Minggu, 17 Mei 2026

Kisah Bung karno dan Tukang Buah Inspirasi Jokowi Membela Wong Cilik

Di awal tahun 1950-an Pak Iskak (saat itu dia belum naik haji) suka berjualan buah-buahan ke dekat Harmoni.

Suatu saat dia lihat Bung Karno lagi santai di depan Istana Negara. Haji Iskak minta ijin bicara dengan Bung Karno kepada Komandan Kawal DKP (Detasemen Kawal Presiden). - Lalu komandan DKP lapor ke Bung Karno.

"Pak, ada orang mau ketemu"

"Siapa?" tanya Bung Karno.

"Ndak tau Pak, Rakyat Biasa" kata Komandan.

Bung Karno tertawa dan menyuruh masuk Haji Iskak. Bung Karno menyapa dengan hangat lalu bertanya :

"Jualan apa?"....

"Ini beh, jualan belimbing" kata Pak Iskak

"Wah, gede-gede ya Belimbingnya...sudah saya beli ini".....

Pak Iskak tertawa dan minta doa supaya dagangannya laris.

Bung Karno berdoa sebentar di depan pikulan Pak Iskak, ia mengangkat tangannya dan mulutnya komat-kamit. Bung Karno berkata "laris...laris...laris" pak Iskak senengnya bukan main didoakan Bung Karno.

Rakyat kecil dengan logika pikiran-pikiran sederhana, dibaca Sukarno dengan bahasa yang mereka mengerti juga. Tapi Sukarno memimpin tidak dengan pencitraan, ia memimpin dengan substansi, Sukarno tau apa yang ada di dalam benak rakyat itu, karena itu perjuangannya, karena pusat dari segala pikirannya. Pak Iskak pun diajak ngobrol, selang setengah jam kemudian Pak Iskak pamit tapi Bung Karno menyuruh Pak Iskak tunggu sebentar lalu ia masuk ke dalam Istana dan keluar kembali, ditangannya ia membawa peci dan sarung. Dua benda yang kemudian jadi barang keramat bagi Pak Iskak, sebuah kenang-kenangan terindah.

Bung Karno dan Jokowi

Presiden Ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi memliki hampir persamaan karakter, Jokowi terpilih dua periode dengan Partai yang mengusungnya yakni PDIP dimana Jokowi juga anggota partai, sebelum menjadi Presiden Jokowi menjadi Walikota Solo saat memimpin Solo Jokowi terlihat membela sekali kepentingan rakyat kebanyakan, renovasi pasar klewer, membangun transportasi wisata di solo,  Dikantornya saat menjabat Walikota Solo terpampang potret Sukarno dibelakang mejanya, terlihat secara tersirat Jokowi merupakan pengagum Bung Karno. Saat pengelola Railbus minta tarif Rp 30.000, dia menolak dan minta agar tarif cuma Rp 3.000. Siapa yg mau naik jika tarifnya Rp 3000? Katanya. Jarang ada pemimpin yg berani melawan pengusaha untuk membela rakyat.


Saat ada sekolah dasar negeri yang memungut uang masuk sampai Rp 1,5 juta, begitu dapat laporan dari orang tua murid, Jokowi langsung datang seorang diri naik motor dengan pakaian biasa ke sekolah itu. Setelah itu, tak ada lagi pungutan. Jokowi rupanya mengancam jika sampai ada pungutan, kepala sekolahnya akan diganti detik itu juga.

Jokowi juga berani menentang Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, yang ingin menggusur bangunan bersejarah Solo untuk dijadikan Mal, menurut Jokowi cagar Budaya harus dijaga dan dilindungi. Saat Bibit marah dan memakinya sebagai bodoh, Jokowi dengan rendah hati berkata bahwa dia memang bodoh dan dia heran kenapa warga Solo memilih dia yang bodoh sebagai walikota selama 2 periode.

Sebagai pengusaha, beda dengan para bos/pimpinan lain yang suka menindas anak buahnya secara semena-mena, Jokowi memperlakukannya dengan manusiawi. Ini salah satu komentar anak buahnya.

Pecah Kongsi Dengan PDIP

Politik merupakan seni dalam mencapai tujuan ( Kekuasaan ), saat Pilpres 2024 PDIP menyerang Jokowi sebagai “ penghianat “ karena tidak tunduk oleh kepentingan partai. Jokowi yang sudah terasah dalam memimpin sejak  dari Walikota, Gubernur hingga Presiden 2 periode sudah memahami karakteristik dan “ wilayah politik Indonesia “.  Cacian berita Hoax hingga merendahkan Jokowi sebagai Presiden RI tidak terhitung jumlahnya bahkan sampai pensiun para pembeci Jokowi merasa tidak puas masih menjelek – jelekkan. Akhir dari sebuah kongsi, saat Jokowi bertemu Ketua umum PDIP terlihat setingan bahwa Jokowi seakan – akan dibawah ketua partai, padahal yang hadir saat itu adalah Presiden Republik Indonesia Ke-7 yang dengan rendah hati hadir memenuhi undangan ketua partai yang mengusungnya karena telah turut mencalonkannya sebagai Presiden ( suatu bentuk mengahargai jasa balas budi ), namun yang didapat foto selfie anak ketua partai yang dibagikan di medsos yang menunjukkan seakan – akan negara milik keluarganya, ( ada pepatah jawa ngono yo ngono ning ojo ngono ).

Cermin seorang Jokowi seorang seorang karakter pemimpin yang tidak menindas namun tegas saat bertindak adalah saat freepot dan natuna. Dan salah satu nama cucunya bernama Lembah Manah yang berarti Rendah Hati.

·         Ditulis Oleh : Untung Surono

*Dari Berbagai Sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kisah Bung karno dan Tukang Buah Inspirasi Jokowi Membela Wong Cilik

Di awal tahun 1950-an Pak Iskak (saat itu dia belum naik haji) suka berjualan buah-buahan ke dekat Harmoni. Suatu saat dia lihat Bung Karn...