Oleh : Untung Surono
Kalimat Demostokrasi sepertinya tidak pernah terdengar oleh
masyarakat maupun ahli politik serta
para sarjana ilmu politik di dunia ini. Demostokrasi
adalah Untuk Memimpin Rakyat ,
merupakan penggalan dari kata Demos yang berarti rakyat dan Tokrasi yang
merupakan penggalan dari Aristokrasi berarti Yang Terbaik Untuk Memimpin Rakyat
, diambil dari Bahasa yunani, Aristokrasi di identikkan dengan bangsawan atau
raja. Sistem pemerintahan di dunia hampir semuanya menggunakan sistem demokrasi
dengan segala macam karakteristiknya , meski ada beberapa negara didunia seperti
Republik Rakyat China ( RRC ) , Vatikan dan Korea Utara serta negara – negara monarki
tidak menggunakan sistem demokrasi tanpa melibatkan rakyat, namun pada
kenyataannya tetap ada pemilihan secara tertutup dengan kesepakatan di internal
mereka.
Di sini saya memiliki pemikiran bahwa pada dasarnya setiap
negara dalam politik pemerintahannya mengacu pada politik yang menguntungkan
bagi kelompok tertentu meski ditutupi oleh sebuah system yang bernama
demokrasi. Untuk hasil pemikiran saya maka lahirlah istilah Demostokrasi yang
berarti Yang Terbaik Untuk Memimpin Rakyat. Mengapa harus Demostokrasi ? padahal saat ini di
negara – negara dunia banyak menjalankan system politik demokrasi termasuk Indonesia
, dimana Indonesia selalu didengung – dengungkan tentang Demokrasi Pancasila namun
pada kenyataanya tetap menggunakan system 50 % lebih satu untuk menentukan
pemenang ( yang jelas 49% dari yang kalah mau tidak mau harus mengikuti
meskipun ada kekecewaan bahkan kadang berimbas balas dendam diakar rumput
pendukung ). Apakah itu salah tentu tidak salah juga karena tidak ada system yang
sempurna demikian juga teori Demostokrasi yang akan saya tuangkan juga bukan
suatu pemikiran sempurna karena perlu kajian – kajian secara empiric.
Karena Allah SWT memberikan kita manusia untuk berpikir maka
kiranya pemikiran ini saya tuangkan dalam tulisan secara garis besarnya.
Demostokrasi adalah Yang Terbaik Untuk memimpin sebenarnya hampir
sama dengan Demokrasi, hanya saja Demokrasi di sini rakyat memiliki keinginan
(pilihan ) untuk memilih pemimpin, sedangkan arti demokrasi itu sendiri pemerintahan rakyat dimana rakyat
memilih wakil – wakilnya di pemerintahan dan memilih presidennya, tapi pada
kenyataanya rakyat hanya dijadikan objek saat momen terjadinya pesta demokrasi.
Mengapa harus Demostokrasi karena lebih menekankan kepada individu terbaik dan
bentuk pemilihannya bisa dilakukan secara langsung maupun terwakilkan dan yang
membedakan dalam pemilihan system demokrasi dengan Demostokrasi adalah pada
personifikasi Pimpinan dan tidak ada bagi – bagi kekuasaan serta menggunakan
oposisi yang nyata dengan pertarungan gagasan –gagasan terbaik yang dapat di
implementasikan secara nyata (sosok pemimpin yang mendekati Demostokrasi adalah
kepeimpinan Bung Karno meski ada kekuatan eksternal /asing yang tidak
menyukainya melalui kaki tangannya didalam pemerintahan ). Sebenarnya Bung
karno pernah melahirkan ide Demokrasi Terpimpin hanya saja bagi orang awam itu
seperti suatu kediktatoran bagi yang memahami cara berpikir Bung karno aka nada
benang merahnya yakni tujuannya untuk menjaga keutuhan bangsa dan kedaulatan
negara seperti pidato Bung karno di PBB yang diberi judul To Build World A New. Sedangkan Demostokrasi wakil – wakil yang
dipilih oleh rakyat serta oposisi pemerintahan benar – benar hidup dan berjalan
dalam koridornya tanpa menggunakan cara – cara kotor seperti, Hoax, Hate Speech
dan menggunakan symbol – symbol agama sebagai kedok politik kekuasaan.
Menurut Noam Chomsky dalam bukunya : Who Rules The World ?, “
…dunia akan melakukan pergeseran system politik kekuasaan dengan menerapkan ide
– ide baru system pemerintahan politik “. Dan Demostokrasi diambil dari akar
budaya nusantara yang jauh ber- abad – abad yang lalu dengan silih bergantinya setiap
wangsa kerajaan begitupun dikawasan asia dan eropa dapat mengambil akar
budayanya masing – masing kecuali Amerika Serikat dan Australia. Menurut
antropolg Eric. R Wolf dalam bukunya Peasant , “ petani asia tenggara di masa
lalu cenderung mengikuti pola hidup subsisten alias hanya memenuhi kebutuhan
minimum. Mereka juga sangat terikat kepada tanahnya untuk memenuhi kebutuhan
minimum tersebut “. Dan menurut Karl August Wittfogel dalam judul bukunya yang
monumental : A Comparative Study of Total Power ( 1957 ), “ Pada titik campur
tangan suatu system administrasi dibutuhkan untuk mengarahkan masyarakat
bekerja membangun system – system irigasi. Pengaturan admistrasi inilah yang
kemudian melahirkan penguasa – penguasa paling awal dalam masyarakat agraris.
Para penguasa ini adalah orang – orang tertentu yang mampu mengkoordinasikan
pembangunan system irigasi. Para penguasa ini menempatkan dirinya sebagai pusat
dari seluruh system admistrasi. Kekuasaan ini adalah riil dan mereka
mempertahankan kekuasaanya dengan berlaku secara despotic “. Dengan melihat
teori – teori tersebut maka ada beberapa yang harus dihilangkan atau ditambah
sesuai dengan kemajuan zaman.
Demostokrasi bukan berarti harus berdarah bangsawan namun
bila melihat sejarah bangsa ini dan budaya bangsa keterkaitan akan mitos –
mitos dan gothak gathuk budaya, adalah suatu hal yang wajar tiap individu akan
menonjolkan nobiless nya dihadapan orang banyak dalam meraih dukungan.
Bila melihat perkembangan zaman yang semakin maju dengan
gadget dan media sosial sesesorang dapat per sekian detik melakukan apapun di
dunia maya yang serba terkoneksi jaringan internet.
Untuk itulah keunggulan tiap individu dalam memimpin suatu
negara harus ada kelebihan dari orang kebanyakan dan dengan didasari kebijakan
akar budaya dia berpijak, dan Indonesia bersyukur memiliki Pancasila sebagai
pedoman dan dasar negara yang fenomenal itupun diambil dari nilai – nilai luhur
bangsa.
Terlepas dari semua teori konspirasi, bangsa Indonesia kedepan
akan mengalami begitu banyak rintangan baik dalam dan luar negeri, dengan
memegang teguh persatuan serta membuang sifat chauvinistic , serta memegang
teguh Persatuan dan Kesatuan , Indonesia bukan hanya berdiri sebagai negara
hanya dengan puluhan tahun namun beribu –
ribu abad lamanya secara berkesinambungan.
Demostokrasi Absolutisme Demokrasi adalah suatu teori
berpikir cara pandang membangun kebangsaan , entah menuju kebenaran dengan segala konsekuensinya
serta bukan suatu kebenaran dengan segala konsekuensinya.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar