Jumat, 07 Agustus 2026

SAAT PARA PEMIMPIN INDONESIA MENUJU DALAT

Sebelum subuh lapangan terbang Kemayoran tiba tiba ramai, Dokter Radjiman memakai beskap Jawa lengkap dengan keris yang terakhir muncul di lapangan udara itu..

Bung Karno dan Bung Hatta sudah menunggu di loby dengan bebapa perwira Jepang, Saat Dokter Radjiman datang mereka tampak mengantuk terlihat dari raut muka mereka.

Ya pagi buta tanggal 9 Agustus 1945, para "pemimpin" Indonesia itu di perintahkan menghadap Panglima Tertinggi Tentara Kekaisaran Jepang se Asia Tenggara yakni Pangeran Marsekal Hisaichi Terauchi yang bermarkas di Dalat Indochina.

Penerbang yang sangat di rahasiakan bahkan tidak boleh memberitahu keluarga dekat, Bung Hatta dan Bung Karno sendiri baru tahu akan terbang ke Dalat sehari sebelumnya dan Dokter Radjiman bahkan baru tahu ketika ia sampai di Kemayoran pagi itu.

Soeharto sebagai dokter pribadi Bung Karno rupanya tak termasuk yg di ajak Jepang terbang ke Dalat maka ia sebagai dokter pribadi Bung Karno sebenarnya penumpang gelap dalam penerbangan itu hingga ia sempat di usir pihak Jepang namun ia ngotot harus ikut Karena harus mendampingi Bung Karno itu pun baru pagi itu ia tahu akan terbang ke mana...

"Dek Har kita menuju Dalat Indochina menemui Marsekal Tarauchi".....

Sang dokter pribadi Bung Karno itu terkesiap! Ia Kaget tapi sudah terlambat untuk menolak..

Dalam pesawat itu hanya ada mereka berempat, di pihak Jepang ada 5 orang yakni pilot dan co pilot serta satu teknisi pesawat. Perwira Jepang yang ikut adalah Letkol Nomura dari Gunseikenbun Jakarta dan penterjemah kolonel Sunkichiro Miyoshi.

Penerbang itu harus singgah dulu ke Singapura yang oleh Jepang di beri nama Syonanto dan setelah setengah hari baru penerbangan di lanjut menuju Dalat.

Pertemuan dengan Marsekal Tarauchi yang pada akhirnya membelokan sejarah kemerdekaan Indonesia, di pertemuan itu Marsekal yang masih sepupu Kaisar Hirohito mempersilahkan Indonesia untuk merdeka...

*Sumber buku Saksi Sejarah dr. Soeharto 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenang Serangan Umum Solo 7 -10 Agustus 1949

  Pada tanggal 7 Agustus 1949 sewaktu kawan - kawan sibuk bertempur dengan tentara Belanda di dalam kota Solo, di rumah kamituwo dan terle...