Jakarta - Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta,
Dudi Gardesi mengatakan, gerakan memilah sampah dari rumah menjadi langkah
paling penting untuk menekan timbulan sampah Jakarta yang setiap harinya terus
meningkat.
Ia menyampaikan, hampir separuh sampah Jakarta
merupakan sampah organik, sementara lainnya masih memiliki potensi untuk didaur
ulang. Mayoritas timbulan sampah tersebut berasal dari rumah tangga.
Menurut Dudi, apabila masyarakat mulai
membiasakan memilah sampah sejak dari sumber, maka hampir semua sampah
sebenarnya dapat diselesaikan di tingkat hulu. Dengan begitu, hanya sedikit
sampah residu yang perlu diproses lebih lanjut di fasilitas pengolahan akhir.
“Melalui Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor
5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber, kami
ingin mengajak seluruh masyarakat melihat bahwa pilah sampah bukan lagi sekadar
pilihan, tetapi kebutuhan bersama untuk menyelamatkan Jakarta dari darurat
sampah,” ujarnya, Senin (11/5).
Ia menjelaskan, Kelurahan Rorotan dan beberapa
daerah lainnya telah mulai menerapkan sistem pemilahan sampah dan akan menjadi
model yang direplikasi ke berbagai wilayah di Jakarta.
“Langkah tersebut penting mengingat TPST
Bantargebang hanya akan menerima sampah residu mulai 1 Agustus 2026, dan
ditargetkan tidak lagi menerima sampah pada 2027,” katanya.
Sekadar informasi, kegiatan deklarasi ‘Jaga
Jakarta Bersih, Pilah Sampah’ dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan,
Menteri dan Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI
Jakarta serta beberapa pejabat tinggi negara lainnya. Berbagai aktivasi
edukatif dan interaktif disiapkan untuk mendekatkan budaya pilah sampah kepada
masyarakat.
Warga mengikuti aktivasi menabung sampah
anorganik yang mendorong masyarakat mulai memilah sampah dari rumah sekaligus
memahami bahwa sampah juga memiliki nilai ekonomi.
Sejumlah kolaborator yang tergabung dalam
Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) Lingkungan Hidup Klaster Persampahan
seperti Rekosistem, Plasticpay, Paragon Technology & Innovation, dan Rumah
Sosial Kutub, dan lainnya juga turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Selain penayangan video edukasi pemilahan
sampah, kegiatan ini juga diisi deklarasi ‘Jaga Jakarta Bersih, Pilah Sampah’
sebagai simbol komitmen bersama seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan
pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Jakarta.
Selain itu, ratusan petugas berkampanye dan
menyuluh pemilahan sampah. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta juga mengerahkan
200 petugas kebersihan beserta sarana dan prasarana pendukung di sepanjang
Jalan HR Rasuna Said.
Fasilitas yang disiagakan meliputi tiga unit
road sweeper, dua truk anorganik, dua truk compactor listrik,
100 dust bin, tiga tong sulo, 1.000 kantong plastik,
lima bus toilet, dua tangki air kotor, dan dua tangki air bersih guna
memastikan kawasan kegiatan tetap bersih, nyaman, dan tertata.
“Gerakan memilah sampah organik, anorganik, B3
rumah tangga, dan residu dari sumber merupakan langkah sederhana, tetapi
dampaknya sangat besar bagi masa depan Jakarta yang lebih bersih dan
berkelanjutan,” tandas Dudi.
#jagajakarta#lingkunganhidup
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar