintah Indonesia. Saat itu RI belum punya hubungan diplomatik
dengan Singapura.
Saat itu Soeharto merinci apa
saja yang harus dilakukannya. Sebagai panglima tertinggi, Soeharto berusaha
semaksimal mungkin membela kehormatan anak buahnya. Segala upaya dilakukan
meski kedua anggota Korps Komando Operasi (KKO) itu akhirnya tetap dihukum
gantung.
Pembelaan dan penghormatan
kepada anak buah yang gugur sebagai bunga bangsa itu, kata Ramly, ditunjukkan
Soeharto ketika PM Lee Kuan Yew ingin berkunjung ke Indonesia dua tahun setelah
hukuman mati dilaksanakan.
"Pak Harto mempersilakan PM
Lee datang dengan syarat harus meletakkan karangan bunga langsung di makam
Usman dan Harun di Taman Makam Pahlawan Kalibata, bukan di tempat yang biasanya
tamu negara meletakkan karangan bunga, di kaki tugu makam pahlawan," Ramly
menuturkan.
Pemeritah Singapura awalnya
mengajukan agar kunjungan Lee ke TMP Kalibata secara incognito dan tak boleh
dihadiri wartawan tapi itu di tolak pak Harto dan tetap memberi syarat itu
kunjungan bersifat Resmi dan terbuka!
Syarat itu, ujar dia, sungguh tidak lazim, namun entah dengan pertimbangan apa, PM Lee setuju meletakkan karangan bunga di makam Usman dan Harun. Baru setelah itu hubungan Jakarta-Singapura membaik.
*Sumber : The Untold Story

Tidak ada komentar:
Posting Komentar