Jakarta-Menjaga
profesionalitas wartawan, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kelompok Kerja
(Pokja) Jakarta Utara menggelar kegiatan Sharing Session Jurnalistik. Senin
(6/7/2026).
Acara dengan bertajuk “Jurnalisme Perkotaan dan Pengaruh Media
Sosial” yang digelar di Aula Bahari Lantai 14 Wali Kota Jakarta Utara ini
dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, organisasi kewartawanan, praktisi
media, serta para jurnalis dari berbagai media massa.
Dalam sambutannya,
Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Hendra Hidayat menegaskan, bahwa media
memiliki posisi yang sangat strategis dalam membangun komunikasi yang sehat
antara pemerintah dan masyarakat.
“Melalui pemberitaan yang objektif, berimbang, dan berdasarkan
fakta, media diharapkan mampu menjadi jembatan informasi sekaligus sarana
edukasi publik di tengah meningkatnya penggunaan platform digital,” ujar Hendra
dihadapan peserta Sharing Session Jurnalistik, Senin (6/7/2026).
Diketahui, Sharing Session Jurnalistik ini
bertujuan sebagai wadah memperkuat sinergi antara pemerintah dan insan pers
dalam menghadapi tantangan perkembangan informasi di era digital.
Dengan mengusung
semangat kolaborasi, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi untuk membahas
berbagai persoalan yang dihadapi dunia jurnalistik di tengah derasnya arus
informasi yang berkembang melalui media sosial.
Selain itu, perubahan pola konsumsi informasi masyarakat dinilai
telah membawa tantangan baru bagi profesi jurnalis, terutama dalam menjaga
akurasi, kredibilitas, dan kecepatan penyajian berita.
Pantauan dilokasi, para narasumber dalam sesi diskusi memaparkan
bahwa perkembangan media sosial telah mengubah wajah jurnalistik modern.
Informasi kini dapat tersebar dalam hitungan detik dan menjangkau
masyarakat luas tanpa batas ruang dan waktu.
Kondisi tersebut memberikan peluang besar bagi penyebaran
informasi, namun di sisi lain juga membuka ruang munculnya hoaks, disinformasi,
hingga manipulasi informasi yang berpotensi menyesatkan masyarakat.
Di mana, jurnalis dituntut untuk semakin profesional dalam
menjalankan tugasnya. Proses verifikasi data, konfirmasi kepada narasumber,
serta kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik menjadi prinsip utama yang harus
tetap dijaga agar kepercayaan publik terhadap media tetap terpelihara.
Dengan semakin banyaknya
arus informasi media, Pemkot Jakarta Utara berharap insan pers terus menjadi
adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar
jurnalistik.
“Dengan mengedepankan integritas, profesionalisme, serta tanggung
jawab sosial, media diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menyajikan
informasi yang akurat, mencerdaskan masyarakat, serta turut menjaga kualitas
demokrasi di tengah derasnya arus informasi digital,” imbuh Hendra.
Adapun, dalam forum tersebut juga dibahas bagaimana media sosial
dapat dimanfaatkan sebagai sarana penyebarluasan informasi yang positif dan
edukatif.
“Kehadiran berbagai platform digital tidak dipandang sebagai
ancaman bagi media konvensional, melainkan sebagai peluang untuk memperluas
jangkauan informasi serta meningkatkan interaksi dengan masyarakat,” ujar Ketua
PWI Pokja Walikota Jakarta Utara, Sunarno dalam paparannya.
Namun demikian, Sunarno mengaku, bahwa pemanfaatannya harus tetap
dibarengi dengan tanggung jawab moral dan profesionalisme dalam menyampaikan
informasi.
Pantauan dilokasi, suasana diskusi berlangsung hangat dan
interaktif. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertukar
pengalaman mengenai dinamika peliputan di lapangan, strategi menghadapi
perubahan perilaku audiens, hingga tantangan menjaga independensi media di
tengah persaingan informasi yang semakin cepat.
Berbagai masukan yang
muncul diharapkan dapat menjadi referensi bagi insan pers dalam meningkatkan
kualitas karya jurnalistik.
Selain menjadi forum berbagi pengetahuan, kegiatan ini juga
menjadi momentum mempererat hubungan kemitraan antara Pemerintah Kota
Administrasi Jakarta Utara dengan insan pers.
Sinergi yang telah terjalin selama ini dinilai memiliki peran
penting dalam mendukung penyampaian informasi pembangunan, pelayanan publik,
serta berbagai program pemerintah kepada masyarakat secara luas.
Rangkaian kegiatan
ditutup dengan penyerahan cinderamata kepada narasumber sebagai bentuk
apresiasi atas kontribusi dalam berbagi ilmu dan pengalaman.
Seluruh peserta kemudian mengikuti sesi foto bersama sebagai
simbol komitmen untuk terus membangun komunikasi, kolaborasi, dan kemitraan
yang harmonis antara pemerintah dan media.
*PWI Jakut/CRD

Tidak ada komentar:
Posting Komentar