Polkam, Jakarta – Kementerian
Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menerima audiensi
Asosiasi Penyelenggara Sistem Komunikasi Kabel Laut Seluruh Indonesia (ASKALSI)
guna membahas penguatan tata kelola dan perlindungan Sistem Komunikasi Kabel
Laut (SKKL) sebagai infrastruktur digital strategis pertemuan digelar di ruang
rapat Gatot Kaca, Kemenko Polkam, Jakarta, Selasa, (12/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut,
ditegaskan bahwa jaringan SKKL domestik tercatat memiliki panjang sekitar
55.475 km dengan 125 sistem SKKL yang dibangun dan dioperasikan oleh 13 anggota
ASKALSI yang merupakan tulang punggung utama konektivitas digital yang menopang
layanan publik, perbankan, hingga sektor pertahanan dan keamanan nasional.
Selanjutnya, audiensi yang dipimpin
oleh Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi, Marsda TNI Eko Dono
Indarto ini menyoroti sejumlah tantangan penyelenggaraan SKKL, antara lain
panjangnya proses perizinan, perlunya sinkronisasi tata ruang pusat dan daerah,
perlindungan koridor kabel laut, keterbatasan kapal dan SDM teknis, serta
potensi dampak pembangunan infrastruktur besar seperti Giant Sea Wall terhadap
titik landing SKKL di wilayah Jakarta ASKALSI juga menekankan pentingnya
penyelesaian isu Tanjung Pakis, Karawang, yang merupakan salah satu koridor
kabel laut dengan nilai investasi eksisting yang besar.
Terkait urgensi infrastruktur
tersebut, Eko Dono menekankan bahwa kabel laut merupakan urat nadi konektivitas
digital Indonesia yang dampaknya sangat luas bagi masyarakat dan dunia usaha.
“Kabel laut adalah urat nadi
konektivitas digital Indonesia. Ketika kabel laut terganggu, dampaknya bukan
hanya dirasakan oleh operator, tetapi juga oleh masyarakat, layanan publik,
dunia usaha, perbankan, pusat data, hingga sektor pertahanan dan keamanan
karena itu, tata kelola, perlindungan, dan koordinasi lintas sektor terkait
SKKL harus diperkuat secara bersama,” ujar Eko Dono.
Sementara itu, Kemenko Polkam
berkomitmen memfasilitasi pertemuan teknis lintas kementerian dan lembaga untuk
menghasilkan pemetaan masalah yang konkret serta langkah penyelesaian yang
terkoordinasi guna pengamanan aset nasional tersebut.
Melalui penguatan koordinasi
ini, pemerintah berupaya memastikan keberlanjutan konektivitas digital nasional
tetap andal dan aman demi memperkuat daya saing ekonomi digital Indonesia di
masa depan.
*Kemenko Polkam RI

Tidak ada komentar:
Posting Komentar