kerajaan Singosari pada abad ke XIII? Berdasarkan
Kitab Negarakertagama yang ditulis pada tahun 1365 Masehi , dituliskan bahwa
Candi Kidal adalah tempat pendharmaan Raja Anusapati, yakni raja kedua
Singosari, Putra tiri Ken Arok dan Putra Ken Dedes.
Banyak catatan sejarah yang menyebutkan Anusapati
meninggal karena dibunuh oleh Panji Tohjaya yang ingin mengambil kekuasaan
kerajaan Singosari pada masa tersebut. Hal tersebut juga berhubungan dengan
adanya keris Empu Gandring dan kutukannya.
Candi Kidal
terletak di Kabupaten Malang, Jawa Timur, tepatnya di Desa Rejokidal, Kecamatan
Tumpang. Candi ini berjarak sekitar 20 kilometer ke arah timur dari kota
Malang. Dibangun pada 1248 Masehi, tak lama pasca upacara pemakaman “Cradha”
yang diadakan untuk Raja Anusapati.
Sejarah Candi Kidal
Menurut Kitab Negarakertagama
Membahas sejarah
Candi Kidal erat kaitannya dengan kematian dan jasa-jasa Raja Anusapati
terhadap Kerajaan Singosari. Kisah tersebut tercatat dalam Kitab
Negarakertagama yang ditulis Empu Prapanca pada tahun 1365 saat masa kejayaan
Majapahit. Dalam kitab ini dituliskan bahwa Anusapati adalah anak dari Ranggah
Rajasa Sang Girinathaputra, yang merupakan pendiri kerajaan Tumapel atau
Singosari.
Lalu, pada tahun
1227, Anusapati menggantikan ayahnya dan diangkat menjadi raja. Di bawah
pimpinannya, diceritakan bahwa Kerajaan Singosari dalam kondisi makmur dan
tenang hingga digantikan putranya, Wisnuwardhana pada tahun 1248 Masehi. Di
tahun inilah Candi Kidal menjadi tempat upacara pemakaman untuk ayahnya
Anusapati agar dipuja sebagai dewa Syiwa.
Relief, Corak, dan Arsitektur
Ciri khas atau
keunikan dari Candi Kidal terletak pada ketiga relief cerita Garudeya berbentuk
fragmen yang dipahatkan pada kaki candi. Pada relief pertama menunjukan gambar
Garuda yang tengah menggendong 3 ekor ular besar, relief kedua melukiskan
Garuda dengan kendi di atas kepala, dan relief terakhir Garuda menyangga
seorang perempuan. Relief Garudeya ini menggambarkan bakti Raja Anusapati
kepada ibunya Kendedes.
Bangunan Candi
Kidal berbentuk bujur sangkar, sisinya berukuran 8,36 meter dan punya penampil
juga tangga masuk di bagian barat. Bentuk candi terlihat ramping seperti candi
gaya Jawa Timuran dengan kaki candi besar dan agak tinggi, serta tubuh candi
yang dibangun agak menggeser ke belakang. Kemudian, bila dilihat pada bagian
atas, berbentuk seperti piramida dengan puncaknya berbentuk kubus.
Bila digambarkan
secara utuh, Candi Kidal terdiri dari 3 bagian yakni, kaki candi, badan candi,
dan atap candi. Berikut penggambaran dari masing-masing bagian tersebut!
1. Kaki Candi
Berbentuk bujur
sangkar dengan berbagai sisinya berukuran 6,82 meter dan tinggi 1,94 meter.
Untuk mencapai selasar di bagian lantai kaki candi, dibuat tangga batu yang
berada tepat di depan pintu. Di bagian kaki candi, sekelilingnya terdapat
pahatan hiasan bermotif medalion berjajar dan diselingi bingkai dengan motif
bunga dan sulur-suluran.
2. Badan Candi
Berbentuk bujur
sangkar juga, dengan sisinya berukuran 5,3 meter dan tinggi 4,92 meter.
Dindingnya dihiasi medalion dengan beragam tanaman hias, bunga hias, dan
sulur-suluran. Di bagian ini terdapat bilik yang berukuran 1,9 meter x 1,9
meter dengan tinggi 2,6 meter yang berbentuk piramida.
3. Atap Candi
Berbentuk kotak
yang bersusun tiga dengan luas semakin kecil ke atasnya. Pada puncaknya yang
tidak runcing, memiliki permukaan yang cukup luas dan berbentuk persegi. Tidak
ada stupa atau ratna sebagai penghias di atap puncak candi ini, namun
sekelilingnya terdapat ukiran bunga dan sulur-suluran.
Fungsi Candi Kidal
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Candi Kidal
dibangun sebagai tempat dharma atau kuburan dari seorang Raja, yaitu Raja
Anusapati. Fungsi candi ini sama dengan candi-candi di Jawa Timur pada umumnya.
Selain sebagai tempat mendoakan Raja Anusapati,
pembangunannya juga ditujukan sebagai perawatan kepada ibu sang Raja, yakni Ken
Dedes. Hal tersebut tercermin dari penggambaran relief Garudeya yang
menunjukkan kasih sayang Raja Anusapati kepada ibunya yang semasa hidupnya
nelangsa dan penuh derita.
Demikian pemaparan seputar sejarah Candi Kidal yang
menarik dan penting untuk di ketahui. Semoga ni bermanfaat dan menambah
pengetahuan sejarah kamu, khususnya mengenai Kerajaan Singosari di masa Raja
Anusapati pada 1227-1248 Masehi./ Querian




Tidak ada komentar:
Posting Komentar