Sabtu, 25 Juni 2022

Demostokrasi Absolutisme Demokrasi


 Oleh : Untung Surono

Kalimat Demostokrasi sepertinya tidak pernah terdengar oleh masyarakat maupun  ahli politik serta para sarjana ilmu politik di dunia ini. Demostokrasi adalah Untuk Memimpin Rakyat , merupakan penggalan dari kata Demos yang berarti rakyat dan Tokrasi yang merupakan penggalan dari Aristokrasi berarti Yang Terbaik Untuk Memimpin Rakyat , diambil dari Bahasa yunani, Aristokrasi di identikkan dengan bangsawan atau raja. Sistem pemerintahan di dunia hampir semuanya menggunakan sistem demokrasi dengan segala macam karakteristiknya , meski ada beberapa negara didunia seperti Republik Rakyat China ( RRC ) , Vatikan dan Korea Utara serta negara – negara monarki tidak menggunakan sistem demokrasi tanpa melibatkan rakyat, namun pada kenyataannya tetap ada pemilihan secara tertutup dengan kesepakatan di internal mereka.

Di sini saya memiliki pemikiran bahwa pada dasarnya setiap negara dalam politik pemerintahannya mengacu pada politik yang menguntungkan bagi kelompok tertentu meski ditutupi oleh sebuah system yang bernama demokrasi. Untuk hasil pemikiran saya maka lahirlah istilah Demostokrasi yang berarti  Yang Terbaik Untuk Memimpin Rakyat. Mengapa harus Demostokrasi ? padahal saat ini di negara – negara dunia banyak menjalankan system politik demokrasi termasuk Indonesia , dimana Indonesia selalu didengung – dengungkan tentang Demokrasi Pancasila namun pada kenyataanya tetap menggunakan system 50 % lebih satu untuk menentukan pemenang ( yang jelas 49% dari yang kalah mau tidak mau harus mengikuti meskipun ada kekecewaan bahkan kadang berimbas balas dendam diakar rumput pendukung ). Apakah itu salah tentu tidak salah juga karena tidak ada system yang sempurna demikian juga teori Demostokrasi yang akan saya tuangkan juga bukan suatu pemikiran sempurna karena perlu kajian – kajian secara empiric.

Karena Allah SWT memberikan kita manusia untuk berpikir maka kiranya pemikiran ini saya tuangkan dalam tulisan secara garis besarnya.

Demostokrasi adalah Yang Terbaik Untuk memimpin sebenarnya hampir sama dengan Demokrasi, hanya saja Demokrasi di sini rakyat memiliki keinginan (pilihan ) untuk memilih pemimpin, sedangkan arti demokrasi itu sendiri pemerintahan rakyat dimana rakyat memilih wakil – wakilnya di pemerintahan dan memilih presidennya, tapi pada kenyataanya rakyat hanya dijadikan objek saat momen terjadinya pesta demokrasi. Mengapa harus Demostokrasi karena lebih menekankan kepada individu terbaik dan bentuk pemilihannya bisa dilakukan secara langsung maupun terwakilkan dan yang membedakan dalam pemilihan system demokrasi dengan Demostokrasi adalah pada personifikasi Pimpinan dan tidak ada bagi – bagi kekuasaan serta menggunakan oposisi yang nyata dengan pertarungan gagasan –gagasan terbaik yang dapat di implementasikan secara nyata (sosok pemimpin yang mendekati Demostokrasi adalah kepeimpinan Bung Karno meski ada kekuatan eksternal /asing yang tidak menyukainya melalui kaki tangannya didalam pemerintahan ). Sebenarnya Bung karno pernah melahirkan ide Demokrasi Terpimpin hanya saja bagi orang awam itu seperti suatu kediktatoran bagi yang memahami cara berpikir Bung karno aka nada benang merahnya yakni tujuannya untuk menjaga keutuhan bangsa dan kedaulatan negara seperti pidato Bung karno di PBB yang diberi judul To Build World A New. Sedangkan Demostokrasi wakil – wakil yang dipilih oleh rakyat serta oposisi pemerintahan benar – benar hidup dan berjalan dalam koridornya tanpa menggunakan cara – cara kotor seperti, Hoax, Hate Speech dan menggunakan symbol – symbol agama sebagai kedok politik kekuasaan.

Menurut Noam Chomsky dalam bukunya : Who Rules The World ?, “ …dunia akan melakukan pergeseran system politik kekuasaan dengan menerapkan ide – ide baru system pemerintahan politik “. Dan Demostokrasi diambil dari akar budaya nusantara yang jauh ber- abad – abad yang lalu dengan silih bergantinya setiap wangsa kerajaan begitupun dikawasan asia dan eropa dapat mengambil akar budayanya masing – masing kecuali Amerika Serikat dan Australia. Menurut antropolg Eric. R Wolf dalam bukunya Peasant , “ petani asia tenggara di masa lalu cenderung mengikuti pola hidup subsisten alias hanya memenuhi kebutuhan minimum. Mereka juga sangat terikat kepada tanahnya untuk memenuhi kebutuhan minimum tersebut “. Dan menurut Karl August Wittfogel dalam judul bukunya yang monumental : A Comparative Study of Total Power ( 1957 ), “ Pada titik campur tangan suatu system administrasi dibutuhkan untuk mengarahkan masyarakat bekerja membangun system – system irigasi. Pengaturan admistrasi inilah yang kemudian melahirkan penguasa – penguasa paling awal dalam masyarakat agraris. Para penguasa ini adalah orang – orang tertentu yang mampu mengkoordinasikan pembangunan system irigasi. Para penguasa ini menempatkan dirinya sebagai pusat dari seluruh system admistrasi. Kekuasaan ini adalah riil dan mereka mempertahankan kekuasaanya dengan berlaku secara despotic “. Dengan melihat teori – teori tersebut maka ada beberapa yang harus dihilangkan atau ditambah sesuai dengan kemajuan zaman.

Demostokrasi bukan berarti harus berdarah bangsawan namun bila melihat sejarah bangsa ini dan budaya bangsa keterkaitan akan mitos – mitos dan gothak gathuk budaya, adalah suatu hal yang wajar tiap individu akan menonjolkan nobiless nya dihadapan orang banyak dalam meraih dukungan.

Bila melihat perkembangan zaman yang semakin maju dengan gadget dan media sosial sesesorang dapat per sekian detik melakukan apapun di dunia maya yang serba terkoneksi jaringan internet.

Untuk itulah keunggulan tiap individu dalam memimpin suatu negara harus ada kelebihan dari orang kebanyakan dan dengan didasari kebijakan akar budaya dia berpijak, dan Indonesia bersyukur memiliki Pancasila sebagai pedoman dan dasar negara yang fenomenal itupun diambil dari nilai – nilai luhur bangsa.

Terlepas dari semua teori konspirasi, bangsa Indonesia kedepan akan mengalami begitu banyak rintangan baik dalam dan luar negeri, dengan memegang teguh persatuan serta membuang sifat chauvinistic , serta memegang teguh Persatuan dan Kesatuan , Indonesia bukan hanya berdiri sebagai negara hanya dengan  puluhan tahun namun beribu – ribu abad lamanya secara berkesinambungan.

Demostokrasi Absolutisme Demokrasi adalah suatu teori berpikir cara pandang membangun kebangsaan , entah menuju kebenaran dengan segala konsekuensinya serta bukan suatu kebenaran dengan segala  konsekuensinya.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Gerakkan Pilah Sampah

Jakarta - Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi mengatakan, gerakan memilah sampah dari rumah menjadi langkah paling penti...