Bali ( Jembrana ) - Presiden RI Prabowo Subianto
menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek raksasa Pembangkit
Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali. Proyek yang
memanfaatkan lahan seluas 320 hektar ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan
energi nasional sekaligus mendongkrak citra pariwisata Bali di mata dunia.
Prabowo beserta rombongan tiba di Monumen Lintas
Laut pukul 15.15 WITA dan langsung menuju ruang istirahat. Prabowo kemudian
melakukan peninjauan di lokasi groundbreaking didampingi jajaran menteri dan
pejabat daerah. Sekitar pukul 16.30 WITA, Presiden beserta rombongan bertolak
menuju Lapangan Gilimanuk untuk selanjutnya lepas landas menggunakan helikopter.
Usai acara, Direktur Utama PT PLN (Persero)
Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa Bali menjadi titik awal (launching)
komitmen nasional dalam penerapan program PLTS 100 Gigawatt. Untuk tahap awal
di Bali, target yang diaplikasikan mencapai 1.000 Megawatt-peak (MWp) atau 1
GWp yang dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS) sebesar 3,3
Gigawatt-hour
“Dengan adanya program
ini, maka sistem kelistrikan Bali ini bergeser, yang tadinya ada faktor
penggunaan BBM yang impor digantikan dengan energi dari domestik. Dari energi
yang mahal menjadi energi murah, dari energi fosil menjadi energi baru
terbarukan,” kata Darmawan kepada wartawan, Selasa (25/8).
Darmawan menambahkan, langkah ini sejalan dengan program Gubernur
Bali I Wayan Koster terkait Bali Mandiri Energi dan Bali Energi Bersih.
Penandatanganan kerja sama antara Pemprov Bali, Kementerian ESDM, dan PLN
menjadi simbol bahwa pariwisata Bali akan tumbuh beriringan dengan pasokan
energi hijau yang andal dan ekonomis.
Proyek di Gilimanuk ini diposisikan sebagai tahap awal dengan kapasitas 300 MWp
dan dukungan BESS sebesar 1.000 Megawatt-hour (MWh). Penggunaan teknologi BESS
memungkinkan energi matahari yang diserap pada pukul 10.00-14.00 WITA disimpan
untuk menyuplai listrik pada sore, malam, hingga pagi hari, sehingga menekan
konsumsi BBM secara signifikan. Selain Gilimanuk, potensi pemanfaatan lahan
kering lainnya di Buleleng dan Karangasem saat ini tengah disurvei.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bali I Wayan Koster
menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo Subianto dan
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia atas pengalokasian proyek energi bersih tersebut
di wilayahnya. Menurutnya, program ini menjadi momentum tepat untuk
merealisasikan Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Mandiri
Energi dengan Energi Bersih.
“Manfaat daripada PLTS
ini tidak saja untuk memenuhi kebutuhan energi, tapi juga meningkatkan citra
pariwisata Bali. Karena Bali merupakan daerah wisata utama dunia yang perlu
didukung dengan ekosistem lingkungan yang bersih,” ujar Koster.
Koster juga menegaskan kesiapan pemerintah daerah dalam
memfasilitasi pelepasan lahan negara non-produktif untuk mendukung proyek
strategis ini. Selain memperkuat sektor pariwisata, pengoperasian PLTS ini
diproyeksikan dapat menghentikan ketergantungan pada BBM impor di Bali yang
pemakainnya mencapai 500.000 kiloliter per tahun.
*Red


Tidak ada komentar:
Posting Komentar